Fisika di kelas 10 sering dimulai dengan topik yang kelihatan sederhana: pengukuran. Padahal, justru dari sini fondasi ilmu fisika dibangun. Salah hitung sedikit saja saat membaca alat ukur, hasil akhirnya bisa melenceng jauh. Itulah mengapa angka penting dan ketelitian alat ukur menjadi materi yang wajib dikuasai sejak awal.
Banyak siswa merasa bingung ketika harus menentukan jumlah angka penting dari sebuah hasil pengukuran, apalagi saat harus membulatkan hasil operasi hitung. Latihan rutin adalah cara paling ampuh untuk mengatasinya. Soal-soal berikut disusun bertingkat, mulai dari yang ringan sampai yang menuntut pemahaman lebih dalam. Kunci jawaban disertakan di bagian akhir agar bisa dipakai untuk mengecek pekerjaan sendiri.
A. Pilihan Ganda
1. Hasil pengukuran panjang sebuah pensil menggunakan jangka sorong adalah 12,34 cm. Jumlah angka penting pada hasil tersebut adalah…
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
2. Bilangan 0,00250 meter memiliki angka penting sebanyak…
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 6
3. Sebuah benda ditimbang dengan neraca digital dan hasilnya 250,0 gram. Angka penting dari hasil penimbangan tersebut adalah…
A. 2
B. 3
C. 4
D. 5
E. 1
4. Hasil operasi 2,45 cm + 1,2 cm sesuai aturan angka penting adalah…
A. 3,65 cm
B. 3,6 cm
C. 3,7 cm
D. 3,65 cm
E. 4 cm
5. Hasil perkalian 3,2 m × 1,25 m ditulis dengan aturan angka penting menjadi…
A. 4 m²
B. 4,0 m²
C. 4,00 m²
D. 4,000 m²
E. 4,0000 m²
6. Alat ukur yang paling tepat untuk mengukur diameter bagian dalam sebuah pipa kecil adalah…
A. Mistar
B. Meteran
C. Jangka sorong
D. Mikrometer sekrup
E. Neraca ohaus
7. Ketelitian mikrometer sekrup umumnya mencapai…
A. 0,1 cm
B. 0,01 cm
C. 0,001 cm
D. 0,0001 cm
E. 0,00001 cm
8. Notasi ilmiah dari 0,0000456 adalah…
A. 4,56 × 10⁻⁵
B. 4,56 × 10⁻⁴
C. 45,6 × 10⁻⁶
D. 4,56 × 10⁵
E. 456 × 10⁻⁷
9. Sebuah pengukuran menghasilkan nilai 5,60 kg. Pernyataan yang benar adalah…
A. Angka pentingnya 2
B. Angka pentingnya 3
C. Angka pentingnya 4
D. Angka nol tidak dihitung
E. Hasilnya sama dengan 5,6 kg
10. Dalam laporan praktikum, seorang siswa menuliskan hasil pengukuran sebagai 8,25 ± 0,05 cm. Arti dari penulisan tersebut adalah…
A. Panjang sebenarnya pasti 8,25 cm
B. Ketidakpastian pengukuran sebesar 0,05 cm
C. Alat ukur tidak layak dipakai
D. Hasil pengukuran salah
E. Panjang benda 8,30 cm
B. Soal Uraian
1. Jelaskan perbedaan antara ketelitian dan ketepatan dalam pengukuran. Berikan masing-masing satu contoh.
2. Tentukan jumlah angka penting dari bilangan-bilangan berikut:
a. 0,00430
b. 120,50
c. 6.000 (tanpa tanda desimal)
d. 3,040 × 10²
3. Hitunglah hasil operasi berikut dengan aturan angka penting:
a. 15,35 + 2,4
b. 8,25 − 0,5
c. 4,5 × 2,11
d. 10,0 : 3,0
4. Sebuah balok kayu diukur panjang, lebar, dan tingginya. Panjang 12,5 cm, lebar 4,2 cm, dan tinggi 2,0 cm. Hitung volume balok tersebut dan tuliskan hasilnya sesuai aturan angka penting.
5. Mengapa angka nol di belakang angka bukan nol tanpa tanda desimal dianggap bukan angka penting? Jelaskan alasannya dan berikan contoh.
Kunci Jawaban Pilihan Ganda
-
C
-
B
-
C
-
B
-
B
-
C
-
C
-
A
-
B
-
B
Kunci Jawaban Uraian
1. Ketelitian (presisi) berkaitan dengan seberapa dekat hasil pengukuran yang diulang satu sama lain. Ketepatan (akurasi) berkaitan dengan seberapa dekat hasil pengukuran dengan nilai sebenarnya. Contoh ketelitian: menimbang benda yang sama lima kali dan hasilnya hampir sama semua. Contoh ketepatan: hasil timbangan sesuai dengan massa benda yang tertera di label.
2.
a. 0,00430 → 3 angka penting (angka nol di depan bukan angka penting, nol di belakang desimal termasuk)
b. 120,50 → 5 angka penting
c. 6.000 → 1 angka penting (tanpa tanda desimal, nol di belakang bukan angka penting)
d. 3,040 × 10² → 4 angka penting
3.
a. 15,35 + 2,4 = 17,75 → dibulatkan menjadi 17,8 (satu desimal, mengikuti 2,4)
b. 8,25 − 0,5 = 7,75 → dibulatkan menjadi 7,8 (satu desimal)
c. 4,5 × 2,11 = 9,495 → ditulis 9,5 (dua angka penting, mengikuti 4,5)
d. 10,0 : 3,0 = 3,333… → ditulis 3,3 (dua angka penting)
4. Volume = 12,5 × 4,2 × 2,0 = 105 cm³. Karena angka penting paling sedikit adalah 2 (dari 4,2 dan 2,0), hasilnya ditulis 1,0 × 10² cm³ atau 105 cm³ jika ingin menunjukkan tiga angka penting. Namun sesuai aturan ketat, hasil akhir sebaiknya ditulis 1,0 × 10² cm³.
5. Angka nol di belakang angka bukan nol tanpa tanda desimal dianggap bukan angka penting karena tidak menunjukkan ketelitian alat ukur. Contoh: 6.000 bisa berarti 6.000 ± 1.000 atau 6.000 ± 1, tergantung alat ukurnya. Tanpa keterangan tambahan, angka nol tersebut hanya berfungsi sebagai penanda posisi, bukan hasil pengukuran yang teliti.
Tips Mengerjakan Soal Pengukuran
Sering kali siswa kehilangan poin bukan karena tidak paham konsep, tetapi karena kurang teliti membaca satuan dan jumlah angka penting. Biasakan menulis satuan di setiap langkah, lalu periksa kembali apakah hasil akhir sudah sesuai dengan angka penting terkecil pada operasi hitung. Untuk soal perkalian dan pembagian, jumlah angka penting yang dipakai adalah yang paling sedikit. Untuk penjumlahan dan pengurangan, yang diperhatikan adalah jumlah angka di belakang koma.
Latihan soal seperti ini akan terasa lebih mudah jika dikerjakan berulang. Coba kerjakan tanpa melihat kunci terlebih dahulu, lalu bandingkan jawaban. Dari situ akan terlihat bagian mana yang masih perlu diperdalam, apakah soal konversi notasi ilmiah, pembulatan, atau pemilihan alat ukur.









