Menu ✖

Mode Gelap

Travel & Wisata · 17 Okt 2026 22:25 WIB ·

Itinerary Wisata Lombok 3 Hari 2 Malam Lengkap dengan Estimasi Aktivitas


Img: ntbprov.go.id Perbesar

Img: ntbprov.go.id

Lombok itu unik. Banyak orang datang dengan bayangan pantai biru dan Gunung Rinjani, tapi begitu tiba, mereka sadar waktu tiga hari rasanya tidak pernah cukup. Saya sendiri sempat bingung saat pertama kali menyusun rencana ke sana. Mau ke pantai terus? Bosan. Mau naik gunung? Belum tentu kuat. Akhirnya saya coba susun itinerary yang seimbang: ada pantai, ada budaya, ada kuliner, dan tetap menyisakan ruang untuk sekadar duduk diam menikmati angin.

Rencana di bawah ini cocok untuk yang baru pertama kali ke Lombok, traveling berdua atau rombongan kecil, dan tidak ingin terjebak macet atau kehabisan tenaga. Semua estimasi waktu dan biaya saya tulis berdasarkan pengalaman serta harga pasaran terbaru, tapi ingat, harga di lapangan bisa bergeser tergantung musim dan cara negosiasi.

Hari Pertama: Mendarat, Menepi ke Pantai, dan Makan Malam di Mataram

Begitu pesawat menyentuh landasan Bandara Internasional Lombok (LOP) di Praya, hal pertama yang saya sadari adalah udaranya. Panas, tapi tidak lembap seperti di kota besar. Setelah ambil bagasi dan sarapan cepat di area bandara, langsung menuju penginapan di sekitar Mataram atau Senggigi. Perjalanan dari bandara ke Mataram sekitar 30–40 menit, sementara ke Senggigi bisa hampir satu jam.

Pukul 10.00 – 12.00: Check-in dan istirahat singkat. Jangan langsung gas. Saya belajar dari kesalahan pertama: memaksakan diri langsung jalan justru bikin hari kedua drop. Cukup mandi, taruh barang, dan minum air kelapa di depan penginapan.

Pukul 12.30 – 14.00: Makan siang khas Lombok. Cari warung yang menyajikan ayam taliwang atau plecing kangkung. Di sekitar Cakranegara banyak pilihan. Estimasi biaya makan Rp35.000–Rp60.000 per orang.

Pukul 14.30 – 17.00: Menepi ke Pantai Senggigi atau Pantai Kuta Mandalika. Kalau menginap di Senggigi, cukup jalan kaki. Kalau di Mataram, pilih salah satu. Pantai Kuta Mandalika sekarang jauh lebih tertata, tapi ombaknya cukup besar untuk berenang. Nikmati saja duduk di bean bag sambil lihat matahari mulai turun. Parkir dan retribusi sekitar Rp10.000–Rp20.000.

Pukul 18.30 – 20.30: Makan malam dan jalan santai. Di Senggigi ada banyak restoran seafood, tapi saya lebih suka warung sederhana di pinggir jalan yang menjual sate bulayak. Harganya jauh lebih ramah, rasanya juga tidak kalah. Sisakan tenaga, besok jadwalnya lebih padat.

Hari Kedua: Gili Trawangan dan Tiga Gili dalam Sehari

Ini hari paling melelahkan, tapi paling saya ingat. Rencananya ke Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Ada dua cara: ikut paket tour atau sewa perahu sendiri. Saya sarankan ikut paket karena lebih praktis, apalagi kalau rombongan kecil.

Pukul 07.00 – 08.00: Sarapan dan berangkat ke Pelabuhan Bangsal. Dari Mataram ke Bangsal sekitar 45 menit. Pastikan sudah sarapan, karena di pulau harga makanan lebih mahal.

Pukul 08.30 – 09.00: Menyeberang ke Gili Trawangan. Fast boat sekitar 15–20 menit, biaya pulang-pergi sekitar Rp100.000–Rp150.000 per orang. Kalau ikut paket tour lengkap dengan snorkeling, kisaran Rp350.000–Rp500.000 per orang.

Pukul 09.30 – 12.00: Snorkeling di tiga titik. Biasanya guide mengajak ke spot penyu di Gili Meno, taman patung bawah laut, dan satu titik lagi di Gili Air. Alat snorkeling sudah termasuk. Bawa sunscreen, karena matahari di atas perahu terasa lebih menyengat.

Pukul 12.00 – 14.00: Makan siang di Gili Air. Pilih warung lokal, bukan restoran besar di pinggir pantai. Nasi campur dengan ikan bakar sekitar Rp50.000–Rp70.000.

Pukul 14.30 – 16.30: Waktu bebas di Gili Trawangan. Sewa sepeda (Rp50.000–Rp75.000 per hari) dan keliling pulau. Jangan lupa mampir ke sisi barat untuk lihat sunset. Kalau malas, cukup duduk di swing pinggir pantai.

Pukul 17.00 – 18.00: Kembali ke Bangsal, lanjut ke Mataram. Badan pasti pegal. Malamnya cukup makan di dekat penginapan dan tidur lebih awal. Hari ketiga butuh energi untuk perjalanan ke air terjun.

Hari Ketiga: Air Terjun, Budaya, dan Oleh-oleh Sebelum Pulang

Hari terakhir saya isi dengan sesuatu yang lebih tenang. Tidak jauh dari bandara, ada beberapa destinasi yang sering dilewatkan wisatawan karena terburu-buru pulang.

Pukul 07.30 – 09.00: Sarapan dan check-out. Titipkan barang di penginapan atau bawa langsung di mobil sewaan.

Pukul 09.30 – 11.30: Air Terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep. Terletak di Senaru, Lombok Utara. Dari Mataram butuh sekitar 2 jam perjalanan. Tiket masuk sekitar Rp20.000–Rp30.000, ditambah pemandu lokal (sukarela, tapi sebaiknya memberi Rp50.000–Rp100.000). Jalur ke Tiu Kelep cukup menantang, jadi pakai sandal gunung atau sepatu yang tidak licin.

Pukul 12.00 – 13.30: Makan siang di Senaru. Banyak warung dengan pemandangan sawah dan Gunung Rinjani di kejauhan. Harga makan Rp30.000–Rp50.000.

Pukul 14.00 – 15.30: Mampir ke Desa Sade atau Sukerare untuk beli kain tenun. Kalau waktu mepet, cukup singgah di toko oleh-oleh sekitar Praya. Kain tenun songket jadi oleh-oleh khas yang paling dicari. Kisaran harga Rp150.000–Rp500.000 tergantung kerumitan motif.

Pukul 16.00 – 17.00: Menuju bandara. Perjalanan dari Senaru ke bandara bisa 2,5 jam, jadi sebaiknya berangkat lebih awal kalau penerbangan sore. Kalau penerbangan malam, masih ada waktu untuk mampir ke Pantai Tanjung Aan yang airnya bening.

Estimasi Biaya Total per Orang

Saya rangkum kasar untuk tiga hari dua malam, di luar tiket pesawat:

  • Penginapan (2 malam, kamar berdua): Rp300.000–Rp600.000

  • Transportasi darat (sewa mobil + bensin + driver): Rp400.000–Rp600.000

  • Paket tour tiga gili: Rp350.000–Rp500.000

  • Makan dan minum: Rp250.000–Rp400.000

  • Tiket masuk dan retribusi: Rp100.000–Rp150.000

  • Oleh-oleh: sesuai selera

Totalnya berkisar Rp1.400.000–Rp2.250.000 per orang. Kalau traveling sendiri, biaya sewa mobil dan penginapan bisa lebih mahal karena tidak dibagi.

Catatan Kecil yang Sering Terlewat

Bawa uang tunai lebih banyak dari perkiraan. Banyak warung di Gili dan sekitar air terjun belum menerima pembayaran digital. Bawa juga jaket tipis untuk perjalanan pagi ke Senaru, karena udara di sana cukup dingin. Dan satu lagi, jangan terlalu kaku dengan jadwal. Kadang perahu terlambat, jalanan macet, atau hujan tiba-tiba turun. Justru di situlah letak serunya perjalanan ke Lombok.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Liburan murah: Panduan Praktis agar Perjalanan Lebih Nyaman dan Hemat

17 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Rekomendasi Wisata Lombok yang Menarik untuk Liburan Keluarga dan Anak Muda

17 Oktober 2026 - 21:55 WIB

Itinerary Wisata Malang 3 Hari 2 Malam Lengkap dengan Estimasi Aktivitas

17 Oktober 2026 - 21:44 WIB

wisata malang

Rekomendasi Wisata Malang yang Menarik untuk Liburan Keluarga dan Anak Muda

17 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Rekomendasi Wisata Bandung yang Menarik untuk Liburan Keluarga dan Anak Muda

17 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Itinerary Wisata Bali 3 Hari 2 Malam Lengkap dengan Estimasi Aktivitas

17 Oktober 2026 - 20:15 WIB

wisata bali
Trending di Travel & Wisata