Menu

Mode Gelap

SD Kelas 3 · 30 Agu 2026 22:20 WIB ·

Materi IPAS Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap


Materi IPAS Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap Perbesar

Belajar ilmu pengetahuan alam dan sosial di kelas 3 SD kini makin seru dengan Kurikulum Merdeka. Pendekatan baru ini mengajak anak-anak lebih dekat dengan lingkungan sekitar melalui pengamatan langsung dan eksperimen sederhana. Di semester genap, ada banyak topik menarik yang akan membuat murid-murid makin penasaran dengan alam dan kehidupan sosial di sekitarnya.

Perubahan Wujud Benda di Sekitar Kita

Coba bayangkan es batu yang di biarkan di luar kulkas. Perlahan-lahan es itu akan berubah menjadi air, lalu jika di panaskan akan menjadi uap. Inilah yang di sebut perubahan wujud benda. Materi ini menjadi salah satu pokok bahasan penting di kelas 3 semester 2.

Anak-anak di ajak mengamati peristiwa sehari-hari seperti memasak air, membuat agar-agar, atau menjemur pakaian basah. Dari kegiatan sederhana ini, mereka bisa memahami konsep mencair, membeku, menguap, mengembun, dan menyublim. Guru biasanya meminta murid membuat catatan pengamatan selama beberapa hari untuk melihat perubahan yang terjadi pada benda-benda di rumah.

Yang seru dari Kurikulum Merdeka, anak-anak tidak hanya duduk diam mendengarkan ceramah. Mereka justru diajak melakukan percobaan kecil. Misalnya menaruh es batu di atas piring dan mengamatinya setiap 15 menit. Atau merebus air sambil melihat gelembung-gelembung kecil yang muncul. Pengalaman langsung begini bikin materi lebih membekas di ingatan.

Siklus Air dan Pengaruhnya bagi Kehidupan

Pernahkah anak-anak bertanya dari mana air hujan berasal? Atau kenapa sungai tidak pernah kering meski terus mengalir? Nah, di semester 2 ini mereka akan mendapatkan jawabannya melalui materi siklus air.

Proses evaporasi, kondensasi, dan presipitasi di jelaskan dengan bahasa yang sederhana dan mudah di cerna. Bayangan tentang awan yang membawa butiran air, lalu jatuh sebagai hujan, kemudian mengalir ke sungai dan laut, lalu menguap lagi ke udara. Siklus yang tak pernah berhenti ini di ibaratkan seperti permainan petak umpet antara air dan matahari.

Guru-guru kreatif sering menggunakan media gambar atau video animasi untuk memperjelas pemahaman. Bahkan ada yang mengajak murid membuat miniatur siklus air dalam botol plastik bekas. Dengan begini, anak-anak tidak hanya menghafal istilah-istilah ilmiah, tapi benar-benar mengerti bagaimana alam bekerja menjaga keseimbangan.

Cuaca dan Musim di Indonesia

Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa hanya mengenal dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Tapi tahukah kamu kalau cuaca bisa berubah dalam hitungan jam? Pagi hari cerah, siang mendung, sore hujan deras, lalu malam kembali cerah.

Materi ini mengajak anak-anak menjadi “ahli cuaca” cilik. Mereka belajar membedakan antara cuaca cerah, berawan, hujan, dan berangin. Setiap hari, murid di minta mengamati langit dan mencatat perubahan yang terjadi. Dari kegiatan sederhana ini, mereka mulai bisa memprediksi apakah besok akan hujan atau tidak berdasarkan bentuk awan atau arah angin.

Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi guru untuk mengaitkan materi cuaca dengan kearifan lokal. Misalnya di daerah pesisir, nelayan memiliki cara tersendiri membaca tanda-tanda alam sebelum melaut. Atau di daerah pegunungan, petani sudah terbiasa dengan pola hujan yang turun setiap sore. Mengenal kearifan lokal membuat anak-anak lebih menghargai pengetahuan tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Bumi dan Bulan Tetangga Kita di Angkasa

Malam hari ketika langit cerah, Bulan terlihat bersinar indah. Kadang berbentuk sabit, kadang setengah lingkaran, kadang bulat sempurna. Mengapa bentuk Bulan berubah-ubah? Inilah pertanyaan yang akan terjawab dalam materi tentang Bumi dan Bulan.

Anak-anak di ajak memahami bahwa Bumi tempat kita berpijak itu bulat dan terus berputar pada porosnya. Rotasi Bumi inilah yang menyebabkan siang dan malam. Sementara Bulan yang mengelilingi Bumi disebut revolusi Bulan. Perubahan posisi Bulan terhadap Matahari dan Bumi menyebabkan penampakannya berubah dari hari ke hari.

Untuk memudahkan pemahaman, guru biasanya menggunakan bola dunia dan senter sebagai alat peraga. Bola dunia di putar perlahan sementara senter diarahkan dari satu sisi. Anak-anak bisa melihat sendiri bagaimana bagian Bumi yang terkena cahaya menjadi siang, dan bagian yang membelakangi menjadi malam. Begitu juga dengan simulasi gerhana Bulan dan gerhana Matahari menggunakan bola-bola kecil.

Mengenal Lapisan Bumi

Pernahkah terpikir apa yang ada di bawah kaki kita? Ternyata Bumi tidak hanya tanah dan bebatuan di permukaan. Ada lapisan-lapisan di dalamnya yang sangat menarik untuk di pelajari.

Lapisan terluar di sebut kerak Bumi, tempat kita berpijak dan menanam pohon. Di bawahnya ada mantel yang sangat panas, lalu inti luar yang berupa logam cair, dan inti dalam yang padat dan super panas. Suhu di inti Bumi bahkan lebih panas dari permukaan Matahari!

Materi ini sering di kaitkan dengan fenomena gunung berapi dan gempa Bumi. Anak-anak belajar bahwa Indonesia terletak di kawasan cincin api Pasifik, sehingga banyak gunung berapi aktif. Gempa terjadi karena pergerakan lempeng-lempeng Bumi. Pemahaman ini penting agar mereka tidak panik ketika terjadi gempa dan tahu bagaimana cara menyelamatkan diri.

Kekayaan Alam Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke, Indonesia menyimpan kekayaan alam yang luar biasa. Hutan tropis yang lebat, laut dengan terumbu karang yang indah, serta berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang hanya ada di Indonesia.

Di semester 2, anak-anak diajak mengenali keanekaragaman hayati Nusantara. Mereka belajar tentang hewan khas seperti komodo di Nusa Tenggara, orangutan di Kalimantan, cendrawasih di Papua, dan badak bercula satu di Ujung Kulon. Tumbuhan langka seperti rafflesia arnoldi yang bunganya raksasa dan pohon damar yang menghasilkan getah berharga juga menjadi topik yang seru untuk di bahas.

Guru sering mengadakan proyek membuat kliping atau buku mini tentang kekayaan alam daerah masing-masing. Anak-anak di ajak mewawancarai orang tua atau tetangga tentang tanaman obat tradisional atau hewan-hewan yang dulu sering terlihat tapi sekarang mulai jarang di temui. Kegiatan ini tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air.

Menjaga Kelestarian Lingkungan

Setelah mengenal betapa kayanya alam Indonesia, tibalah saatnya belajar bagaimana menjaganya. Materi tentang pelestarian lingkungan menjadi bagian penting di akhir semester.

Anak-anak di ajak berpikir kritis tentang sampah plastik yang mencemari sungai dan laut. Mereka belajar memilah sampah organik dan anorganik, serta cara mendaur ulang barang-barang bekas menjadi sesuatu yang berguna lagi. Menanam pohon di halaman sekolah, membuat kompos dari sisa makanan, atau membawa tumbler minum sendiri adalah aksi nyata yang bisa mereka lakukan.

Konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di perkenalkan dengan cara yang menyenangkan. Misalnya lomba membuat kerajinan dari botol plastik bekas atau kompetisi menggambar poster tentang Bumi yang bersih. Anak-anak juga di ajak menghitung berapa banyak sampah yang mereka hasilkan dalam sehari, lalu mencari cara untuk menguranginya.

Yang menarik dari Kurikulum Merdeka, murid diberi kebebasan memilih proyek pelestarian yang paling mereka minati. Ada yang memilih membuat taman kecil di kelas, ada yang fokus pada kampanye hemat air, ada pula yang rajin mengajak teman-temannya membawa bekal dari rumah tanpa kemasan plastik.

Interaksi Manusia dengan Lingkungan

Manusia dan lingkungan saling mempengaruhi. Ketika manusia membangun perumahan di lereng bukit, maka pohon-pohon di tebang dan tanah menjadi gundul. Akibatnya saat hujan deras, tanah longsor bisa terjadi. Sebaliknya, lingkungan juga mempengaruhi cara hidup manusia. Masyarakat di tepi sungai biasanya bekerja sebagai nelayan atau petani, sementara di pegunungan banyak yang berkebun sayur.

Materi ini mengajak anak-anak mengamati lingkungan tempat tinggal mereka. Mengapa rumah-rumah di daerah pantai di buat bertiang tinggi? Kenapa di kota banyak gedung pencakar langit? Mengapa petani di lereng gunung membuat terasering? Pertanyaan-pertanyaan ini mendorong mereka berpikir tentang hubungan timbal balik antara manusia dan alam.

Proyek yang sering di berikan adalah membuat peta sederhana lingkungan sekitar. Anak-anak menggambar rumah, sekolah, sawah, sungai, dan jalan di sekitar mereka. Lalu mereka menuliskan bagaimana setiap elemen saling berhubungan. Kegiatan ini melatih kemampuan observasi dan analisis sejak dini.

Kegiatan Ekonomi Masyarakat

Setiap hari kita membutuhkan banyak barang dan jasa. Makanan, pakaian, tempat tinggal, transportasi, dan hiburan. Semua itu di hasilkan oleh berbagai kegiatan ekonomi yang di lakukan oleh masyarakat.

Di semester 2, anak-anak di perkenalkan pada tiga jenis kegiatan ekonomi, yaitu produksi, distribusi, dan konsumsi. Mereka belajar bahwa petani yang menanam padi adalah produsen. Pedagang yang menjual beras di pasar adalah distributor. Dan kita yang membeli dan memasak nasi adalah konsumen. Ketiganya saling membutuhkan.

Guru sering mengajak murid berkunjung ke pasar tradisional atau toko kelontong terdekat. Mereka mewawancarai pedagang tentang dari mana barang dagangan berasal, berapa harga beli dan harga jualnya, serta berapa keuntungan yang di dapat. Pengalaman langsung ini membuat anak-anak lebih menghargai setiap proses yang di lalui sebelum suatu barang sampai ke tangan mereka.

Teknologi dan Perubahannya

Coba bandingkan bagaimana nenek moyang dulu berkomunikasi dengan cara sekarang. Dulu mereka menggunakan kentongan, surat yang di antar kurir, atau asap sebagai tanda. Sekarang kita bisa berbicara dengan orang di seberang lautan hanya dalam hitungan detik melalui ponsel.

Materi tentang perkembangan teknologi mengajak anak-anak melihat betapa cepatnya perubahan di sekitar mereka. Dari alat transportasi tradisional seperti delman dan perahu layar, hingga mobil, kereta api, dan pesawat terbang. Dari alat komunikasi sederhana hingga smartphone yang bisa melakukan banyak hal sekaligus.

Anak-anak diajak mewawancarai kakek-nenek mereka tentang alat-alat yang di gunakan di masa kecil dulu. Bisa jadi mereka akan terkejut mendengar bahwa dulu orang mendengarkan musik dari piringan hitam atau menonton film di layar lebar dengan proyektor. Perbandingan ini membuat mereka bersyukur atas kemudahan yang di nikmati sekarang, sekaligus menyadari bahwa teknologi terus berkembang.

Peran Teknologi dalam Kehidupan Sehari-hari

Teknologi tidak hanya tentang gadget canggih. Di dapur rumah, ada kompor yang memudahkan memasak, kulkas yang menjaga makanan tetap segar, dan blender yang membantu menghaluskan bumbu. Di sekolah, ada proyektor untuk menampilkan gambar, komputer untuk belajar, dan mesin fotokopi untuk menggandakan soal.

Anak-anak belajar mengidentifikasi berbagai teknologi di sekitar mereka dan menjelaskan fungsinya. Mereka juga diajak berpikir tentang bagaimana hidup tanpa teknologi tersebut. Bagaimana jika tidak ada kulkas? Ibu harus ke pasar setiap hari. Bagaimana jika tidak ada kendaraan bermotor? Perjalanan ke sekolah akan memakan waktu lebih lama.

Kurikulum Merdeka juga mendorong anak-anak untuk mengenali dampak positif dan negatif dari teknologi. Di satu sisi teknologi memudahkan hidup, di sisi lain bisa membuat orang malas bergerak atau kecanduan. Anak-anak di ajak menemukan keseimbangan dalam menggunakan teknologi.

Kewajiban dan Hak di Rumah dan Sekolah

Setiap orang memiliki kewajiban dan hak. Di rumah, anak berkewajiban membantu orang tua, menjaga kebersihan kamar, dan belajar dengan rajin. Sebagai imbalannya, mereka berhak mendapatkan kasih sayang, makanan bergizi, dan pendidikan yang layak.

Di sekolah, kewajiban murid adalah datang tepat waktu, mematuhi peraturan, mengerjakan tugas, dan menghormati guru. Hak mereka adalah mendapatkan pelajaran yang baik, menggunakan fasilitas sekolah, dan di perlakukan dengan adil.

Materi ini mengajarkan anak-anak tentang keseimbangan antara hak dan kewajiban. Mereka belajar bahwa hak tidak bisa di dapat tanpa menjalankan kewajiban terlebih dahulu. Diskusi kelas sering di lakukan untuk membahas situasi sehari-hari. Misalnya, bagaimana jika ada teman yang selalu terlambat? Bagaimana jika ada yang tidak mau membersihkan kelas? Dari sinilah karakter tanggung jawab mulai terbentuk.

Keragaman Suku dan Budaya

Indonesia terkenal dengan keberagamannya. Ada ratusan suku dengan bahasa, adat istiadat, pakaian tradisional, dan makanan khas yang berbeda-beda. Inilah yang membuat Indonesia begitu kaya dan unik.

Anak-anak di ajak mengenal beberapa suku besar seperti Jawa, Sunda, Batak, Minangkabau, Dayak, Bugis, dan Papua. Mereka belajar tentang rumah adat, tarian tradisional, alat musik, dan upacara adat masing-masing daerah. Yang paling seru adalah ketika mereka mencoba mengenakan pakaian adat atau memainkan alat musik tradisional.

Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya menghargai perbedaan. Anak-anak di ajak memahami bahwa meskipun berbeda suku dan budaya, kita semua adalah satu bangsa Indonesia. Kegiatan seperti pentas seni budaya atau bazar makanan tradisional sering di adakan untuk merayakan keberagaman ini.

Toleransi dan Gotong Royong

Dari keragaman suku dan budaya, muncullah nilai-nilai penting seperti toleransi dan gotong royong. Toleransi berarti menghargai perbedaan, tidak memaksakan kehendak, dan hidup berdampingan dengan damai. Gotong royong berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama.

Anak-anak belajar bahwa di lingkungan yang beragam, toleransi sangat di perlukan. Mereka di ajak bermain peran tentang bagaimana bersikap ketika bertemu teman yang berbeda agama, berbeda kebiasaan, atau berbeda pendapat. Mereka juga belajar bahwa gotong royong membuat pekerjaan berat menjadi ringan. Membersihkan kelas bersama, membantu teman yang kesulitan belajar, atau mengumpulkan sumbangan untuk korban bencana adalah contoh gotong royong yang bisa mereka lakukan.

Materi ini menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk hidup di masyarakat yang majemuk. Mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan sosial dan emosional yang baik.

Cinta Tanah Air dan Pahlawan Nasional

Mencintai tanah air tidak harus dengan hal-hal besar. Bisa di mulai dari hal sederhana seperti menggunakan produk lokal, melestarikan budaya sendiri, atau menjaga kebersihan lingkungan. Anak-anak diajak mengenali simbol-simbol negara seperti bendera merah putih, lagu kebangsaan, dan burung garuda.

Mereka juga belajar tentang pahlawan nasional yang berjuang merebut kemerdekaan. Tokoh-tokoh seperti Soekarno, Hatta, Kartini, dan Diponegoro di perkenalkan dengan cerita yang menarik dan mudah dipahami. Anak-anak di ajak membayangkan bagaimana rasanya hidup di masa penjajahan, dan betapa berartinya kemerdekaan yang dinikmati sekarang.

Guru sering mengadakan kegiatan menulis surat untuk pahlawan atau membuat puisi tentang semangat perjuangan. Ada pula yang mengajak murid mengunjungi museum atau monumen bersejarah. Pengalaman ini menumbuhkan rasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia.

 

Materi IPAS kelas 3 semester 2 Kurikulum Merdeka memang sangat beragam dan saling terhubung satu sama lain. Dari perubahan wujud benda hingga cinta tanah air, semuanya di rancang untuk membentuk anak-anak yang tidak hanya pintar secara kognitif, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan membuat anak-anak betah belajar dan terus penasaran untuk mencari tahu lebih banyak.

Orang tua di rumah juga punya peran besar dalam mendampingi proses belajar ini. Ajak anak mengamati lingkungan sekitar, diskusikan hal-hal menarik yang mereka temui, dan dukung setiap rasa ingin tahu yang muncul. Dengan begitu, pembelajaran IPAS tidak berhenti di ruang kelas, tapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Materi PJOK Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 23:36 WIB

Materi PJOK Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 23:27 WIB

Materi Matematika Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Materi Matematika Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Materi IPAS Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Trending di SD Kelas 3