Menu ✖

Mode Gelap

SD Kelas 1 · 26 Okt 2026 16:16 WIB ·

Materi PJOK SD Kelas 1: Gerak Dasar Nonlokomotor


Materi PJOK SD Kelas 1: Gerak Dasar Nonlokomotor Perbesar

Pernahkah Bapak/Ibu guru memperhatikan anak kelas 1 yang sedang menunggu giliran baris? Ada yang berdiri jinjit sambil melirik temannya, ada yang memutar-mutar badan, ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seolah ingin menyentuh langit-langit kelas. Tanpa sadar, mereka sedang berlatih gerak nonlokomotor. Gerakan sederhana yang terlihat “iseng” itu ternyata fondasi penting bagi perkembangan motorik anak usia 6–7 tahun.

Banyak orang tua dan guru masih fokus pada kemampuan berlari, melompat, atau menendang bola. Padahal, kemampuan menggerakkan tubuh tanpa berpindah tempat sama pentingnya. Anak yang lancar melakukan gerak nonlokomotor biasanya lebih seimbang, lebih percaya diri saat bergerak, dan lebih siap mengikuti pelajaran olahraga di jenjang berikutnya. Mari kita bedah materinya dengan cara yang ringan dan aplikatif.

Apa Itu Gerak Dasar Nonlokomotor?

Gerak nonlokomotor adalah gerakan yang dilakukan tanpa memindahkan titik berat tubuh ke tempat lain. Kaki tetap menapak di area yang sama, tetapi bagian tubuh lain bergerak. Contoh paling gampang: menoleh, mengangkat bahu, membungkuk, atau memutar pinggang di tempat. Berbeda dengan gerak lokomotor seperti berjalan dan berlari yang membuat tubuh berpindah ruang, gerak nonlokomotor lebih menekankan kelenturan, keseimbangan, dan koordinasi bagian tubuh.

Bagi anak kelas 1, penguasaan gerak ini bukan soal hafalan istilah. Yang terpenting adalah pengalaman nyata: mereka bisa merasakan otot mana yang bekerja, sendi mana yang bergerak, dan bagaimana tubuh merespons perintah sederhana dari guru.

Mengapa Materi Ini Penting untuk Anak Kelas 1?

Usia 6–7 tahun adalah masa emas perkembangan motorik. Anak sedang belajar mengendalikan tubuhnya sendiri. Gerak nonlokomotor melatih kesadaran tubuh (body awareness), yaitu pemahaman tentang posisi dan gerak anggota badan. Kemampuan ini menjadi dasar untuk kegiatan sehari-hari, mulai dari memakai kaus kaki, menulis, hingga menjaga keseimbangan saat naik tangga.

Selain itu, gerakan di tempat terasa lebih aman bagi anak kelas 1 yang masih suka berdesakan. Guru tidak perlu khawatir anak bertabrakan atau terpeleset karena ruang geraknya terbatas. Cukup dengan area lapangan atau halaman sekolah yang tidak terlalu luas, pembelajaran sudah bisa berjalan.

Ragam Gerak Nonlokomotor yang Cocok untuk Kelas 1

Ada beberapa kelompok gerakan yang bisa guru pilih sesuai tema. Tidak perlu semuanya sekaligus; pilih dua atau tiga gerakan per pertemuan agar anak tidak bosan dan fokus.

1. Gerakan Kepala dan Leher

Minta anak berdiri tegak dengan kaki rapat. Hitung sampai tiga, lalu tundukkan kepala perlahan seperti sedang mengangguk. Lanjutkan dengan menoleh ke kanan dan ke kiri, kemudian memutar kepala pelan-pelan searah jarum jam. Ingatkan anak untuk tidak menghentak agar leher tetap aman. Variasi lucu: bayangkan kepala sebagai bola yang menggelinding pelan.

2. Gerakan Bahu dan Lengan

Angkat kedua bahu ke atas seperti ingin menyentuh telinga, tahan sebentar, lalu turunkan. Gerakan ini sering disebut “shrug”. Setelah itu, putar lengan ke depan dan ke belakang seperti gerakan mengayuh sepeda kecil. Anak juga bisa merentangkan tangan ke samping lalu menekuk siku ke depan dada. Sambil bergerak, ajak mereka menyebut nama bagian tubuh yang sedang digerakkan.

3. Gerakan Pinggang dan Punggung

Bungkukkan badan ke depan dengan tangan menyentuh lutut, lalu tegakkan lagi. Gerakan membungkuk ini melatih kelenturan punggung. Tambahkan gerakan memutar pinggang ke kanan dan ke kiri dengan tangan di pinggul. Untuk anak kelas 1, cukup putaran kecil dan lambat. Bisa juga divariasikan dengan gerakan menekuk badan ke samping seperti pohon yang tertiup angin.

4. Gerakan Kaki di Tempat

Tanpa berpindah tempat, anak bisa melakukan gerakan mengangkat lutut bergantian, menjinjit, dan menurunkan tumit. Gerakan mengeper dengan lutut sedikit ditekuk juga bagus untuk melatih kekuatan otot kaki. Ajak anak menghitung sendiri setiap angkatan agar sekaligus berlatih berhitung.

5. Gerakan Kombinasi Sederhana

Setelah anak mengenal gerakan dasar, gabungkan beberapa gerakan menjadi satu rangkaian pendek. Contohnya: angkat tangan kanan, putar badan ke kiri, bungkukkan badan, lalu kembali tegak. Rangkaian seperti ini melatih ingatan gerak dan koordinasi. Guru bisa mencontohkan dulu, lalu anak menirukan sambil diiringi hitungan atau tepukan tangan.

Cara Mengajar yang Menyenangkan

Anak kelas 1 belajar paling baik melalui permainan dan cerita. Daripada menyuruh “sekarang kita belajar gerak nonlokomotor”, lebih efektif mengajak mereka bermain peran. Misalnya, “Ayo kita jadi pohon yang tertiup angin!” Anak berdiri di tempat sambil mengayunkan badan ke kiri dan kanan. Atau “Kita jadi robot yang sedang bangun” untuk melatih gerakan mengangkat bahu dan kepala.

Gunakan lagu anak-anak sebagai pengiring. Gerakan mengangguk dan menoleh bisa disesuaikan dengan irama lagu “Kepala, Pundak, Lutut, Kaki”. Selain menyenangkan, lagu membantu anak mengingat urutan gerakan.

Beri pujian yang spesifik, bukan sekadar “bagus”. Misalnya, “Wah, putaran pinggang Rani sudah rapi!” Pujian seperti ini membuat anak tahu bagian mana yang sudah benar dan memotivasi teman lain untuk mencoba.

Alat dan Setting yang Sederhana

Tidak perlu peralatan mahal. Cukup halaman sekolah, lapangan, atau bahkan ruang kelas yang kursinya disingkirkan sebentar. Bila ingin variasi, sediakan bola plastik kecil untuk dipegang saat menggerakkan lengan, atau simpai yang diletakkan di lantai sebagai penanda area berdiri. Anak diminta tetap berada di dalam simpai selama melakukan gerakan. Cara ini melatih disiplin sekaligus menjaga jarak antar anak.

Hal yang Perlu Diperhatikan Guru

Pastikan anak memakai pakaian olahraga yang longgar dan sepatu yang nyaman. Lakukan pemanasan singkat sebelum bergerak, misalnya jalan di tempat selama satu menit. Perhatikan anak yang tampak kesulitan; beberapa anak mungkin masih kaku atau malu bergerak. Dekati dan beri contoh perlahan tanpa memaksa.

Hindari gerakan memutar leher atau punggung dengan hentakan cepat. Untuk usia kelas 1, semua gerakan sebaiknya lambat, terkontrol, dan dalam rentang yang wajar. Bila ada anak dengan kondisi khusus, konsultasikan dengan orang tua atau guru pendamping agar gerakannya disesuaikan.

Penilaian yang Ramah Anak

Penilaian tidak harus berupa tes tertulis. Cukup amati tiga hal: apakah anak mampu menirukan gerakan dengan benar, apakah anak bergerak dengan seimbang, dan apakah anak tampak senang mengikuti kegiatan. Catat perkembangan sederhana dalam lembar observasi, misalnya “sudah bisa memutar pinggang tanpa goyah” atau “masih perlu bantuan mengangkat lutut bergantian”. Umpan balik yang lembut akan membuat anak merasa aman untuk terus mencoba.

Menutup Pembelajaran dengan Refleksi Kecil

Di akhir pelajaran, ajak anak duduk melingkar dan bertanya, “Bagian tubuh mana yang tadi paling seru digerakkan?” atau “Gerakan mana yang terasa sulit?” Jawaban mereka akan menjadi masukan berharga untuk pertemuan berikutnya. Kegiatan refleksi singkat ini juga melatih anak mengenali sensasi tubuhnya sendiri, yang merupakan inti dari pembelajaran gerak nonlokomotor.

Dengan pendekatan yang hangat dan penuh permainan, materi gerak dasar nonlokomotor bukan lagi hafalan istilah yang membosankan. Anak kelas 1 akan mengingatnya sebagai momen menyenangkan bersama teman-teman, sambil diam-diam membangun fondasi motorik yang kuat untuk masa depannya.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Materi PJOK SD Kelas 1: Gerak Dasar Lokomotor

26 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1: Classroom Objects

26 Oktober 2026 - 06:48 WIB

Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1: Colors and Shapes

26 Oktober 2026 - 06:27 WIB

Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1: Numbers 1 to 20

25 Oktober 2026 - 23:39 WIB

tips literasi bahasa inggris

Materi Bahasa Inggris SD Kelas 1: Greetings and Self Introduction

25 Oktober 2026 - 23:17 WIB

tips literasi bahasa inggris

Materi Pendidikan Pancasila SD Kelas 1: Gotong Royong dalam Kehidupan Sehari-hari

25 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Trending di SD Kelas 1