Musyawarah merupakan salah satu kebiasaan baik yang perlu dikenalkan kepada siswa sejak sekolah dasar. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi keadaan ketika setiap orang memiliki pendapat yang berbeda. Agar perbedaan tersebut tidak menimbulkan pertengkaran, diperlukan cara yang baik untuk mencari keputusan bersama. Salah satunya adalah melalui musyawarah.
Pada pembelajaran Pendidikan Pancasila kelas 3, materi musyawarah untuk mufakat membantu siswa memahami pentingnya berdiskusi, mendengarkan pendapat orang lain, menyampaikan gagasan dengan sopan, serta menerima keputusan bersama. Sikap tersebut tidak hanya berguna di sekolah, tetapi juga dapat diterapkan ketika berada di rumah maupun lingkungan sekitar.
Pengertian Musyawarah
Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu persoalan secara bersama-sama untuk mendapatkan keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak. Dalam musyawarah, setiap orang mempunyai kesempatan untuk menyampaikan pendapat.
Musyawarah bukan sekadar berbicara atau mengemukakan keinginan pribadi. Ada sikap saling mendengarkan dan menghargai yang harus dilakukan selama proses berlangsung. Ketika teman sedang berbicara, kita sebaiknya mendengarkan terlebih dahulu dan tidak memotong pembicaraannya.
Contohnya, siswa kelas 3 ingin menentukan kegiatan yang akan dilakukan pada hari Jumat. Ada siswa yang ingin melakukan kerja bakti, sementara siswa lainnya ingin membuat permainan kelompok. Daripada saling memaksakan keinginan, seluruh siswa dapat membicarakannya bersama. Mereka menyampaikan alasan masing-masing dan mencari pilihan yang paling baik.
Apa yang Di maksud dengan Mufakat?
Mufakat berarti kesepakatan yang di peroleh setelah melakukan pembicaraan bersama. Jadi, musyawarah untuk mufakat dapat dipahami sebagai kegiatan membicarakan suatu persoalan bersama untuk mendapatkan keputusan yang di sepakati.
Mufakat tidak selalu berarti semua orang mendapatkan keinginan yang sama. Dalam prosesnya, seseorang mungkin harus menerima pilihan yang berbeda dari pendapat awalnya. Hal yang penting adalah keputusan tersebut di buat melalui pembicaraan yang baik dan tidak di lakukan dengan paksaan.
Misalnya, kelompok belajar sedang menentukan tema untuk membuat poster. Ada yang mengusulkan tema kebersihan, ada yang memilih kesehatan, dan ada pula yang ingin membuat poster tentang lingkungan. Setelah berdiskusi, seluruh anggota kelompok sepakat memilih tema kebersihan. Anggota yang sebelumnya memiliki pilihan berbeda tetap menghargai keputusan tersebut.
Musyawarah dalam Pendidikan Pancasila
Musyawarah berkaitan erat dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat yang berbunyi:
“Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.”
Sila keempat mengajarkan bahwa dalam mengambil keputusan, kita perlu mengutamakan musyawarah. Setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi hak tersebut harus di gunakan dengan bertanggung jawab.
Anak-anak dapat belajar menerapkan nilai sila keempat melalui kegiatan sederhana. Tidak harus menunggu menjadi orang dewasa. Di kelas, misalnya, siswa dapat bermusyawarah ketika memilih ketua kelompok, menentukan pembagian tugas, memilih kegiatan kelas, atau menyelesaikan perbedaan pendapat.
Tujuan Musyawarah
Musyawarah di lakukan bukan tanpa alasan. Ada beberapa tujuan yang ingin di capai melalui kegiatan tersebut.
1. Mendapatkan Keputusan Bersama
Tujuan utama musyawarah adalah memperoleh keputusan yang dapat di terima bersama. Keputusan tidak hanya di buat berdasarkan keinginan satu orang.
2. Menghargai Pendapat Orang Lain
Dalam musyawarah, setiap peserta memiliki kesempatan untuk berbicara. Karena itu, siswa belajar bahwa pendapat teman juga harus di hargai.
3. Menyelesaikan Masalah
Perbedaan pendapat dapat menimbulkan masalah jika tidak di bicarakan dengan baik. Musyawarah menjadi salah satu cara untuk mencari jalan keluar secara bersama-sama.
4. Menjaga Kerukunan
Keputusan yang di buat melalui pembicaraan bersama dapat membantu menjaga hubungan baik. Siswa belajar menyelesaikan perbedaan tanpa bertengkar.
5. Melatih Tanggung Jawab
Setelah keputusan di sepakati, semua peserta perlu menjalankannya dengan tanggung jawab. Hal ini mengajarkan siswa agar tidak hanya pandai memberikan pendapat, tetapi juga mau melaksanakan hasil kesepakatan.
Ciri-Ciri Musyawarah
Ada beberapa ciri yang dapat membantu siswa mengenali kegiatan musyawarah. Beberapa di antaranya adalah:
- di lakukan oleh lebih dari satu orang;
- membicarakan suatu persoalan bersama;
- setiap peserta memiliki kesempatan menyampaikan pendapat;
- pendapat di sampaikan dengan bahasa yang sopan;
- peserta mau mendengarkan pendapat orang lain;
- tidak memaksakan kehendak;
- mengutamakan kepentingan bersama;
- berusaha mencapai mufakat;
- keputusan yang telah di sepakati di laksanakan bersama.
Ciri-ciri tersebut menunjukkan bahwa musyawarah berbeda dengan perdebatan yang bertujuan untuk memenangkan pendapat sendiri. Dalam musyawarah, yang dicari adalah keputusan terbaik untuk kepentingan bersama.
Sikap yang Harus Di lakukan Saat Musyawarah
Siswa kelas 3 perlu mengetahui bahwa keberhasilan musyawarah sangat di pengaruhi oleh sikap peserta. Beberapa sikap yang dapat di terapkan antara lain sebagai berikut.
Mendengarkan Ketika Teman Berbicara
Ketika seseorang menyampaikan pendapat, kita perlu memberikan perhatian. Jangan berbicara sendiri atau mengganggu teman yang sedang berbicara.
Berbicara dengan Sopan
Pendapat sebaiknya di sampaikan dengan bahasa yang santun. Walaupun tidak setuju, kita tidak boleh mengejek atau merendahkan pendapat orang lain.
Tidak Memaksakan Kehendak
Setiap anak boleh mempunyai keinginan. Namun, keinginan tersebut tidak boleh di paksakan kepada teman. Jika keputusan bersama berbeda dengan keinginan kita, kita perlu belajar menerimanya.
Menghargai Perbedaan Pendapat
Perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar. Teman yang mempunyai pendapat berbeda bukan berarti menjadi musuh.
Mengutamakan Kepentingan Bersama
Ketika bermusyawarah, sebaiknya kita memikirkan manfaat keputusan bagi semua orang, bukan hanya keuntungan diri sendiri.
Menerima Hasil Musyawarah
Setelah keputusan di sepakati, setiap peserta sebaiknya menerima dan menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.
Contoh Musyawarah di Sekolah
Musyawarah dapat di temukan dalam berbagai kegiatan di sekolah. Misalnya, siswa kelas 3 mendapat tugas membuat kegiatan sederhana untuk memperingati hari tertentu. Guru meminta siswa menentukan kegiatan secara bersama-sama.
Ada yang mengusulkan membuat hiasan kelas. Siswa lainnya mengusulkan lomba kebersihan. Beberapa siswa ingin membuat pertunjukan sederhana.
Semua usulan kemudian di bicarakan. Setiap siswa di beri kesempatan menyampaikan alasan. Setelah mempertimbangkan waktu, kemampuan, dan manfaat kegiatan, akhirnya kelas sepakat memilih kegiatan yang di anggap paling sesuai.
Siswa yang usulannya tidak terpilih tetap menghargai keputusan tersebut. Mereka kemudian ikut membantu agar kegiatan berjalan dengan baik.
Contoh sederhana seperti ini dapat melatih siswa memahami arti musyawarah untuk mufakat dalam kehidupan nyata.
Contoh Musyawarah di Rumah
Musyawarah tidak hanya di lakukan di sekolah. Keluarga juga dapat menerapkannya.
Misalnya, keluarga ingin menentukan kegiatan pada hari Minggu. Ayah ingin mengajak keluarga membersihkan halaman, ibu ingin memasak bersama, sedangkan anak-anak ingin bermain di taman.
Daripada memilih secara sepihak, keluarga dapat membicarakan pilihan tersebut. Setelah berdiskusi, mereka dapat membuat keputusan yang di sepakati bersama. Misalnya, pagi hari di gunakan untuk membersihkan rumah, kemudian siang atau sore hari di gunakan untuk melakukan kegiatan bersama.
Melalui kegiatan sederhana tersebut, anak belajar bahwa keputusan keluarga sebaiknya dibicarakan dengan baik.
Contoh Musyawarah di Lingkungan Masyarakat
Musyawarah juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Contohnya, warga suatu lingkungan ingin menentukan kegiatan untuk menjaga kebersihan sekitar.
Beberapa warga mengusulkan kerja bakti setiap Minggu. Ada yang mengusulkan membuat jadwal piket. Ada pula yang menyarankan menyediakan tempat sampah di beberapa lokasi.
Usulan tersebut dapat di bicarakan dalam pertemuan warga. Setelah mempertimbangkan berbagai pendapat, warga dapat menentukan keputusan yang di anggap paling sesuai.
Bagi siswa kelas 3, contoh ini menunjukkan bahwa musyawarah bukan hanya kegiatan yang di lakukan oleh orang dewasa, tetapi merupakan kebiasaan yang dapat di pelajari sejak kecil.
Perbedaan Musyawarah dan Memaksakan Kehendak
Musyawarah dan memaksakan kehendak merupakan dua hal yang berbeda.
Dalam musyawarah, seseorang menyampaikan pendapat lalu memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara. Setiap pendapat di pertimbangkan sebelum keputusan di buat.
Sementara itu, memaksakan kehendak terjadi ketika seseorang ingin pendapatnya selalu di terima tanpa mempertimbangkan pendapat orang lain.
Contohnya, dalam sebuah kelompok ada lima siswa. Empat siswa ingin melakukan kegiatan A, sedangkan satu siswa menginginkan kegiatan B. Siswa yang mengusulkan kegiatan B tidak boleh marah atau memaksa teman-temannya agar mengikuti keinginannya.
Sebaliknya, empat siswa tersebut juga sebaiknya tidak mengejek pendapat temannya. Mereka perlu tetap menghargai satu sama lain.
Bagaimana Jika Mufakat Belum Tercapai?
Dalam musyawarah, terkadang kesepakatan tidak langsung di peroleh. Setiap orang mungkin mempunyai alasan yang berbeda. Jika hal tersebut terjadi, peserta perlu tetap tenang dan melanjutkan pembicaraan.
Peserta dapat mendengarkan kembali alasan masing-masing, mencari pilihan lain, atau mempertimbangkan jalan tengah yang dapat di terima bersama.
Hal yang perlu di hindari adalah marah, berteriak, mengejek, meninggalkan musyawarah tanpa alasan, atau memaksakan keputusan.
Musyawarah membutuhkan kesabaran. Karena itu, kegiatan tersebut juga menjadi latihan agar siswa mampu mengendalikan emosi ketika menghadapi perbedaan.
Manfaat Musyawarah bagi Siswa
Mempelajari musyawarah memberikan banyak manfaat bagi perkembangan sikap siswa. Beberapa manfaat tersebut antara lain:
Pertama, melatih keberanian berbicara. Anak belajar menyampaikan gagasan di depan teman-temannya.
Kedua, meningkatkan kemampuan mendengarkan. Siswa tidak hanya belajar berbicara, tetapi juga memahami pendapat orang lain.
Ketiga, menumbuhkan sikap menghargai. Anak menyadari bahwa setiap orang dapat memiliki pandangan berbeda.
Keempat, melatih kerja sama. Keputusan bersama membutuhkan keterlibatan semua peserta.
Kelima, membangun sikap bertanggung jawab. Setelah kesepakatan di buat, siswa perlu melaksanakan tugas sesuai pembagian yang telah ditentukan.
Keenam, mengurangi pertengkaran. Masalah dapat di selesaikan melalui pembicaraan daripada saling menyalahkan.
Contoh Perilaku Musyawarah yang Baik
Berikut beberapa contoh perilaku yang dapat di lakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari:
- Mendengarkan ketika teman menyampaikan pendapat.
- Mengangkat tangan sebelum berbicara dalam diskusi kelas.
- Tidak memotong pembicaraan orang lain.
- Menggunakan kata-kata yang sopan.
- Tidak mengejek pendapat teman.
- Mengemukakan alasan ketika memberikan usulan.
- Tidak memaksakan keinginan.
- Menerima keputusan yang sudah di sepakati.
- Melaksanakan tugas sesuai hasil musyawarah.
- Membantu teman agar keputusan bersama dapat terlaksana.
Kebiasaan tersebut terlihat sederhana, tetapi jika di lakukan terus-menerus akan membentuk karakter yang baik.
Contoh Soal Pendidikan Pancasila Kelas 3 Materi Musyawarah untuk Mufakat
Soal 1
Kegiatan membicarakan suatu persoalan bersama untuk mendapatkan keputusan di sebut ….
A. bermain
B. musyawarah
C. bertengkar
D. berlomba
Jawaban: B. musyawarah
Soal 2
Ketika teman sedang menyampaikan pendapat, sebaiknya kita ….
A. memotong pembicaraannya
B. menertawakannya
C. mendengarkan
D. meninggalkan tempat
Jawaban: C. mendengarkan
Soal 3
Hasil yang di harapkan dari musyawarah adalah ….
A. pertengkaran
B. kemenangan satu orang
C. mufakat
D. hukuman
Jawaban: C. mufakat
Soal 4
Jika pendapat kita tidak di pilih dalam musyawarah, sikap yang tepat adalah ….
A. marah kepada teman
B. menerima keputusan dengan baik
C. meninggalkan kelompok
D. mengejek pendapat teman
Jawaban: B. menerima keputusan dengan baik
Soal 5
Musyawarah sesuai dengan nilai Pancasila, terutama sila ….
A. pertama
B. kedua
C. ketiga
D. keempat
Jawaban: D. keempat
Soal 6
Saat menyampaikan pendapat, kita sebaiknya menggunakan bahasa yang ….
A. kasar
B. sopan
C. keras
D. mengejek
Jawaban: B. sopan
Soal 7
Berikut yang merupakan contoh musyawarah di sekolah adalah ….
A. memilih kegiatan kelas bersama-sama
B. merebut tempat duduk teman
C. mengejek teman
D. bermain sendiri saat belajar
Jawaban: A. memilih kegiatan kelas bersama-sama
Soal 8
Musyawarah mengajarkan kita untuk ….
A. selalu menang
B. memaksakan pendapat
C. menghargai pendapat orang lain
D. menghindari semua teman
Jawaban: C. menghargai pendapat orang lain
Ringkasan Materi Musyawarah untuk Mufakat
Untuk memudahkan siswa mengingat materi, berikut catatan singkatnya:
- Musyawarah adalah kegiatan membicarakan suatu masalah secara bersama-sama.
- Mufakat adalah kesepakatan yang diperoleh melalui pembicaraan bersama.
- Musyawarah bertujuan mendapatkan keputusan yang baik untuk kepentingan bersama.
- Setiap peserta musyawarah memiliki kesempatan menyampaikan pendapat.
- Pendapat orang lain harus di hargai.
- Kita tidak boleh memaksakan kehendak.
- Saat teman berbicara, kita harus mendengarkan.
- Perbedaan pendapat sebaiknya di selesaikan dengan pembicaraan yang tenang.
- Keputusan yang telah di sepakati perlu di laksanakan dengan tanggung jawab.
- Musyawarah merupakan salah satu penerapan nilai Pancasila, khususnya sila keempat.
Cara Mudah Mengingat Materi Musyawarah
Agar lebih mudah di pelajari, siswa dapat mengingat lima kata penting, yaitu bicara, dengar, hargai, sepakat, dan laksanakan.
Bicara berarti berani menyampaikan pendapat.
Dengar berarti memperhatikan ketika orang lain berbicara.
Hargai berarti tidak mengejek atau merendahkan pendapat orang lain.
Sepakat berarti berusaha mendapatkan keputusan yang dapat di terima bersama.
Laksanakan berarti menjalankan keputusan dengan penuh tanggung jawab.
Lima kata tersebut dapat menjadi pengingat sederhana ketika siswa mengikuti diskusi di kelas maupun melakukan kegiatan bersama keluarga.
Latihan Sikap Musyawarah dalam Kehidupan Sehari-hari
Pembelajaran Pendidikan Pancasila akan lebih bermakna jika tidak berhenti pada hafalan. Siswa dapat mencoba menerapkan musyawarah melalui kegiatan sederhana.
Ketika ingin bermain bersama teman, misalnya, tanyakan permainan apa yang ingin di lakukan. Jika terdapat beberapa pilihan, bicarakan bersama dan tentukan pilihan yang dapat di terima semua anggota.
Ketika mendapat tugas kelompok, diskusikan pembagian tugas bersama. Jangan mengambil semua tugas sendiri dan jangan pula membebankan pekerjaan kepada teman.
Jika terjadi perbedaan pendapat, tarik napas dan dengarkan alasan teman. Setelah itu, sampaikan pendapat dengan tenang. Cara seperti ini membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman.
Nilai-Nilai Karakter yang Dapat Di pelajari
Materi musyawarah untuk mufakat bukan hanya mengajarkan cara mengambil keputusan. Ada banyak karakter positif yang dapat tumbuh melalui kebiasaan tersebut.
Siswa belajar percaya diri ketika menyampaikan pendapat. Siswa juga belajar sabar saat mendengarkan orang lain. Sikap toleransi berkembang ketika anak memahami bahwa tidak semua orang memiliki pilihan yang sama.
Selain itu, musyawarah mengajarkan gotong royong, karena keputusan bersama biasanya membutuhkan kerja sama untuk melaksanakannya. Sikap tanggung jawab juga semakin kuat ketika siswa bersedia menjalankan tugas sesuai kesepakatan.
Dengan demikian, musyawarah menjadi salah satu kegiatan sederhana yang dapat membantu siswa tumbuh menjadi pribadi yang mampu menghargai orang lain dan menyelesaikan masalah secara bijaksana.









