Materi analisis data sering bikin siswa kelas 10 merasa “berat” di awal. Padahal, begitu paham polanya, topik ini justru jadi salah satu bagian Informatika yang paling masuk akal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari membaca diagram batang di berita, sampai mengolah data tinggi tanaman di kebun sekolah semuanya bersinggungan dengan analisis data.
Salah satu cara paling jujur untuk mengukur pemahaman adalah dengan mengerjakan latihan soal. Bukan sekadar menghafal rumus, tapi melatih logika membaca data. Soal-soal berikut disusun mengikuti alur materi Bab 6 Informatika Kelas 10 Kurikulum Merdeka: mulai dari pengumpulan data, pra-pemrosesan, visualisasi, hingga interpretasi sederhana.
A. Soal Pilihan Ganda
1. Dalam proses analisis data, tahap paling awal yang harus di lakukan adalah…
A. Membuat diagram lingkaran
B. Mengumpulkan data
C. Menghitung rata-rata
D. Menarik kesimpulan
E. Menghapus data yang salah
Jawaban: B
Pembahasan: Sebelum apa pun di lakukan, data harus tersedia dulu. Pengumpulan data adalah fondasi utamanya .
2. Data mentah sering disebut “kotor” karena…
A. Terlalu banyak jumlahnya
B. Berisi kesalahan, nilai kosong, atau format tidak konsisten
C. Tidak bisa dibuka di Excel
D. Berasal dari internet
E. Ditulis dalam bahasa asing
Jawaban: B
Pembahasan: Data mentah dari lapangan hampir selalu punya “sampah”—entah itu typo, kolom kosong, atau satuan yang campur aduk. Pra-pemrosesan dilakukan justru untuk membersihkannya .
3. Jenis visualisasi yang paling tepat untuk membandingkan jumlah siswa laki-laki dan perempuan di lima kelas berbeda adalah…
A. Diagram lingkaran
B. Diagram batang
C. Peta panas
D. Diagram pencar
E. Garis waktu
Jawaban: B
Pembahasan: Diagram batang dipakai untuk memperlihatkan beberapa item serupa yang perlu dibandingkan . Kalau diagram lingkaran lebih cocok untuk proporsi dalam satu keseluruhan.
4. Perhatikan potongan data tinggi tanaman berikut: 9, 12, 23, 9, 15, 23, 17, 12, 9, 23. Nilai yang paling sering muncul (modus) adalah…
A. 9
B. 12
C. 15
D. 17
E. 23
Jawaban: E
Pembahasan: Angka 23 muncul tiga kali, lebih sering dibanding angka lain yang muncul dua atau satu kali. Modus adalah nilai dengan frekuensi tertinggi .
5. Dalam Python, perintah print("2" + "3") akan menghasilkan output…
A. 5
B. 23
C. “5”
D. Error
E. “2 + 3”
Jawaban: B
Pembahasan: Tanda petik membuat angka dianggap sebagai teks (string). Penjumlahan string berarti menggabungkan, bukan menjumlahkan secara matematis .
B. Soal Uraian Singkat
6. Jelaskan perbedaan antara data kuantitatif dan data kualitatif, lalu berikan satu contoh masing-masing dalam konteks sekolah.
Pembahasan:
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka dan bisa diukur secara statistik. Contohnya: nilai ujian matematika siswa kelas 10, jumlah kehadiran per bulan. Data kualitatif lebih deskriptif dan tidak berbentuk angka. Contohnya: alasan siswa memilih ekstrakurikuler tertentu, atau catatan wawancara tentang kebiasaan belajar .
7. Seorang siswa mengumpulkan data uang jajan dan uang tabungan dari delapan teman sekelasnya. Setelah dibuat diagram pencar (scatter plot), titik-titiknya membentuk pola garis lurus yang naik dari kiri bawah ke kanan atas. Apa yang bisa disimpulkan dari pola tersebut?
Pembahasan:
Pola naik menunjukkan hubungan positif. Artinya, semakin besar uang jajan seseorang, cenderung semakin besar pula uang yang ditabung. Tapi perlu ditekankan: ini hanya korelasi, bukan berarti uang jajan menyebabkan tabungan naik secara langsung .
8. Mengapa data yang sudah dikumpulkan tidak bisa langsung divisualisasikan begitu saja? Jelaskan minimal dua alasan.
Pembahasan:
Pertama, data mentah sering mengandung nilai kosong, duplikat, atau format yang tidak seragam—misalnya ada yang menulis tinggi dalam cm, ada yang dalam meter. Kedua, tanpa pembersihan, grafik yang dihasilkan bisa menyesatkan. Diagram batang bisa jadi kacau karena satu kategori terpecah jadi beberapa label berbeda. Pra-pemrosesan memastikan data siap diolah dan hasil visualisasinya bisa dipercaya .
C. Studi Kasus Sederhana
9. Perhatikan data jumlah kendaraan yang diparkir di sekolah selama satu hari berikut:
| Jam | Jumlah Kendaraan |
|---|---|
| 07.00 – 09.00 | 15 |
| 09.00 – 11.00 | 25 |
| 11.00 – 13.00 | 45 |
| 13.00 – 15.00 | 45 |
| 15.00 – 17.00 | 15 |
a. Berapa modus dari data tersebut?
b. Jika data ini disajikan dalam diagram batang, jam berapa yang batangnya paling tinggi?
c. Apa interpretasi sederhana yang bisa diambil dari pola data ini?
Pembahasan:
a. Modusnya adalah 45, karena muncul dua kali (pada interval 11.00–13.00 dan 13.00–15.00).
b. Batang tertinggi ada di dua interval tersebut, keduanya setara.
c. Puncak parkir terjadi di sekitar jam istirahat dan jam pulang. Data ini bisa dipakai pihak sekolah untuk mengatur jadwal penjagaan parkir atau memperluas area parkir di jam-jam sibuk.
D. Soal “Jebakan Logika”
10. Sebuah berita menulis: “Berdasarkan data, siswa yang sarapan pagi memiliki nilai ujian lebih tinggi dibanding yang tidak sarapan. Maka, sarapan pasti meningkatkan nilai ujian.” Apakah pernyataan “pasti meningkatkan” bisa dibenarkan hanya dari data tersebut? Jelaskan.
Pembahasan:
Tidak bisa. Data hanya menunjukkan adanya hubungan (korelasi), bukan sebab-akibat. Bisa saja siswa yang sarapan juga punya lebih banyak waktu belajar, atau berasal dari keluarga dengan dukungan akademik lebih baik. Korelasi tidak sama dengan kausalitas. Ini salah satu jebakan paling umum dalam interpretasi data .
Tips Mengerjakan Soal Analisis Data
Jangan langsung menghitung. Biasakan membaca pertanyaannya dua kali: apa yang diminta? Modus? Median? Interpretasi? Banyak siswa terjebak menghitung mean padahal soal meminta modus, atau sebaliknya.
Untuk soal visualisasi, tanyakan pada diri sendiri: “Apa tujuan grafik ini?” Kalau tujuannya membandingkan kategori, diagram batang jawabannya. Kalau tujuannya menunjukkan proporsi dari total, diagram lingkaran. Kalau tujuannya melihat hubungan antar dua variabel, diagram pencar.
Dan yang paling penting: latih diri untuk curiga pada data. Data tidak pernah “berbicara sendiri.” Selalu ada konteks, selalu ada kemungkinan bias. Kemampuan itu jauh lebih berharga daripada sekadar hafal rumus









