Menu

Mode Gelap

SD Kelas 3 · 1 Agu 2026 16:43 WIB ·

Modul Ajar Siap Edit Kelas 3 Materi Salat Berjamaah


Modul Ajar Siap Edit Kelas 3 Materi Salat Berjamaah Perbesar

Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Kelas/Semester: III (Tiga) / II (Genap)
Fase: B
Alokasi Waktu: 4 JP (2 kali pertemuan) @ 35 menit
Tahun Pelajaran: 20../20..

A. Identitas dan Identifikasi Awal

Nama Sekolah : ………………………………………
Nama Penyusun : ………………………………………
NIP : ………………………………………

Materi salat berjamaah menjadi salah satu fondasi penting dalam pembentukan karakter religius peserta didik kelas 3. Pada fase ini, anak-anak sudah mulai di kenalkan pada konsep ibadah kolektif yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga nilai sosial yang mendalam. Salat berjamaah mengajarkan kebersamaan, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap pemimpin melalui sosok imam .

Sebelum menyusun modul, penting untuk memahami kondisi awal peserta didik. Sebagian besar anak kelas 3 telah memiliki pengalaman mengikuti salat berjamaah di masjid atau musala bersama keluarga. Mereka mungkin sudah mendengar bahwa salat berjamaah memiliki keutamaan, namun belum memahami secara rinci landasan hadis dan tata cara yang benar . Pengetahuan awal ini menjadi modal berharga yang bisa di kembangkan melalui pembelajaran yang terstruktur dan menyenangkan.

Karakteristik peserta didik pada usia ini sangat beragam. Ada yang belajar lebih mudah melalui visual, ada yang memerlukan pendengaran, dan tidak sedikit yang membutuhkan pengalaman langsung atau kinestetik . Modul ini di rancang untuk mengakomodasi ketiga gaya belajar tersebut melalui variasi kegiatan yang melibatkan pengamatan, penyimakan, dan praktik langsung.

B. Capaian Pembelajaran dan Tujuan

Capaian Pembelajaran untuk Fase B dalam mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti menekankan kemampuan murid dalam memahami beberapa surah pendek, ayat Al-Qur’an, dan hadis tentang kewajiban salat serta menjaga hubungan baik dengan sesama . Dari capaian ini, tujuan pembelajaran di rumuskan secara spesifik dan terukur.

Pada pertemuan pertama, peserta didik di harapkan mampu membaca teks hadis tentang salat berjamaah dengan lancar, menuliskan kembali teks hadis dengan benar, melafalkan hadis beserta artinya, dan menjelaskan keutamaan salat berjamaah di bandingkan salat sendirian . Pertemuan kedua di fokuskan pada aspek prosedural, yaitu peserta didik mampu menyebutkan syarat-syarat menjadi imam dan makmum, serta mendemonstrasikan formasi shaf yang benar untuk berbagai kondisi .

Perumusan tujuan yang konkret ini membantu guru dalam merancang langkah pembelajaran dan asesmen yang efektif. Tujuan yang terlalu abstrak berisiko membingungkan siswa karena tidak terhubung dengan aktivitas pembelajaran yang nyata . Karena itu, setiap tujuan dalam modul ini dilengkapi dengan indikator ketercapaian yang jelas.

C. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan Lintas Disiplin

Penguatan karakter menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran salat berjamaah. Dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia tertanam melalui pembiasaan ibadah kolektif sebagai wujud ketaatan dan kecintaan pada sunah Nabi . Dimensi gotong royong terlihat saat peserta didik bekerja sama membentuk shaf yang lurus dan rapat, sementara dimensi mandiri di kembangkan melalui inisiatif untuk melaksanakan salat berjamaah tanpa harus selalu di perintah .

Materi ini juga memiliki keterkaitan dengan disiplin ilmu lain. Dalam bahasa Indonesia dan Arab, peserta didik belajar membaca, menulis, dan memahami teks hadis. Konsep perbandingan dan kelipatan dalam matematika muncul saat membahas pahala 27 derajat lebih utama. Bahkan pendidikan jasmani berperan dalam melatih ketertiban dan kedisiplinan berbaris yang relevan dengan pembentukan shaf . Lintas disiplin ini membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan kontekstual.

D. Topik dan Kerangka Pembelajaran

Topik pembelajaran yang di angkat adalah “Meraih Pahala 27 Derajat: Asyiknya Salat Berjamaah Bersama Teman” . Pemilihan topik ini bertujuan membangun antusiasme dan rasa ingin tahu peserta didik. Mereka di ajak memahami bahwa salat berjamaah bukan sekadar rutinitas, melainkan kesempatan meraih keutamaan besar sekaligus momen kebersamaan yang menyenangkan.

Model pembelajaran yang di gunakan adalah instruksi langsung dan demonstrasi, dengan pendekatan deep learning yang mencakup mindful, meaningful, dan joyful learning . Peserta didik diajak fokus dan khusyuk saat praktik salat, memahami makna mendalam di balik setiap gerakan, serta menikmati proses belajar melalui lagu dan permainan edukatif. Metode pembelajaran meliputi ceramah interaktif, demonstrasi, latihan, praktik langsung, dan tanya jawab .

Pembelajaran berdiferensiasi di terapkan dalam tiga aspek. Diferensiasi konten menyajikan materi dalam bentuk teks, gambar, dan video. proses memberi kesempatan siswa berlatih hafalan secara individu atau berpasangan, serta memilih peran sebagai imam atau makmum saat praktik. Diferensiasi produk memungkinkan penilaian melalui unjuk kerja, hafalan lisan, atau tulisan .

E. Lingkungan dan Sumber Belajar

Pembelajaran salat berjamaah akan lebih bermakna jika di dukung oleh lingkungan yang kondusif. Ruang kelas digunakan untuk sesi teori, sementara musala atau area luas di perlukan untuk sesi praktik dengan memastikan arah kiblat yang benar . Suasana religius yang mendukung ibadah, ketersediaan tempat salat yang bersih, dan ketenangan lingkungan menjadi faktor penting dalam membangun kekhusyukan .

Sumber belajar yang di gunakan beragam. Teks hadis dan terjemahannya di tampilkan melalui proyektor, audio player digunakan untuk memperdengarkan contoh bacaan imam, dan video tutorial dari platform edukasi Islami menunjukkan contoh salat berjamaah yang benar . Buku paket PAI kelas 3, poster formasi shaf, dan alat peraga gerakan salat juga menjadi pelengkap yang membantu visualisasi .

Kemitraan dengan orang tua dan masyarakat sangat di anjurkan. Orang tua di minta mengajak anak melaksanakan salat fardu berjamaah di masjid atau musala terdekat . Tokoh masyarakat seperti ustadz atau imam masjid juga dapat di libatkan untuk memberikan motivasi dan contoh langsung . Kolaborasi ini memperkuat pembiasaan ibadah di luar jam sekolah.

F. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Pertama

Pendahuluan (10 Menit)

Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama, lalu menanyakan kabar serta memeriksa kehadiran peserta didik . Apersepsi dilakukan dengan bertanya, “Siapa di antara kalian yang pernah salat berjamaah di masjid?” atau “Apa yang kalian rasakan saat salat bersama teman-teman?” Pertanyaan ini bertujuan menggali pengalaman awal dan membangun keterkaitan dengan materi .

Motivasi di berikan melalui cerita sederhana tentang keutamaan salat berjamaah. Guru menyampaikan bahwa salat berjamaah seperti rantai yang saling menguatkan, dan pahalanya jauh lebih besar di banding salat sendirian . Tujuan pembelajaran di sampaikan dengan bahasa yang mudah di pahami anak-anak, misalnya “Hari ini kita akan belajar hadis tentang keutamaan salat berjamaah dan menghafalkannya bersama.”

Kegiatan Inti (50 Menit)

Kegiatan di mulai dengan mengamati gambar atau video tata cara salat berjamaah, formasi shaf yang benar, dan teks hadis yang di tampilkan dengan jelas . Peserta didik diajak mengamati dengan saksama dan menceritakan apa yang mereka lihat. Guru kemudian membacakan hadis tentang salat berjamaah dengan tartil, di ikuti oleh peserta didik secara bersama-sama .

صَلَاةُ الْجَمَاعَةِ أَفْضَلُ مِنْ صَلَاةِ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“Salat berjamaah lebih utama daripada salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” 

Peserta didik di latih membaca hadis per kata hingga lancar, dengan bimbingan guru dalam memperhatikan makhraj, tanda baca, dan hukum bacaan . Kegiatan di lanjutkan dengan menulis kembali teks hadis di buku tulis. Guru membimbing peserta didik menulis dengan benar dan rapi .

Pemahaman isi hadis di bangun melalui tanya jawab. Guru mengajukan pertanyaan seperti “Apa yang di maksud dengan salat berjamaah?” dan “Mengapa salat berjamaah lebih utama?” . Peserta didik di ajak menyimpulkan pesan pokok hadis dengan bahasa mereka sendiri . Penekanan di berikan pada nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan ketaatan kepada imam sebagai pemimpin.

Penutup (10 Menit)

Guru bersama peserta didik melakukan refleksi dengan bertanya tentang perasaan selama mengikuti pembelajaran, materi yang telah di pelajari, dan manfaat yang di dapat . Untuk mengukur ketercapaian materi, guru memberikan pertanyaan lisan sederhana. Kegiatan di tutup dengan doa bersama dan salam .

G. Langkah-Langkah Pembelajaran Pertemuan Kedua

Pendahuluan (10 Menit)

Pembukaan di lakukan dengan salam dan doa bersama, di lanjutkan dengan review singkat materi pertemuan sebelumnya. Guru mengajak peserta didik mengingat kembali hadis tentang keutamaan salat berjamaah . Apersepsi di lakukan dengan bertanya, “Siapa yang masih ingat syarat-syarat menjadi imam?” atau “Bagaimana formasi shaf yang benar?” Tujuan pembelajaran pertemuan kedua di sampaikan, yaitu mempraktikkan tata cara salat berjamaah dengan benar.

Kegiatan Inti (50 Menit)

Guru menjelaskan syarat-syarat menjadi imam dan makmum dengan bahasa yang sederhana. Imam harus laki-laki, balig, berakal, dan pandai membaca Al-Qur’an. Makmum harus mengikuti gerakan imam dan menempati posisi yang benar . Penjelasan di lengkapi dengan gambar atau peragaan langsung.

Praktik langsung di lakukan di musala atau area luas. Peserta didik di bagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing memilih satu orang sebagai imam dan lainnya sebagai makmum . Guru mendemonstrasikan formasi shaf yang benar untuk berbagai kondisi: makmum satu orang berdiri di sebelah kanan imam, dua orang atau lebih berdiri di belakang imam . Peserta didik berlatih membentuk shaf yang lurus dan rapat, dengan bahu bersentuhan dan kaki rapat.

Pelaksanaan salat berjamaah di lakukan dengan bimbingan guru. Imam memimpin gerakan dan bacaan, makmum mengikuti dengan tertib . Guru memperhatikan dan membetulkan kesalahan, terutama dalam gerakan dan posisi. Setelah praktik, di lakukan diskusi kelompok tentang pengalaman salat berjamaah, termasuk kendala yang dihadapi dan cara mengatasinya .

Penutup (10 Menit)

Refleksi di lakukan dengan bertanya tentang pengalaman praktik, kesulitan yang di temui, dan perasaan setelah melaksanakan salat berjamaah . Guru memberikan penguatan tentang pentingnya membiasakan salat berjamaah dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik di ajak berkomitmen untuk melaksanakan salat berjamaah di sekolah dan di rumah . Kegiatan di tutup dengan doa dan salam.

H. Asesmen dan Penilaian

Asesmen di lakukan untuk mengukur pencapaian tujuan pembelajaran. Penilaian mencakup tiga ranah: sikap, pengetahuan, dan keterampilan .

Penilaian Sikap di lakukan melalui observasi selama proses pembelajaran. Aspek yang dinilai meliputi keseriusan mengikuti kegiatan, kerja sama dalam kelompok, kedisiplinan, dan sopan santun . Guru mencatat perilaku peserta didik yang menunjukkan ketertiban, sikap saling mengingatkan, dan tanggung jawab.

Penilaian Pengetahuan di laksanakan melalui tes lisan dan tertulis . Tes lisan berupa hafalan hadis, pengucapan arti hadis, dan penjelasan keutamaan salat berjamaah . Tes tertulis berupa menuliskan kembali teks hadis dengan benar . Rubrik penilaian mencakup aspek makhraj (ketepatan pelafalan), kelancaran membaca, dan adab saat membaca hadis .

Penilaian Keterampilan di lakukan melalui unjuk kerja saat praktik salat berjamaah . Aspek yang di nilai meliputi kemampuan membentuk shaf, mengikuti gerakan imam, dan mendemonstrasikan posisi makmum yang benar . Penilaian juga mencakup kemampuan peserta didik dalam mempraktikkan peran sebagai imam atau makmum .

I. Pengayaan dan Remedial

Kegiatan Pengayaan di berikan kepada peserta didik yang sudah menguasai materi . Mereka dapat mengerjakan soal pengayaan tentang hadis salat berjamaah dan munfarid . Bentuk pengayaan lain adalah menulis kaligrafi hadis, membuat poster tentang keutamaan salat berjamaah, atau menjadi asisten guru dalam membimbing teman yang kesulitan .

Kegiatan Remedial di berikan kepada peserta didik yang belum mencapai ketuntasan . Guru memberikan penjelasan ulang dengan pendekatan yang berbeda, misalnya menggunakan media visual yang lebih sederhana atau bimbingan individu . Peserta didik yang kesulitan dalam membaca dan menghafal hadis di berikan latihan tambahan dengan metode drill yang lebih intensif . Praktik salat berjamaah diulang dengan bimbingan yang lebih dekat.

J. Kemitraan dan Tindak Lanjut

Kemitraan dengan orang tua menjadi kunci keberhasilan pembiasaan salat berjamaah. Orang tua di minta membimbing anak melaksanakan salat fardu berjamaah di rumah atau masjid . Orang tua juga dapat menjadi mitra dalam mengisi lembar monitoring ibadah harian, yang mencatat pelaksanaan salat berjamaah di rumah .

Tindak lanjut di sekolah berupa pembiasaan salat Zuhur berjamaah secara rutin. Guru dapat mengajak guru lain untuk melaksanakan salat berjamaah bersama siswa . Kegiatan kokurikuler seperti lomba hafalan hadis atau lomba praktik salat berjamaah juga dapat di selenggarakan untuk memperkuat pemahaman .

Di masyarakat, peserta didik di dorong untuk mengikuti salat berjamaah di masjid atau musala terdekat. Tokoh masyarakat seperti imam masjid dapat di libatkan untuk memberikan motivasi dan menjadi teladan . Kolaborasi ini menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter religius peserta didik secara berkelanjutan.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Kumpulan Soal Bahasa Indonesia Kelas 3 Materi Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

1 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Rangkuman Materi Matematika Kelas 3: Perkalian dan Pembagian Semester 2

1 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Latihan Harian Bahasa Indonesia Kelas 3: Laporan Pengamatan Sederhana

31 Juli 2026 - 19:02 WIB

LKPD Interaktif Kelas 3 untuk Materi Hubungan Satuan Waktu

31 Juli 2026 - 10:59 WIB

Latihan Soal Matematika Kelas 3 Materi Pengukuran Panjang Berat dan Volume

27 Juli 2026 - 23:29 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 3: Daily Activities Sesuai Kurikulum Merdeka

27 Juli 2026 - 23:11 WIB

Trending di SD Kelas 3