Belajar IPA di semester dua kelas 8 itu sebenarnya menarik, lho. Materinya dekat banget sama kehidupan sehari-hari mulai dari tekanan udara yang bikin sedotan bekerja, sampai getaran yang menghasilkan bunyi. Sayangnya, banyak siswa justru merasa kesulitan karena materinya di anggap terlalu banyak hafalan.
Padahal, Kurikulum Merdeka mengubah pendekatan pembelajaran IPA. Fokusnya bukan lagi sekadar menghafal rumus atau istilah, melainkan memahami konsep lewat pengamatan dan pemecahan masalah sederhana . Jadi, kalau kamu merasa belajar IPA itu membosankan, mungkin cara belajarnya yang perlu di ubah.
Salah satu cara paling efektif untuk menguji pemahaman adalah dengan mengerjakan latihan soal. Bukan sekadar membaca ulang catatan, tapi benar-benar mencoba menjawab pertanyaan. Dari situ, kamu bisa tahu bagian mana yang sudah di kuasai dan mana yang masih perlu diperdalam.
Berikut ini kumpulan latihan soal IPA kelas 8 semester 2 yang disusun sesuai materi Kurikulum Merdeka. Soalnya beragam, ada yang hitungan, ada juga yang butuh penalaran. Kunci jawaban disertakan di setiap soal supaya kamu bisa langsung mengevaluasi hasilnya.
Materi Apa Saja yang Diujikan?
Sebelum masuk ke soal, penting untuk tahu cakupan materinya. Di semester dua, siswa kelas 8 umumnya mempelajari beberapa tema besar: tekanan zat dan penerapannya, sistem pernapasan manusia, sistem ekskresi, getaran dan gelombang, cahaya dan alat optik, serta unsur, senyawa, dan campuran .
Materi-materi ini saling berkaitan. Misalnya, konsep tekanan dipakai untuk memahami cara kerja sistem pernapasan. Tekanan udara di dalam paru-paru berubah saat kita bernapas. Jadi, kalau kamu paham tekanan, otomatis materi pernapasan juga jadi lebih mudah dicerna.
Soal Pilihan Ganda
1. Gerak bolak-balik suatu benda melalui titik keseimbangan disebut …
a. Amplitudo
b. Resonansi
c. Getaran
d. Frekuensi
Jawaban: C
Getaran adalah gerak bolak-balik secara teratur melalui titik keseimbangan. Contoh paling gampang adalah bandul jam yang bergerak ke kiri dan ke kanan.
2. Banyaknya getaran yang terjadi setiap sekon dinamakan …
a. Periode
b. Amplitudo
c. Frekuensi
d. Simpangan
Jawaban: C
Frekuensi mengukur seberapa sering getaran terjadi dalam satu detik. Satuannya Hertz (Hz). Kalau dalam 1 detik ada 20 getaran, berarti frekuensinya 20 Hz.
3. Sebuah benda bergetar sebanyak 240 kali dalam waktu 12 sekon. Frekuensi getaran benda tersebut adalah …
a. 18 Hz
b. 20 Hz
c. 22 Hz
d. 24 Hz
Jawaban: B
Frekuensi = jumlah getaran ÷ waktu. Jadi, 240 ÷ 12 = 20 Hz.
4. Jika dalam waktu 5 sekon terjadi 25 getaran, maka periode getaran tersebut adalah …
a. 0,1 sekon
b. 0,2 sekon
c. 0,5 sekon
d. 5 sekon
Jawaban: B
Periode adalah kebalikan dari frekuensi. Waktu ÷ jumlah getaran = 5 ÷ 25 = 0,2 sekon.
5. Gelombang yang memerlukan medium untuk merambat disebut …
a. Gelombang transversal
b. Elektromagnetik
c. Mekanik
d. Gelombang longitudinal
Jawaban: C
Gelombang mekanik butuh medium, contohnya gelombang bunyi dan gelombang air. Gelombang elektromagnetik tidak butuh medium, seperti cahaya dan gelombang radio.
6. Peristiwa pembelokan cahaya saat melewati dua medium berbeda disebut …
a. Pemantulan
b. Pembiasan
c. Interferensi
d. Difraksi
Jawaban: B
Pembiasan terjadi karena kecepatan cahaya berubah saat berpindah medium. Contohnya, pensil yang terlihat bengkok saat dicelupkan ke dalam gelas berisi air.
7. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 20 meter per sekon. Dalam waktu 25 sekon, jarak yang ditempuh adalah …
a. 450 meter
b. 500 meter
c. 550 meter
d. 600 meter
Jawaban: B
Jarak = kecepatan × waktu. 20 m/s × 25 s = 500 meter.
8. Usaha yang dilakukan gaya 40 Newton untuk memindahkan benda sejauh 2 meter adalah …
a. 20 Joule
b. 40 Joule
c. 80 Joule
d. 100 Joule
Jawaban: C
Usaha = gaya × perpindahan. 40 N × 2 m = 80 Joule.
9. Alat sederhana yang menggunakan titik tumpu untuk mempermudah pekerjaan disebut …
a. Katrol
b. Bidang miring
c. Tuas
d. Roda gigi
Jawaban: C
Tuas atau pengungkit bekerja dengan prinsip momen gaya. Contohnya gunting, pemotong kuku, dan jungkat-jungkit.
10. Jika cepat rambat gelombang 200 meter per sekon dan frekuensinya 50 Hz, maka panjang gelombangnya adalah …
a. 2 meter
b. 4 meter
c. 5 meter
d. 10 meter
Jawaban: B
Panjang gelombang = cepat rambat ÷ frekuensi. 200 ÷ 50 = 4 meter.
Soal Uraian Singkat
11. Jelaskan perbedaan antara gelombang transversal dan gelombang longitudinal.
Gelombang transversal arah getarannya tegak lurus terhadap arah rambatnya. Contohnya gelombang pada tali dan gelombang cahaya. Sedangkan gelombang longitudinal arah getarannya sejajar dengan arah rambatnya. Contohnya gelombang bunyi dan gelombang pada slinky yang ditekan.
12. Sebutkan tiga contoh penerapan tekanan zat cair dalam kehidupan sehari-hari.
Dongkrak hidrolik yang memanfaatkan Hukum Pascal, rem hidrolik pada kendaraan, dan sistem pengangkatan air pada menara air. Prinsipnya, tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan ke segala arah dengan sama besar .
13. Apa yang dimaksud dengan campuran homogen? Berikan dua contohnya.
Campuran homogen adalah campuran yang zat-zat penyusunnya tercampur secara merata dan tidak bisa dibedakan lagi. Contohnya air garam dan udara. Dalam air garam, garam larut sempurna sehingga tidak terlihat butirannya.
14. Mengapa orang yang berada di tempat tinggi bisa mengalami pusing? Kaitkan dengan konsep tekanan udara.
Di tempat tinggi, tekanan udara lebih rendah dibandingkan di permukaan laut. Tubuh yang terbiasa dengan tekanan tertentu perlu beradaptasi. Perubahan tekanan yang cukup drastis bisa memengaruhi keseimbangan dan menyebabkan pusing.
15. Sebutkan fungsi utama ginjal dalam sistem ekskresi manusia.
Ginjal menyaring darah untuk membuang zat sisa metabolisme seperti urea dan kreatinin. Hasil penyaringan ini dikeluarkan dalam bentuk urine. Selain itu, ginjal juga menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.
Cara Belajar yang Lebih Efektif
Mengerjakan soal memang penting, tapi jangan hanya fokus pada jawaban benar atau salah. Setelah menjawab, coba telusuri lagi konsep di baliknya. Kalau salah, pahami mengapa jawabanmu keliru. Kalau benar, pastikan kamu benar-benar paham alasannya, bukan sekadar kebetulan.
Coba juga variasikan cara belajar. Kadang belajar sendiri cukup, tapi kadang diskusi dengan teman bisa membuka pemahaman baru. Jelaskan konsep yang kamu pahami kepada orang lain—teknik ini dikenal efektif untuk memperkuat ingatan.
Yang tak kalah penting, hubungkan materi dengan kejadian nyata. Misalnya, saat naik motor dan melewati jalan menanjak, coba pikirkan bagaimana prinsip bidang miring bekerja. Atau ketika mendengar guntur, ingat kembali konsep cepat rambat bunyi. Belajar IPA jadi lebih hidup kalau kamu melihatnya di sekitar.
Kalau ada materi yang masih terasa sulit, jangan ragu untuk bertanya. Guru adalah sumber pertama, tapi kamu juga bisa mencari penjelasan tambahan dari buku atau sumber belajar lain yang terpercaya. Kuncinya, jangan berhenti di satu cara saja.









