Menu ✖

Mode Gelap

Materi · 27 Sep 2026 13:22 WIB ·

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 Materi Kritik dan Esai Beserta Kunci Jawaban


Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 Materi Kritik dan Esai Beserta Kunci Jawaban Perbesar

Menghadapi materi kritik dan esai di kelas 12 sering bikin siswa merasa seperti berhadapan dengan dua saudara kembar yang mirip tapi sebenarnya berbeda. Keduanya sama-sama berisi pendapat, sama-sama tajam, dan sama-sama menuntut kemampuan menulis yang rapi. Bedanya, kalau esai lebih seperti curahan pemikiran pribadi yang mendalam, kritik hadir dengan pisau bedah yang lebih terarah—membedah karya, fenomena, atau kebijakan dengan alasan yang jelas.

Nah, supaya pemahamanmu makin matang, berikut ini latihan soal yang bisa kamu pakai untuk mengukur sejauh mana kamu menguasai materi kritik dan esai. Soalnya sengaja dibuat bervariasi, mulai dari pilihan ganda sampai uraian, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan singkat yang mudah dicerna.

A. Pilihan Ganda

1. Ciri utama sebuah kritik adalah…
A. Berisi pujian tanpa cela
B. Memuat penilaian disertai alasan yang logis
C. Menceritakan pengalaman pribadi penulis
D. Menggunakan bahasa yang penuh kiasan
E. Selalu menjelekkan karya yang dibahas

Jawaban: B
Kritik bukan berarti mencari kesalahan. Intinya memberi penilaian, entah itu apresiasi atau catatan kekurangan, tapi harus disertai alasan yang masuk akal. Kalau hanya memuji atau hanya mencela tanpa dasar, itu bukan kritik namanya.

2. Perhatikan penggalan teks berikut!

“Novel ini sebenarnya punya premis menarik tentang persahabatan. Sayangnya, pengembangan tokoh pendukung terasa setengah hati. Beberapa karakter muncul hanya sebagai pelengkap, lalu hilang begitu saja tanpa kejelasan peran.”

Penggalan tersebut termasuk bagian dari…
A. Orientasi
B. Sinopsis
C. Analisis
D. Rekomendasi
E. Penutup

Jawaban: C
Bagian itu membahas kelebihan sekaligus kekurangan karya dengan alasan spesifik soal pengembangan tokoh. Itu masuk ranah analisis, bukan sekadar ringkasan cerita.

3. Salah satu perbedaan esai dengan kritik adalah…

A. Esai selalu membahas karya sastra, kritik tidak
B. Esai lebih subjektif dan personal, kritik lebih terfokus pada objek yang dinilai
C. Kritik tidak boleh memakai data, esai wajib memakai data
D. Esai ditulis dengan bahasa baku, kritik dengan bahasa sehari-hari
E. Kritik selalu panjang, esai selalu pendek

Jawaban: B
Esai memang cenderung mengalirkan gagasan pribadi penulis secara bebas. Sementara kritik biasanya punya objek yang lebih spesifik—misalnya film, buku, lagu, atau kebijakan—dan penilaiannya harus bisa dipertanggungjawabkan.

4. Kalimat berikut yang termasuk kritik yang membangun adalah…
A. “Karya ini jelek sekali, tidak ada gunanya dibaca.”
B. “Saya tidak suka ceritanya, titik.”
C. “Alur cerita terlalu cepat di bagian akhir, sehingga konflik utama terasa selesai secara tergesa-gesa. Akan lebih kuat jika penulis menambah satu bab resolusi.”
D. “Penulis ini jelas tidak berbakat.”
E. “Buku ini bagus karena saya suka.”

Jawaban: C
Kritik yang membangun selalu menyertakan alasan dan saran perbaikan. Kalimat C menunjukkan masalah spesifik dan menawarkan solusi, bukan sekadar menghakimi.

5. Bahasa yang digunakan dalam kritik dan esai sebaiknya…

A. Berlebihan agar menarik
B. Santai dan tidak perlu struktur
C. Lugas, komunikatif, dan sesuai kaidah
D. Penuh istilah asing agar terkesan intelek
E. Ambigu supaya pembaca berpikir sendiri

Jawaban: C
Kritik dan esai tetap harus enak dibaca. Bahasa lugas membuat gagasan tersampaikan, sementara kaidah kebahasaan menjaga kredibilitas tulisan.

B. Uraian

6. Jelaskan perbedaan mendasar antara kritik dan esai berdasarkan tujuan penulisannya!

Jawaban:
Kritik bertujuan menilai suatu objek—bisa karya seni, buku, film, atau kebijakan—dengan menyertakan alasan dan bukti. Penulis kritik berusaha menunjukkan apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Sementara esai lebih bertujuan menuangkan gagasan, refleksi, atau pandangan pribadi terhadap suatu topik. Esai tidak selalu harus menilai, tapi lebih menekankan pada cara penulis merangkai pemikiran dan pengalaman.

7. Bacalah teks berikut!

“Sebagai penggemar film thriller, saya merasa film ini punya atmosfer mencekam yang berhasil dibangun sejak sepuluh menit pertama. Namun, menjelang akhir, kemunculan tokoh antagonis terasa dipaksakan. Motivasi tokoh tersebut tidak dijelaskan, sehingga konflik klimaks kehilangan bobot emosional.”

a. Teks tersebut termasuk kritik atau esai? Jelaskan alasannya.
b. Sebutkan satu kelebihan dan satu kekurangan yang disebutkan penulis.

Jawaban:
a. Termasuk kritik, karena penulis menilai objek spesifik (film) dengan menyebutkan kelebihan dan kekurangan disertai alasan yang jelas.
b. Kelebihan: atmosfer mencekam berhasil dibangun sejak awal. Kekurangan: motivasi tokoh antagonis tidak dijelaskan sehingga klimaks terasa kehilangan bobot.

8. Tuliskan satu paragraf kritik singkat (3–4 kalimat) terhadap sebuah lagu yang kamu kenal. Sertakan satu pujian dan satu saran perbaikan!

Jawaban (contoh):
Lagu “Hati-Hati di Jalan” dari Tulus punya lirik yang sederhana tapi mengena, terutama bagian reff yang mudah diingat. Aransemen musiknya juga tidak berlebihan, sehingga pesan lagu tetap terasa. Sayangnya, durasi bagian bridge terasa terlalu panjang dan sedikit mengulang pola yang sama. Akan lebih menarik jika ada sedikit variasi nada atau tempo di bagian tersebut.

C. Benar atau Salah

9. Kritik harus selalu berupa penilaian negatif. (Benar/Salah)

Jawaban: Salah
Kritik bisa berupa apresiasi. Yang penting ada penilaian dan alasan, bukan sekadar memuji atau mencela.

10. Esai tidak memerlukan data atau fakta karena bersifat pribadi. (Benar/Salah)

Jawaban: Salah
Esai boleh personal, tapi bukan berarti mengabaikan fakta. Data dan fakta justru memperkuat argumen, apalagi jika esai membahas isu sosial atau budaya.

Tips Mengerjakan Soal Kritik dan Esai

Satu hal yang sering luput: siswa terlalu fokus menghafal definisi, padahal soal kritik dan esai lebih banyak menguji kemampuan membaca teks dan menangkap maksud penulis. Latih matamu untuk mengenali mana bagian yang berisi penilaian, mana yang berisi deskripsi, dan mana yang berisi saran.

Selain itu, biasakan menulis kritik dengan pola “apa, mengapa, bagaimana”. Apa yang dinilai? Mengapa demikian? Bagaimana sebaiknya? Pola ini membuat tulisanmu tidak berputar-putar dan mudah dipahami.

Kalau kamu sudah bisa membedakan kritik dan esai, serta mampu menuliskan keduanya dengan alasan yang kuat, materi ini bukan lagi momok. Justru ini kesempatan melatih berpikir kritis dan menyampaikan pendapat dengan cara yang beradab—dua keterampilan yang bakal berguna jauh setelah kelas 12 berakhir.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Latihan Soal Biologi Kelas 12 Materi Genetika Beserta Kunci Jawaban

27 September 2026 - 14:35 WIB

Latihan Soal Biologi Kelas 12 Materi Fotosintesis dan Respirasi Beserta Kunci Jawaban

27 September 2026 - 13:58 WIB

Latihan Soal Bahasa Inggris Kelas 12 Materi News Item Beserta Kunci Jawaban

27 September 2026 - 13:52 WIB

Latihan Soal Bahasa Inggris Kelas 12 Materi Job Interview Expressions Beserta Kunci Jawaban

27 September 2026 - 13:44 WIB

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 Materi Teks Refleksi Beserta Kunci Jawaban

27 September 2026 - 13:37 WIB

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 Materi Teks Editorial Beserta Kunci Jawaban

27 September 2026 - 13:28 WIB

Trending di Materi