Kota Bandung memang tak pernah kehilangan pesonanya. Udara sejuk, arsitektur kolonial, dan tentu saja, deretan kulinernya yang selalu berhasil bikin siapa saja kalap. Tapi, kalau bicara soal kuliner Bandung, sekarang bukan cuma seputar batagor, siomay, atau seblak yang itu-itu saja. Ada gelombang baru, sentuhan kreatif dari para pelaku usaha muda yang berani mengolah resep turun-temurun dengan cara yang lebih segar, lebih instagramable, tapi tetap mempertahankan cita rasa asli.
Buat kamu yang sedang merencanakan liburan atau sekadar hunting makanan enak di kota kembang, berikut ini rekomendasi kuliner khas Bandung kekinian yang wajib masuk daftar. Dijamin, perut kenyang, feed media sosial juga makin aesthetic.
1. Nasi Liwet
Nasi liwet sebenarnya sudah lama jadi ikon kuliner Sunda. Tapi sekarang, banyak gerai yang menyajikannya dengan cara berbeda. Bayangkan nasi liwet gurih dengan aroma daun pisang yang kuat, lalu di atasnya diberi tambahan ayam suwir pedas, cumi asin, atau bahkan jamur truffle oil untuk sentuhan modern. Beberapa tempat bahkan menyediakan nasi liwet dengan pilihan lauk seperti sate maranggi atau ikan asin jambal yang dibakar.
Salah satu yang lagi naik daun adalah konsep nasi liwet dengan bungkus plastik bening atau kotak kayu yang elegan, cocok dibawa piknik di area Dago atau Lembang. Rasanya tetap autentik, tapi cara penyajiannya bikin ketagihan untuk diabadikan.
2. Mochi
Mochi dulu hanya dikenal dengan isian kacang tanah atau wijen. Kini, di Bandung, mochi menjelma jadi camilan kekinian dengan isian yang tak terduga. Mulai dari matcha red bean, dark chocolate caramel, sampai salted egg lava. Teksturnya tetap kenyal lembut, tapi rasa dan tampilannya jauh lebih mewah.
Beberapa brand lokal bahkan meracik mochi dengan bahan baku organik dan gula rendah kalori, menjawab kebutuhan generasi yang lebih sadar kesehatan. Harganya memang sedikit lebih tinggi dari mochi tradisional, tapi sensasi gigitan pertama pasti bikin kamu paham kenapa antreannya panjang.
3. Batagor
Batagor adalah jajanan legendaris yang tak pernah mati. Kini, beberapa kafe modern di Bandung menyajikan batagor dengan tampilan fine dining. Batagor digoreng renyah, lalu disiram kuah kacang kental yang diberi sentuhan cabai rawit merah dan jeruk limo. Tapi yang bikin beda, batagor ini disajikan di atas papan batu atau mangkuk keramik minimalis, dengan taburan bawang goreng dan irisan daun bawang segar.
Ada juga versi batagor kering dengan saus kacang di sisi terpisah, sehingga tekstur renyahnya bertahan lebih lama. Cocok buat kamu yang suka makanan dengan cita rasa kuat namun tetap rapi dan elegan.
4. Seblak
Seblak memang identik dengan kenakalan remaja. Tapi sekarang, seblak naik kelas. Bukan cuma kerupuk basah biasa, tapi ada tambahan bakso ikan, crabstick, sosis premium, bahkan potongan daging sapi slice. Kuahnya pun dibuat lebih kental dan kaya rempah, dengan level pedas yang bisa dipilih mulai dari “anak kecil” sampai “neraka”.
Yang menarik, banyak tempat kini menyajikan seblak dalam panci kecil atau mangkuk batu, menjaga suhu kuah tetap panas lebih lama. Topping seperti kerupuk udang warna-warni dan telur puyuh juga menambah daya tarik visual. Selain itu, ada juga seblak kering versi camilan yang renyah dan tahan lama, cocok dijadikan oleh-oleh.
5. Surabi
Surabi adalah kue tradisional dari tepung beras yang biasanya disajikan dengan oncom atau gula merah. Kini, surabi bertransformasi menjadi menu kekinian dengan topping yang sangat variatif. Ada surabi keju mozarella, surabi coklat meses, bahkan surabi dengan saus karamel asin dan topping oreo.
Namun yang paling banyak dicari adalah surabi oncom dengan campuran sambal matah atau saus teriyaki. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan sedikit manis menciptakan harmoni yang bikin lidah bergoyang. Beberapa gerai bahkan menyajikannya dalam wadah piring keramik dengan hiasan edible flower, makin menambah nilai estetika.
6. Pisang Molen
Pisang molen adalah jajanan pasar yang mudah ditemukan, tapi versi kekiniannya ada yang diisi dengan coklat batangan yang lumer saat digigit, lalu ditaburi keju cheddar parut dan meses. Ada juga yang menyajikannya dengan saus karamel atau madu sebagai pelengkap.
Kreasi lainnya adalah pisang molen mini dengan berbagai rasa, seperti green tea, taro, atau red velvet. Camilan ini cocok buat teman ngeteh di sore hari, apalagi jika disantap di kafe dengan pemandangan pegunungan. Tekstur kulitnya yang renyah dan isiannya yang lembut bikin siapa saja sulit berhenti setelah satu potong.
7. Es Cendol Durian dan Es Doger
Minuman tradisional seperti cendol dan es doger juga ikut bertransformasi. Kini banyak kedai yang menyajikan es cendol dengan tambahan durian asli, nangka, atau alpukat. Kuah santannya pun diberi aroma pandan dan gula aren yang lebih pekat. Es doger pun tak kalah menarik, dengan tambahan potongan buah segar seperti strawberry, kiwi, dan melon, plus bola-bola mutiara berwarna.
Konsep penyajiannya pun lebih kekinian, menggunakan gelas tinggi dengan lapisan warna-warni yang instagramable. Tak lupa, ada pilihan untuk mengurangi kadar gula atau mengganti santan dengan susu almond bagi yang sedang diet.
8. Brownies Kukus dan Bakpao
Brownies kukus Bandung sebenarnya sudah jadi oleh-oleh favorit sejak lama. Namun kini, variannya semakin beragam. Ada brownies kukus dengan tambahan keju parut, greentea, hingga red velvet. Teksturnya yang lembut dan moist tetap dipertahankan, tapi kemasannya didesain lebih modern dengan motif batik atau ilustrasi kota Bandung.
Selain brownies, bakpao kekinian juga mulai populer. Isiannya bukan hanya kacang hijau atau daging ayam, tapi juga pasta coklat, custard vanilla, hingga selai stroberi. Bentuknya pun dibuat lucu seperti karakter binatang, bikin anak-anak dan dewasa sama-sama tertarik.
9. Kopi Susu Gula Aren
Bandung memang surganya pecinta kopi. Tapi yang kekinian adalah kopi susu gula aren dengan tambahan rempah seperti kayu manis, jahe, atau serai. Rasanya lebih hangat dan kompleks, cocok untuk cuaca Bandung yang sering dingin. Beberapa kafe bahkan menyajikannya dengan es batu berbentuk bulat besar yang lambat mencair, sehingga rasa tetap terjaga.
Varian lain adalah kopi dengan campuran vanila atau karamel buatan sendiri, tanpa pemanis buatan. Yang menarik, banyak kedai kopi sekarang menyediakan tempat outdoor dengan pemandangan hijau, bikin momen menikmati kopi jadi lebih berkesan.
10. Keripik Tempe dan Keripik Singkong
Keripik tempe dan singkong adalah camilan tradisional yang kini diolah dengan bumbu-bumbu modern. Ada rasa BBQ, keju pedas, balado, hingga truffle salt. Proses penggorengannya pun menggunakan teknik vakum agar lebih renyah dan tidak terlalu berminyak. Kemasannya dibuat dalam pouch menarik dengan desain minimalis, cocok banget dijadikan buah tangan untuk teman atau keluarga.
Tak hanya itu, beberapa produsen lokal juga mulai memproduksi keripik dengan bahan organik dan tanpa pengawet, menjawab kebutuhan konsumen yang semakin peduli kesehatan.
Tips Menikmati Kuliner Bandung Kekinian
Biar pengalaman kuliner makin mantap, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, datanglah di jam non-ramai jika tidak ingin antre panjang, terutama untuk tempat yang sedang viral. Kedua, jangan ragu bertanya kepada penjual mengenai level pedas atau pilihan gula, karena banyak yang menyediakan opsi kustomisasi. Ketiga, bawa kamera atau ponsel dengan baterai penuh, karena tampilan makanan di sini memang sayang untuk dilewatkan.
Selain itu, Bandung juga memiliki banyak pasar malam atau bazar kuliner yang diadakan secara berkala. Di sanalah kamu bisa menemukan berbagai inovasi makanan khas Sunda dalam satu tempat. Sangat direkomendasikan untuk eksplorasi lebih lanjut.
Menjelajahi kuliner khas Bandung versi kekinian adalah pengalaman yang memanjakan semua indra. Dari yang tradisional hingga yang eksperimental, semuanya punya cerita dan cita rasa yang tak kalah saing dengan makanan internasional. Kota ini terus bergerak, menciptakan sesuatu yang baru tanpa melupakan akar budayanya. Jadi, kapan terakhir kali kamu menyusuri jalanan Bandung dan berhenti di setiap sudut untuk mencicipi kelezatan yang ditawarkan? Jika belum, inilah saat yang tepat untuk kembali dan membiarkan lidahmu di ajak berpetualang.









