Menu ✖

Mode Gelap

SD Kelas 2 · 27 Okt 2026 12:39 WIB ·

Materi Matematika SD Kelas 2: Penjumlahan dan Pengurangan Bersusun


Ilustrasi Matematika (img: pexels.com by nothing ahead) Perbesar

Ilustrasi Matematika (img: pexels.com by nothing ahead)

Masa kelas 2 SD itu ibarat gerbang penting buat anak-anak. Di sinilah mereka mulai berkenalan dengan angka yang lebih besar, bukan cuma 1 sampai 10. Penjumlahan dan pengurangan bersusun jadi salah satu bekal utama yang harus mereka kuasai. Kalau fondasinya sudah kuat, materi matematika di jenjang berikutnya akan terasa jauh lebih ringan.

Banyak orang tua mengeluh anaknya masih bingung saat diminta menjumlah angka dua digit. Padahal, kalau cara penyampaiannya tepat dan sabar, anak-anak bisa cepat menangkap polanya. Yuk, kita bahas tuntas bagaimana si kecil bisa lancar mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangan bersusun.

Kenapa Harus Belajar Bersusun?

Coba bayangkan anak diminta menghitung 47 + 25. Kalau dihitung pakai jari, jelas kewalahan. Nah, di sinilah teknik bersusun berperan. Dengan menyusun angka berdasarkan nilai tempat, puluhan di atas puluhan, satuan di atas satuan, anak bisa menyelesaikannya langkah demi langkah tanpa pusing.

Teknik ini melatih anak berpikir runtut. Mereka belajar memecah masalah besar jadi bagian kecil yang lebih mudah ditangani. Kemampuan ini bukan cuma berguna di pelajaran matematika, tapi juga saat menghadapi persoalan sehari-hari.

Mengenal Nilai Tempat

Sebelum masuk ke teknik bersusun, pastikan anak sudah paham betul nilai tempat. Angka 47 terdiri dari 4 puluhan dan 7 satuan. Angka 25 terdiri dari 2 puluhan dan 5 satuan. Kalau anak sudah paham konsep ini, proses bersusun akan terasa lebih masuk akal.

Bisa pakai benda konkret seperti stik es krim atau koin. Kelompokkan sepuluh stik menjadi satu ikatan untuk mewakili puluhan. Cara ini membuat anak melihat langsung apa yang dimaksud dengan “menyimpan” atau “meminjam” dalam operasi hitung.

Penjumlahan Bersusun Tanpa Menyimpan

Mulai dari yang paling sederhana. Contohnya 32 + 45. Susun angka secara vertikal.

text
  32
  45
---- +
  77

Prosesnya, hitung satuan dulu: 2 + 5 = 7. Lalu puluhan: 3 + 4 = 7. Hasilnya 77. Mudah, bukan? Beri anak banyak latihan seperti ini dulu supaya mereka nyaman dengan format bersusun sebelum naik level.

Penjumlahan Bersusun dengan Menyimpan

Inilah bagian yang sering bikin anak mengernyitkan dahi. Ambil contoh 38 + 27.

  38
  27
---- +
  65

Satuan dijumlah dulu: 8 + 7 = 15. Karena hasilnya lebih dari 9, tulis 5 di bawah garis pada kolom satuan, lalu simpan 1 ke kolom puluhan. Selanjutnya jumlahkan puluhan: 1 (simpanan) + 3 + 2 = 6. Hasil akhirnya 65.

Kuncinya, ajak anak berlatih berulang dengan angka-angka yang beragam. Awalnya mungkin lupa menyimpan, itu wajar. Beri pengingat dengan menulis angka simpanan kecil di atas kolom puluhan agar tidak terlewat.

Pengurangan Bersusun Tanpa Meminjam

Pengurangan bersusun sebenarnya mirip penjumlahan, hanya arah operasinya berbeda. Contoh 76 – 32.

  76
  32
---- -
  44

Hitung satuan: 6 – 2 = 4. Lanjut puluhan: 7 – 3 = 4. Hasilnya 44. Sederhana sekali. Pastikan anak sudah lancar pengurangan angka 0-9 sebelum masuk ke tahap berikutnya.

Pengurangan Bersusun dengan Meminjam

Nah, ini tantangan sesungguhnya. Contoh 52 – 37.

  52
  37
---- -
  15

Lihat kolom satuan: 2 dikurangi 7 tidak cukup. Maka pinjam 1 dari puluhan. Angka 5 berkurang jadi 4, dan angka 2 berubah jadi 12. Sekarang 12 – 7 = 5. Lalu kolom puluhan: 4 – 3 = 1. Hasil akhir 15.

Anak sering keliru lupa mengurangi angka puluhan setelah meminjam. Triknya, ajak dia mencoret angka 5 dan menulis 4 di atasnya. Visual seperti ini sangat membantu daya ingat.

Tips Agar Anak Cepat Menguasai

Pertama, konsisten latihan setiap hari meski hanya 10 menit. Sedikit tapi rutin jauh lebih efektif daripada belajar lama tapi sebulan sekali.

Kedua, gunakan warna berbeda saat menulis angka simpanan atau pinjaman. Misalnya, angka simpanan ditulis merah supaya menonjol.

Ketiga, jangan buru-buru. Kalau anak masih sering salah di penjumlahan tanpa menyimpan, jangan langsung loncat ke soal yang lebih sulit. Kuasai dulu satu tahap.

Keempat, selipkan permainan. Bisa pakai kartu angka, dadu, atau aplikasi edukasi. Anak belajar tanpa merasa sedang belajar.

Kelima, beri apresiasi setiap kemajuan kecil. Pujian sederhana seperti “wah, kamu sudah bisa menyimpan dengan benar” bisa membangkitkan semangat anak.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Banyak anak salah meletakkan posisi angka. Misalnya menulis 5 di bawah 3 padahal 5 itu satuan dan 3 itu puluhan. Pastikan selalu rata kanan.

Kesalahan lain, lupa menambahkan angka simpanan saat penjumlahan, atau lupa mengurangi setelah meminjam pada pengurangan. Untuk mengatasinya, biasakan anak memeriksa ulang hasil pekerjaannya.

Ada juga yang langsung menghitung dari kiri ke kanan. Ingatkan bahwa untuk bersusun, satuan selalu dihitung lebih dulu.

Latihan Soal untuk Dicoba di Rumah

Coba berikan beberapa soal bertingkat ini kepada si kecil.

Penjumlahan tanpa menyimpan: 24 + 13, 51 + 36, 62 + 25.

Penjumlahan dengan menyimpan: 46 + 38, 57 + 29, 68 + 17.

Pengurangan tanpa meminjam: 89 – 45, 76 – 23, 58 – 34.

Pengurangan dengan meminjam: 63 – 28, 81 – 47, 92 – 56.

Minta anak mengerjakan di kertas berpetak agar posisi angka lebih rapi. Setelah selesai, periksa bersama dan diskusikan jika ada yang salah tanpa memarahi.

Peran Orang Tua di Rumah

Sekolah tentu punya porsi sendiri, tapi pendampingan di rumah tetap tak tergantikan. Anak kelas 2 masih butuh arahan dan motivasi dari orang terdekat.

Ciptakan suasana belajar yang santai. Hindari memaksa saat anak sudah lelah. Pilih waktu ketika mood anak sedang baik, misalnya setelah mandi sore atau sebelum tidur malam.

Sesekali, ajak anak menghitung dalam situasi nyata. Misalnya menghitung total harga dua camilan, atau menghitung sisa uang setelah jajan. Pengalaman langsung seperti ini membuat konsep matematika terasa lebih hidup dan bermakna.

Dengan pendekatan yang sabar dan menyenangkan, penjumlahan serta pengurangan bersusun bukan lagi momok menakutkan. Justru bisa menjadi aktivitas yang ditunggu-tunggu si kecil. Selamat mendampingi buah hati belajar!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Materi Matematika SD Kelas 2: Pembagian sebagai Pengurangan Berulang

27 Oktober 2026 - 13:17 WIB

Materi Matematika SD Kelas 2: Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang

27 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Jurusan Kuliah

Materi Matematika SD Kelas 2: Bilangan sampai 100 dan Nilai Tempat

27 Oktober 2026 - 06:40 WIB

Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 2: Menyusun Cerita Berdasarkan Gambar Seri

27 Oktober 2026 - 06:25 WIB

Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 2: Mengenal Kata Tanya Apa Siapa Kapan dan Di Mana

27 Oktober 2026 - 00:32 WIB

Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 2: Menulis Kalimat dengan Huruf Kapital

26 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Trending di SD Kelas 2