Menu

Mode Gelap

SD Kelas 3 · 7 Agu 2026 16:07 WIB ·

Asesmen Kurikulum Merdeka Pendidikan Pancasila Kelas 3: Toleransi Antar Teman


Asesmen Kurikulum Merdeka Pendidikan Pancasila Kelas 3: Toleransi Antar Teman Perbesar

Pendidikan Pancasila menjadi salah satu mata pelajaran penting dalam Kurikulum Merdeka karena bertujuan membentuk karakter peserta didik sejak usia dini. Salah satu materi yang dipelajari siswa kelas 3 adalah toleransi antar teman, yaitu sikap saling menghargai, menghormati, dan menerima perbedaan yang ada di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Melalui asesmen yang tepat, guru dapat mengetahui sejauh mana peserta didik memahami makna toleransi sekaligus mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata. Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan menjawab soal, tetapi juga pada perilaku, sikap, dan kebiasaan yang ditunjukkan selama proses pembelajaran.

Pengertian Toleransi Antar Teman

Toleransi merupakan sikap menghormati perbedaan yang dimiliki setiap orang. Di sekolah, setiap siswa berasal dari latar belakang yang berbeda, seperti suku, agama, budaya, kebiasaan, hingga karakter pribadi. Perbedaan tersebut bukanlah penghalang untuk berteman, melainkan menjadi kekayaan yang harus dihargai.

Sikap toleransi membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Dengan saling menghormati, semua siswa dapat belajar bersama tanpa adanya perlakuan yang membeda-bedakan.

Tujuan Pembelajaran Materi Toleransi Antar Teman

Dalam Kurikulum Merdeka, pembelajaran tentang toleransi memiliki beberapa tujuan, antara lain:

  • Memahami arti toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menghargai perbedaan pendapat dan kebiasaan teman.
  • Bersikap sopan kepada semua teman tanpa membedakan latar belakang.
  • Membangun kerja sama dalam kelompok.
  • Menyelesaikan masalah melalui musyawarah.
  • Menunjukkan perilaku saling membantu dan menghormati.

Pembelajaran ini juga mendukung terbentuknya Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi beriman, berkebinekaan global, bergotong royong, dan berakhlak mulia.

Pentingnya Asesmen dalam Kurikulum Merdeka

Asesmen merupakan bagian dari proses belajar yang bertujuan memperoleh informasi mengenai perkembangan peserta didik. Dalam Kurikulum Merdeka, asesmen tidak hanya dilakukan pada akhir pembelajaran, tetapi juga selama proses belajar berlangsung.

Guru dapat menggunakan hasil asesmen untuk:

  • Mengetahui pemahaman siswa terhadap materi.
  • Mengidentifikasi kesulitan belajar.
  • Memberikan umpan balik yang membangun.
  • Menyesuaikan strategi pembelajaran berikutnya.
  • Mengembangkan karakter positif peserta didik.

Bentuk Asesmen Materi Toleransi Antar Teman

1. Asesmen Diagnostik

Dilaksanakan sebelum pembelajaran dimulai untuk mengetahui pengetahuan awal siswa.

Contoh pertanyaan:

  • Apa yang di maksud dengan toleransi?
  • Pernahkah kamu membantu teman yang berbeda agama atau suku?
  • Bagaimana sikapmu ketika teman memiliki pendapat berbeda?

2. Asesmen Formatif

Dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung.

Contoh kegiatan:

  • Diskusi kelompok.
  • Bermain peran tentang sikap toleransi.
  • Mengamati video pembelajaran.
  • Mengisi lembar refleksi sederhana.
  • Menyampaikan pengalaman menghargai teman.

3. Asesmen Sumatif

Dilaksanakan setelah materi selesai di pelajari.

Penilaian dapat berupa soal pilihan ganda, isian singkat, uraian, maupun penilaian praktik.

Contoh Soal Pilihan Ganda

1. Sikap yang menunjukkan toleransi adalah…

A. Mengejek teman yang berbeda pendapat
B. Menghargai pendapat teman saat diskusi
C. Memilih teman yang sama suku saja
D. Tidak mau bermain bersama teman lain

Jawaban: B

2. Saat teman sedang beribadah, sikap kita adalah…

A. Mengganggu agar bermain bersama
B. Menghormati dan tidak mengganggu
C. Menertawakannya
D. Mengajak berbicara

Jawaban: B

3. Contoh kerja sama yang baik di sekolah yaitu…

A. Membiarkan teman bekerja sendiri
B. Bermain saat piket kelas
C. Membersihkan kelas bersama-sama
D. Menyuruh teman mengerjakan semua tugas

Jawaban: C

4. Menghargai perbedaan dapat membuat suasana sekolah menjadi…

A. Tidak nyaman
B. Ramai bertengkar
C. Aman dan rukun
D. Membosankan

Jawaban: C

5. Jika teman berbeda pendapat saat diskusi, sebaiknya…

A. Memarahinya
B. Mendengarkan dengan sopan
C. Mengejeknya
D. Mengabaikannya

Jawaban: B

Contoh Soal Isian

  1. Menghargai teman yang berbeda disebut sikap toleransi.
  2. Kita harus saling menghormati agar hidup rukun.
  3. Saat bekerja kelompok, kita harus bekerja sama.
  4. Semua teman memiliki hak yang sama.
  5. Perbedaan membuat persahabatan menjadi lebih berwarna.

MSoal Uraian

  1. Apa yang dimaksud dengan toleransi?
  2. Mengapa kita harus menghargai perbedaan teman?
  3. Sebutkan tiga contoh sikap toleransi di sekolah.
  4. Apa yang akan terjadi jika tidak ada sikap toleransi?
  5. Bagaimana cara menyelesaikan perbedaan pendapat dengan baik?

Contoh Rubrik Penilaian Sikap

Aspek yang Dinilai Sangat Baik Baik Cukup Perlu Bimbingan
Menghormati teman
Mau bekerja sama
Mendengarkan pendapat teman
Tidak mengejek teman
Membantu teman

Rubrik ini memudahkan guru mengamati perkembangan karakter peserta didik selama kegiatan belajar berlangsung.

Contoh Aktivitas Pembelajaran

Supaya materi lebih mudah di pahami, guru dapat mengajak siswa melakukan berbagai kegiatan menarik, seperti:

  • Bermain peran mengenai sikap menghargai teman.
  • Berdiskusi tentang pentingnya hidup rukun.
  • Menceritakan pengalaman membantu teman.
  • Membuat poster bertema toleransi.
  • Bermain permainan kelompok yang menumbuhkan kerja sama.
  • Menonton video edukasi tentang persahabatan.

Kegiatan yang melibatkan pengalaman langsung biasanya lebih mudah dipahami dan diingat oleh peserta didik.

Indikator Keberhasilan Pembelajaran

Peserta didik dinyatakan memahami materi apabila mampu:

  • Menjelaskan pengertian toleransi.
  • Memberikan contoh sikap toleransi.
  • Menghargai pendapat teman.
  • Bersikap sopan kepada seluruh teman.
  • Bekerja sama tanpa membedakan latar belakang.
  • Menunjukkan perilaku saling membantu di sekolah.

Manfaat Menanamkan Sikap Toleransi Sejak Dini

Membiasakan sikap toleransi sejak sekolah dasar memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak. Mereka belajar menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan, memiliki rasa empati yang tinggi, serta mampu menjalin persahabatan dengan siapa saja. Lingkungan sekolah pun menjadi lebih damai, nyaman, dan penuh semangat kebersamaan.

Selain itu, kebiasaan menghormati orang lain akan menjadi bekal penting ketika peserta didik tumbuh dewasa dan hidup di tengah masyarakat yang beragam. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Pancasila yang menjunjung persatuan, kemanusiaan, dan gotong royong.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Perangkat Pembelajaran IPAS Kelas 3 Materi Menjaga Lingkungan Kurikulum Merdeka

7 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 Semester 1: Poster Layanan Masyarakat

7 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 3 Materi Menggunakan Kamus Kurikulum Merdeka

7 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Panduan Belajar Bahasa Indonesia Kelas 2 Materi Membuat Poster Sederhana

7 Agustus 2026 - 08:41 WIB

Soal Latihan PJOK Kelas 3 tentang Permainan Bola Kecil untuk Belajar Mandiri

6 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Media dan Bahan Ajar Informatika Kelas 3 Materi Berpikir Komputasional Dasar

6 Agustus 2026 - 16:00 WIB

Trending di SD Kelas 3