Menu

Mode Gelap

Buku · 25 Jul 2026 15:51 WIB ·

Cara Menulis Resensi Buku yang Menarik dan Singkat


Img: sains.kompas.com Perbesar

Img: sains.kompas.com

Membaca buku itu seperti membuka pintu ke dunia baru tetapi bagaimana jika kamu ingin berbagi pengalaman itu dengan orang lain tanpa membuat mereka bosan atau menceritakan seluruh isi ceritanya? Menulis resensi yang baik bukan sekadar memberi nilai atau menceritakan alur cerita. Ini adalah seni mengajak orang lain merasakan apa yang kamu rasakan saat membaca, sekaligus memberi gambaran yang cukup agar mereka tahu apakah buku itu cocok untuk mereka.

Banyak orang merasa sulit menulis resensi karena takut terlalu banyak memberi bocoran cerita, atau sebaliknya, tulisannya terasa kaku dan hanya berisi daftar isi buku. Padahal, resensi yang bagus itu singkat namun berbobot, tulus namun tetap objektif, dan mampu menyentuh hati pembacanya. Berikut adalah cara-cara yang bisa kamu ikuti, mulai dari persiapan hingga merangkai kata-kata menjadi tulisan yang menyenangkan untuk dibaca.

Sebelum Mulai Menulis: Catat Hal Penting Saat Membaca

Kunci resensi yang bagus sudah dimulai sejak kamu masih memegang buku itu. Jangan menunggu sampai buku selesai baru mulai berpikir apa yang akan ditulis. Sambil membaca, siapkan secarik kertas atau catatan di ponselmu untuk mencatat hal-hal yang menarik perhatianmu.
Tuliskan bagian mana yang membuatmu tertawa, merinding, atau bahkan menangis. Perhatikan juga gaya bahasa penulisnya apakah ringan dan santai, atau penuh makna yang perlu direnungkan? Catat juga kutipan yang menurutmu paling berkesan, atau bagian yang menurutmu kurang pas. Catatan-catatan kecil ini akan menjadi bahan utamamu, sehingga saat menulis kamu tidak perlu membuka ulang buku berkali-kali atau hanya mengandalkan ingatan yang sudah mulai memudar.
Jangan lupa catat juga data dasar buku seperti judul, nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan jumlah halaman. Hal-hal ini penting agar pembaca tahu buku mana yang kamu bahas, terutama jika ada judul yang mirip.

Mulai dengan Pembuka yang Mengundang Rasa Ingin Tahu

Paragraf pertama adalah penentu apakah orang akan terus membaca tulisanmu atau berhenti di tengah jalan. Hindari kalimat yang kaku seperti “Resensi ini membahas buku berjudul…” atau “Buku ini ditulis oleh…”. Sebaliknya, mulailah dengan sesuatu yang lebih hidup.
Kamu bisa memulainya dengan perasaanmu saat pertama kali melihat sampul buku itu, atau apa yang membuatmu akhirnya memutuskan untuk mengambilnya dari rak toko buku. Bisa juga dengan pertanyaan yang berhubungan dengan isi buku tersebut, atau kutipan pendek yang langsung menarik perhatian. Misalnya, jika buku itu bercerita tentang persahabatan, kamu bisa mulai dengan: “Pernahkah kamu merasa memiliki seseorang yang mengerti dirimu lebih dari diri sendiri, namun takdir memisahkan kalian begitu saja?”
Dengan cara ini, pembaca akan merasa terhubung denganmu sejak awal, dan rasa penasaran mereka akan mulai muncul untuk mengetahui apa yang ada di dalam buku tersebut.

Berikan Gambaran Umum Tanpa Memberi Bocoran Cerita

Bagian selanjutnya adalah memberi gambaran tentang isi buku, tapi ingat—jangan menceritakan seluruh alur cerita sampai akhirnya tahu bagaimana kelanjutannya. Orang yang ingin membaca buku itu tidak ingin tahu apa yang terjadi di bab terakhir sebelum mereka sendiri membacanya.
Cukup jelaskan inti permasalahan yang diangkat, siapa tokoh utamanya, dan latar belakang ceritanya. Jika itu buku non-fiksi, jelaskan topik apa yang dibahas dan sudut pandang apa yang digunakan penulisnya. Sampaikan apa yang membuat buku ini berbeda dari buku lain yang sejenis. Apakah cerita ini berlatar belakang di tempat yang unik? Apakah cara penyampaian materinya lebih mudah dipahami dibandingkan buku lain?
Gunakan kalimat yang ringkas dan mudah dimengerti. Bayangkan kamu sedang bercerita kepada teman dekatmu tentang buku yang baru saja kamu baca. Kamu tidak akan berbelit-belit, kan?

Ungkapkan Pendapatmu dengan Jujur dan Beralasan

Ini adalah bagian yang paling penting dari sebuah resensi. Di sini kamu bisa menyampaikan apa yang kamu sukai dan apa yang kurang kamu sukai dari buku tersebut. Namun, jangan hanya berkata “saya suka buku ini” atau “buku ini kurang bagus”. Jelaskan alasannya.
Jika kamu menyukainya, sebutkan apa yang membuatnya istimewa. Apakah karena tokohnya terasa sangat nyata dan bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari? Atau karena pesan yang disampaikannya sangat menyentuh hati dan membuatmu berpikir ulang tentang banyak hal? Jika ada hal yang kurang kamu sukai, sampaikan dengan sopan dan berikan alasan yang jelas. Mungkin alurnya terasa terlalu lambat di bagian tengah, atau penjelasannya terlalu sulit untuk dipahami oleh orang awam.
Jujurlah dengan perasaanmu sendiri. Resensi yang jujur akan jauh lebih dipercaya daripada resensi yang hanya memuji semuanya atau malah merendahkan semuanya tanpa alasan yang kuat.

Rangkai Tulisan dengan Bahasa yang Hangat dan Teratur

Setelah semua poin penting sudah terkumpul, saatnya merangkainya menjadi tulisan yang utuh. Gunakan gaya bahasa yang nyaman untuk kamu gunakan sehari-hari. Tidak perlu menggunakan kata-kata yang rumit atau berlebihan hanya agar terlihat pintar. Tulisan yang mengalir alami akan jauh lebih mudah diterima oleh pembaca.
Susunlah secara berurutan, mulai dari pembuka, gambaran isi buku, pendapatmu, hingga bagian penutup. Jangan lupa untuk menjaga agar tulisan tetap singkat dan padat. Potong kalimat yang terasa berulang atau tidak terlalu penting. Ingat, resensi yang baik itu tidak harus panjang berlembar-lembar, yang penting setiap kalimatnya memiliki makna dan tujuan yang jelas.
Sebelum dianggap selesai, bacalah kembali tulisanmu dengan suara pelan. Apakah ada kata yang terasa salah tempat? Apakah kalimatnya terlalu panjang dan membingungkan? Perbaiki sampai kamu merasa nyaman membacanya sendiri.

Akhiri dengan Ajakan yang Menggugah

Bagian terakhir adalah kesempatanmu untuk memberi kesan terakhir kepada pembaca. Sampaikan siapa yang menurutmu cocok membaca buku ini, atau apa yang bisa didapatkan jika mereka meluangkan waktu untuk membacanya.
Kamu bisa berkata bahwa buku ini sangat cocok bagi mereka yang menyukai cerita tentang perjalanan hidup, atau bagi siapa saja yang sedang mencari semangat baru. Atau katakan bahwa meskipun ada bagian yang kurang sempurna, pesan yang disampaikannya sangat berharga untuk diketahui.
Biarkan tulisanmu berakhir dengan kalimat yang membuat pembaca merasa ingin segera mencari buku itu, atau setidaknya mulai berpikir tentang hal-hal yang kamu bahas. Itulah tanda bahwa resensi yang kamu tulis berhasil menyentuh dan mengajak orang lain untuk ikut merasakan apa yang kamu rasakan.
Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Novel Indonesia Populer yang Ramai Dibahas di BookTok

25 Juli 2026 - 16:24 WIB

Buku Coding Pemula yang Bisa Dipelajari Tanpa Latar IT

25 Juli 2026 - 14:16 WIB

langkah belajar coding

Ringkasan Buku Atomic Habits dan Pelajaran Utamanya

25 Juli 2026 - 07:12 WIB

Cara Membuat Klub Buku Kecil bersama Teman

25 Juli 2026 - 06:40 WIB

Ide ngabuburit

Buku Tentang Branding Personal untuk Kreator Konten

24 Juli 2026 - 19:36 WIB

Buku Tentang Finansial untuk Gen Z yang Baru Bekerja

23 Juli 2026 - 16:10 WIB

Trending di Buku