Menu ✖

Mode Gelap

Karier & Lowongan Kerja · 12 Okt 2026 23:13 WIB ·

Kesalahan Umum seputar Surat Lamaran Kerja dan Cara Memperbaikinya


Interview HRD. (Img: Google) Perbesar

Interview HRD. (Img: Google)

Surat lamaran kerja sering dianggap sekadar formalitas. Padahal, dokumen satu ini bisa jadi penentu apakah nama Anda masuk ke tumpukan “panggil” atau langsung masuk keranjang sampah rekruter. Banyak pelamar merasa sudah menulis dengan benar, tapi ternyata masih ada jebakan-jebakan kecil yang bikin surat mereka terlihat asal-asalan. Yuk, bedah kesalahan yang paling sering terjadi dan bagaimana cara membenahinya tanpa harus jadi penulis profesional.

1. Membuka dengan Kalimat yang Itu-Itu Saja

“Saya yang bertanda tangan di bawah ini…” atau “Dengan hormat, saya bermaksud melamar…” Memang tidak salah secara tata bahasa. Tapi kalimat seperti ini sudah dibaca ribuan kali oleh tim HRD. Efeknya? Surat Anda terasa datar dan mudah dilupakan.

Perbaikan: Mulailah dengan sesuatu yang lebih personal dan relevan. Misalnya, “Ketika melihat lowongan Digital Marketing di PT ABC, saya langsung teringat proyek kampanye yang saya jalankan tahun lalu—dan bagaimana hasilnya bisa saya bawa ke tim Anda.” Kalimat pembuka seperti ini menunjukkan Anda benar-benar membaca lowongan, bukan asal kirim.

2. Terlalu Panjang dan Bertele-tele

Ada anggapan bahwa surat lamaran yang panjang menandakan keseriusan. Faktanya, rekruter biasanya hanya punya waktu 10–30 detik untuk menyaring satu berkas. Surat yang bertele-tele justru bikin mata cepat lelah.

Perbaikan: Batasi surat lamaran maksimal satu halaman. Fokus pada tiga hal: siapa Anda, mengapa Anda cocok, dan apa yang bisa Anda kontribusikan. Buang basa-basi yang tidak perlu. Jika ada informasi yang sudah tertulis di CV, tidak perlu diulang panjang lebar.

3. Menyalin Mentah dari Contoh di Internet

Template memang memudahkan. Tapi kalau Anda menyalin bulat-bulat, hasilnya akan terasa kaku dan generik. Parahnya lagi, beberapa kalimat mungkin tidak relevan dengan posisi yang dilamar.

Perbaikan: Gunakan contoh sebagai kerangka, bukan naskah jadi. Ganti bagian-bagian penting dengan pengalaman Anda sendiri. Sesuaikan nada dan gaya bahasa dengan budaya perusahaan. Startup biasanya suka gaya yang santai dan langsung, sementara perusahaan korporat mungkin lebih menyukai formalitas.

4. Salah Menyebut Nama Perusahaan atau Posisi

Ini kesalahan sepele yang dampaknya besar. Menulis “PT XYZ” padahal namanya “PT XZY”, atau melamar posisi “Admin” tapi menulis “Administrasi Umum”, bisa membuat Anda terlihat tidak teliti. Rekruter langsung berpikir, “Kalau baca lowongan saja tidak cermat, bagaimana nanti kerjaannya?”

Perbaikan: Selalu cek ulang nama perusahaan, posisi, dan nama perekrut (jika ada). Baca ulang surat minimal dua kali sebelum dikirim. Bacakan dengan suara keras kadang telinga lebih peka menangkap kesalahan daripada mata.

5. Tidak Menunjukkan Kaitan antara Skill dan Kebutuhan Perusahaan

Banyak pelamar hanya menulis, “Saya memiliki kemampuan komunikasi yang baik.” Tapi tidak menjelaskan bagaimana kemampuan itu berdampak pada pekerjaan yang dilamar.

Perbaikan: Gunakan pendekatan “fitur dan manfaat”. Contoh: “Kemampuan komunikasi saya terasah saat menangani 50+ klien per bulan, dan itu membantu saya memahami kebutuhan mereka dengan cepat—sesuatu yang saya lihat dibutuhkan untuk posisi Account Executive di perusahaan Anda.” Jadi, bukan sekadar menyebut skill, tapi menunjukkan relevansinya.

6. Mengabaikan Ejaan dan Tata Bahasa

Kesalahan ketik, tanda baca yang kacau, atau penggunaan huruf kapital yang tidak tepat bisa merusak kredibilitas. Ini seperti pergi wawancara dengan baju kusut—sepele, tapi bikin ragu.

Perbaikan: Manfaatkan fitur spell check, tapi jangan sepenuhnya percaya. Minta teman atau keluarga untuk membaca ulang. Jika perlu, gunakan aplikasi pemeriksa tata bahasa. Untuk surat lamaran berbahasa Inggris, pastikan Anda memahami perbedaan formal dan informal.

7. Terlalu Banyak “Saya” dan Kurang “Anda”

Surat lamaran yang baik adalah tentang bagaimana Anda bisa memenuhi kebutuhan perusahaan, bukan sekadar daftar pencapaian pribadi. Kalau setiap paragraf dimulai dengan “Saya”, “Saya”, dan “Saya”, surat itu terasa egois.

Perbaikan: Ubah sudut pandang. Alih-alih “Saya lulusan terbaik”, tulis “Dengan latar belakang akademis yang kuat, saya siap membantu tim Anda mencapai target.” Fokus pada kontribusi, bukan sekadar kebanggaan pribadi.

8. Tidak Menyesuaikan dengan Jenis Pekerjaan

Surat lamaran untuk posisi kreatif berbeda dengan posisi akuntansi. Sayangnya, banyak orang menggunakan format yang sama untuk semua lamaran.

Perbaikan: Untuk posisi kreatif, Anda bisa sedikit lebih ekspresif, mungkin menambahkan portofolio atau tautan karya. Untuk posisi teknis atau keuangan, utamakan kejelasan, data, dan pencapaian terukur. Sesuaikan gaya bahasa dengan industri yang Anda tuju.

9. Lupa Menyertakan Informasi Kontak yang Jelas

Ada kalanya pelamar menulis surat dengan bagus, tapi lupa mencantumkan nomor telepon atau email yang aktif. Atau, menulis email yang terdengar tidak profesional seperti “cintaku99@email.com“.

Perbaikan: Gunakan email yang serius, idealnya kombinasi nama dan angka sederhana. Cantumkan nomor HP yang selalu aktif. Jika perlu, tambahkan tautan LinkedIn atau portofolio online. Pastikan semuanya bisa diakses dengan mudah.

10. Mengirim Tanpa Membaca Ulang Esok Hari

Menulis surat lamaran di malam hari lalu langsung mengirimnya bisa jadi keputusan buruk. Saat lelah, kita cenderung melewatkan detail penting.

Perbaikan: Tulis dulu draft-nya. Tidurkan semalam. Besok paginya, baca ulang dengan mata segar. Anda akan kaget betapa banyak hal yang ingin diperbaiki. Setelah itu, barulah kirim.

 

Membuat surat lamaran yang efektif bukan soal bakat menulis. Ini soal ketelitian, empati pada pembaca, dan kemauan untuk terus memperbaiki. Semakin sering Anda berlatih, semakin tajam insting Anda dalam merangkai kata yang tepat. Jadi, jangan takut salah—takutlah kalau tidak pernah mencoba memperbaiki.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Surat Lamaran Kerja: Panduan Praktis agar Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

12 Oktober 2026 - 23:01 WIB

Tips Wawancara Kerja

Kesalahan Umum seputar CV ATS friendly dan Cara Memperbaikinya

12 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Cara membuat cv

CV ATS friendly: Panduan Praktis agar Lebih Siap Masuk Dunia Kerja

12 Oktober 2026 - 22:41 WIB

Trending di Karier & Lowongan Kerja