Menu ✖

Mode Gelap

SD Kelas 1 · 25 Okt 2026 20:32 WIB ·

Materi Matematika SD Kelas 1: Pengurangan Bilangan sampai 20


Ilustrasi Matematika (img: pexels.com by nothing ahead) Perbesar

Ilustrasi Matematika (img: pexels.com by nothing ahead)

Memasuki bangku Sekolah Dasar (SD) adalah fase yang sangat seru sekaligus menantang bagi anak. Di kelas 1, mereka mulai berkenalan dengan dunia angka secara lebih terstruktur. Salah satu fondasi penting yang wajib dikuasai adalah operasi hitung, khususnya pengurangan bilangan sampai 20.

Bagi sebagian anak, angka mungkin terasa abstrak. Namun, jika dikemas dengan cara yang tepat, matematika bisa menjadi permainan yang menyenangkan. Materi pengurangan ini bukan sekadar soal menghafal hasil, tetapi tentang memahami konsep “mengambil” atau “berkurang” dalam kehidupan nyata.

Mengapa Pengurangan Bilangan sampai 20 Itu Penting?

Sebelum melangkah lebih jauh ke perkalian atau pembagian, anak perlu memahami pengurangan dengan baik. Rentang angka 1 sampai 20 dipilih karena sesuai dengan kemampuan kognitif anak usia 6-7 tahun. Pada tahap ini, mereka masih berpikir konkret. Artinya, mereka butuh benda nyata untuk memahami konsep.

Jika anak sudah lancar pengurangan sampai 20, mereka akan lebih mudah saat menghadapi soal cerita atau materi pengurangan yang lebih besar nanti. Selain itu, kemampuan ini melatih daya nalar dan ketelitian.

Konsep Dasar Pengurangan yang Perlu Dipahami

Pengurangan sering disebut sebagai kebalikan dari penjumlahan. Jika penjumlahan menggabungkan dua kelompok benda, pengurangan berarti memisahkan atau mengambil sebagian dari kelompok tersebut.

Contoh sederhana: Ibu memiliki 8 permen. Ibu memberikan 3 permen kepada adik. Berapa sisa permen Ibu? Jawabannya 5. Secara matematis ditulis 8 – 3 = 5.

Anak perlu memahami bahwa tanda minus (-) artinya “dikurangi” atau “diambil”. Hasil akhirnya disebut “selisih” atau “sisa”.

Strategi Mengajarkan Pengurangan Agar Cepat Paham

Tidak semua anak bisa langsung menangkap konsep angka abstrak. Berikut beberapa cara yang bisa diterapkan di rumah maupun di sekolah:

1. Gunakan Benda Konkret

Manfaatkan benda di sekitar, seperti pensil, kelereng, atau buah. Misalnya, siapkan 10 kelereng, lalu minta anak mengambil 4 kelereng. Hitung bersama sisanya. Cara ini membuat anak melihat langsung proses pengurangan.

2. Metode Jari Tangan

Jari tangan adalah alat hitung alami. Untuk pengurangan 12 – 5, anak bisa membuka 12 jari (10 jari tangan plus 2 jari kaki atau teman), lalu menutup 5 jari. Sisa jari yang terbuka adalah jawabannya. Metode ini sangat efektif untuk pemula.

3. Garis Bilangan

Buat garis angka dari 0 sampai 20 di kertas. Saat mengerjakan 15 – 6, minta anak berdiri di angka 15, lalu melangkah mundur sebanyak 6 langkah. Angka tempat ia berhenti adalah hasilnya. Visualisasi ini membantu anak memahami arah pengurangan.

4. Lagu dan Ritme

Anak kelas 1 sangat menyukai lagu. Ciptakan lagu sederhana tentang pengurangan, misalnya “Lima dikurangi dua, sisa tiga, yeah!” dengan nada ceria. Ritme membantu memori jangka panjang.

Pola Pengurangan yang Sering Muncul

Ada beberapa pola yang bisa diajarkan agar anak lebih cepat tanggap:

  • Pengurangan dengan angka 0: Berapapun angkanya, jika dikurangi 0, hasilnya tetap angka itu sendiri. Contoh: 7 – 0 = 7.

  • Pengurangan angka kembar: Jika angka dikurangi dirinya sendiri, hasilnya 0. Contoh: 9 – 9 = 0.

  • Pengurangan dengan hasil 10: Misalnya 15 – 5 = 10, 18 – 8 = 10. Pola ini melatih anak melihat hubungan angka.

Contoh Soal dan Pembahasan Sederhana

Agar lebih jelas, mari simak beberapa contoh berikut:

Soal 1: Ayah membeli 14 buah jeruk. Sebanyak 5 jeruk dimakan kakak. Berapa sisa jeruk Ayah?

Penyelesaian: 14 – 5 = 9. Jadi, sisa jeruk Ayah adalah 9 buah.

Soal 2: Di dalam kotak ada 17 pensil warna. Rina meminjam 8 pensil. Berapa pensil yang tersisa di kotak?

Penyelesaian: 17 – 8 = 9. Pensil yang tersisa ada 9 buah.

Soal 3: Hitunglah 20 – 12 = …

Penyelesaian: Anak bisa menggunakan garis bilangan. Mulai dari 20, mundur 12 langkah, berhenti di angka 8. Jadi, 20 – 12 = 8.

Kesalahan Umum yang Sering Terjadi

Beberapa anak sering keliru saat mengerjakan pengurangan. Berikut hal-hal yang perlu diwaspadai:

  • Membalik posisi angka: Anak kadang mengira 5 – 8 sama dengan 8 – 5. Padahal hasilnya berbeda. Ajarkan bahwa angka yang dikurangi harus lebih besar atau sama dengan pengurangnya pada tahap ini.

  • Lupa mengurangi angka satuan: Saat mengerjakan soal seperti 16 – 4, anak mungkin langsung menulis 2 karena melihat angka 6 dan 4. Ingatkan untuk menghitung dengan teliti.

  • Terburu-buru: Dorong anak untuk memeriksa ulang jawaban dengan cara menghitung mundur atau menggunakan jari.

Tips Pendampingan untuk Orang Tua

Mendampingi anak belajar matematika tidak harus selalu formal. Beberapa tips berikut bisa dicoba:

  • Belajar sambil bermain: Gunakan permainan ular tangga atau kartu angka. Setiap kali mendarat di kotak tertentu, anak harus menyelesaikan soal pengurangan.

  • Sesuaikan dengan mood anak: Jika anak sedang lelah, jangan paksakan. Belajar 10 menit setiap hari lebih efektif daripada 1 jam tetapi anak merasa tertekan.

  • Beri apresiasi: Pujian kecil seperti “Wah, kamu hebat sudah bisa mengurangi!” meningkatkan rasa percaya diri anak.

  • Kaitkan dengan aktivitas harian: Saat memasak, ajak anak menghitung sisa bahan. Misalnya, “Ada 12 sendok tepung, kita pakai 4. Berapa sisanya?”

Latihan Mandiri di Rumah

Agar kemampuan anak semakin terasah, berikan latihan rutin. Mulailah dari soal yang mudah, lalu tingkatkan kesulitannya secara bertahap.

Latihan 1 (mudah):

  1. 6 – 2 = …

  2. 9 – 4 = …

  3. 10 – 5 = …

Latihan 2 (sedang):

  1. 13 – 7 = …

  2. 16 – 8 = …

  3. 14 – 6 = …

Latihan 3 (tantangan):

  1. 20 – 11 = …

  2. 19 – 13 = …

  3. 18 – 15 = …

Orang tua bisa mengecek jawaban bersama anak. Jika ada yang salah, jangan langsung menyalahkan. Tanyakan bagaimana cara anak berpikir, lalu perbaiki bersama-sama.

Menghubungkan Pengurangan dengan Kehidupan Sehari-hari

Anak akan lebih mudah mengingat materi jika dikaitkan dengan pengalaman nyata. Contohnya, saat berbelanja di warung, ajak anak menghitung uang kembalian. Atau saat membagi kue, hitung berapa potong yang tersisa setelah dimakan.

Dengan begitu, anak tidak hanya belajar angka, tetapi juga memahami bahwa matematika adalah bagian dari kehidupan mereka. Ini akan membangun sikap positif terhadap pelajaran matematika sejak dini.

Pentingnya Pengulangan yang Menyenangkan

Otak anak membutuhkan pengulangan untuk mengingat konsep baru. Namun, pengulangan tidak harus membosankan. Variasikan metode belajar: satu hari menggunakan jari, hari berikutnya bermain kartu, hari lainnya mengerjakan soal cerita.

Jika anak mulai bosan, hentikan sesi belajar dan lanjutkan keesokan hari. Konsistensi lebih penting daripada durasi panjang.

Catatan untuk Guru di Kelas

Bagi guru kelas 1, materi pengurangan sampai 20 sebaiknya disampaikan dengan pendekatan konkret menuju abstrak. Mulailah dengan benda nyata, lalu gambar, baru kemudian simbol angka. Gunakan media pembelajaran seperti papan flanel, kartu angka, atau aplikasi edukasi interaktif.

Berikan juga soal cerita yang dekat dengan dunia anak, misalnya tentang mainan, makanan, atau hewan peliharaan. Soal cerita melatih kemampuan membaca sekaligus berhitung.

Rangkuman Singkat

Menguasai pengurangan bilangan sampai 20 adalah langkah penting bagi siswa kelas 1 SD. Dengan memahami konsep dasar, menggunakan alat bantu konkret, dan latihan yang menyenangkan, anak akan lebih mudah menyerap materi ini. Peran orang tua dan guru sangat besar dalam menciptakan pengalaman belajar yang positif. Jangan lupa untuk selalu menghubungkan matematika dengan aktivitas sehari-hari agar anak melihat manfaatnya secara langsung.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Materi Pendidikan Pancasila SD Kelas 1: Gotong Royong dalam Kehidupan Sehari-hari

25 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Materi Pendidikan Pancasila SD Kelas 1: Identitas Diri dan Keberagaman Teman

25 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Materi Pendidikan Pancasila SD Kelas 1: Aturan di Rumah dan di Sekolah

25 Oktober 2026 - 21:53 WIB

Materi Pendidikan Pancasila SD Kelas 1: Mengenal Simbol dan Bunyi Sila Pancasila

25 Oktober 2026 - 21:46 WIB

Manfaat Pendidikan Pancasila

Materi Matematika SD Kelas 1: Membandingkan Panjang, Berat, dan Waktu

25 Oktober 2026 - 21:34 WIB

Materi Matematika SD Kelas 1: Mengenal Bangun Datar Dasar

25 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Trending di SD Kelas 1