Menu ✖

Mode Gelap

SD Kelas 5 · 2 Nov 2026 23:31 WIB ·

Materi PJOK SD Kelas 5: Teknik Dasar Permainan Bola Besar


Materi PJOK SD Kelas 5: Teknik Dasar Permainan Bola Besar Perbesar

Pelajaran PJOK di sekolah dasar bukan sekadar mata pelajaran pengisi waktu. Di balik aktivitas berlari, melompat, dan melempar, ada banyak nilai yang diam-diam tumbuh dalam diri anak. Salah satu materi yang paling ditunggu-tunggu murid kelas 5 adalah permainan bola besar. Entah itu sepak bola, bola voli, atau bola basket, ketiganya selalu berhasil membuat lapangan sekolah ramai oleh tawa dan semangat.

Bagi sebagian anak, jam PJOK adalah momen paling menyenangkan dalam seminggu. Namun bagi guru, tantangannya jelas: bagaimana menyampaikan teknik dasar permainan bola besar dengan cara yang mudah dicerna, aman, dan tetap seru. Anak kelas 5 berada di fase peralihan dari masa bermain ke masa mulai serius memahami aturan. Mereka sudah bisa diajak berpikir, tapi tetap butuh pendekatan yang menyenangkan.

Mengapa Permainan Bola Besar Penting untuk Anak Kelas 5?

Di usia 10–11 tahun, koordinasi motorik anak berkembang pesat. Mereka mulai mampu mengontrol gerakan tubuh dengan lebih presisi. Permainan bola besar menjadi sarana ideal untuk melatih kemampuan itu. Lewat lemparan, tendangan, dan tangkapan, anak belajar mengukur jarak, kekuatan, serta arah.

Selain aspek fisik, permainan bola besar juga melatih kerja sama. Anak yang tadinya egois dengan bola pelan-pelan belajar memberi umpan. Yang awalnya takut bola datang, lambat laun berani menyambut. Nilai sportivitas pun tumbuh ketika mereka harus menerima kekalahan atau menghargai keputusan wasit.

Teknik Dasar Sepak Bola

Sepak bola kerap menjadi primadona di kalangan murid laki-laki, meski tak sedikit murid perempuan yang juga antusias. Untuk kelas 5, teknik yang diajarkan sebaiknya yang paling mendasar.

Menendang bola dengan kaki bagian dalam menjadi keterampilan pertama yang perlu dikuasai. Kaki tumpu diletakkan di samping bola, lalu kaki tendang diayun dari belakang. Arah bola lebih terkontrol dan akurat, cocok untuk umpan pendek.

Menendang dengan punggung kaki menghasilkan tendangan lebih keras. Biasanya dipakai untuk menembak ke gawang atau mengoper jarak jauh. Guru bisa mencontohkan sambil memberi koreksi satu per satu.

Menggiring bola atau dribbling melatih anak membawa bola sambil bergerak. Gunakan sisi dalam dan luar kaki secara bergantian. Awalnya anak akan merasa bola mudah lepas, tapi dengan latihan rutin, sentuhan mereka akan semakin halus.

Menghentikan bola juga tak kalah penting. Bola yang datang tidak harus selalu ditendang. Dengan menahan menggunakan telapak kaki atau kaki bagian dalam, anak belajar mengontrol tempo permainan.

Teknik Dasar Bola Voli

Bola voli sering dianggap sulit karena bolanya ringan dan cepat. Padahal, dengan teknik yang benar, anak kelas 5 bisa menikmatinya.

Passing bawah adalah pondasi utama. Kedua tangan dirapatkan, lengan lurus, lalu bola didorong menggunakan bagian lengan bawah. Penting untuk menekankan posisi lutut yang sedikit ditekuk agar anak tidak memukul bola dengan tangan kosong.

Passing atas melatih anak mengambil bola di atas kepala. Jari-jari dibuka seperti mangkuk, dan bola didorong menggunakan ujung jari, bukan telapak tangan. Gerakan ini melatih konsentrasi dan ketepatan.

Servis bawah menjadi cara paling sederhana untuk memulai permainan. Anak berdiri di belakang garis, bola dipegang dengan satu tangan, lalu dipukul dengan tangan lainnya. Meski terlihat mudah, servis bawah butuh latihan agar bola melewati net.

Smash mungkin terlalu advanced untuk sebagian anak, tapi mengenalkan gerakannya tidak ada salahnya. Mulai dari awalan, lompatan, hingga ayunan tangan, semua bisa diajarkan secara bertahap tanpa memaksakan hasil.

Teknik Dasar Bola Basket

Bola basket mengajarkan anak tentang ritme dan ketepatan. Teknik dasarnya bisa dikelompokkan menjadi tiga hal pokok.

Melempar dan menangkap bola atau passing. Chest pass dilakukan dengan mendorong bola dari depan dada menggunakan kedua tangan. Bounce pass mengarahkan bola memantul ke lantai sebelum diterima rekan. Keduanya melatih kecepatan mengambil keputusan.

Dribbling atau menggiring bola dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai menggunakan satu tangan. Pandangan tetap ke depan, bukan ke bola. Ini yang sering terlupakan anak-anak. Mereka cenderung menunduk karena takut bola lepas.

Shooting atau menembak ke ring. Gerakan dimulai dari kaki, diteruskan ke pinggang, lalu dorongan tangan hingga bola melengkung ke arah ring. Untuk kelas 5, jarak tembakan sebaiknya didekatkan agar anak percaya diri.

Tips Mengajar yang Bikin Anak Semangat

Guru punya peran besar dalam membuat materi ini hidup. Berikut beberapa hal yang bisa diterapkan.

Mulailah dengan pemanasan yang menyenangkan, misalnya permainan kecil tanpa bola. Setelah otot hangat, barulah masuk ke teknik inti. Gunakan demonstrasi singkat, jangan bertele-tele. Anak kelas 5 lebih mudah meniru daripada mendengarkan ceramah panjang.

Bentuk kelompok kecil agar setiap anak mendapat kesempatan menyentuh bola lebih banyak. Jangan biarkan satu atau dua anak mendominasi permainan. Rotasi posisi juga penting supaya semua merasakan peran berbeda.

Sediakan bola dengan ukuran sesuai. Bola voli mini atau bola basket ukuran junior jauh lebih ramah untuk tangan anak daripada bola ukuran dewasa. Ini sepele, tapi pengaruhnya besar terhadap rasa nyaman mereka.

Rayakan usaha, bukan hanya hasil. Pujian untuk anak yang berani mencoba tendangan meski meleset jauh lebih berharga daripada sorakan untuk yang mencetak gol. Dengan begitu, anak yang kurang berbakat tetap merasa dihargai.

Menghadapi Tantangan di Lapangan

Tidak semua anak langsung jatuh cinta pada permainan bola besar. Ada yang malu, takut bola, atau merasa dirinya tidak bisa. Guru perlu peka terhadap hal ini. Berikan tugas alternatif seperti menjadi pencatat skor atau pengatur barisan, sambil pelan-pelan mengajak mereka terlibat.

Cuaca juga sering menjadi kendala. Saat hujan atau lapangan becek, materi tetap bisa disampaikan di dalam kelas melalui video pendek atau simulasi gerakan tanpa bola. Yang penting esensi tekniknya tetap tersampaikan.

Keamanan menjadi prioritas. Pastikan anak memakai sepatu yang sesuai, lapangan bersih dari kerikil, dan aturan permainan disepakati bersama. Cedera ringan seperti terkilir bisa dicegah dengan pemanasan dan pendinginan yang benar.

Membentuk Karakter Lewat Bola

Di balik semua teknik dan aturan, ada hal yang lebih dalam yang diajarkan permainan bola besar. Anak belajar bahwa kemenangan bukan segalanya. Mereka belajar bahwa tim yang solid lebih kuat daripada satu pemain hebat. Mereka belajar bangkit setelah gagal menendang atau melempar.

Materi PJOK kelas 5 tentang permainan bola besar sejatinya adalah laboratorium kehidupan kecil. Di sana anak berlatih disiplin, sabar, dan menghargai orang lain. Guru yang menyampaikan materi ini dengan hati akan meninggalkan bekas yang jauh lebih lama daripada sekadar nilai rapor.

Jadi, ketika bel berbunyi dan anak-anak berlarian ke lapangan dengan bola di tangan, di situlah sesungguhnya pembelajaran dimulai. Bukan hanya soal teknik, tetapi soal bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang sehat, ceria, dan bersemangat.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Materi PJOK SD Kelas 5: Kebugaran Jasmani dan Pengukuran Sederhana

2 November 2026 - 23:56 WIB

Materi Bahasa Inggris SD Kelas 5: Hobbies and Free Time

2 November 2026 - 23:12 WIB

Tertarik terjun di bidang

Materi Bahasa Inggris SD Kelas 5: Giving Directions

2 November 2026 - 22:21 WIB

Materi Bahasa Inggris SD Kelas 5: Past Activities with Simple Past

2 November 2026 - 22:04 WIB

Materi Bahasa Inggris SD Kelas 5: Describing Places and Locations

2 November 2026 - 21:19 WIB

Materi Pendidikan Pancasila SD Kelas 5: Musyawarah dan Pengambilan Keputusan Bersama

2 November 2026 - 21:02 WIB

Trending di SD Kelas 5