Jam dinding di kelas berdetak pelan. Seorang anak kelas 3 menatapnya bingung, lalu bertanya, “Miss, sekarang jam berapa?” Pertanyaan sederhana itu ternyata jadi pintu masuk ke salah satu materi paling seru di semester ini: telling time alias cara membaca jam dalam bahasa Inggris.
Banyak orang tua mungkin bertanya-tanya, kenapa sih anak SD perlu belajar membaca jam dalam bahasa Inggris? Jawabannya simpel. Selain jadi kemampuan dasar berbahasa, telling time muncul di mana-mana: di soal ulangan, di buku cerita, sampai di aplikasi belajar. Kalau anak sudah paham polanya sejak kelas 3, materi ini tidak akan terasa berat di kelas-kelas berikutnya.
Mulai dari Konsep yang Paling Sederhana
Sebelum masuk ke rumus atau aturan, anak perlu paham dulu bahwa membaca jam itu cuma soal dua hal: jarum panjang dan jarum pendek. Jarum pendek menunjukkan jam (hour), jarum panjang menunjukkan menit (minute). Dari sini, guru bisa mulai mengenalkan kosakata dasar seperti clock, hour, minute, dan time.
Cara paling efektif di kelas 3 adalah pakai media visual. Jam kertas besar yang bisa diputar jarumnya jauh lebih ampuh daripada sekadar menulis di papan tulis. Anak diajak maju satu per satu, memutar jarum, lalu menyebutkan angkanya dalam bahasa Inggris. Suasana kelas jadi hidup, dan materi tidak terasa seperti hafalan.
Angka 1 sampai 60 Wajib Lancar
Ini fondasi yang sering terlewat. Kalau anak belum lancar menyebut angka 1–60 dalam bahasa Inggris, telling time akan selalu terasa susah. Jadi luangkan waktu di awal untuk mengulang angka, terutama belasan dan puluhan yang sering tertukar.
Perhatikan jebakan klasik berikut:
-
thirteen (13) vs thirty (30)
-
fourteen (14) vs forty (40)
-
fifteen (15) vs fifty (50)
Latih dengan permainan cepat: guru menyebut angka, anak menuliskan angkanya, atau sebaliknya. Lima menit di awal pelajaran sudah cukup untuk memanaskan ingatan mereka.
O’clock: Cara Membaca Jam Tepat
Kalau jarum panjang menunjuk angka 12, berarti jam tepat. Cukup sebut angka jamnya lalu tambahkan o’clock.
Contoh:
-
3.00 → It is three o’clock.
-
7.00 → It is seven o’clock.
-
12.00 → It is twelve o’clock.
Ajarkan juga pertanyaan dasarnya: “What time is it?” atau “What is the time?” Anak bisa menjawab dengan pola “It is …”. Pola ini pendek, mudah diingat, dan langsung bisa dipraktikkan berpasangan di kelas.
Half Past dan Quarter: Mulai Masuk ke Setengah dan Seperempat
Setelah o’clock lancar, naikkan levelnya sedikit. Ajarkan half past untuk lewat tiga puluh menit, dan quarter untuk lewat lima belas menit.
-
4.30 → It is half past four.
-
9.15 → It is a quarter past nine.
-
6.45 → It is a quarter to seven.
Khusus yang terakhir, jelaskan pelan-pelan kenapa jadi to seven, bukan to six. Konsep “menuju jam berikutnya” memang butuh pengulangan. Gunakan jam kertas dan minta anak menghitung mundur lima belas menit dari jam tujuh. Perlahan mereka akan paham sendiri.
Past dan To: Aturan yang Bikin Anak Lebih Percaya Diri
Ini inti dari telling time yang sering dipakai di kehidupan sehari-hari. Aturannya sederhana: menit 1–30 pakai past, menit 31–59 pakai to.
Contoh past:
-
2.10 → It is ten past two.
-
5.20 → It is twenty past five.
Contoh to:
-
8.40 → It is twenty to nine.
-
10.50 → It is ten to eleven.
Cara menghitungnya untuk to: kurangi 60 dengan menit yang tertera. Misalnya 8.40, berarti 60 − 40 = 20, jadi twenty to nine. Trik ini biasanya langsung “klik” di kepala anak setelah dicoba dua tiga kali.
Bedakan AM dan PM Tanpa Bikin Pusing
Anak kelas 3 belum perlu detail soal zona waktu, tapi mengenal AM dan PM itu penting. Cukup jelaskan bahwa AM itu dari tengah malam sampai siang, PM dari siang sampai tengah malam.
-
07.00 → seven o’clock in the morning (AM)
-
19.00 → seven o’clock in the evening (PM)
Beri contoh yang dekat dengan keseharian mereka: jam berangkat sekolah, jam makan siang, jam pulang, jam tidur. Konteks nyata membuat konsep abstrak jadi lebih mudah dicerna.
Latihan yang Bikin Anak Tidak Bosan
Teori saja tidak cukup. Berikut beberapa aktivitas yang bisa dipakai di kelas maupun di rumah:
-
Tebak jam. Guru menyebut waktu dalam bahasa Inggris, anak menggambar jamnya di buku.
-
Jadwal harian. Anak menuliskan rutinitasnya dalam bahasa Inggris, misalnya “I wake up at five o’clock.”
-
Role play. Satu anak jadi penanya, satu jadi penjawab. Latih percakapan pendek soal waktu.
-
Bingo angka. Cocok untuk mengulang angka 1–60 sambil bermain.
Variasi seperti ini membuat anak belajar tanpa merasa sedang belajar. Efeknya, materi telling time lebih cepat menempel.
Kesalahan yang Sering Muncul dan Cara Menanganinya
Hampir semua anak pernah keliru di titik yang sama. Berikut yang paling umum:
-
Tertukar past dan to. Solusinya, selalu tekankan bahwa to hanya dipakai kalau menit lebih dari 30.
-
Lupa o’clock untuk jam tepat. Ingatkan lewat lagu atau tepuk tangan berirama.
-
Salah menyebut belasan dan puluhan. Ulang angka 13–19 dan 30–90 secara berkala.
-
Bingung a quarter dan half. Gunakan gambar potongan jam agar terlihat jelas.
Sabar dan konsisten adalah kuncinya. Telling time bukan materi sekali lewat, tapi butuh pengulangan di beberapa pertemuan.
Tips untuk Orang Tua di Rumah
Belajar di sekolah saja kadang tidak cukup. Orang tua bisa membantu dengan cara yang ringan, tanpa harus jadi guru.
Saat sarapan, tanyakan, “What time is it now?” Saat mau tidur, ajak anak menyebut jam dalam bahasa Inggris. Tempel jam dinding di kamar dan biasakan menyebut waktu dalam dua bahasa. Anak-anak belajar paling cepat dari kebiasaan, bukan dari hafalan panjang.
Yang terpenting, jangan memaksa. Kalau anak salah, koreksi sambil tersenyum. Rasa percaya diri jauh lebih berharga daripada hafalan sempurna.
Penutup Singkat
Telling time di kelas 3 sebenarnya tidak rumit. Kuncinya ada di urutan yang tepat: kuasai angka dulu, lalu o’clock, lanjut ke half dan quarter, baru masuk ke past dan to. Dengan media visual, latihan singkat yang rutin, dan suasana yang menyenangkan, materi ini bisa jadi pelajaran favorit anak. Ketika suatu hari mereka ditanya, “What time is it?” dan bisa menjawab dengan lancar, itu jadi bukti kecil bahwa fondasi bahasa Inggris mereka sudah mulai kuat.









