Menu

Mode Gelap
Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026 20 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia Versi QS Asia 2026 Materi Belajar SD/MI Kelas 1 Kurikulum Merdeka Tips Mendidik Anak Menjadi Pelajar Berprestasi

Kuliner · 12 Jun 2026 21:55 WIB ·

Rekomendasi Wisata Kuliner di Berbagai Kota Indonesia


Ilustrasi Kuliner (img: wisatathailand.id) Perbesar

Ilustrasi Kuliner (img: wisatathailand.id)

Pernah nggak sih kamu merasa bingung mau mulai dari mana kalau lagi traveling ke kota lain di Indonesia? Padahal setiap daerah punya cerita rasa yang unik banget. Bukan cuma pemandangan alamnya yang memesona, tapi jajaran kulinernya juga bisa bikin perut keroncongan sepanjang hari. Nah, buat kamu yang hobi jalan-jalan sambil mencicipi makanan khas, yuk simak rekomendasi wisata kuliner di berbagai kota Nusantara ini. Dijamin, daftar ini bakal bikin liburanmu makin berkesan dan pastinya makin lahap!

Medan

Kota Medan adalah gerbang pertama untuk menjelajahi kuliner Sumatera. Begitu mendarat di Bandara Kualanamu, indera penciumanmu langsung disambut aroma rempah yang khas. Soto Medan jadi primadona, beda dari soto daerah lain karena kuah santannya yang kental dan gurih. Isiannya lengkap: ayam suwir, tauge, kentang, lalu ditambah perasan jeruk nipis dan sambal andaliman yang bikin lidah sedikit kebas—sensasi unik cuma ada di sini.

Jangan lupa singgah ke Jalan Selat Panjang untuk mencicipi durian Ucok. Bukan durian biasa, teksturnya lembut kayak butter cream. Kalau belum pernah makan durian, siap-siap jatuh cinta. Bonus: bolu meranti yang legit dan mie pangsit Medan yang kenyal. Satu tips: bawa kaos longgar karena porsi makannya besar-besar.

Padang

Orang bilang, belum afdol ke Sumatera Barat kalau belum makan Nasi Padang asli. Tapi jangan salah, Padang punya lebih dari itu. Saat kamu berkunjung ke rumah makan di pinggir jalan kota Padang, staf akan langsung menyajikan puluhan piring kecil berisi aneka lauk di meja. Pilih suka-suka, tapi wajib ambil rendang yang dimasak dengan santan kelapa dan rempah hingga kering gelap—prosesnya bisa berjam-jam, hasilnya daging super empuk dan rasa yang meresap sampai ke sumsum.

Sate Padang juga juara. Bedanya dengan sate pada umumnya, bumbunya dari kuah kental berwarna kuning kemerahan yang dibuat dari tepung beras dan kunyit. Jeroan sapi, lidah, atau daging biasa ditusuk lalu disiram kuah itu, ditambah kerupuk merah yang renyah. Lokasi terkenal ada di Sate Mak Syukur dekat Pasar Raya Padang. Dijamin, habis satu porsi langsung kebayang terus.

Palembang

Di Palembang, hampir setiap sudut jalan ada penjual pempek. Tapi pempek asli Palembang beda level. Teksturnya kenyal karena campuran ikan tenggiri dan sagu pilihan, bukan tepung terigu seperti di kota lain. Kapal Selam adalah varian paling populer pempek bulat besar dengan isian telur ayam, disajikan dengan kuah cuko kental asam pedas manis yang warnanya gelap. Sensasi gigitan pertama, cukonya meletup di mulut.

Waktu sore hari, cobalah es kacang merah. Iya, kacang merah! Bukan es campur biasa, karena kacang merah direbus manis lalu diberi susu kental manis, serutan es batu, dan kadang tambah roti tawar. Rasanya creamy dan legit, cocok banget buat nemenin kamu yang kepanasan di kota yang cukup panas ini. Jangan lupa cek warung legendaris seperti Pempek Candy atau Pempek Vico.

Jakarta

Ibu kota sering dianggap hanya kota modern dengan makanan instan. Padahal kalau mau menyelam lebih dalam, Jakarta punya kuliner Betawi yang kaya sejarah. Kerak telor adalah camilan malam yang biasanya muncul saat hajatan atau acara festival. Telur ayam atau bebek dicampur beras ketan putih, ebi, bawang merah, lalu dipanggang di atas arang menggunakan wajan kecil. Hasilnya gurih, sedikit renyak di pinggir, dan hangat. Kalau mau otentik, cari di kawasan Kota Tua saat akhir pekan.

Soto Betawi beda dengan soto lain karena kuahnya bersantan dan pakai daging sapi plus jeroan. Tapi banyak penduduk lokal sekarang lebih suka yang versi bening pakai susu. Nikmati dengan emping melinjo dan sambal rawit. Jangan lewatkan gado-gado bon cabai yang dijual abang-abang gerobak di sekitar Monas—mengenyangkan dan murah meriah.

Bandung

Orang Bandung kreatif banget bikin camilan. Batagor singkatan dari baso tahu goreng, tapi versi terbaiknya ada di daerah Riau atau Karang Setra. Tahu dan pangsit isi ikan tenggiri digoreng garing lalu disiram saus kacang yang manis pedas. Ditambah cocolan kecap dan jeruk limo wow, langsung nagih.

Seblak mungkin yang paling fenomenal. Kerupuk mentah direndam air panas lalu ditumis dengan bumbu kencur, cabe, dan penyedap. Kini seblak berevolusi: ada yang pakai ceker ayam, makaroni, sosis, sampai mie instan. Tingkat pedasnya bisa kamu atur dari level 1 sampai selevel-surga. Tapi hati-hati, perutmu bisa protes kalau kebanyakan. Coba seblak di daerah Sukajadi atau Cihampelas Walk (CiWalk) yang banyak tenant muda.

Yogyakarta

Jogja memang surganya kuliner tradisional. Pagi-pagi sekali kamu bisa menemukan gudeg di pinggir jalan yang sudah mulai berjualan sejak jam 5 subuh. Gudeg dari nangka muda yang dimasak dengan gula aren dan santan berjam-jam sampai berwarna cokelat tua dan sangat manis. Paling nikmat disantap dengan krecek (kerupuk kulit sapi), ayam kampung, dan sambal goreng. Tempat legendaris: Gudeg Yu Djum atau Gudeg Pawon.

Sore harinya, cari angkringan. Nasi kucing nasi kecil dengan sambal dan sedikit lauk plus aneka gorengan dan wedang jahe atau kopi joss (kopi dengan arang panas) adalah pengalaman yang nggak bisa dilupakan. Ada juga es dawet ayu di dekat Taman Sari: dawet (cendol) hijau dengan kuah santan dan gula aren, ditambah potongan roti dan nangka. Sepoi-sepoi sore di Jogja sambil minum ini? Perfecto.

Surabaya

Surabaya punya tantangan kuliner untuk kamu yang berani. Rujak cingur menggunakan cingur ya, moncong atau hidung sapi yang direbus dan diiris tipis. Jangan takut dulu, karena setelah dicampur dengan sayuran, tahu, tempe, dan disiram saus petis hitam yang manis-asin, rasanya kompleks dan nagih. Banyak yang bilang rujak cingur adalah “masakan pemberani”. Tapi percayalah, setelah sekali coba, kamu pasti balik lagi. Langganan di Rujak Cingur Genteng atau di sekitar Kertajaya.

Lontong balap juga ikonik: lontong, tahu goreng, tauge, dan lentho (kacang tua yang dihancurkan) disiram kuah kuning gurih. Dinamakan balap karena dulu pedagangnya berlari-lari kecil membawa dagangan. Kini tinggal nama, tapi rasanya tetap juara. Tambah sambal petis kalau suka pedas.

Bali

Pulau Dewata nggak cuma pantai dan pura. Babi guling adalah raja kuliner Bali. Babi utuh diisi bumbu genep (campuran 10-15 rempah) lalu dipanggang sambil diputar-putar. Dagingnya empuk, kulitnya super renyah, dan isian usus yang dibumbui jadi camilan kriuk. Tempat favorit: Ibu Oka di Ubud atau Warung Jero Kawan di Denpasar.

Ayam betutu proses masaknya lama dibungkus daun pisang dan daun singkong lalu dipanggang atau dikukus berjam-jam hingga bumbu meresap sampai ke tulang. Rasanya gurih, pedas, dan wangi rempah yang kuat. Cocok banget buat makan siang dengan nasi hangat. Jangan lewatkan jaje Bali: kue tradisional seperti klepon hijau, jaje uli, dan laklak (kue beras dengan parutan kelapa). Pasar tradisional di Gianyar atau Sukawati adalah surganya.

Makassar

Saat hujan turun di Makassar, yang paling pas adalah semangkuk coto Makassar. Soto khas dari daging sapi dan jeroan dengan kuah kacang yang kental. Bedanya, coto biasanya disantap dengan ketupat, bukan nasi. Ditambah irisan daun bawang, bawang goreng, dan perasan jeruk nipis. Coto Daeng Baco di Jalan Merdeka sudah jadi langganan warga sejak puluhan tahun.

Konro bakar juga jangan sampai terlewat. Iga sapi yang besar dan berdaging tebal, dibakar dengan bumbu khas dari kluwek, kunyit, dan jahe hingga berwarna hitam mengilap. Saat dipanggang, aroma asapnya bikin air liur menetes. Makan dengan tangan langsung lebih nikmat. Satu porsi biasanya disertai dengan sup konro berkuah bening dua kenikmatan dalam satu pesanan.

Manado

Manado terkenal berani dengan bumbu dabu-dabu dan cabai rawit yang melimpah. Tapi jangan bayangin yang ekstrem dulu. Tinutuan atau bubur Manado adalah bubur nasi yang dicampur labu kuning, bayam, jagung manis, kemangi, dan kadang ditambah ikan asin atau teri. Teksturnya kental, hangat, dan sangat menyehatkan. Cocok buat sarapan sebelum kamu menjelajahi Bunaken.

Buat yang suka tantangan, coba RW (Rica-rica Wanua) dari daging anjing. Tapi bagi yang nggak mau, banyak pilihan lain seperti ayam rica-rica yang nggak kalah pedas dan lezat, atau paniki (kelelawar masak rica-rica). Satu yang pasti: sambal dabu-dabu (cincangan tomat, cabai rawit, bawang merah, dan perasan jeruk nipis) wajib selalu ada. Bawa es kelapa muda yang banyak kalau perutmu mulai panas.

Pontianak

Bergerak ke Kalimantan Barat, Pontianak punya kuliner andalan yang sayang banget dilewatkan. Mi kepiting dengan saus padang adalah perpaduan unik: mi kuning tebal, daging kepiting segar, dan saus kental berwarna oranye yang pedas manis gurih. Harganya agak premium karena kepitingnya sungguhan, tapi sepadan banget sama rasa. Coba di Mie Tiam Sian atau Mie Kepiting Asiang.

Es jeruk sunkist segar dengan kulit jeruk yang masih terlihat—bukan sirup botolan—adalah pelepas dahaga setelah makan mi hangat. Pontianak juga punya khauw hong, yakni babi panggang merah yang manis dan empuk, biasa disajikan dengan nasi tim. Satu lagi yang unik: apam pinang (kue bolu kecil dengan tekstur lembut), camilan yang sering diburu oleh wisatawan.

Jayapura

Ujung timur Indonesia juga punya cerita rasa. Papeda adalah bubur sagu yang kental dan lengket seperti lem. Cara makannya agak unik: kamu ambil papeda dengan garpu dua cabang atau sumpit khusus, lalu putar-putar hingga membentuk bola, celup ke kuah kuning ikan tuna atau mubara (ikan merah). Teksturnya hambar sendiri, tapi kuah ikannya yang kaya kunyit dan jahe memberi rasa gurih segar.

Ikan bakar Manokwari dibumbu kuning dan dibakar di atas bara api. Sajian ini biasanya ditemani dengan sayur paku (sayur pakis) dan sambal colo-colo khas Papua yang terbuat dari cabai, tomat, bawang, dan kemangi. Rasanya pedas, segar, dan bikin ketagihan. Bisa kamu temukan di sekitar Hamadi atau pasar tradisional Jayapura.

Biar Makananmu Makin Berasa, Coba Tips Ini

Kuliner Indonesia itu lebih dari sekadar rasa. Ada cerita di balik setiap bumbu, ada sejarah di balik setiap resep turun-temurun. Kalau kamu benar-benar ingin menikmatinya sebagai seorang food traveller, ada beberapa hal kecil yang bisa kamu lakukan. Pertama, jangan sungkan makan di pinggir jalan alias street food. Kedua, ajak ngobrol pedagangnya—mereka biasanya punya cerita menarik soal masakannya. Ketiga, jangan lupa bawa obat pencernaan, karena perutmu akan diberondong rasa dari Sabang sampai Merauke. Keempat, catat jam-jam favorit: beberapa makanan seperti sate atau gudeg lebih nikmat di jam tertentu.

Dari Medan yang gurih rempah hingga Jayapura yang unik dengan sagu, setiap kota menyimpan kejutan kuliner yang menunggu untuk kamu jelajahi. Jadi, kota mana dulu yang akan kamu kunjungi untuk urusan perut? Apapun pilihanmu, selamat berburu rasa, dan jangan heran kalau pulang-pulang bawaanmu bukan oleh-oleh, tapi berat badan yang sedikit bertambah! Tapi percayalah, itu semua sepadan.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Rekomendasi Makanan Tradisional yang Mulai Langka

12 Juni 2026 - 18:50 WIB

Resep Pempek Palembang Asli yang Kenyal

11 Juni 2026 - 19:23 WIB

Rekomendasi Kuliner Street Food yang Murah dan Enak

11 Juni 2026 - 19:07 WIB

4 Kuliner Khas Malang Paling Hits Selain Bakso Malang

Rekomendasi Kuliner Khas Padang yang Terkenal Lezat

11 Juni 2026 - 18:55 WIB

Resep Soto Ayam Kuah Gurih yang Menghangatkan

10 Juni 2026 - 21:29 WIB

Soto Mie Bogor

Resep Ayam Bakar Bumbu Kecap yang Menggoda

10 Juni 2026 - 19:11 WIB

Trending di Kuliner