Menu

Mode Gelap

SD Kelas 1 · 25 Agu 2026 23:42 WIB ·

Materi PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap


Materi PJOK Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap Perbesar

Kurikulum Merdeka hadir dengan semangat baru dalam dunia pendidikan Indonesia, tak terkecuali pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk kelas 1 Sekolah Dasar. Memasuki semester genap, anak-anak usia dini ini akan diajak untuk semakin aktif bergerak, mengenali tubuhnya, serta memahami pentingnya hidup sehat dengan cara yang menyenangkan. Tidak ada lagi suasana kaku di dalam kelas, karena PJOK dirancang sebagai momen kegembiraan sekaligus pembelajaran bermakna.

Bagi orang tua dan guru, memahami alur materi PJOK kelas 1 semester 2 Kurikulum Merdeka menjadi kunci agar proses belajar di rumah maupun sekolah berjalan selaras. Mari kita telusuri satu per satu pokok bahasan yang akan ditemui oleh si kecil selama enam bulan ke depan.

Tema Besar, Aku dan Tubuhku yang Hebat

Berbeda dengan pendekatan tematik sebelumnya, Kurikulum Merdeka di kelas 1 semester 2 lebih memusatkan perhatian pada pengenalan fungsi tubuh melalui gerak. Anak-anak diajak menyadari bahwa setiap bagian tubuhnya memiliki peran istimewa. Mulai dari kaki untuk berlari, tangan untuk melempar, hingga mata untuk melihat arah gerakan. Kesadaran ini dibangun bukan lewat hafalan, melainkan lewat pengalaman langsung saat bergerak.

Guru biasanya membuka semester dengan permainan sederhana seperti “Ikuti Gerakanku”. Di sini, anak-anak menirukan berbagai aktivitas sehari-hari seperti menyapu, menimba air, atau mengayuh sepeda. Sambil bergerak, mereka mulai memahami bahwa gerakan tersebut melibatkan koordinasi antara otot, sendi, dan indra.

Gerak Dasar Lokomotor

Unit pertama di semester genap ini mengajak anak-anak mengenal gerak berpindah tempat. Ada empat jenis gerakan lokomotor yang menjadi fokus:

Jalan dan Berlari. Meski tampak sederhana, anak-anak belajar variasi kecepatan dan arah. Mereka diajak berjalan pelan seperti kura-kura, lalu berlari cepat seperti kelinci. Jalan jinjit, jalan mundur, serta berlari zig-zag juga di perkenalkan secara bertahap. Kegiatan ini tidak hanya melatih otot kaki, tetapi juga keseimbangan dan konsentrasi.

Melompat dan Meloncat. Perbedaan keduanya di tekankan melalui permainan. Melompat di lakukan dengan tumpuan dua kaki, sementara meloncat menggunakan satu kaki. Anak-anak diajak melompati rintangan rendah seperti bantal atau tali yang direntang. Aktivitas ini sangat baik untuk mengembangkan kekuatan otot tungkai bawah.

Merangkak dan Menderap. Gerakan ini mengingatkan anak-anak pada masa bayi. Merangkak dengan bertumpu pada tangan dan lutut, sedangkan menderap menggunakan telapak tangan dan ujung kaki. Kedua gerakan ini melatih koordinasi anggota gerak atas dan bawah secara bersamaan.

Guru biasanya mengemas unit ini dalam bentuk cerita. Misalnya, “Petualangan di Hutan”, di mana anak-anak harus berjalan melewati jalan sempit, berlari menghindari rintangan, melompati sungai, serta merangkak melewati gua. Cara bermain seperti ini membuat anak-anak tidak menyadari bahwa mereka sedang belajar pola gerak dasar yang sangat penting.

Gerak Dasar Non-Lokomotor

Setelah mahir berpindah tempat, tibalah saatnya mempelajari gerakan tanpa berpindah posisi. Unit ini sering di sebut sebagai gerak stabil atau statis. Anak-anak di ajak memahami bahwa tubuhnya bisa melakukan banyak hal meskipun kaki tetap di tempat.

Membungkuk dan Menjangkau. Gerakan ini melatih kelenturan tulang belakang. Anak-anak di ajak mengambil benda dari lantai sambil menekuk lutut, bukan pinggang. Teknik ini penting untuk mencegah cedera sejak dini.

Mendorong dan Menarik. Aktivitas menarik dan mendorong benda ringan seperti kardus atau bola besar mengajarkan anak tentang konsep gaya dan tenaga. Mereka belajar bahwa mendorong membutuhkan dorongan dari kaki dan tangan, sementara menarik melibatkan otot punggung dan lengan.

Memutar dan Menekuk. Gerakan memutar badan ke kanan dan kiri, serta menekuk lutut dan siku, menjadi bagian dari pemanasan rutin. Anak-anak juga di ajak menirukan gerakan pohon tertiup angin, yang secara tidak langsung melatih keseimbangan statis.

Yang menarik dari unit ini adalah anak-anak mulai di perkenalkan pada istilah “posisi awal” dan “posisi akhir”. Setiap gerakan selalu diawali dengan sikap berdiri tegak dan di akhiri dengan posisi yang sama. Ini membangun kesadaran tubuh (body awareness) yang menjadi fondasi gerakan kompleks di masa depan.

Gerak Manipulatif

Unit ini mungkin menjadi favorit anak-anak karena melibatkan benda-benda menarik seperti bola, simpai, dan tali. Gerak manipulatif adalah keterampilan mengolah objek di luar tubuh. Di kelas 1 semester 2, porsinya disesuaikan dengan kemampuan motorik halus anak usia 6-7 tahun.

Melempar dan Menangkap. Anak-anak belajar melempar bola dengan dua tangan dari depan dada, lalu satu tangan dari atas kepala. Untuk menangkap, mereka di ajarkan sikap tangan membentuk mangkuk dan mata selalu mengikuti arah bola. Permainan “Bola Menggelinding” dan “Lempar Tangkap Berpasangan” menjadi andalan di unit ini.

Menggiring dan Menendang. Keterampilan ini di perkenalkan dalam konteks sederhana. Menggiring bola di lakukan dengan kaki bagian dalam atau punggung kaki, sambil berjalan perlahan. Sedangkan menendang divarahkan ke sasaran berupa gawang kecil atau dinding. Anak-anak juga di ajak bermain “Sepak Bola Mini” dengan aturan yang sangat di sederhanakan.

Mengayun dan Memukul. Dengan menggunakan pemukul dari kardus atau raket plastik, anak-anak belajar mengayun untuk memukul bola melambung. Kegiatan ini juga melatih kemampuan estimasi jarak dan kecepatan.

Hal yang perlu di garisbawahi, pada usia ini akurasi bukanlah target utama. Yang lebih di tekankan adalah proses dan kesenangan saat bergerak. Guru akan memberikan pujian atas usaha, bukan hasil akhir. Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Kurikulum Merdeka yang menghargai proses belajar setiap anak.

Aktivitas Ritmik dan Ekspresi Gerak

Memasuki pertengahan semester, suasana belajar menjadi lebih ceria dengan kehadiran irama dan musik. Unit ini mengajak anak-anak mengekspresikan perasaan melalui gerakan tubuh sesuai ketukan.

Gerak dan Lagu. Lagu anak-anak seperti “Kepala Pundak Lutut Kaki” atau “Di Sini Senang” menjadi media utama. Anak-anak di ajak bergerak mengikuti syair, misalnya mengangguk, menepuk tangan, atau menghentakkan kaki sesuai tempo.

Tari Sederhana. Tanpa harus memasuki koreografi rumit, anak-anak di perkenalkan pada gerakan tari dari daerah setempat yang sangat sederhana. Dua atau tiga pola gerakan di ulang-ulang mengikuti iringan alat musik ritmis.

Ekspresi Melalui Gerak. Kegiatan paling menarik adalah ketika anak-anak di minta menirukan ekspresi wajah dan gerakan tokoh dalam cerita. Misalnya, gerakan kucing ketakutan, kelinci gembira, atau beruang mengantuk. Ini mengembangkan kreativitas dan kecerdasan kinestetik anak.

Penggunaan properti seperti syal, pita, atau topi membuat aktivitas ini semakin menggembirakan. Anak-anak bebas bergerak tanpa takut salah, karena dalam ekspresi gerak, tidak ada jawaban yang benar atau salah.

Aktivitas Air (Pengenalan)

Bagi sekolah yang memiliki fasilitas kolam renang, atau melalui kerja sama dengan tempat wisata air, unit ini menjadi pengalaman tak terlupakan. Namun, bagi yang tidak memiliki akses, aktivitas air bisa disimulasikan di darat atau menggunakan bak plastik besar.

Pengenalan Air. Anak-anak di ajak untuk berani memasukkan wajah ke dalam air, membuka mata di dalam air, serta mengeluarkan gelembung udara melalui mulut dan hidung. Keberanian ini dibangun secara perlahan tanpa paksaan.

Bergerak di Air. Latihan berjalan di kolam dangkal, melompat dari pinggir kolam, serta bermain estafet air menjadi aktivitas andalan. Anak-anak juga diajak merasakan perbedaan berat badan saat berada di dalam air.

Keselamatan di Air. Aspek terpenting dalam unit ini adalah pengenalan aturan keselamatan. Anak-anak di ajarkan untuk tidak berlari di pinggir kolam, tidak mendorong teman ke dalam air, serta mengenali posisi penjaga kolam.

Bagi guru yang tidak memiliki kolam, alternatif kreatif bisa di lakukan dengan mengajak anak-anak bermain air di ember besar atau bak mandi. Namun, prioritas tetap pada pengenalan konsep, bukan keterampilan teknis berenang.

Pola Hidup Sehat dan Higiene

Memasuki akhir semester, materi bergeser pada aspek kesehatan yang sangat dekat dengan keseharian anak. Unit ini menjadi jembatan antara aktivitas fisik dan kebiasaan hidup bersih.

Mencuci Tangan yang Benar. Anak-anak diajarkan enam langkah cuci tangan dengan sabun pada air mengalir. Aktivitas ini di ulang setiap kali sebelum dan sesudah pelajaran PJOK, sehingga menjadi kebiasaan otomatis.

Menggosok Gigi. Dengan bantuan peraga gigi besar, guru mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar. Gerakan melingkar, dari atas ke bawah, serta membersihkan bagian lidah menjadi materi penting. Anak-anak juga di ajak mempraktikkannya bersama-sama di wastafel sekolah.

Pola Makan Sehat. Melalui gambar dan permainan kartu makanan, anak-anak mulai mengenal kelompok makanan sehat. Sayuran, buah, protein, dan karbohidrat di perkenalkan bukan sebagai teori, melainkan melalui permainan “Menyusun Piring Makanku”.

Istirahat dan Tidur. Anak-anak diajak memahami bahwa tubuh membutuhkan istirahat setelah beraktivitas. Mereka belajar mengenali tanda-tanda lelah dan pentingnya tidur cukup di malam hari.

Salah satu kegiatan menarik adalah membuat jadwal harian sederhana bergambar, yang mencakup waktu bangun, makan, bermain, belajar, dan tidur. Ini melatih kedisiplinan dan tanggung jawab sejak dini.

Permainan dan Olahraga Tradisional

Di penghujung semester, Kurikulum Merdeka mengajak anak-anak untuk mengenal kekayaan budaya bangsa melalui permainan tradisional. Ini juga menjadi penguatan profil pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi berkebinekaan global.

Engklek. Permainan lompat-lompat di atas kotak ini melatih keseimbangan dan kekuatan tungkai. Anak-anak belajar aturan sederhana dan bergantian bermain, yang mengajarkan rasa sabar dan sportivitas.

Benteng-bentengan. Dalam versi sederhana, anak-anak di bagi dua regu. Masing-masing berusaha menyentuh tiang atau tembok lawan tanpa tertangkap. Ini melatih strategi, kecepatan, dan kerja sama.

Congklak. Meski lebih banyak menggunakan kemampuan berhitung, permainan ini melatih motorik halus anak saat mengambil dan menabur biji-bijian. Nilai kebersamaan dan giliran bermain sangat terasa dalam permainan ini.

Gobak Sodor. Versi mini dari permainan ini di mainkan di lapangan dengan garis-garis sederhana. Anak-anak belajar menghindari lawan, berlari di jalur yang di tentukan, serta bekerja sama dengan teman satu tim.

Guru biasanya mengemas unit ini dalam pekan budaya di sekolah. Anak-anak datang dengan pakaian adat, dan seluruh aktivitas PJOK di isi dengan permainan tradisional dari berbagai daerah. Suasana menjadi sangat meriah dan penuh makna.

Asesmen di Semester 2

Kurikulum Merdeka tidak lagi mengandalkan tes tertulis sebagai patokan utama. Penilaian PJOK kelas 1 semester 2 lebih mengutamakan observasi terhadap sikap, pengetahuan, dan keterampilan gerak selama proses belajar.

Observasi Sikap. Guru mencatat bagaimana anak menunjukkan rasa percaya diri, kerja sama, menghormati teman, serta menerima kekalahan atau kemenangan. Sikap disiplin dan tanggung jawab terhadap peralatan juga dinilai.

Penilaian Keterampilan. Ini di lakukan melalui unjuk kerja. Anak-anak di minta menunjukkan gerakan-gerakan yang sudah di pelajari. Misalnya, melempar bola ke sasaran, melompati rintangan, atau mempraktikkan cuci tangan.

Portofolio. Dalam beberapa sekolah, anak-anak mengumpulkan hasil karya seperti gambar pola gerak atau foto-foto kegiatan. Ini menjadi bukti perkembangan belajar yang nyata.

Catatan Anekdot. Guru membuat catatan khusus untuk setiap anak mengenai momen-momen penting selama pembelajaran. Misalnya, saat anak yang pemalu akhirnya berani tampil di depan kelas, atau saat anak yang hiperaktif bisa mengikuti instruksi dengan baik.

Seluruh asesmen ini tidak mengancam, tetapi justru memotivasi. Anak-anak tidak pernah merasa sedang di uji, karena yang di lakukan selama proses belajar adalah bermain dan bergerak dengan gembira.

Tips Mendukung Anak di Rumah

Peran orang tua tidak bisa di gantikan oleh sekolah. Ada beberapa hal yang bisa di lakukan di rumah agar materi PJOK kelas 1 semester 2 semakin bermakna:

Sediakan waktu bermain aktif. Minimal 30 menit setiap hari. Bisa berupa bermain kejar-kejaran di halaman, bersepeda, atau sekadar jalan-jalan sore.

Libatkan anak dalam tugas rumah tangga. Menyapu, mengepel, atau merapikan mainan adalah bentuk gerakan yang bermanfaat.

Buat permainan sederhana. Misalnya, melempar kaus kaki ke keranjang, atau melompati bantal yang di susun berderet.

Ceritakan pengalaman. Tanyakan pada anak tentang kegiatan PJOK di sekolah. Ajak ia menceritakan permainan favoritnya.

Berikan contoh hidup sehat. Cuci tangan bersama sebelum makan, sikat gigi bersama malam hari, dan konsumsi sayuran saat makan bersama. Anak belajar dari apa yang di lihat, bukan dari apa yang di dengar.

Perhatikan pakaian. Saat hari PJOK, pastikan anak memakai sepatu yang nyaman dan pakaian yang tidak menghambat gerakan.

Keistimewaan PJOK di Kurikulum Merdeka

Ada tiga keunggulan yang membuat mata pelajaran ini terasa berbeda di banding kurikulum sebelumnya:

Fleksibilitas. Guru di beri kebebasan untuk memilih permainan dan aktivitas yang sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah. Sekolah di pinggir pantai bisa memasukkan materi tentang permainan pasir, sementara sekolah di pegunungan bisa mengangkat permainan alam terbuka.

Pembelajaran Berdiferensiasi. Anak-anak yang sudah mahir bergerak di beri tantangan tambahan, sementara yang masih perlu latihan di beri pendampingan ekstra. Semua bergerak sesuai kecepatan belajar masing-masing.

Keterhubungan dengan Mata Pelajaran Lain. Tema-tema dalam PJOK bisa disinergikan dengan matematika (menghitung langkah), bahasa Indonesia (menyebutkan nama gerakan), atau seni (membuat properti permainan dari barang bekas).

Menyongsong Kelas 2

Akhir semester 2 menandai pencapaian penting dalam perjalanan pendidikan jasmani anak-anak. Mereka telah melewati berbagai pengalaman gerak yang kaya. Dari yang awalnya kaku dan ragu, kini bergerak lebih lincah dan percaya diri. Masih perlu bantuan saat berganti baju, kini lebih mandiri. Dari yang sulit berbagi giliran, kini mulai memahami sportivitas.

Semua itu adalah bekal berharga untuk memasuki kelas 2. Di sana, mereka akan bertemu dengan tantangan baru yang lebih kompleks, namun fondasi yang kokoh di kelas 1 akan membuat transisi tersebut terasa mudah.

Pada akhirnya, pendidikan jasmani di usia dini bukanlah tentang menjadi juara atau yang terbaik. Lebih dari itu, ini tentang menanamkan kecintaan pada gerakan, kebiasaan hidup sehat, dan kebahagiaan dalam beraktivitas fisik. Saat anak-anak pulang ke rumah dengan wajah berseri, baju basah oleh keringat, dan cerita riang tentang permainan yang di mainkannya, itulah bukti bahwa pembelajaran PJOK telah mencapai tujuannya.

Selamat mendampingi putra-putri tercinta dalam petualangan bergerak yang menyenangkan di semester 2!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Materi Pendidikan Agama Islam Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

26 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Materi Pendidikan Agama Islam Kelas 1 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

25 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Materi PJOK Kelas 1 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

25 Agustus 2026 - 23:24 WIB

Materi Matematika Kelas 1 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

25 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 1 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

25 Agustus 2026 - 21:50 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 1 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

25 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Trending di SD Kelas 1