Menu

Mode Gelap
Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026 20 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia Versi QS Asia 2026 Materi Belajar SD/MI Kelas 1 Kurikulum Merdeka Tips Mendidik Anak Menjadi Pelajar Berprestasi

Kuliner · 14 Jun 2026 23:26 WIB ·

Rekomendasi Makanan Khas Solo yang Manis Gurih


Ilustrasi Tengkleng Kambing (img: dapur kobe) Perbesar

Ilustrasi Tengkleng Kambing (img: dapur kobe)

Solo, kota yang di juluki sebagai kota budaya sekaligus surga kuliner. Setiap sudutnya menyimpan aroma sedap yang menggoda. Ngomongin soal makanan khas Solo, kebanyakan orang langsung ingat yang manis-manis kayak selat solo atau timlo. Tapi jangan salah, ada banyak banget hidangan di Solo yang punya perpaduan rasa manis dan gurih dalam satu suapan. Kombinasi yang bikin lidah bergoyang tanpa henti.

Buat kamu yang lagi merencanakan wisata kuliner ke Solo atau sekadar penasaran sama cita rasa khas Jawa Tengah ini, yuk simak rekomendasi lengkapnya. Di jamin setelah baca ini, perut bakal keroncongan dan pengen segera ke Solo.

1. Selat Solo

Mungkin awam mengira selat itu sup atau sayur berkuah bening. Ternyata beda. Selat Solo adalah hidangan yang mirip steak Eropa tapi di modifikasi dengan cita rasa lokal. Isinya terdiri dari daging sapi rebus yang empuk, telur rebus, wortel, buncis, dan kentang. Semua disiram kuah kental manis gurih dari campuran kecap manis, bawang putih, merica, dan kaldu sapi.

Yang bikin unik adalah sensasi manis dari kecap tidak berlebihan karena ditimpa gurihnya kaldu. Beberapa pedagang selat Solo juga menambahkan sedikit rasa pedas untuk memperkaya tekstur. Makanan ini biasanya di nikmati dengan nasi hangat dan taburan bawang goreng. Lokasi legendaris? Coba mampir ke Selat Mbok Bongso atau Selat Tien Slamet. Sudah puluhan tahun mempertahankan rasa otentik.

2. Timlo Solo

Kalau selat Solo mirip steak, timlo lebih ke sup komplet. Isinya ada suwiran ayam, telur puyuh rebus, sosis solo (sosis khas dari daging dan telur), serta jamur kuping. Kuahnya bening tapi punya rasa manis alami dari rebusan ayam dan bawang. Ditambah sedikit gula jawa bikin rasanya makin legit.

Kelezatan timlo solo justru karena keseimbangan antara manis dari kuah dan gurih dari isian. Sosis solo yang padat dan sedikit asin jadi pelengkap yang pas. Makanan ini cocok banget disantap saat cuaca dingin atau pagi hari sebelum mulai berkeliling kota. Paling terkenal ya Timlo Sastro di daerah Pasar Gede. Antreannya panjang tapi sebanding dengan rasa.

3. Sosis Solo

Ngobrolin Solo nggak lengkap tanpa menyebut sosis solo. Bedanya dengan sosis pada umumnya, sosis solo bentuknya seperti risol atau lumpia. Kulitnya dari dadar tipis tepung terigu dan telur. Lalu di gulung bersama isian campuran daging ayam atau sapi, santan, gula, garam, dan rempah-rempah.

Setelah digulung rapi, sosis solo digoreng hingga kuning kecoklatan. Rasanya? Manis dari gula dan santan, gurih dari daging dan bumbu. Tekstur luarnya renyah, dalamnya lembut. Cocok dijadikan camilan sore sambil minum teh hangat. Banyak penjual sosis solo di sekitar Stasiun Balapan atau di toko oleh-oleh seperti Toko Merdeka. Bisa juga dibawa pulang sebagai buah tangan.

4. Cabuk Rambak

Mungkin nama ini masih asing untuk banyak orang. Cabuk rambak adalah makanan khas Solo dari kulit sapi yang direbus hingga empuk, lalu dipotong tipis seperti kerupuk rambak tapi basah. Bedanya, cabuk rambak disajikan dengan bumbu kacang yang manis dan gurih. Plus tambahan tauge, irisan mentimun, dan kerupuk.

Rasa manisnya datang dari gula jawa yang di campur dalam bumbu kacang. Sementara gurihnya dari santan dan kacang tanah yang dihaluskan. Tekstur kulit sapinya kenyal, unik banget di lidah. Pedagang cabuk rambak biasanya berjualan keliling atau ada di acara-acara tradisional. Kalau mau coba, cari di daerah Pasar Triwindu malam hari.

5. Tengkleng Gajah

Tengkleng di Solo beda dengan tengkleng pada umumnya. Biasanya tengkleng khas Solo di sajikan dalam porsi kecil seperti sego kucing. Isinya tulang-tulangan kambing atau sapi berempah. Kuahnya kental dengan campuran kecap manis, santan, dan rempah seperti ketumbar, jinten, serta daun salam.

Yang membuat tengkleng Solo manis gurih adalah proses memasaknya lama. Santan meresap ke tulang, gula jawa memberikan rasa manis yang merata. Ditambah lagi daging yang luruh dari tulang. Gurihnya mantap. Tengklleg Gajah di daerah Joyotakan adalah langganan para wisatawan. Satu porsi kecil berisi beberapa tulang dan kuah yang bisa diaduk dengan nasi hangat.

6. Nasi Liwet Solo

Kalau versi Solo beda dengan nasi liwet khas Sunda. Nasi liwet Solo dimasak dengan santan, bawang putih, bawang merah, daun salam, daun jeruk, dan serai. Hasilnya nasi yang gurih dan sedikit manis dari santan yang karamelisasi. Disajikan dengan sayur labu siam atau nangka muda berbumbu gurih, suwiran ayam kampung, telur asin, dan sambal terasi.

Satu porsi nasi liwet sudah terasa manis alami dari rempah dan santan. Ditambah gurihnya telur asin dan ayam suwir makin lengkap. Tempat terkenal? Nasi Liwet Bu Siti di daerah Sriwedari atau Nasi Liwet Pak Lemu. Porsinya besar cocok untuk sarapan kenyang sebelum keliling Keraton Solo.

7. Serabi Solo

Serabi mungkin banyak ditemukan di berbagai daerah. Tapi serabi Solo punya ciri khas yang membedakan. Adonannya dari tepung beras dan santan. Ada dua versi: serabi polos dan serabi dengan topping oncom atau pisang. Namun yang paling dicari justru serabi yang di siram saus kinca.

Saus kinca adalah kuah manis dari gula jawa, santan, dan sedikit garam. Rasanya manis legit tapi tetap terasa gurih karena santan. Serabi Solo biasanya di masak di wajan tanah liat kecil, menghasilkan pinggiran renyah dan bagian dalam lembut. Pedagang serabi terkenal di Solo ada Serabi Notosuman, Serabi Ngemplak, dan Serabi Pasar Gede. Cocok untuk cemilan malam atau teman minum kopi pahit.

8. Wedang Ronde

Mungkin wedang ronde termasuk minuman. Tapi tak salah masuk daftar ini karena rasanya yang manis gurih dari kuah jahe dan santan. Isinya berupa bulatan-bulatan tepung ketan berisi kacang tanah halus yang manis. Di tambah potongan roti tawar, kacang tanah utuh, dan kolang-kaling.

Kuah jahe yang pedas hangat dipadukan dengan gula merah dan santan menghasilkan rasa manis gurih yang unik. Tekstur kenyal dari ronde juga menambah sensasi. Wedang ronde banyak di jual di malam hari, terutama di kawasan Pasar Gede atau Gladag. Minuman ini cocok untuk menghangatkan badan sekaligus memanjakan lidah dengan rasa manis yang nggak berlebihan.

9. Es Dawet Ayu

Setelah makanan berat, saatnya pencuci mulut. Es dawet ayu Solo terdiri dari cendol hijau dari tepung beras dan daun suji, di tambah tape singkong manis, potongan roti, serutan es batu, dan siraman santan serta gula merah cair. Manisnya dari gula merah dan tape, sementara gurihnya dari santan kental.

Yang bikin es dawet ayu berbeda dengan dawet biasa adalah adanya tape singkong. Tape memberikan rasa manis fermentasi yang legit. Banyak penjual dawet ayu di daerah Jongke atau sekitar Manahan. Segar banget apalagi siang hari setelah makan nasi liwet.

Tips Menikmati Makanan Manis Gurih Khas Solo

Biar pengalaman kulinermu makin oke, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan:

  • Datang pagi atau sore – Banyak makanan khas Solo hanya tersedia di jam-jam tertentu. Misalnya timlo dan selat Solo lebih enak disantap pagi. Sedangkan tengkleng dan sosis solo banyak dijual dari sore hingga malam.

  • Jangan ragu minta level manisnya di kurangi – Beberapa pedagang terbiasa membuat rasa yang sangat manis. Kalau kamu kurang suka terlalu manis, bisa request.

  • Gunakan petis atau sambal – Untuk makanan seperti cabuk rambak atau tengkleng, tambahkan sedikit petis atau sambal pedas biar rasa gurih makin naik.

  • Bawa pulang versi kering – Sosis solo dan serabi bisa di bawa pulang sebagai oleh-oleh. Tapi pastikan beli di toko yang mengemasnya vakum atau khusus oleh-oleh.

Tempat Wisata Kuliner Populer di Solo

Biar nggak bingung cari makanan yang sudah di sebutkan, ini alamat dan area yang terkenal:

  1. Pasar Gede Hardjonagoro – Surga kuliner Solo. Di sini ada timlo, selat solo, serabi, es dawet ayu, dan banyak lagi.

  2. Kawasan Ngarsopuro – Malam minggu ada car free night. Banyak tenda makanan tradisional termasuk cabuk rambak dan wedang ronde.

  3. Jalan Diponegoro – Banyak rumah makan legendaris seperti Selat Mbok Bongso dan Timlo Sastro.

  4. Daerah Joyotakan – Lokasi tengkleng gajah dan berbagai warung sosis solo.

  5. Pusat oleh-oleh di sekitar Stasiun Balapan – Toko Merdeka dan Toko Kue Soka jualan sosis solo, serabi kering, hingga aneka camilan manis gurih lainnya.

Keserasian Rasa Manis Gurih dalam Kuliner Solo

Mengapa makanan Solo begitu lekat dengan rasa manis? Sejarah mencatat bahwa Solo dulu pusat Kesultanan Mataram. Pengaruh kerajaan membuat makanan cenderung menggunakan gula jawa, kecap manis, dan santan. Semua itu lambang kemewahan dan kehalusan rasa. Namun di butuhkan keseimbangan agar tidak eneg. Itulah kenapa hampir semua hidangan Solo yang manis pasti di sandingkan dengan elemen gurih.

Gurih biasanya datang dari santan, daging, telur, atau kaldu. Ketika kedua rasa ini menyatu dengan proporsi tepat, jadilah cita rasa yang bikin orang ketagihan. Tidak heran banyak wisatawan rela datang jauh-jauh hanya untuk seporsi selat Solo atau semangkuk timlo yang hangat.

 

Jadi, sudah siap menjelajahi Solo lewat rasa? Jangan lupa catat semua rekomendasi di atas. Bawa catatan kecil atau simpan di ponsel biar nggak kelewatan satu pun. Selamat berburu makanan manis gurih khas Solo. Rasakan sendiri kenapa kota ini di sebut surga bagi pencinta kuliner tradisional.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Rekomendasi Buku Resep Masakan untuk Pemula

14 Juni 2026 - 19:57 WIB

Resep Ayam Goreng Renyah ala Restoran yang Mudah Dibuat

13 Juni 2026 - 21:04 WIB

Rekomendasi Wisata Kuliner di Berbagai Kota Indonesia

12 Juni 2026 - 21:55 WIB

Rekomendasi Makanan Tradisional yang Mulai Langka

12 Juni 2026 - 18:50 WIB

Resep Pempek Palembang Asli yang Kenyal

11 Juni 2026 - 19:23 WIB

Rekomendasi Kuliner Street Food yang Murah dan Enak

11 Juni 2026 - 19:07 WIB

4 Kuliner Khas Malang Paling Hits Selain Bakso Malang
Trending di Kuliner