Menu ✖

Mode Gelap

SD Kelas 5 · 1 Nov 2026 17:00 WIB ·

Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 5: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung


Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 5: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Perbesar

Pernah nggak sih kamu cerita ke teman tentang obrolanmu dengan ibu guru, lalu bingung bagaimana menuliskannya? Atau mungkin kamu membaca cerita pendek dan melihat ada tanda petik di tengah kalimat? Nah, di situlah peran kalimat langsung dan tidak langsung. Dua jenis kalimat ini sering muncul dalam pelajaran Bahasa Indonesia kelas 5 SD, dan ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Yuk, kita bedah satu per satu dengan cara yang santai.

Apa Itu Kalimat Langsung?

Kalimat langsung adalah kalimat yang menuliskan ucapan seseorang persis seperti yang diucapkan, tanpa diubah sedikit pun. Ciri paling khasnya adalah penggunaan tanda petik dua (“…”) di awal dan akhir ucapan. Biasanya juga ada kata pengiring seperti kata, ujar, tanya, atau perintah.

Contohnya begini:

Ibu berkata, “Bawa bekal dari rumah supaya lebih hemat.”

Perhatikan bahwa kalimat di dalam tanda petik ditulis apa adanya. Kalau yang berbicara marah, nada tulisannya pun bisa terasa marah. Kalau yang berbicara santai, ya terasa santai. Itulah kekuatan kalimat langsung, ia merekam ucapan secara utuh.

Hal kecil yang sering terlewat: huruf pertama di dalam tanda petik ditulis dengan huruf kapital. Lalu sebelum tanda petik pembuka, ada koma setelah kata pengiring. Sepele, tapi kalau salah, kalimatnya jadi terasa janggal.

Kalimat Tidak Langsung, Versi Cerita Ulang

Kalau kalimat tidak langsung lebih seperti menceritakan kembali ucapan seseorang. Tidak ada tanda petik, dan biasanya diawali dengan kata bahwa atau supaya. Ucapan aslinya diubah menyesuaikan sudut pandang si penutur.

Contoh dari kalimat sebelumnya:

Ibu berkata bahwa kita harus membawa bekal dari rumah supaya lebih hemat.

Lihat perbedaannya? Kata “Bawa bekal dari rumah” berubah menjadi “kita harus membawa bekal dari rumah”. Kata ganti dan kata kerjanya ikut menyesuaikan. Inilah yang sering bikin siswa kelas 5 sedikit pusing, karena harus teliti mengubah kata ganti orang.

Kalau yang berbicara adalah temanmu, lalu kamu menceritakannya pada orang lain, kata “aku” berubah jadi “dia” atau “kamu”. Kata “kamu” bisa berubah jadi “aku” tergantung siapa yang bercerita. Agak rumit memang, tapi kalau sering latihan, lama-lama jadi terbiasa.

Perbedaan Penting yang Perlu Diingat

Ada beberapa hal yang membedakan keduanya secara jelas. Pertama, tanda petik. Kalimat langsung wajib pakai tanda petik, sedangkan kalimat tidak langsung tidak. Kedua, kata ganti. Pada kalimat langsung, kata ganti mengikuti si pembicara asli. Pada kalimat tidak langsung, kata ganti menyesuaikan penutur yang menceritakan ulang.

Ketiga, intonasi. Kalimat langsung bisa ditulis dengan tanda seru atau tanda tanya di dalam petik, misalnya “Ayo cepat!” atau “Kamu sudah makan?”. Kalimat tidak langsung biasanya datar saja, misalnya Ayah menyuruhku cepat atau Ibu bertanya apakah aku sudah makan.

Keempat, kata pengiring. Kalimat langsung memakai kata pengiring di depan atau di belakang ucapan. Kalimat tidak langsung memakai kata penghubung seperti bahwa, agar, atau supaya.

Contoh Latihan Biar Makin Paham

Coba perhatikan percakapan berikut:

Rina berkata, “Aku akan datang ke rumahmu sore nanti.”

Kalau diubah menjadi kalimat tidak langsung, hasilnya:

Rina berkata bahwa dia akan datang ke rumahku sore nanti.

Perhatikan “aku” berubah jadi “dia”, dan “rumahmu” berubah jadi “rumahku”. Ini karena yang menceritakan adalah aku, bukan Rina lagi.

Contoh lain:

Guru berteriak, “Jangan berlarian di koridor!”

Menjadi:

Guru berteriak agar kami tidak berlarian di koridor.

Kalimat perintah seperti ini biasanya diubah dengan kata agar atau supaya.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Banyak siswa kelas 5 keliru menempatkan tanda petik. Ada yang menaruhnya di akhir kalimat saja, ada yang lupa menutupnya. Ada juga yang menulis kalimat langsung tanpa koma sebelum petik pembuka. Padahal, tanda baca ini penting supaya pembaca tahu mana ucapan asli dan mana narasi.

Kesalahan lain adalah mengubah kata ganti secara sembarangan. Misalnya kalimat langsung “Saya akan berangkat besok,” diubah menjadi Dia berkata bahwa saya akan berangkat besok. Padahal seharusnya “dia akan berangkat besok”. Kalau kata gantinya tidak diubah, maknanya jadi kacau.

Tips Belajar yang Menyenangkan

Daripada menghafal rumus, coba praktikkan langsung. Rekam obrolan singkat dengan teman atau keluarga, lalu tulis ulang dalam dua versi: kalimat langsung dan tidak langsung. Cara ini membuat otak lebih mudah menangkap pola.

Bisa juga membaca cerita anak atau komik, lalu menandai kalimat langsung yang ditemukan. Setelah itu, coba ubah kalimat tersebut menjadi kalimat tidak langsung. Latihan kecil seperti ini jauh lebih efektif daripada membaca teori panjang tanpa praktik.

Orang tua di rumah juga bisa ikut membantu. Sesekali, ajak anak bercerita tentang apa yang dikatakan gurunya di sekolah, lalu minta anak menuliskannya dalam dua bentuk kalimat. Suasana santai membuat anak tidak merasa sedang belajar.

Kenapa Materi Ini Penting?

Kalimat langsung dan tidak langsung bukan sekadar materi hafalan. Keduanya dipakai sehari-hari, mulai dari menulis pesan, bercerita, sampai menulis laporan. Kalau salah menempatkan kata ganti, bisa jadi salah paham. Bayangkan kalau pesan dari guru diubah sembarangan, bisa kacau kan?

Selain itu, kemampuan ini melatih ketelitian dan kepekaan terhadap konteks. Anak belajar bahwa kata “saya” bisa berarti siapa saja tergantung siapa yang berbicara. Ini keterampilan berpikir yang berguna bukan hanya di pelajaran Bahasa Indonesia, tapi juga di kehidupan.

Jadi, tidak perlu takut menghadapi materi ini. Mulailah dari contoh sederhana di sekitar rumah, lalu beranjak ke teks yang lebih panjang. Semakin sering dipakai, semakin otomatis rasanya. Selamat belajar, dan semoga obrolan sehari-hari jadi lebih bermakna!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Latihan Soal Pendidikan Pancasila Kelas 5 Materi Penerapan Nilai Pancasila Beserta Kunci Jawaban

10 September 2026 - 15:39 WIB

Latihan Soal Pendidikan Pancasila Kelas 5 Materi Hak, Kewajiban, dan Tanggung Jawab Beserta Kunci Jawaban

10 September 2026 - 12:37 WIB

Latihan Soal Pendidikan Agama Islam Kelas 5 Materi Surah Al-Maun Beserta Kunci Jawaban

10 September 2026 - 06:29 WIB

Latihan Soal Pendidikan Agama Islam Kelas 5 Materi Infak dan Sedekah Beserta Kunci Jawaban

10 September 2026 - 05:55 WIB

Latihan Soal Pendidikan Agama Islam Kelas 5 Materi Iman kepada kitab Allah Beserta Kunci Jawaban

9 September 2026 - 22:45 WIB

Latihan Soal Pendidikan Agama Islam Kelas 5 Materi Akhlak kepada Sesama Beserta Kunci Jawaban

9 September 2026 - 22:24 WIB

Trending di SD Kelas 5