Pernahkah Anda merendam tangan di dalam air yang cukup lama, misalnya saat mandi berendam, mencuci piring satu rak penuh, atau sekadar bermain air di kolam, lalu saat mengangkatnya mendapati kulit jari-jari Anda berubah menjadi keriput seolah-olah sudah tua belasan tahun?
Fenomena ini pasti pernah di alami oleh hampir semua orang, mulai dari anak-anak yang baru belajar mandi sendiri hingga orang dewasa yang sehari-hari berurusan dengan pekerjaan rumah tangga. Banyak yang mengira hal ini terjadi karena kulit menyerap air hingga mengembang, namun ternyata penjelasan sebenarnya jauh lebih menarik dan melibatkan kerja sama yang cerdas dari tubuh kita sendiri.
Mitos Lama yang Selama Ini Kita Percaya
Dulu, banyak orang meyakini bahwa jari menjadi keriput karena air meresap ke dalam lapisan kulit terluar yang kemudian mengembang dan membesar.
Karena lapisan kulit terluar ini menempel erat pada jaringan di bawahnya yang ukurannya tidak berubah, maka permukaannya pun menjadi berlipat-lipat atau keriput.
Penjelasan ini terdengar masuk akal, namun ternyata tidak sepenuhnya benar. Jika benar semata-mata karena penyerapan air, maka seluruh bagian kulit yang terendam seharusnya akan mengalami hal yang sama. Padahal kenyataannya, hanya ujung jari, telapak tangan, dan telapak kaki yang menunjukkan perubahan keriput tersebut, sementara bagian kulit lain seperti lengan atau paha tetap terlihat halus meski di rendam dalam waktu yang sama.
Fakta lain yang membantah mitos ini muncul dari pengamatan pada orang yang memiliki kerusakan saraf di bagian tangan mereka. Pada mereka yang sarafnya tidak berfungsi dengan baik, jari-jari tidak akan pernah menjadi keriput meskipun direndam dalam air selama berjam-jam. Hal ini menjadi petunjuk kuat bahwa fenomena ini bukan sekadar soal air yang masuk ke dalam kulit, melainkan ada kendali dari sistem tubuh yang lebih dalam.
Mekanisme Asli, Kerja Saraf dan Pembuluh Darah
Penjelasan ilmiah yang kini di terima luas oleh para ahli menyatakan bahwa keriput pada jari akibat air adalah respons alami yang di atur oleh sistem saraf otonom kita. Berikut adalah urutan kejadian yang terjadi di dalam tubuh saat jari bersentuhan lama dengan air:
Ketika kulit jari terpapar air dalam waktu yang cukup lama, air akan menembus lapisan terluar kulit yang disebut lapisan tanduk. Lapisan ini terdiri dari sel-sel kulit mati yang berfungsi sebagai pelindung. Masuknya air ini memicu sinyal khusus yang di teruskan ke saraf-saraf kecil yang tersebar di area tersebut. Saraf kemudian mengirimkan perintah untuk menyempitkan pembuluh darah yang ada di bawah permukaan kulit jari.
Ketika pembuluh darah menyempit, aliran darah ke area tersebut berkurang dan jaringan di bawah kulit pun sedikit menyusut. Sementara itu, lapisan kulit terluar yang sudah menyerap air tetap dalam ukuran yang melebar. Karena lapisan dalam menyusut sedangkan lapisan luar tetap besar, maka permukaan kulit akhirnya membentuk lipatan-lipatan kecil yang kita kenal sebagai keriput. Proses ini berlangsung secara otomatis tanpa kita sadari atau mengaturnya secara sadar.
Mengapa Hanya Terjadi pada Ujung Jari dan Telapak Kaki?
Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa bagian tubuh lain yang juga terendam air tidak ikut menjadi keriput? Jawabannya berkaitan erat dengan fungsi alami yang di siapkan tubuh bagi kita sejak dulu. Kulit pada telapak tangan, ujung jari, serta telapak kaki memiliki struktur yang berbeda di bandingkan kulit di bagian tubuh lainnya. Bagian ini tidak memiliki rambut dan kelenjar minyak, serta memiliki lapisan pelindung yang jauh lebih tebal.
Selain itu, jumlah saraf yang tersebar di area ini sangat padat sehingga jauh lebih peka terhadap perubahan lingkungan. Para ahli menduga bahwa respons keriput ini merupakan bentuk adaptasi evolusi yang di miliki manusia. Sejak zaman dahulu, manusia perlu bergerak dan mencari makan di berbagai kondisi, termasuk saat permukaan bumi basah karena hujan atau berada di dekat sumber air. Kulit yang berkerut menyerupai pola ban kendaraan yang beralur, yang berfungsi untuk meningkatkan daya cengkeram terhadap benda yang licin maupun saat melangkah di permukaan yang basah.
Dengan adanya kerutan tersebut, gesekan antara kulit dan benda yang di pegang menjadi lebih kuat sehingga kita tidak mudah tergelincir, meskipun tangan dan benda yang di pegang sama-sama basah. Hal ini sangat membantu saat kita perlu memegang batu, ranting, atau membawa makanan yang di dapat dari alam saat kondisi sekitar sedang basah.
Apa yang Terjadi Setelah Jari Keluar dari Air?
Setelah tangan di angkat keluar dari air dan di biarkan mengering, prosesnya akan berjalan balik secara perlahan. Air yang terserap ke dalam lapisan kulit akan menguap kembali ke udara, sehingga ukuran lapisan kulit terluar kembali seperti semula. Sementara itu, sistem saraf akan mengembalikan kondisi pembuluh darah agar melebar kembali dan aliran darah berjalan normal seperti biasanya.
Perubahan ini biasanya memakan waktu sekitar sepuluh hingga dua puluh menit hingga jari kembali tampak halus seperti sedia kala. Lama atau cepatnya proses ini di pengaruhi oleh suhu udara, kelembapan di sekitar kita, serta kondisi kulit masing-masing orang. Pada kulit yang kering, prosesnya mungkin berlangsung sedikit lebih cepat di bandingkan pada kulit yang memang cenderung lembap secara alami.
Apakah Hal Ini Berbahaya bagi Kesehatan?
Banyak orang yang khawatir saat melihat jari mereka keriput, takut bahwa hal itu menandakan adanya gangguan kesehatan atau kerusakan pada kulit. Padahal, fenomena ini sama sekali tidak berbahaya dan merupakan tanda yang sangat baik bahwa sistem saraf serta aliran darah di tangan Anda berfungsi sebagaimana mestinya.
Justru sebaliknya, jika Anda merendam tangan dalam air cukup lama namun tidak muncul kerutan sama sekali, hal itu bisa menjadi sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada sistem saraf atau aliran darah di tangan Anda. Beberapa kondisi kesehatan seperti gangguan saraf tepi akibat diabetes, cedera saraf, atau gangguan pada pembuluh darah dapat menghilangkan respons alami ini. Namun tentu saja, pengecekan medis lebih lanjut tetap di perlukan untuk memastikan penyebab pastinya.
Komentar









