Menu ✖

Mode Gelap

Materi · 5 Nov 2026 23:59 WIB ·

Materi Bahasa Indonesia SMP Kelas 7: Menyunting Paragraf Sederhana


Ilustrasi Konsistensi (img: sampoernauniversi.ac.id) Perbesar

Ilustrasi Konsistensi (img: sampoernauniversi.ac.id)

Pernahkah kamu membaca tulisan temanmu di grup chat, lalu merasa bingung karena banyak sekali singkatan atau salah ketik? Atau mungkin kamu sendiri pernah menulis pesan panjang, tapi lupa memberi tanda titik di akhir kalimat? Dalam dunia tulis-menulis, hal seperti itu sangat wajar terjadi. Namanya juga proses belajar.

Nah, di bangku SMP kelas 7, kamu akan mulai mengenal satu keterampilan yang sangat berguna seumur hidup: menyunting. Mungkin terdengar seperti pekerjaan seorang editor buku atau jurnalis, tapi sebenarnya kegiatan ini bisa kamu lakukan kapan saja, bahkan untuk tulisanmu sendiri.

Apa Sih Menyunting Itu?

Sederhananya, menyunting adalah kegiatan memperbaiki tulisan. Tapi jangan salah paham dulu. Menyunting bukan berarti mengganti seluruh isi tulisan orang lain dengan ide kita. Menyunting lebih kepada merapikan tulisan agar pesannya sampai dengan jelas ke pembaca.

Bayangkan kamu punya sebuah paragraf yang isinya berantakan. Kalimatnya terlalu panjang, tanda bacanya hilang, atau bahkan ada kata yang salah ketik. Tugas penyunting (orang yang menyunting) adalah merapikan “rumah” kata-kata itu agar penghuninya, yaitu pembaca, merasa nyaman saat berkunjung.

Di materi ini, kita fokus pada paragraf sederhana. Paragraf sederhana biasanya terdiri dari satu gagasan utama yang didukung oleh beberapa kalimat penjelas. Panjangnya tidak lebih dari lima atau enam kalimat. Cocok banget untuk latihan awal.

Tiga Hal Penting Saat Menyunting

Kalau kamu mau mulai menyunting paragraf, ada tiga hal utama yang harus kamu perhatikan. Anggap saja ini sebagai daftar periksa sebelum kamu menyerahkan tulisan ke guru atau mempostingnya di media sosial.

Pertama, soal tanda baca. Ini adalah hal paling sering terlewat. Coba perhatikan penggunaan titik (.), koma (,), tanda tanya (?), dan tanda seru (!). Apakah kalimatnya sudah diakhiri dengan titik? Apakah ada koma di tempat yang tepat, misalnya saat memisahkan rincian atau sebelum kata “tetapi” dan “melainkan”? Tanda baca ibarat rambu lalu lintas dalam tulisan. Kalau tidak ada, pembaca bisa tersesat atau salah paham.

Kedua, soal huruf kapital. Kapan kita harus menulis huruf besar? Di awal kalimat, tentu saja. Lalu untuk nama orang, nama tempat, nama hari, dan nama bulan. Sering kali kita menemukan tulisan yang menulis “besok hari senin” tanpa huruf kapital di kata “senin”. Itu salah. Atau menulis “ayah pergi ke pasar” padahal “Ayah” di sini berfungsi sebagai sapaan atau pengganti nama orang, jadi seharusnya pakai huruf besar. Nah, menyunting berarti memeriksa kembali hal-hal kecil seperti ini.

Ketiga, soal keefektifan kalimat. Ini agak sedikit menantang, tapi seru. Kalimat efektif artinya kalimat yang tidak bertele-tele. Contohnya, “Para siswa-siswa sedang mengikuti upacara.” Kata “para” dan “siswa-siswa” itu mubazir. Cukup pilih salah satu: “Para siswa sedang mengikuti upacara” atau “Siswa-siswa sedang mengikuti upacara.” Menyunting berarti menghilangkan kata-kata yang tidak perlu agar kalimatnya lebih padat dan enak dibaca.

Praktik Langsung, Yuk!

Sekarang, coba simak paragraf di bawah ini. Paragraf ini sengaja dibuat dengan banyak kesalahan. Tugas kamu adalah menemukan kesalahannya dan membayangkan versi yang sudah diperbaiki.

“kemarin aku dan teman-teman pergi ke pantai. disana kami melihat banyak sekali sampah plastik. kami sangat sedih melihatnya, tetapi kami tidak membawa kantong sampah. akhirnya kami hanya bisa melihat saja. menurutku seharusnya kita semua tidak membuang sampah sembarangan.”

Coba temukan kesalahannya. Ada yang menulis “kemarin” di awal kalimat tapi tidak pakai huruf kapital. Ada kata “disana” yang seharusnya ditulis terpisah menjadi “di sana” karena menunjukkan tempat. Lalu ada kalimat yang agak berulang, “melihat banyak sekali sampah” dan “melihatnya”. Bisa dirapikan agar tidak membingungkan.

Kalau kamu sudah bisa menemukan kesalahan-kesalahan kecil seperti ini, berarti naluri menyuntingmu sudah mulai terasah. Tidak perlu langsung sempurna. Bahkan penulis profesional pun kadang masih salah ketik. Yang penting adalah kebiasaan untuk memeriksa ulang tulisan sebelum dikirim atau dipublikasikan.

Kenapa Keterampilan Ini Penting?

Mungkin kamu bertanya, “Buat apa sih belajar menyunting? Kan zaman sekarang ada autocorrect di HP.” Betul, teknologi memang membantu. Tapi mesin tidak selalu bisa memahami maksud kita. Kadang autocorrect malah mengubah kata menjadi sesuatu yang lucu atau tidak sesuai konteks.

Dengan bisa menyunting, kamu jadi lebih mandiri. Kamu bisa memastikan pesan yang kamu tulis di grup kelas tidak menimbulkan salah paham. Kamu bisa membuat caption media sosial yang rapi dan enak dibaca. Atau bahkan, kamu bisa membantu teman yang kesulitan merapikan tulisannya.

Lebih dari itu, menyunting melatih kita untuk berpikir teliti dan sabar. Dua hal yang sangat berguna bukan hanya di pelajaran Bahasa Indonesia, tapi juga di pelajaran lain dan kehidupan sehari-hari.

Jadi, jangan takut untuk mulai mencoba. Ambil satu paragraf yang pernah kamu tulis, lalu baca ulang dengan mata seorang penyunting. Perhatikan tanda bacanya, huruf kapitalnya, dan susunan kalimatnya. Sedikit demi sedikit, tulisanmu akan semakin rapi dan pesannya akan sampai dengan lebih baik. Selamat berlatih!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Materi Bahasa Indonesia SMP Kelas 7: Meringkas Teks Nonfiksi

5 November 2026 - 23:49 WIB

Materi Bahasa Indonesia SMP Kelas 7: Kalimat Efektif dan Ejaan

5 November 2026 - 23:44 WIB

Materi Bahasa Indonesia SMP Kelas 7: Teks Berita Dasar

5 November 2026 - 23:06 WIB

Materi Bahasa Indonesia SMP Kelas 7: Surat Pribadi dan Surat Resmi

5 November 2026 - 21:02 WIB

Materi Bahasa Indonesia SMP Kelas 7: Fabel dan Pesan Moral

5 November 2026 - 20:21 WIB

Materi Bahasa Indonesia SMP Kelas 7: Puisi Rakyat Pantun Gurindam dan Syair

5 November 2026 - 20:04 WIB

Trending di Materi