Pengukuran jadi salah satu materi pertama yang ditemui siswa kelas 7 di pelajaran IPA. Topik ini sering dianggap gampang, tapi nyatanya banyak yang keteteran saat diminta membaca alat ukur dengan tepat. Apalagi kalau sudah berhadapan dengan jangka sorong atau mikrometer sekrup. Belum lagi soal konversi satuan yang bikin kepala pusing.
Makanya, latihan soal sebanyak mungkin jadi kunci. Bukan cuma menghafal rumus, tapi melatih ketelitian mata dan logika. Berikut kumpulan soal yang bisa dipakai untuk mengasah pemahaman. Sudah dilengkapi kunci jawaban di bagian akhir, jadi bisa langsung dicek sendiri.
A. Soal Pilihan Ganda
-
Kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang sejenis disebut…
a. Besaran
b. Satuan
c. Pengukuran
d. Alat ukur -
Panjang meja 120 cm. Jika dinyatakan dalam satuan meter, nilainya adalah…
a. 1,2 m
b. 12 m
c. 0,12 m
d. 1200 m -
Alat ukur panjang yang paling tepat untuk mengukur diameter dalam sebuah pipa adalah…
a. Mistar
b. Jangka sorong
c. Mikrometer sekrup
d. Meteran pita -
Perhatikan gambar timbangan digital yang menunjukkan angka 2,5 kg. Angka 2,5 termasuk…
a. Besaran pokok
b. Besaran turunan
c. Nilai besaran
d. Satuan -
Satuan Sistem Internasional (SI) untuk suhu adalah…
a. Celsius
b. Reamur
c. Kelvin
d. Fahrenheit -
Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong ditunjukkan skala utama 3,2 cm dan skala nonius 0,04 cm. Panjang benda tersebut adalah…
a. 3,24 cm
b. 3,06 cm
c. 3,64 cm
d. 3,16 cm -
Berikut ini yang termasuk besaran turunan adalah…
a. Massa
b. Waktu
c. Kecepatan
d. Suhu -
Ketelitian alat ukur mikrometer sekrup adalah…
a. 0,1 mm
b. 0,01 mm
c. 1 mm
d. 0,5 mm -
Volume batu yang tidak beraturan bisa diukur menggunakan…
a. Neraca
b. Gelas ukur
c. Termometer
d. Stopwatch -
1 kilometer sama dengan berapa sentimeter?
a. 100
b. 1.000
c. 10.000
d. 100.000
B. Soal Uraian
-
Sebutkan tiga alat ukur panjang beserta tingkat ketelitiannya!
-
Konversikan satuan berikut:
a. 2,5 meter = … cm
b. 500 gram = … kg
c. 3 jam = … sekon -
Jelaskan langkah mengukur volume benda padat yang bentuknya tidak beraturan!
-
Apa perbedaan antara besaran pokok dan besaran turunan? Beri masing-masing dua contoh.
-
Mengapa hasil pengukuran yang dilakukan berulang bisa berbeda-beda? Jelaskan faktor penyebabnya.
Kunci Jawaban
Pilihan Ganda
-
c. Pengukuran
-
a. 1,2 m
-
b. Jangka sorong
-
c. Nilai besaran
-
c. Kelvin
-
a. 3,24 cm
-
c. Kecepatan
-
b. 0,01 mm
-
b. Gelas ukur
-
d. 100.000
Uraian
-
Mistar (ketelitian 1 mm atau 0,1 cm), jangka sorong (0,1 mm), mikrometer sekrup (0,01 mm).
-
a. 2,5 m = 250 cm
b. 500 gram = 0,5 kg
c. 3 jam = 10.800 sekon -
Isi gelas ukur dengan air, catat volumenya. Masukkan benda padat perlahan. Catat volume air setelah benda masuk. Selisih kedua volume itulah volume benda.
-
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya sudah ditetapkan dan tidak diturunkan dari besaran lain. Contoh: panjang, massa. Besaran turunan diturunkan dari besaran pokok. Contoh: kecepatan, luas.
-
Karena adanya ketidaktelitian alat, keterbatasan indra pengamat, kondisi lingkungan yang berubah, serta posisi mata yang tidak tegak lurus saat membaca skala.
Tips Mengerjakan Soal Pengukuran
Sering kali siswa salah bukan karena tidak paham konsep, tapi karena kurang teliti. Misalnya saat membaca skala nonius, posisi mata harus sejajar. Kalau melihat dari samping, hasilnya bisa bergeser. Belum lagi konversi satuan yang naik-turun tangga. Salah satu langkah, hafalkan tangga satuan panjang dari km sampai mm. Itu akan sangat membantu.
Untuk soal volume benda tidak beraturan, pastikan gelas ukur diletakkan di meja datar. Baca meniskus bawah air, bukan meniskus atas. Hal-hal kecil seperti ini yang sering luput.
Kalau ingin lebih mahir, coba praktik langsung di rumah. Ukur panjang pensil dengan mistar, ukur ketebalan buku dengan jangka sorong kalau ada, atau timbang buah dengan timbangan dapur. Pengalaman nyata membuat konsep lebih menempel di kepala.
Penutup Singkat
Latihan soal di atas bisa dipakai untuk ulangan harian, tugas sekolah, atau belajar mandiri. Kunci jawaban memudahkan pengecekan. Kalau ada yang salah, jangan langsung menyerah. Baca ulang materi, coba lagi, dan pahami di mana letak kelirunya. Fisika dasar itu soal kebiasaan, semakin sering disentuh semakin terasa mudah.
Semoga bermanfaat. Selamat belajar









