Memasuki bangku kelas 9, salah satu materi Biologi yang sering bikin siswa garuk-garuk kepala adalah Pewarisan Sifat. Materi ini bukan sekadar hafalan istilah asing seperti gen, alel, atau kromosom. Lebih dari itu, kita diajak untuk memecahkan teka-teki mengapa mata kita bisa sipit seperti Ayah, tapi hidung kita mancung seperti Ibu. Atau kenapa ada saudara kandung yang rambutnya keriting, sementara kita lurus.
Sering kali, nilai ulangan harian atau ujian sekolah terhambat hanya karena kurang teliti dalam memahami diagram persilangan. Padahal, jika tahu triknya, materi ini sangat logis dan menyenangkan. Nah, untuk membantu teman-teman mengasah kemampuan sebelum menghadapi ujian, berikut ini rangkaian soal yang sering muncul, lengkap dengan pembahasannya. Coba kerjakan dulu tanpa melihat kunci, ya!
Bagian 1: Pemanasan (Istilah Dasar)
Sebelum masuk ke hitung-hitungan, kita perlu samakan persepsi soal istilah. Ini fondasi utamanya.
Soal 1:
Pasangan gen yang memiliki sifat sama dan terletak pada lokus yang bersesuaian disebut…
A. Genotipe
B. Fenotipe
C. Alel
D. Kromosom
Kunci Jawaban: C
Penjelasan: Alel adalah bentuk alternatif dari gen yang menempati lokus yang sama pada kromosom homolog. Misalnya, gen untuk warna mata memiliki alel untuk mata cokelat dan alel untuk mata biru.
Soal 2:
Jika suatu individu memiliki genotipe BbKk, maka jumlah gamet yang dapat dibentuk adalah…
A. 2
B. 4
C. 6
D. 8
Kunci Jawaban: B
Penjelasan: Rumus untuk mencari jumlah gamet adalah 2 pangkat n (n = jumlah pasangan heterozigot). Karena Bb (1 heterozigot) dan Kk (1 heterozigot), maka n = 2. Jadi, 2 pangkat 2 = 4 macam gamet (BK, Bk, bK, bk).
Bagian 2: Persilangan Monohibrid (Satu Sifat Beda)
Ini adalah jenis persilangan yang paling sering keluar. Fokusnya hanya pada satu sifat, misalnya warna bunga atau bentuk biji.
Soal 3:
Bunga merah (MM) disilangkan dengan bunga putih (mm). Jika sifat merah bersifat dominan penuh, bagaimana perbandingan fenotipe pada keturunan keduanya (F2) jika F1 disilangkan sesamanya?
A. 100% Merah
B. 50% Merah : 50% Putih
C. 75% Merah : 25% Putih
D. 25% Merah : 75% Putih
Kunci Jawaban: C
Penjelasan:
P1: MM x mm
F1: 100% Mm (Merah Muda/Merah karena M dominan)
Saat F1 disilangkan sesamanya (Mm x Mm), hasilnya adalah:
-
MM (Merah) = 1
-
Mm (Merah) = 2
-
mm (Putih) = 1
Maka perbandingan fenotipenya adalah 3 Merah : 1 Putih (75% : 25%).
Soal 4:
Seorang petani menyilangkan kacang kapri berbiji bulat (BB) dengan kacang kapri berbiji keriput (bb). Jika hasil persilangan pertama (F1) menghasilkan 100% biji bulat, apa genotipe F1-nya?
A. BB
B. bb
C. Bb
D. BBbb
Kunci Jawaban: C
Penjelasan: Karena sifat bulat (B) dominan terhadap keriput (b), maka hasil persilangan antara BB dan bb akan menghasilkan keturunan yang semuanya heterozigot, yaitu Bb. Sifat fisiknya (fenotipe) adalah bulat, tetapi membawa sifat keriput.
Bagian 3: Persilangan Dihibrid (Dua Sifat Beda)
Tingkat kesulitan naik saat kita membahas dua sifat sekaligus. Kuncinya adalah ketelitian membuat papan catur (tabel Punnet).
Soal 5:
Tanaman ercis berbiji bulat kuning (BBKK) disilangkan dengan tanaman ercis berbiji keriput hijau (bbkk). Jika F1 disilangkan dengan sesamanya, berapa persenkah keturunan yang berbiji bulat hijau?
A. 9/16
B. 3/16
C. 1/16
D. 16/16
Kunci Jawaban: B
Penjelasan:
Ini adalah persilangan dihibrid klasik dengan perbandingan 9:3:3:1.
-
Bulat Kuning (9)
-
Bulat Hijau (3)
-
Keriput Kuning (3)
-
Keriput Hijau (1)
Total ada 16 kombinasi. Yang ditanya adalah Bulat Hijau, maka angkanya adalah 3 dari 16, atau 3/16.
Bagian 4: Pewarisan Sifat pada Manusia
Materi ini biasanya berkaitan dengan genetika manusia, seperti buta warna, hemofilia, atau golongan darah. Soal tipe ini sering muncul dalam bentuk studi kasus.
Soal 6:
Seorang pria buta warna menikah dengan wanita normal yang tidak membawa sifat buta warna (homozigot). Bagaimana kemungkinan anak-anak mereka?
A. Semua anak laki-laki buta warna
B. Anak perempuan buta warna
C. Semua anak perempuan carrier (pembawa sifat)
D. Tidak ada anak yang buta warna
Kunci Jawaban: C
Penjelasan: Buta warna adalah sifat terpaut kromosom X (X-linked). Pria buta warna memiliki genotipe XᵇY. Wanita normal homozigot memiliki genotipe XX.
Persilangan: XᵇY x XX
Hasil:
-
Anak perempuan: XXᵇ (Carrier/Pembawa sifat, tapi tidak buta warna)
-
Anak laki-laki: XY (Normal)
Jadi, semua anak perempuannya akan menjadi carrier.
Soal 7:
Golongan darah sistem ABO ditentukan oleh alel Iᵃ, Iᵇ, dan Iᵒ. Jika seorang ayah bergolongan darah AB menikah dengan ibu bergolongan darah O, maka golongan darah anak-anaknya adalah…
A. A dan B
B. AB dan O
C. A, B, AB, dan O
D. Hanya AB
Kunci Jawaban: A
Penjelasan:
Ayah AB memiliki genotipe IᵃIᵇ.
Ibu O memiliki genotipe IᵒIᵒ.
Persilangan:
IᵃIᵇ x IᵒIᵒ
Hasil:
-
IᵃIᵒ (Golongan darah A)
-
IᵇIᵒ (Golongan darah B)
Jadi, anaknya kemungkinan besar bergolongan darah A atau B.
Tips Jitu Mengerjakan Soal Pewarisan Sifat
Banyak siswa yang merasa kesulitan bukan karena tidak paham konsep, tapi karena terburu-buru. Berikut beberapa catatan penting yang bisa kamu pegang saat ujian nanti:
-
Tulis Diketahuinya: Jangan langsung mengisi tabel. Tulis dulu apa yang diketahui (misal: P1, Genotipe, Fenotipe). Ini membantu otak memetakan masalah.
-
Bedakan Dominan dan Resesif: Biasanya soal menggunakan huruf kapital untuk sifat dominan (Misal: M untuk Merah) dan huruf kecil untuk resesif (m untuk putih). Jangan sampai tertukar.
-
Teliti Membaca Pertanyaan: Apakah yang diminta itu Genotipe (susunan gen) atau Fenotipe (sifat yang tampak)? Apakah yang diminta F1 atau F2? Ini jebakan klasik yang sering bikin nilai berkurang.
-
Gunakan Tabel Punnet: Untuk persilangan dihibrid, menggambar kotak-kotak (tabel punnet) sangat membantu menghindari kesalahan hitung.
Belajar genetika itu seperti bermain puzzle. Awalnya bingung, tapi setelah beberapa kali latihan, kita akan terbiasa melihat pola. Semoga latihan soal di atas membantu persiapanmu. Jangan lupa untuk terus berlatih dan jangan takut bertanya jika ada yang kurang jelas. Selamat belajar!









