Belajar tentang infak dan sedekah menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan agama Islam di tingkat sekolah dasar. Khususnya bagi siswa kelas 5, pemahaman tentang dua konsep ini tidak hanya berkaitan dengan hafalan teori, tetapi juga pembentukan karakter dermawan dan peduli terhadap sesama. Infak dan sedekah sering kali dianggap sama oleh sebagian orang, padahal keduanya memiliki makna dan ruang lingkup yang berbeda dalam ajaran Islam.
Infak merujuk pada pengeluaran harta untuk kepentingan agama, baik yang bersifat wajib seperti zakat maupun yang sunnah. Sementara sedekah memiliki cakupan lebih luas, tidak terbatas pada harta benda, melainkan juga mencakup perbuatan baik lainnya seperti senyuman, menyingkirkan duri dari jalan, atau bahkan sekadar mengucapkan kata-kata yang menyenangkan hati orang lain. Pemahaman yang komprehensif tentang kedua amalan ini akan membentuk generasi muslim yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Menyusun latihan soal yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam mengukur pemahaman siswa terhadap materi infak dan sedekah. Soal-soal yang disajikan harus mencakup berbagai aspek, mulai dari pengertian, dalil naqli, hukum, keutamaan, hingga contoh-contoh aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya menghafal definisi, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Berikut ini disajikan kumpulan latihan soal Pendidikan Agama Islam untuk kelas 5 yang berfokus pada materi infak dan sedekah. Soal-soal ini dirancang dengan tingkat kesulitan yang bervariasi, mulai dari yang sederhana hingga membutuhkan penalaran. Setiap soal dilengkapi dengan kunci jawaban untuk memudahkan proses evaluasi dan pembelajaran mandiri.
A. Pilihan Ganda
1. Pengertian infak secara bahasa berasal dari kata “anfaqa” yang berarti…
-
a. Menahan
-
b. Mengeluarkan
-
c. Menyimpan
-
d. Menghitung
Jawaban: b. Mengeluarkan
Infak secara etimologi berarti mengeluarkan sesuatu, baik berupa harta maupun manfaat lainnya. Sementara secara terminologi, infak adalah mengeluarkan sebagian harta atau pendapatan untuk kepentingan yang diperintahkan dalam agama.
2. Perbedaan mendasar antara infak dan sedekah terletak pada…
-
a. Jumlah hartanya
-
b. Waktu pelaksanaannya
-
c. Cakupan objeknya
-
d. Penerimanya
Jawaban: c. Cakupan objeknya
Infak terbatas pada pengeluaran harta benda, sedangkan sedekah mencakup segala bentuk kebaikan, baik bersifat materi maupun non-materi. Sebuah hadis menyebutkan bahwa “senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.”
3. Berikut yang termasuk sedekah non-materi adalah…
-
a. Memberi uang kepada pengemis
-
b. Menyumbang buku untuk perpustakaan
-
c. Membimbing teman yang kesulitan belajar
-
d. Memberikan makanan kepada tetangga
Jawaban: c. Membimbing teman yang kesulitan belajar
Sedekah tidak selalu berbentuk harta. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap kebaikan adalah sedekah. Membimbing orang lain, mengajarkan ilmu, atau bahkan membersihkan gangguan dari jalan termasuk dalam kategori sedekah.
4. Hukum mengeluarkan infak di bulan Ramadan bagi umat Islam adalah…
-
a. Wajib ain
-
b. Wajib kifayah
-
c. Sunnah muakkadah
-
d. Mubah
Jawaban: c. Sunnah muakkadah
Meskipun infak pada dasarnya adalah amalan sunnah, namun pelaksanaannya di bulan Ramadan memiliki keutamaan yang lebih besar sehingga masuk dalam kategori sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Rasulullah SAW dikenal sangat dermawan, terlebih lagi di bulan suci tersebut.
5. Orang yang menerima infak dan sedekah disebut dengan istilah…
-
a. Muzakki
-
b. Mustahik
-
c. Amil
-
d. Mukmin
Jawaban: b. Mustahik
Mustahik adalah sebutan bagi pihak yang berhak menerima zakat, infak, atau sedekah. Istilah ini berasal dari kata “haqqa” yang berarti hak, karena mereka memiliki hak untuk mendapatkan bantuan dari kaum muslimin yang mampu.
6. Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Memberi nafkah kepada keluarga
(2) Menyumbang untuk pembangunan masjid
(3) Membayar zakat fitrah
(4) Memberi hadiah kepada teman
Yang termasuk infak ditunjukkan oleh nomor…
-
a. (1) dan (2)
-
b. (2) dan (4)
-
c. (1) dan (3)
-
d. (2) dan (3)
Jawaban: a. (1) dan (2)
Infak mencakup pemberian nafkah kepada keluarga yang menjadi tanggungan serta sumbangan untuk kepentingan umum seperti pembangunan masjid. Zakat fitrah memiliki hukum wajib yang berbeda dengan infak sunnah, sedangkan memberi hadiah termasuk dalam ranah muamalah sosial.
7. Salah satu dalil tentang infak terdapat dalam Al-Qur’an surat…
-
a. Al-Baqarah ayat 267
-
b. Al-Fatihah ayat 1
-
c. Al-Ikhlas ayat 2
-
d. An-Nas ayat 3
Jawaban: a. Al-Baqarah ayat 267
Dalam surat Al-Baqarah ayat 267, Allah SWT berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.” Ayat ini menjadi landasan perintah infak bagi setiap muslim yang memiliki kelebihan harta.
8. Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang diberikan ketika…
-
a. Sedang kaya raya
-
b. Dalam keadaan sehat dan kuat
-
c. Menjelang kematian
-
d. Saat menerima gaji
Jawaban: b. Dalam keadaan sehat dan kuat
Rasulullah SAW bersabda bahwa sedekah yang paling utama adalah yang diberikan saat seseorang dalam keadaan sehat dan kuat, khawatir akan kemiskinan, serta berharap untuk tetap hidup. Ini menunjukkan keutamaan bersedekah di saat masih memiliki semangat dan kemampuan penuh.
9. Harta yang diinfakkan tidak akan berkurang, melainkan…
-
a. Berlipat ganda di dunia
-
b. Mendapat balasan di akhirat
-
c. Akan tumbuh dan berkembang
-
d. Menjadi berkah dan bertambah
Jawaban: d. Menjadi berkah dan bertambah
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta. Justru harta yang diinfakkan akan mendapatkan keberkahan dan pertumbuhan dari sisi Allah SWT, meskipun secara hitungan matematis jumlahnya berkurang.
10. Berikut adalah contoh perilaku sedekah dalam kehidupan sehari-hari, kecuali…
-
a. Membantu menyebrangkan orang tua di jalan
-
b. Mengajarkan teman yang kesulitan pelajaran
-
c. Menyimpan makanan untuk dimakan sendiri
-
d. Membersihkan sampah di lingkungan sekolah
Jawaban: c. Menyimpan makanan untuk dimakan sendiri
Menyimpan makanan untuk dimakan sendiri merupakan tindakan yang tidak termasuk sedekah karena tidak memberikan manfaat kepada orang lain. Sedekah harus memberikan dampak kebaikan kepada pihak lain, baik manusia, hewan, maupun lingkungan sekitar.
B. Isian Singkat
11. Sebutkan tiga golongan yang berhak menerima infak dan sedekah!
Jawaban:
-
Fakir dan miskin
-
Orang yang terlilit hutang
-
Ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal)
Terdapat delapan golongan mustahik dalam ajaran Islam, namun yang paling sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari adalah fakir, miskin, orang yang berhutang, dan musafir. Sebagai siswa kelas 5, cukup memahami beberapa golongan utama agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
12. Jelaskan perbedaan infak dan zakat!
Jawaban:
Perbedaan mendasar antara infak dan zakat terletak pada hukum dan ketentuannya. Zakat bersifat wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat tertentu seperti nisab dan haul, sementara infak bersifat sunnah dan tidak terikat ketentuan jumlah minimal maupun waktu tertentu. Selain itu, zakat telah ditentukan mustahiknya secara jelas dalam Al-Qur’an, sedangkan infak dapat diberikan kepada siapa saja yang membutuhkan.
13. Apa yang dimaksud dengan sedekah jariyah? Berikan satu contohnya!
Jawaban:
Sedekah jariyah adalah amalan sedekah yang pahalanya terus mengalir meskipun pelakunya telah meninggal dunia. Contoh sedekah jariyah antara lain menanam pohon yang buahnya dimanfaatkan orang lain, membangun sumur untuk kepentingan umum, atau mewakafkan Al-Qur’an yang terus dibaca oleh banyak orang. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa ada tiga amalan yang pahalanya terus mengalir setelah seseorang wafat, salah satunya adalah sedekah jariyah.
14. Mengapa kita dianjurkan untuk tidak menyebut-nyebut sedekah yang telah diberikan?
Jawaban:
Menyebut-nyebut sedekah yang telah diberikan dapat menghilangkan pahala dan merusak keikhlasan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an agar jangan merusak sedekah dengan ucapan yang menyakiti dan menyebut-nyebut pemberian. Sikap yang terbaik adalah menyembunyikan amal kebaikan dari pandangan orang lain dan hanya mengharapkan ridha Allah semata.
15. Sebutkan dua keutamaan bersedekah!
Jawaban:
Keutamaan bersedekah yang pertama adalah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Kedua, sedekah dapat menjadi naungan bagi pelakunya di hari kiamat ketika tidak ada naungan selain dari Allah SWT. Kedua keutamaan ini menjadi motivasi bagi setiap muslim untuk senantiasa membiasakan diri bersedekah, sekecil apapun bentuknya.
C. Soal Uraian
16. Bacalah narasi berikut!
Pak Ahmad adalah seorang pengusaha sukses yang memiliki penghasilan cukup besar. Setiap bulan, ia rutin menyisihkan 2,5% dari penghasilannya untuk diberikan kepada tetangga yang kurang mampu. Namun, ia selalu mengumumkan jumlah sumbangannya di grup whatsapp kompleks agar diketahui banyak orang.
Menurut pemahamanmu tentang adab dalam bersedekah, apakah tindakan Pak Ahmad sudah sesuai dengan ajaran Islam? Jelaskan pendapatmu!
Jawaban:
Tindakan Pak Ahmad secara umum sudah baik karena ia telah melaksanakan infak secara rutin. Namun, dari sisi adab, mengumumkan jumlah sumbangan di grup whatsapp tidak sepenuhnya sesuai dengan ajaran Islam. Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 271 disebutkan bahwa jika kamu menampakkan sedekah secara terang-terangan, itu baik, tetapi jika kamu menyembunyikannya dan memberikannya kepada orang miskin, itu lebih baik bagimu.
Sebaiknya Pak Ahmad cukup menginformasikan bahwa ia menyediakan bantuan bagi yang membutuhkan tanpa perlu menyebutkan jumlah nominalnya. Hal ini untuk menjaga perasaan penerima dan menghindari rasa riya atau pamer dalam beramal. Sikap terbaik adalah menyeimbangkan antara transparansi dan menjaga kehormatan penerima serta keikhlasan pemberi.
17. Sebutkan dan jelaskan tiga adab dalam bersedekah yang harus diperhatikan oleh setiap muslim!
Jawaban:
Pertama, sedekah harus diberikan dengan ikhlas karena Allah SWT semata, tanpa mengharapkan pujian atau balasan dari manusia. Sikap ikhlas ini menjadi syarat diterimanya amal ibadah.
Kedua, tidak boleh menyebut-nyebut atau mengungkit-ungkit pemberian. Perilaku ini dapat menyakiti hati penerima dan mengurangi bahkan menghilangkan pahala sedekah.
Ketiga, memberikan sedekah yang baik dan berkualitas, bukan yang sudah tidak layak atau rusak. Allah SWT Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik. Sebaik-baik sedekah adalah yang diberikan dari harta yang halal dan dengan niat yang tulus.
18. Bagaimana pengaruh kebiasaan bersedekah terhadap pembentukan karakter siswa di lingkungan sekolah? Berikan tiga contoh konkret!
Jawaban:
Kebiasaan bersedekah dapat membentuk karakter siswa menjadi lebih peduli terhadap sesama. Ketika siswa terbiasa berbagi, mereka akan mengembangkan empati dan kepekaan terhadap kondisi teman-teman di sekitarnya.
Contoh konkret pertama adalah siswa menjadi lebih ringan tangan dalam membantu teman yang kesulitan memahami pelajaran, karena mereka memahami bahwa mengajarkan ilmu termasuk sedekah.
Contoh kedua, siswa terdorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan penggalangan dana untuk korban bencana atau teman yang sedang sakit, karena mereka telah terbiasa dengan nilai-nilai berbagi.
Contoh ketiga, siswa menjadi lebih dermawan dalam meminjamkan alat tulis atau berbagi bekal makanan dengan teman yang membutuhkan, tanpa mengharapkan imbalan atau pujian.
19. Seorang siswa kelas 5 bernama Ali memiliki uang saku sebesar Rp 10.000 setiap hari. Ia ingin membiasakan diri bersedekah namun masih ragu karena uang sakunya terbatas. Berikan saran yang tepat untuk Ali agar tetap bisa bersedekah!
Jawaban:
Ali tidak perlu khawatir dengan keterbatasan uang sakunya karena sedekah tidak selalu berbentuk harta yang besar. Ia bisa memulai dengan menyisihkan seribu atau dua ribu rupiah setiap hari untuk dimasukkan ke kotak amal di sekolah atau diberikan kepada pengemis yang benar-benar membutuhkan.
Jika merasa uangnya terbatas, Ali juga bisa melakukan sedekah non-materi seperti membantu membersihkan kelas, menyingkirkan batu atau duri di jalan sekolah, atau mengajarkan teman yang kesulitan mengerjakan PR. Semua perbuatan baik ini bernilai sedekah di sisi Allah.
Yang terpenting adalah konsistensi dan keikhlasan, bukan besaran jumlahnya. Ali bisa membuat target kecil seperti bersedekah setiap hari Jumat atau setiap kali menerima uang saku. Dengan begitu, ia akan terbiasa berbagi dan merasakan kebahagiaan dari memberikan manfaat kepada orang lain.
20. Jelaskan hubungan antara keimanan kepada Allah SWT dengan semangat bersedekah!
Jawaban:
Keimanan kepada Allah SWT memiliki hubungan yang erat dengan semangat bersedekah. Seseorang yang benar-benar beriman akan meyakini bahwa semua harta yang dimilikinya adalah titipan dari Allah dan akan dipertanggungjawabkan penggunaannya. Keyakinan ini mendorongnya untuk menginfakkan sebagian hartanya di jalan yang diridhai Allah.
Selain itu, iman yang kuat juga membuat seseorang percaya terhadap janji Allah tentang balasan berlipat ganda bagi orang yang bersedekah. Keyakinan akan adanya hari pembalasan dan pahala yang kekal di akhirat menjadi motivasi yang jauh lebih besar dibandingkan sekadar keinginan untuk mendapatkan pujian manusia.
Rasulullah SAW bersabda bahwa iman itu memiliki cabang yang banyak, dan salah satu cabangnya adalah sedekah. Dengan demikian, semakin tinggi keimanan seseorang, semakin besar pula semangatnya untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada orang lain.
D. Soal Menjodohkan
21. Pasangkan pernyataan di kolom A dengan istilah yang tepat di kolom B!
| Kolom A | Kolom B |
|---|---|
| 1. Mengeluarkan harta di jalan Allah | a. Zakat |
| 2. Segala kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas | b. Infak |
| 3. Sedekah yang pahalanya terus mengalir | c. Sedekah |
| 4. Kewajiban mengeluarkan harta dengan ketentuan tertentu | d. Sedekah jariyah |
| 5. Harta yang wajib dikeluarkan dari penghasilan pertanian | e. Wakaf |
Jawaban:
-
1 = b (Infak)
-
2 = c (Sedekah)
-
3 = d (Sedekah jariyah)
-
4 = a (Zakat)
-
5 = e (Wakaf)
E. Soal Benar atau Salah
22. Berikan tanda B jika pernyataan benar dan S jika pernyataan salah!
| No | Pernyataan | B/S |
|---|---|---|
| 1 | Sedekah hanya boleh diberikan dalam bentuk uang dan makanan | S |
| 2 | Infak wajib hukumnya bagi semua umat Islam yang mampu | S |
| 3 | Memberi senyuman kepada orang lain termasuk sedekah | B |
| 4 | Menyebut-nyebut sedekah yang telah diberikan termasuk perbuatan terpuji | S |
| 5 | Sedekah dapat menghapus dosa seperti air memadamkan api | B |
Pembahasan:
-
Nomor 1: Salah, karena sedekah juga bisa berbentuk non-materi seperti senyuman, nasihat baik, atau membantu orang lain
-
Nomor 2: Salah, karena infak hukumnya sunnah, berbeda dengan zakat yang wajib
-
Nomor 3: Benar, berdasarkan sabda Rasulullah SAW bahwa senyum di hadapan saudara adalah sedekah
-
Nomor 4: Salah, menyebut-nyebut sedekah termasuk riya yang dapat menghilangkan pahala
-
Nomor 5: Benar, berdasarkan hadis Rasulullah SAW tentang keutamaan sedekah
F. Soal HOTS (Higher Order Thinking Skills)
23. Sebuah desa sedang dilanda kekeringan panjang. Sawah-sawah mengering dan ternak-ternak mulai mati. Pak Umar yang merupakan petani kaya memiliki sumur dengan debit air yang melimpah. Sementara itu, Bu Fatimah memiliki persediaan makanan yang cukup tetapi tidak memiliki sumber air. Bagaimana sebaiknya sikap yang dilakukan oleh Pak Umar dan Bu Fatimah dalam menghadapi kondisi ini berdasarkan ajaran infak dan sedekah? Jelaskan dengan alasan yang logis!
Jawaban:
Dalam menghadapi musibah kekeringan, Pak Umar dan Bu Fatimah dapat saling berbagi sesuai dengan kelebihan yang mereka miliki. Pak Umar yang memiliki sumber air melimpah hendaknya mengizinkan warga desa mengambil air dari sumurnya tanpa dipungut biaya. Tindakan ini termasuk infak berupa manfaat yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak.
Bu Fatimah yang memiliki persediaan makanan dapat membagikan sebagian kepada tetangga yang tidak memiliki cadangan makanan. Keduanya tidak perlu menunggu diminta, tetapi sebaiknya inisiatif membantu karena dalam kondisi darurat, infak dan sedekah menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Bahkan, mereka bisa berkolaborasi dengan membuat dapur umum untuk warga desa. Pak Umar menyediakan air dan Bu Fatimah menyumbangkan makanan. Kerja sama ini menunjukkan bahwa infak dan sedekah tidak harus berdiri sendiri, tetapi bisa menjadi gerakan kolektif untuk meringankan beban sesama.
24. Pernahkah kamu melihat orang tua yang masih bekerja keras di usianya yang sudah lanjut? Menurutmu, apakah mereka berhak menerima sedekah atau justru mereka termasuk orang yang tidak membutuhkan? Analisislah berdasarkan kriteria mustahik dalam Islam!
Jawaban:
Orang tua yang masih bekerja keras belum tentu tidak berhak menerima sedekah. Kepantasan menerima sedekah tidak semata-mata dilihat dari usia atau status pekerjaan, melainkan dari kecukupan finansialnya. Jika hasil kerja kerasnya masih belum mencukupi kebutuhan dasar sehari-hari, maka mereka termasuk fakir atau miskin yang berhak menerima bantuan.
Dalam Islam, kriteria mustahik bukanlah usia produktif atau tidak, melainkan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok. Ada kalanya seseorang bekerja keras namun karena upah yang rendah atau tanggungan yang banyak, tetap tergolong orang yang membutuhkan.
Namun demikian, kita juga perlu bijak dalam memberikan sedekah. Sebaiknya berikan bantuan yang bersifat memberdayakan, misalnya modal usaha kecil atau alat kerja yang lebih layak, sehingga mereka dapat meningkatkan taraf hidupnya. Ini sejalan dengan konsep sedekah yang tidak hanya bersifat konsumtif tetapi juga produktif.
Mengerjakan latihan soal ini secara rutin akan membantu siswa kelas 5 memahami materi infak dan sedekah dengan lebih mendalam. Tidak hanya sekadar menghafal teori, tetapi juga mengaplikasikannya dalam perilaku sehari-hari di rumah, sekolah, dan lingkungan masyarakat.
Orang tua dan guru dapat menggunakan soal-soal ini sebagai bahan evaluasi dan pendampingan belajar. Diskusikan setiap jawaban bersama siswa agar terjadi pemahaman yang komprehensif, bukan sekadar menjawab benar atau salah. Hal ini akan menumbuhkan kesadaran bahwa infak dan sedekah adalah bagian dari identitas seorang muslim yang peduli terhadap sesama.
Setiap latihan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuka pintu pemahaman bahwa berbagi tidak pernah membuat seseorang menjadi miskin. Justru sebaliknya, Allah SWT menjanjikan keberkahan dan penggantian yang lebih baik bagi hamba-Nya yang gemar bersedekah. Semoga dengan belajar materi ini, generasi muda Islam tumbuh menjadi pribadi yang dermawan, berempati, dan senantiasa menebarkan kebaikan di muka bumi.
Selamat belajar dan teruslah berlatih! Keberhasilan dalam memahami materi agama bukan hanya diukur dari nilai ujian, tetapi juga dari seberapa banyak manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain melalui ilmu dan amalan yang telah dipelajari.









