Menu

Mode Gelap

SD Kelas 1 · 30 Jul 2026 20:17 WIB ·

Jawaban Soal Evaluasi Matematika Kelas 1 tentang Pengurangan sampai 20


Jawaban Soal Evaluasi Matematika Kelas 1 tentang Pengurangan sampai 20 Perbesar

Pengurangan adalah salah satu konsep matematika paling dasar yang ditemui anak-anak di bangku Sekolah Dasar, khususnya di kelas 1. Memasuki tahap evaluasi, siswa biasanya dihadapkan pada berbagai tipe soal yang menguji pemahaman mereka tentang operasi hitung “mengambil” atau “mengurangi” ini, dengan angka yang tidak lebih dari 20 . Menguasai pengurangan sampai 20 bukan hanya tentang menghafal angka, melainkan fondasi untuk pemahaman matematika yang lebih kompleks di masa depan.

Memahami Konsep Dasar Pengurangan untuk Kelas 1

Sebelum membahas jawaban dari soal-soal evaluasi, penting untuk memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan pengurangan dalam konteks anak kelas 1. Secara sederhana, pengurangan adalah proses mencari tahu berapa jumlah yang tersisa setelah sebagian di ambil atau di hilangkan dari suatu kelompok . Konsep ini biasanya di perkenalkan melalui benda-benda konkret yang dekat dengan keseharian anak.

Dalam Kurikulum Merdeka, materi pengurangan sampai 20 biasanya masuk dalam bab yang mengajarkan operasi hitung dasar . Tujuan utamanya adalah agar anak mampu membedakan konsep bertambah (penjumlahan) dan berkurang (pengurangan), serta mampu menghitung hasil pengurangan dengan tepat .

Beberapa kata kunci yang sering muncul dalam soal cerita pengurangan dan perlu di pahami anak adalah “sisa”, “diambil”, “diberikan”, “hilang”, atau “dijual” . Misalnya, jika soal berbunyi “Bagas membeli 11 roti. Kemudian ia memakan 3 rotinya”, kata kunci “memakan” mengindikasikan adanya proses pengurangan.


Ragam Bentuk Soal Pengurangan dalam Evaluasi

Soal evaluasi matematika kelas 1 tentang pengurangan sampai 20 biasanya hadir dalam beberapa bentuk. Mengenali ragam bentuk ini akan membantu orang tua dan guru membimbing anak dalam menemukan jawaban yang tepat.

1. Soal Pengurangan Berhitung Langsung (Mendatar)

Ini adalah bentuk soal paling sederhana. Anak hanya perlu menghitung hasil pengurangan dari dua angka yang diberikan.

Contoh:

  • 15 – 7 = … 

  • 20 – 9 = … 

  • 14 – 8 = … 

Strategi Mengerjakan:
Untuk soal seperti ini, anak bisa menggunakan berbagai metode, seperti menghitung mundur menggunakan jari, menggambar coretan, atau menggunakan garis bilangan . Misalnya, untuk 15 – 7, anak bisa membayangkan 15 jari dan melipat 7 di antaranya, lalu menghitung sisanya.

2. Soal Cerita Pengurangan

Soal cerita menguji kemampuan anak dalam memahami konteks dan menerjemahkannya ke dalam kalimat matematika. Ini adalah bentuk soal yang sangat penting karena melatih logika dan kemampuan pemecahan masalah .

Contoh:

  • Bagas membeli 11 roti. Kemudian ia memakan 3 rotinya. Sekarang jumlah roti milik Bagas adalah … 

  • Rifa membeli 13 buah jeruk, ternyata ada 5 buah yang busuk. Maka buah jeruk yang tidak busuk berjumlah … 

  • Di halaman parkir sekolah terdapat 16 sepeda. Sebanyak 7 sepeda baru saja keluar dari halaman parkir. Jadi sisa sepeda yang sekarang ada di halaman parkir adalah … 

Strategi Mengerjakan:
Ajak anak untuk mengidentifikasi “total awal” dan “bagian yang diambil atau hilang”. Dalam contoh pertama, total awal adalah 11 roti, dan yang diambil (dimakan) adalah 3. Maka kalimat matematikanya adalah 11 – 3 = 8 .

3. Pengurangan Bersusun

Meskipun lebih umum diajarkan untuk angka yang lebih besar, beberapa evaluasi mungkin mulai memperkenalkan pengurangan bersusun sebagai pengenalan . Untuk kelas 1, ini biasanya masih sederhana dan tanpa teknik meminjam.

Contoh:
Bentuk soal bisa berupa operasi hitung yang disusun ke bawah, misalnya:

text
15
 7 _

Strategi Mengerjakan:
Untuk angka di bawah 20, anak biasanya masih mengandalkan hitungan mendatar atau mental. Pengurangan bersusun di kelas 1 lebih sebagai pengenalan format .


Panduan Menemukan Jawaban: Strategi dan Cara Menghitung

Menemukan jawaban yang tepat bukan hanya soal hafalan, melainkan tentang pemahaman cara. Berikut beberapa strategi yang bisa digunakan anak untuk menjawab soal-soal evaluasi pengurangan sampai 20.

1. Metode Benda Konkret (Memanipulasi Objek)

Anak usia kelas 1 sangat responsif terhadap pembelajaran visual dan kinestetik. Menggunakan benda nyata seperti kelereng, balok, atau bahkan permen bisa sangat membantu . Guru dan orang tua sering menggunakan metode ini dalam lembar kerja dengan gambar yang bisa dicoret .

Cara:
Siapkan 15 benda. Jika soal 15 – 7, minta anak menghitung 15 benda, lalu ambil atau singkirkan 7 benda, dan hitung sisanya.

2. Metode Jarimatika (Menghitung dengan Jari)

Metode ini sangat populer di kalangan siswa kelas 1 karena alatnya selalu tersedia, yaitu jari tangan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode jarimatika efektif meningkatkan hasil belajar siswa kelas 1 pada materi pengurangan .

Cara:
Untuk 15 – 7, minta anak mengangkat 10 jari dan membayangkan 5 jari lainnya. Kurangi 7 dari 10 dengan melipat jari, lalu tambahkan kembali dengan 5 yang tadi. Ini mungkin terdengar rumit, namun dengan latihan, anak akan terbiasa.

3. Metode Garis Bilangan (Number Line)

Garis bilangan adalah alat visual yang sangat efektif untuk memahami konsep “mundur” dalam pengurangan . Anak bisa melihat urutan angka dan melompat mundur.

Cara:
Buat garis bilangan dari 0 sampai 20. Untuk 15 – 7, mulai dari angka 15, lalu lompat mundur 7 langkah. Tempat berhenti adalah jawabannya, yaitu 8 .


Contoh Soal Evaluasi dan Pembahasan Jawabannya

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, mari kita bahas beberapa contoh soal evaluasi yang umum ditemui, lengkap dengan cara memperoleh jawabannya.

Contoh Soal Cerita dan Pembahasan

Soal 1:
Nenek punya 14 butir telur. Nenek memasaknya sebanyak 5 butir. Sisa telur yang dipunyai nenek sekarang adalah … 

Pembahasan:

  • Total telur Nenek: 14 butir.

  • Telur yang dimasak (hilang): 5 butir.

  • Kata kunci “sisa” menunjukkan operasi pengurangan.

  • Kalimat matematika: 14 – 5 = 9.

  • Jadi, sisa telur Nenek adalah 9 butir.

Soal 2:
Ayah memelihara 13 ayam. Hari ini ayah menjual ayamnya sebanyak 6 ekor. Sehingga sisa ayam yang dimiliki Ayah sekarang berjumlah … 

Pembahasan:

  • Total ayam Ayah: 13 ekor.

  • Ayam yang dijual (berkurang): 6 ekor.

  • Kata kunci “menjual” dan “sisa” menunjukkan pengurangan.

  • Kalimat matematika: 13 – 6 = 7.

  • Jadi, sisa ayam Ayah adalah 7 ekor.

Soal 3:
Ais menanam 19 bunga mawar. Sebanyak 8 bunga ternyata layu. Jadi jumlah bunga mawar yang tidak layu adalah … 

Pembahasan:

  • Total bunga mawar: 19.

  • Bunga yang layu: 8.

  • Yang dicari adalah bunga yang “tidak layu”, artinya dari total dikurangi yang layu.

  • Kalimat matematika: 19 – 8 = 11.

  • Jadi, bunga yang tidak layu berjumlah 11.

Contoh Soal Berhitung Langsung dan Pembahasan

Soal:
15 – 9 = … 

Pembahasan:
Dengan metode garis bilangan, mulai dari 15, mundur 9 langkah. Hasilnya adalah 6. Atau dengan jari, hitung 15 – 5 = 10, lalu 10 – 4 = 6.

Soal:
20 – 12 = … 

Pembahasan:
Gunakan jari atau benda. 20 – 10 = 10, dan 10 – 2 = 8. Atau dengan garis bilangan, 20 mundur 12 langkah berhenti di angka 8.


Membantu Anak Menghadapi Evaluasi

Menghadapi evaluasi, dukungan dari orang tua dan guru sangat penting. Jangan hanya fokus pada hasil akhir, tetapi perhatikan proses yang dilalui anak. Beberapa tips yang bisa diterapkan:

  1. Ciptakan Suasana Santai: Hindari tekanan “harus benar semua”. Bantu anak merasa bahwa matematika adalah permainan yang menyenangkan .

  2. Gunakan Benda di Sekitar: Ajak anak berlatih dengan benda-benda di rumah. Misalnya, “Kita punya 12 sendok, 5 sendok sudah kotor, berapa yang bersih?”

  3. Latihan Rutin: Gunakan lembar kerja atau soal-soal interaktif yang tersedia secara gratis . Konsistensi adalah kunci.

  4. Libatkan dalam Kegiatan Sehari-hari: Saat berbelanja, tanyakan, “Ibu punya 20 ribu, membeli sayur 5 ribu, berapa sisa uang Ibu?” Ini mengajarkan aplikasi nyata matematika.

  5. Berikan Pujian atas Usaha: Apresiasi setiap usaha yang dilakukan anak, bukan hanya ketika jawabannya benar. Ini membangun rasa percaya diri.

Materi pengurangan sampai 20 di kelas 1 adalah fondasi yang sangat penting. Pemahaman yang kuat di tahap ini akan membuat anak lebih percaya diri dan siap menghadapi tantangan matematika di jenjang berikutnya . Evaluasi bukanlah hukuman, melainkan alat untuk melihat sejauh mana pemahaman anak dan area mana yang perlu diperkuat. Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak pasti bisa menaklukkan soal-soal pengurangan.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Soal Latihan Seni Budaya Kelas 1 tentang Mengenal Warna Primer untuk Belajar Mandiri

28 Juli 2026 - 21:19 WIB

Istilah Pendidikan
Trending di SD Kelas 1