Memasuki semester 1 kelas 12, pelajaran Sosiologi mulai membahas berbagai persoalan sosial yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu materi yang penting untuk di pahami adalah globalisasi dan ketimpangan sosial. Keduanya memiliki hubungan yang cukup erat karena perubahan dunia yang semakin terbuka dapat memberikan banyak peluang, tetapi pada saat yang sama juga berpotensi memperlebar kesenjangan di tengah masyarakat.
Globalisasi membuat hubungan antarmanusia dari berbagai wilayah menjadi semakin mudah. Perkembangan internet, teknologi komunikasi, transportasi, perdagangan, pendidikan, hingga budaya membuat masyarakat tidak lagi hidup dalam ruang yang terbatas. Informasi dari negara lain dapat di ketahui dalam hitungan detik.
Namun, kemajuan tersebut tidak selalu di rasakan secara merata. Ada kelompok masyarakat yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan ekonomi dengan baik, sementara sebagian lainnya masih kesulitan mengakses pendidikan, pekerjaan, informasi, maupun fasilitas dasar. Kondisi inilah yang kemudian berkaitan dengan munculnya ketimpangan sosial.
Memahami materi globalisasi dan ketimpangan sosial bukan hanya penting untuk menghadapi ujian Sosiologi kelas 12. Lebih dari itu, pemahaman tersebut membantu siswa melihat berbagai perubahan sosial secara lebih kritis.
Pengertian Globalisasi
Globalisasi merupakan proses meningkatnya keterhubungan dan ketergantungan masyarakat di berbagai belahan dunia. Batas antarnegara menjadi semakin terbuka karena adanya kemajuan teknologi komunikasi, transportasi, ekonomi, dan informasi.
Jika dahulu seseorang membutuhkan waktu cukup lama untuk mengetahui peristiwa yang terjadi di negara lain, kini informasi tersebut dapat diperoleh hampir secara langsung melalui internet. Begitu pula dalam bidang perdagangan. Produk dari luar negeri dapat di temukan dengan mudah melalui toko daring.
Globalisasi juga membuat pertukaran gagasan, pengetahuan, gaya hidup, dan kebudayaan berlangsung semakin cepat. Kondisi tersebut menyebabkan perubahan dalam pola kehidupan masyarakat.
Contoh sederhana globalisasi dapat di temukan dalam kehidupan pelajar. Siswa dapat mengikuti kelas daring dari lembaga pendidikan di negara lain, menonton video pembelajaran dari berbagai sumber internasional, menggunakan aplikasi buatan perusahaan asing, hingga berkomunikasi dengan orang dari negara berbeda melalui media sosial.
Ciri-Ciri Globalisasi
Globalisasi memiliki beberapa ciri yang dapat diamati dalam kehidupan masyarakat. Memahami ciri-cirinya akan membantu siswa mengenali bentuk globalisasi yang terjadi di lingkungan sekitar.
1. Meningkatnya Hubungan Antarnegara
Interaksi antarnegara semakin intensif dalam berbagai bidang, mulai dari ekonomi, pendidikan, politik, teknologi, hingga kebudayaan.
Negara-negara saling membutuhkan dalam memenuhi berbagai kebutuhan. Produk, jasa, tenaga kerja, modal, dan pengetahuan dapat bergerak melintasi batas negara.
2. Perkembangan Teknologi Informasi
Internet menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat globalisasi. Informasi dapat menyebar dengan sangat cepat dan menjangkau masyarakat dalam jumlah besar.
Media sosial juga membuat komunikasi menjadi lebih mudah. Seseorang di Indonesia dapat berkomunikasi dengan orang di Jepang, Amerika Serikat, Australia, atau negara lain tanpa harus bertemu secara langsung.
3. Meningkatnya Perdagangan Internasional
Globalisasi membuat aktivitas perdagangan tidak hanya berlangsung di dalam negeri. Barang dari berbagai negara dapat masuk ke pasar nasional.
Sebaliknya, produk lokal juga memiliki kesempatan untuk di pasarkan ke luar negeri apabila memiliki kualitas dan daya saing yang baik.
4. Pertukaran Budaya
Budaya dari berbagai negara semakin mudah di kenal. Musik, film, makanan, pakaian, bahasa, dan gaya hidup asing dapat dengan cepat diterima masyarakat.
Pertukaran budaya sebenarnya dapat memperkaya wawasan. Namun, masyarakat tetap perlu memiliki kemampuan menyaring budaya yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku.
5. Meningkatnya Mobilitas Masyarakat
Kemajuan transportasi membuat perpindahan manusia dari satu wilayah ke wilayah lain menjadi semakin mudah. Perjalanan untuk keperluan pendidikan, pekerjaan, bisnis, maupun wisata dapat di lakukan dengan lebih cepat.
Faktor Pendorong Globalisasi
Globalisasi tidak muncul secara tiba-tiba. Ada sejumlah faktor yang mendorong proses tersebut berkembang semakin luas.
Kemajuan Teknologi
Teknologi menjadi salah satu pendorong utama globalisasi. Perkembangan internet, telepon pintar, komputer, dan berbagai platform digital mempercepat komunikasi serta pertukaran informasi.
Perkembangan Transportasi
Pesawat, kereta api, kapal, dan berbagai sarana transportasi modern membuat perpindahan manusia serta barang menjadi lebih cepat.
Kerja Sama Internasional
Hubungan kerja sama antarnegara turut memperkuat globalisasi. Kerja sama dapat berlangsung dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, keamanan, lingkungan, dan berbagai bidang lainnya.
Keterbukaan Masyarakat
Masyarakat yang terbuka terhadap informasi dan perkembangan baru cenderung lebih mudah menerima perubahan. Kondisi ini ikut mempercepat masuknya berbagai pengaruh global.
Perkembangan Ekonomi
Perusahaan dapat melakukan kegiatan produksi, pemasaran, investasi, dan perdagangan di berbagai negara. Aktivitas tersebut membuat perekonomian antarwilayah semakin saling terhubung.
Dampak Positif Globalisasi
Globalisasi memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat apabila di manfaatkan secara tepat.
Akses Informasi Semakin Mudah
Siswa dapat memperoleh sumber belajar dari berbagai tempat. Informasi mengenai ilmu pengetahuan, teknologi, sejarah, budaya, hingga perkembangan dunia dapat di temukan dengan mudah.
Kemajuan Teknologi
Persaingan dan kerja sama global mendorong munculnya berbagai teknologi baru yang membantu aktivitas manusia.
Dalam pendidikan, misalnya, teknologi memungkinkan kegiatan belajar di lakukan secara daring. Dalam bidang kesehatan, perkembangan teknologi membantu proses diagnosis dan pengobatan.
Membuka Peluang Ekonomi
Globalisasi dapat membuka pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha. Produk lokal yang memiliki kualitas baik dapat di perkenalkan kepada konsumen dari berbagai negara.
Perkembangan perdagangan digital juga memungkinkan usaha kecil menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit mereka temui.
Memperluas Wawasan
Interaksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang dapat membuat seseorang mengenal cara hidup, kebiasaan, dan pemikiran yang berbeda.
Hal tersebut dapat mendorong sikap terbuka selama tetap di sertai kemampuan berpikir kritis.
Meningkatkan Persaingan
Globalisasi membuat masyarakat di tuntut memiliki kemampuan yang lebih baik. Dalam dunia kerja, misalnya, seseorang tidak hanya bersaing dengan tenaga kerja dari daerah sendiri, tetapi juga menghadapi perubahan kebutuhan industri yang di pengaruhi perkembangan global.
Dampak Negatif Globalisasi
Di balik berbagai manfaatnya, globalisasi juga memiliki dampak yang perlu di perhatikan.
Munculnya Gaya Hidup Konsumtif
Kemudahan memperoleh berbagai produk dapat mendorong masyarakat membeli barang bukan karena kebutuhan, tetapi karena keinginan.
Iklan digital dan tren media sosial dapat memperkuat perilaku konsumtif apabila tidak di imbangi dengan pengelolaan keuangan yang baik.
Lunturnya Budaya Lokal
Masuknya budaya asing secara terus-menerus dapat membuat sebagian masyarakat mulai meninggalkan budaya lokal.
Kondisi tersebut tidak berarti budaya asing selalu buruk. Persoalannya adalah ketika masyarakat kehilangan ketertarikan terhadap kebudayaan sendiri dan tidak lagi berusaha melestarikannya.
Persaingan Semakin Ketat
Globalisasi membuat persaingan dalam dunia pendidikan dan pekerjaan semakin luas. Orang yang memiliki akses pendidikan, teknologi, dan keterampilan lebih baik cenderung mempunyai peluang yang lebih besar.
Penyebaran Informasi yang Tidak Benar
Kecepatan informasi juga memiliki sisi negatif. Berita palsu, informasi menyesatkan, dan konten manipulatif dapat menyebar dengan cepat melalui media digital.
Karena itu, kemampuan literasi digital menjadi semakin penting.
Pengertian Ketimpangan Sosial
Ketimpangan sosial adalah kondisi ketika terdapat perbedaan yang cukup besar dalam akses, kesempatan, sumber daya, kekuasaan, atau kesejahteraan antara kelompok masyarakat.
Ketimpangan dapat terlihat dari perbedaan pendapatan, pendidikan, kesehatan, kepemilikan aset, pekerjaan, fasilitas publik, hingga akses terhadap teknologi.
Contohnya dapat di lihat dari perbedaan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil. Ada sekolah yang memiliki laboratorium lengkap, akses internet cepat, dan berbagai fasilitas pendukung. Di sisi lain, terdapat sekolah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan yang di miliki setiap kelompok masyarakat belum tentu sama.
Bentuk-Bentuk Ketimpangan Sosial
Ketimpangan sosial dapat muncul dalam berbagai bentuk. Beberapa di antaranya sebagai berikut.
Ketimpangan Ekonomi
Ketimpangan ekonomi terjadi ketika terdapat perbedaan besar dalam pendapatan, kekayaan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup.
Sebagian masyarakat memiliki sumber daya ekonomi yang besar, sementara kelompok lain harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Ketimpangan Pendidikan
Ketimpangan pendidikan berkaitan dengan perbedaan kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Faktor seperti kondisi ekonomi keluarga, lokasi tempat tinggal, fasilitas sekolah, kualitas tenaga pendidik, dan akses teknologi dapat memengaruhi kesempatan pendidikan.
Ketimpangan Kesehatan
Tidak semua masyarakat mempunyai akses yang sama terhadap pelayanan kesehatan. Perbedaan fasilitas kesehatan dan kemampuan ekonomi dapat memengaruhi kualitas pelayanan yang di terima seseorang.
Ketimpangan Gender
Ketimpangan gender terjadi ketika seseorang memperoleh perlakuan atau kesempatan yang berbeda berdasarkan jenis kelamin, terutama ketika perbedaan tersebut membatasi hak dan peluang seseorang.
Contohnya dapat berkaitan dengan kesempatan pendidikan, pekerjaan, penghasilan, maupun posisi dalam organisasi.
Ketimpangan Wilayah
Ketimpangan wilayah terjadi ketika perkembangan antara satu daerah dan daerah lainnya tidak seimbang.
Wilayah perkotaan biasanya memiliki konsentrasi fasilitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan transportasi yang lebih tinggi di bandingkan sejumlah wilayah yang jauh dari pusat pembangunan.
Faktor Penyebab Ketimpangan Sosial
Ketimpangan sosial dapat di pengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.
Perbedaan Sumber Daya Alam
Wilayah dengan sumber daya alam yang melimpah memiliki potensi ekonomi yang berbeda dengan daerah yang sumber daya alamnya terbatas.
Namun, keberadaan sumber daya alam saja tidak otomatis membuat masyarakat menjadi sejahtera. Pengelolaan, kualitas sumber daya manusia, dan kebijakan pembangunan juga memiliki peran penting.
Perbedaan Kualitas Sumber Daya Manusia
Pendidikan dan keterampilan sangat memengaruhi kesempatan seseorang memperoleh pekerjaan dan penghasilan.
Masyarakat yang mempunyai akses pendidikan serta pelatihan yang baik cenderung memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan.
Pembangunan yang Tidak Merata
Pembangunan yang terkonsentrasi pada wilayah tertentu dapat menciptakan perbedaan akses terhadap fasilitas publik dan peluang ekonomi.
Perbedaan Akses Teknologi
Di era digital, akses terhadap internet dan perangkat teknologi menjadi semakin penting. Masyarakat yang tidak memiliki akses tersebut dapat tertinggal dalam memperoleh informasi, pendidikan, maupun peluang ekonomi.
Faktor Ekonomi Keluarga
Kondisi ekonomi keluarga dapat memengaruhi kesempatan seseorang untuk memperoleh pendidikan, mengikuti pelatihan, mendapatkan fasilitas kesehatan, dan mengembangkan keterampilan.
Hubungan Globalisasi dengan Ketimpangan Sosial
Globalisasi dan ketimpangan sosial memiliki hubungan yang cukup kompleks. Globalisasi dapat menciptakan peluang baru, tetapi peluang tersebut belum tentu dapat di manfaatkan oleh semua orang secara sama.
Sebagai contoh, perkembangan perdagangan digital memberikan kesempatan bagi seseorang untuk menjual produk ke konsumen dari berbagai daerah. Namun, peluang tersebut membutuhkan perangkat, koneksi internet, pengetahuan digital, modal, serta kemampuan pemasaran.
Masyarakat yang memiliki semua sumber daya tersebut dapat memperoleh keuntungan lebih besar. Sebaliknya, kelompok yang memiliki keterbatasan akses mungkin tidak dapat menikmati peluang yang sama.
Dengan demikian, globalisasi dapat memperbesar ketimpangan apabila manfaat perkembangan ekonomi dan teknologi hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu.
Globalisasi dan Kesenjangan Digital
Salah satu bentuk ketimpangan yang semakin penting di bahas adalah kesenjangan digital.
Kesenjangan digital merupakan perbedaan kemampuan atau kesempatan masyarakat dalam mengakses serta memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
Perbedaannya tidak hanya soal siapa yang memiliki internet dan siapa yang tidak. Kesenjangan digital juga mencakup kualitas jaringan, kepemilikan perangkat, kemampuan menggunakan teknologi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif.
Seorang siswa yang memiliki komputer, koneksi internet stabil, dan lingkungan belajar yang mendukung tentu mempunyai pengalaman belajar digital yang berbeda dengan siswa yang hanya mengandalkan telepon pintar dengan koneksi terbatas.
Dampak Ketimpangan Sosial
Ketimpangan sosial yang terlalu tinggi dapat menimbulkan berbagai persoalan.
Salah satunya adalah munculnya kecemburuan sosial. Perbedaan kondisi kehidupan yang sangat mencolok dapat menimbulkan perasaan tidak adil di antara kelompok masyarakat.
Ketimpangan juga dapat membatasi mobilitas sosial. Seseorang yang lahir dalam kondisi ekonomi kurang menguntungkan mungkin menghadapi lebih banyak hambatan untuk meningkatkan status sosialnya.
Dalam kondisi tertentu, ketimpangan yang tidak ditangani dapat memicu konflik sosial, kriminalitas, dan berbagai persoalan lainnya.
Karena itu, upaya mengurangi ketimpangan menjadi bagian penting dalam pembangunan masyarakat.
Upaya Mengatasi Ketimpangan Sosial
Ketimpangan sosial tidak dapat di selesaikan hanya melalui satu kebijakan. Diperlukan berbagai langkah yang di lakukan secara berkelanjutan.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan
Pendidikan yang berkualitas perlu dapat diakses oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Pemerataan fasilitas sekolah, peningkatan kompetensi guru, serta penyediaan akses pembelajaran digital dapat membantu memperluas kesempatan pendidikan.
Memperluas Lapangan Kerja
Ketersediaan pekerjaan yang layak dapat meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat. Pengembangan usaha kecil dan menengah juga dapat menjadi salah satu cara memperluas kesempatan ekonomi.
Meningkatkan Infrastruktur
Pembangunan jalan, jaringan internet, fasilitas kesehatan, sekolah, dan sarana transportasi dapat membantu mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Meningkatkan Literasi Digital
Masyarakat perlu memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara aman, kritis, dan produktif.
Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan perangkat. Masyarakat juga perlu mampu memeriksa informasi, menjaga keamanan data, dan memanfaatkan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat.
Memberikan Kesempatan yang Lebih Merata
Pemerintah, dunia pendidikan, sektor swasta, dan masyarakat dapat bekerja sama menciptakan akses yang lebih adil terhadap pendidikan, pekerjaan, teknologi, dan layanan publik.
Contoh Globalisasi dalam Kehidupan Sehari-Hari
Globalisasi sebenarnya mudah di temukan dalam kehidupan pelajar.
Menggunakan aplikasi komunikasi buatan perusahaan luar negeri merupakan salah satu contoh. Menonton film dari negara lain, mendengarkan musik internasional, menggunakan produk impor, mengikuti tren pakaian dari luar negeri, dan belajar melalui platform pendidikan global juga merupakan contoh pengaruh globalisasi.
Di bidang ekonomi, seseorang dapat membeli produk dari penjual di daerah lain melalui marketplace. Bahkan, seorang pelaku usaha dari daerah kecil dapat memasarkan produknya kepada konsumen di luar negeri melalui platform digital.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan melakukan aktivitas ekonomi.
Contoh Ketimpangan Sosial di Lingkungan Sekitar
Ketimpangan sosial dapat di temukan dalam berbagai situasi sederhana.
Misalnya, terdapat siswa yang memiliki perangkat komputer pribadi untuk belajar, sedangkan siswa lain harus menggunakan telepon pintar milik orang tua secara bergantian.
Contoh lainnya adalah perbedaan akses transportasi. Siswa yang tinggal di pusat kota mungkin memiliki banyak pilihan kendaraan umum, sedangkan siswa di daerah terpencil harus menempuh perjalanan lebih jauh untuk mencapai sekolah.
Perbedaan tersebut tidak selalu menunjukkan adanya perlakuan tidak adil secara langsung. Namun, kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda dapat menghasilkan kesempatan yang berbeda pula.
Sikap yang Perlu Di miliki dalam Menghadapi Globalisasi
Pelajar tidak harus menolak globalisasi. Justru, perkembangan global dapat di manfaatkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
Hal terpenting adalah memiliki sikap selektif. Tidak semua hal yang datang dari luar negeri harus di terima, tetapi tidak semuanya juga harus ditolak.
Kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting. Sebelum mengikuti tren atau mempercayai informasi tertentu, seseorang perlu mempertimbangkan manfaat, risiko, serta kesesuaiannya dengan nilai dan norma yang berlaku.
Selain itu, budaya lokal tetap perlu di hargai. Mengenal budaya global seharusnya tidak membuat seseorang melupakan identitas budaya sendiri.
Poin Penting untuk Dipelajari
Untuk mempermudah belajar Sosiologi kelas 12 semester 1, beberapa gagasan utama mengenai globalisasi dan ketimpangan sosial dapat di ingat melalui poin berikut:
- Globalisasi meningkatkan hubungan dan ketergantungan antarwilayah di dunia.
- Teknologi informasi menjadi salah satu pendorong utama globalisasi.
- Globalisasi memberikan peluang dalam pendidikan, ekonomi, komunikasi, dan kebudayaan.
- Globalisasi juga dapat menimbulkan dampak negatif jika tidak di sikapi secara kritis.
- Ketimpangan sosial merupakan perbedaan akses dan kesempatan antarkelompok masyarakat.
- Ketimpangan dapat terjadi dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, gender, teknologi, dan wilayah.
- Perbedaan sumber daya, kualitas pendidikan, pembangunan, dan akses teknologi dapat memengaruhi ketimpangan.
- Globalisasi dapat memperluas kesempatan, tetapi manfaatnya tidak selalu terbagi secara merata.
- Kesenjangan digital menjadi salah satu bentuk ketimpangan yang semakin penting di era modern.
- Pendidikan, pemerataan pembangunan, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan literasi digital dapat membantu mengurangi ketimpangan.
- Sikap kritis dan selektif di perlukan agar masyarakat dapat memanfaatkan globalisasi tanpa kehilangan nilai-nilai sosial dan budaya.
Latihan Pertanyaan Sosiologi Kelas 12
Setelah memahami materi globalisasi dan ketimpangan sosial, siswa dapat menguji pemahaman melalui beberapa pertanyaan sederhana.
1. Apa yang dimaksud dengan globalisasi?
Globalisasi adalah proses meningkatnya hubungan dan ketergantungan masyarakat antarwilayah atau antarnegara dalam berbagai bidang kehidupan.
2. Mengapa teknologi mempercepat globalisasi?
Karena teknologi memungkinkan komunikasi, pertukaran informasi, transaksi, dan interaksi di lakukan dengan lebih cepat serta menjangkau wilayah yang luas.
3. Apa yang dimaksud dengan ketimpangan sosial?
Ketimpangan sosial merupakan kondisi ketika terdapat perbedaan akses, kesempatan, sumber daya, atau kesejahteraan antara kelompok masyarakat.
4. Apa hubungan globalisasi dengan ketimpangan sosial?
Globalisasi dapat menciptakan peluang ekonomi dan teknologi baru, tetapi kelompok yang memiliki akses dan kemampuan lebih baik dapat memperoleh manfaat lebih besar sehingga kesenjangan berpotensi meningkat.
5. Apa contoh kesenjangan digital?
Contohnya adalah perbedaan akses terhadap internet, perangkat teknologi, kualitas jaringan, dan kemampuan menggunakan teknologi secara produktif.
6. Bagaimana cara menghadapi globalisasi?
Globalisasi dapat di hadapi dengan meningkatkan kualitas pendidikan, keterampilan, literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta tetap menghargai budaya dan nilai lokal.
Kata Kunci yang Perlu Diingat
Materi Sosiologi kelas 12 semester 1 mengenai globalisasi dan ketimpangan sosial akan lebih mudah di pahami jika siswa menghubungkan beberapa kata kunci.
Globalisasi → keterhubungan dunia → teknologi → perubahan sosial → peluang → persaingan → ketimpangan → kesenjangan akses → kesenjangan digital → pemerataan.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa globalisasi bukan hanya tentang masuknya budaya asing atau penggunaan teknologi modern. Di dalamnya terdapat perubahan besar pada cara masyarakat bekerja, belajar, berkomunikasi, berproduksi, dan memenuhi kebutuhan.
Sementara itu, ketimpangan sosial menunjukkan bahwa perubahan tersebut tidak selalu memberikan manfaat yang sama kepada semua kelompok masyarakat. Ada kelompok yang mampu beradaptasi dengan cepat, tetapi ada pula kelompok yang membutuhkan dukungan agar tidak tertinggal.
Bagi siswa kelas 12, memahami hubungan antara globalisasi dan ketimpangan sosial dapat membantu melihat persoalan sosial secara lebih luas. Perkembangan dunia memang menghadirkan banyak kesempatan, tetapi pemerataan akses tetap di perlukan agar kemajuan dapat di rasakan oleh lebih banyak orang.
Dengan pemahaman tersebut, pembelajaran Sosiologi tidak berhenti pada hafalan istilah. Siswa dapat menghubungkan konsep dengan berbagai kejadian yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari penggunaan media sosial, perkembangan marketplace, perubahan gaya hidup, kesenjangan pendidikan, hingga perbedaan akses teknologi.
Materi Globalisasi dan Ketimpangan Sosial pada Sosiologi kelas 12 semester 1 pada akhirnya mengajak siswa memahami bahwa perubahan masyarakat merupakan proses yang terus berjalan. Tantangannya bukan sekadar mengikuti perubahan, melainkan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan tersebut secara bijak sekaligus mengurangi kesenjangan yang mungkin muncul.









