Padel sedang naik daun. Kalau dulu orang berbondong-bondong belajar tenis atau badminton, sekarang lapangan-lapangan padel bermunculan di berbagai kota. Mungkin kamu salah satu yang penasaran: sebenarnya olahraga ini seru di mana, sih? Atau mungkin kamu sudah pernah coba sekali dua kali, tapi masih merasa kikuk dan bingung harus mulai dari mana.
Tenang, kamu tidak sendirian. Hampir semua orang yang sekarang jago padel pernah berada di posisi kamu—memegang raket dengan canggung, salah posisi, dan sering kehilangan bola. Kabar baiknya, padel termasuk olahraga yang ramah banget untuk pemula. Kalau kamu tahu langkah-langkah awalnya, proses belajar bisa jauh lebih cepat dan menyenangkan.
Yuk, kita bedah satu per satu cara memulai padel untuk pemula, supaya kamu bisa cepat paham dan tetap konsisten main.
Kenali Dulu Apa Itu Padel
Sebelum masuk ke lapangan, ada baiknya kamu paham dulu olahraga ini. Padel sering disebut sebagai “campuran tenis dan squash”. Lapangannya lebih kecil dari lapangan tenis, dikelilingi dinding kaca dan kawat, dan dimainkan berpasangan (double). Raketnya tidak berjaring senar, melainkan solid dengan lubang-lubang kecil. Bolanya mirip bola tenis, tapi tekanannya sedikit lebih rendah.
Karena lapangannya kecil dan ada dinding, permainan jadi lebih dinamis. Bola bisa memantul dari kaca, jadi kamu tidak perlu lari sejauh di tenis. Ini yang bikin padel terasa lebih mudah diakses, bahkan untuk yang belum pernah pegang raket sekalipun.
Pilih Raket yang Sesuai, Jangan Asal Beli
Banyak pemula langsung tergoda beli raket mahal karena melihat pemain pro. Padahal, untuk tahap awal, kamu cukup pakai raket yang ringan dan seimbang. Raket padel pemula biasanya berbentuk bulat dengan titik manis (sweet spot) besar, sehingga lebih memaafkan saat bola tidak tepat di tengah.
Kalau belum yakin mau investasi, banyak lapangan padel menyewakan raket. Coba dulu beberapa kali dengan raket sewaan, rasakan kenyamanannya, baru kemudian beli yang sesuai. Jangan lupa pakai grip yang pas—tangan yang nyaman bikin kamu lebih percaya diri memukul bola.
Pelajari Pegangan Dasar dan Posisi Tubuh
Salah satu hal yang paling sering bikin pemula frustrasi adalah pegangan raket. Di padel, pegangan yang paling umum adalah continental grip—mirip cara memegang palu. Pegangan ini fleksibel untuk berbagai jenis pukulan, termasuk volley dan smash.
Selain pegangan, perhatikan posisi tubuh. Berdirilah dengan kaki sedikit terbuka, lutut lentur, dan raket selalu siap di depan dada. Jangan berdiri kaku seperti patung. Semakin rileks tubuhmu, semakin mudah mengikuti arah bola.
Kuasai Pukulan Dasar: Serve, Forehand, dan Backhand
Tidak perlu langsung belajar smash atau pukulan rumit. Fokus dulu pada tiga pukulan dasar:
-
Serve – Di padel, serve dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai dulu, lalu memukulnya di bawah pinggang. Banyak pemula kesulitan karena terbawa kebiasaan tenis. Latih gerakan ini pelan-pelan sampai terasa natural.
-
Forehand – Pukulan dari sisi kanan (untuk pemain kidal, sebaliknya). Kuncinya adalah ayunan pendek dan kontak bola di depan tubuh.
-
Backhand – Pukulan dari sisi kiri. Ini biasanya bagian yang paling challenging untuk pemula. Latihan rutin dengan bola yang dilempar teman atau dinding bisa sangat membantu.
Jangan malu untuk latihan dasar berulang-ulang. Pemain yang konsisten biasanya adalah mereka yang tidak bosan mengulang fundamental.
Manfaatkan Dinding sebagai Teman
Keunikan padel adalah adanya dinding kaca. Banyak pemula justru bingung saat bola memantul dari kaca. Padahal, dinding bisa jadi sekutu terbaikmu. Cobalah latihan memantulkan bola ke dinding dan memukulnya kembali. Ini melatih refleks dan pemahaman sudut pantul.
Semakin sering kamu berlatih dengan dinding, semakin cepat kamu membaca arah bola. Kemampuan ini akan sangat terasa saat bermain double, di mana bola sering kali datang dari pantulan tak terduga.
Main dengan Teman yang Lebih Berpengalaman
Salah satu cara tercepat untuk berkembang adalah bermain dengan orang yang levelnya sedikit di atas kamu. Tidak perlu takut kalah atau terlihat buruk. Justru dari situ kamu belajar positioning, membaca permainan, dan mengambil keputusan cepat.
Kalau bisa, ikut sesi coaching atau kelas pemula. Banyak komunitas padel di Indonesia mengadakan sesi latihan rutin untuk newbie. Suasana belajarnya biasanya santai, dan kamu bisa langsung dapat masukan soal teknik.
Atur Jadwal Main yang Realistis
Konsisten itu kunci, tapi jangan langsung memaksakan diri main lima kali seminggu. Tubuh pemula belum terbiasa dengan gerakan-gerakan padel, terutama pergelangan tangan dan lutut. Mulailah dengan satu atau dua kali seminggu, lalu tambah frekuensinya perlahan.
Pilih waktu yang memang luang dan tidak bentrok dengan kesibukan. Kalau perlu, ajak teman supaya ada komitmen bersama. Bermain bareng teman bikin mood lebih baik dan kamu lebih sulit untuk bolos.
Jangan Lupakan Pemanasan dan Recovery
Padel terlihat santai, tapi tetap menguras energi. Pemanasan lima sampai sepuluh menit sebelum main wajib dilakukan—terutama untuk pergelangan tangan, bahu, dan kaki. Setelah main, lakukan peregangan ringan dan minum cukup air.
Kalau otot terasa pegal, beri waktu istirahat. Pemula sering kali terlalu bersemangat sampai lupa recovery, padahal istirahat yang cukup justru membuat performa meningkat.
Pakai Perlengkapan yang Nyaman
Sepatu adalah investasi penting. Pilih sepatu khusus lapangan indoor atau sepatu tenis dengan sol yang memberi cengkeraman baik. Hindari memakai sepatu lari karena solnya terlalu empuk dan kurang stabil untuk gerakan menyamping.
Pakaian olahraga yang menyerap keringat juga membantu. Jangan lupa bawa handuk kecil dan botol minum. Detail-detail kecil ini bikin pengalaman main lebih nyaman, sehingga kamu lebih semangat untuk kembali ke lapangan.
Bangun Pola Pikir yang Tepat
Padel bukan tentang langsung jago. Ini proses. Kalau di awal kamu sering salah pukul atau kalah, itu normal. Jangan bandingkan dirimu dengan pemain yang sudah setahun lebih lama main. Fokus pada progres kecil: hari ini serve-nya lebih konsisten, besok backhand-nya lebih rapi.
Nikmati prosesnya. Padel itu olahraga sosial—kamu akan bertemu banyak orang baru, tertawa bareng saat salah pukul, dan merayakan poin bersama. Ketika kamu menikmati momennya, konsistensi datang dengan sendirinya.
Mulai dari Langkah Kecil Sekarang
Tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai. Cari lapangan padel terdekat, ajak satu atau dua teman, dan pesan sesi main. Kalau belum punya teman, banyak komunitas padel terbuka untuk pemula yang ingin ikut main bareng.
Ingat, setiap pemain hebat dulunya juga pemula yang pernah bingung harus memegang raket seperti apa. Yang membedakan adalah mereka yang berani melangkah dan terus berlatih. Jadi, kapan kamu mau mulai?









