Menu

Mode Gelap
Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026 20 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia Versi QS Asia 2026 Materi Belajar SD/MI Kelas 1 Kurikulum Merdeka Tips Mendidik Anak Menjadi Pelajar Berprestasi

Kuliner · 8 Jun 2026 19:45 WIB ·

Rekomendasi Makanan Khas Manado yang Pedas Menggugah


Img: Unsplash@Viva Perbesar

Img: Unsplash@Viva

Siapa bilang kuliner pedas cuma milik Padang atau Jawa? Jauh di ujung timur Indonesia, tepatnya di Sulawesi Utara, ada surganya makanan pedas yang bikin lidah bergoyang dan keringat bercucuran. Ya, Manado! Kota yang terkenal dengan julukan Kota Tinutuan ini ternyata menyimpan segudang hidangan dengan level kepedasan yang bukan main-main. Buat pencinta tantangan kuliner, wajib banget mencicipi rekomendasi makanan khas Manado yang pedas menggugah berikut ini.

RW: Ikon Pedas dengan 50 Cabai dalam Satu Porsi

Kalau bicara makanan pedas khas Manado, rasanya kurang afdol kalau nggak menyebut RW. Singkatan dari Rintek Wuuk dalam bahasa Manado yang artinya “rambut rontok”. Bukan tanpa alasan namanya menyeramkan begitu. Konon, seporsi RW bisa mengandung hingga 50 buah cabai rawit! Tentu saja bukan cabai biasa, melainkan cabai rawit setan yang tingkat kepedasannya bikin keringat deras dan hidung meler.

RW sebenarnya adalah hidangan daging sapi atau babi yang dimasak dengan bumbu khas Manado. Bedanya, cabai dalam RW tidak dihaluskan melainkan dibiarkan utuh utuh. Jadi saat menyantapnya, Anda bisa memilih mau menggigit cabai utuh atau tidak. Tapi jujur, meski cabainya disingkirkan, kuahnya saja sudah cukup membuat lidah seperti terbakar. Sensasi pedas RW beda level, bukan sekadar panas di mulut tapi hangat sampai ke perut.

Ayam Rica-Rica

Siapa yang nggak kenal ayam rica-rica? Hidangan ini sudah mendunia dan menjadi duta kuliner Manado di berbagai daerah. Yang membuat rica-rica istimewa adalah kombinasi cabai merah, cabai rawit, jahe, kunyit, serai, dan tentu saja daun kemangi yang melimpah.

Saat ayam kampung yang dimasak dengan bumbu rica-rica disajikan, aroma kemanginya langsung menyambut hidung. Gigitan pertama akan terasa gurihnya daging ayam yang meresap bumbu, lalu diikuti ledakan pedas yang nggak cepat hilang. Orang Manado biasanya menyantap rica-rica dengan nasi panas dan sedikit perasan jeruk nipis. Dijamin, satu porsi nasi bakal habis dalam sekejap meski keringat sudah bercucuran di dahi.

Buntil

Buntil mungkin terdengar asing di telinga kebanyakan orang. Hidangan ini adalah parutan kelapa muda yang dicampur dengan ikan teri atau ebi, lalu dibumbui cabai, kunyit, dan bawang, kemudian dibungkus dengan daun talas muda. Setelah dibungkus rapi, buntil direbus dalam santan kental yang juga sudah dibumbui pedas.

Hasilnya? Luar biasa! Daun talas yang lembut berpadu dengan isian kelapa yang gurih dan pedas. Kuah santannya yang kental dan berwarna kemerahan karena cabai menambah kenikmatan. Buntil ini sering jadi pelengkap nasi kuning Manado, tapi juga nikmat disantap begitu saja. Teksturnya yang unik dan rasa pedas yang membalut lembut di lidah bikin buntil layak masuk daftar wajib cobain.

Dabu-Dabu

Ngomongin makanan Manado, belum lengkap tanpa dabu-dabu. Bukan dabu-dabu namanya kalau nggak ada cabai rawit, tomat hijau, bawang merah, dan perasan jeruk nipis. Bedanya dengan sambal dari daerah lain, dabu-dabu tidak diulek melainkan hanya dipotong kasar lalu dicampur dengan minyak panas.

Rasanya? Segar, pedas, dan asam menyatu sempurna. Dabu-dabu biasanya jadi pendamping ikan bakar, ayam rica-rica, atau cakalang fufu (ikan asap khas Manado). Yang menarik, level kepedasan dabu-dabu bisa diatur sesuai selera. Tapi jangan salah, meski kelihatan sederhana, sensasi pedas dari irisan cabai rawit segar bisa membuat bibir terasa kebas.

Tinutuan

Tunggu dulu, bukannya tinutuan itu bubur manado yang terkenal sehat dan tidak pedas? Eits, jangan salah sangka. Memang tinutuan asli biasanya tidak pedas karena berisi aneka sayuran seperti kangkung, bayam, labu kuning, jagung, dan singkong. Tapi masyarakat Manado modern punya cara tersendiri untuk menikmati tinutuan.

Tinutuan baru terasa lengkap kalau di tambahkan sambal dabu-dabu atau sambal roa di atasnya. Sambal roa sendiri adalah sambal yang terbuat dari ikan roa asap yang di haluskan dengan cabai. Hasilnya, bubur sayur yang lembut dan hangat berubah menjadi hidangan pedas yang bikin perut kenyang dan badan terasa segar. Cocok banget dinikmati saat pagi hari atau ketika cuaca sedang dingin.

Cakalang Saos Pedas

Ikan cakalang atau dikenal juga dengan ikan tongkol adalah ikan primadona di Manado. Selain diolah menjadi cakalang fufu (ikan asap), masyarakat Manado juga suka memasak cakalang dengan saos pedas yang menggoda. Bedanya dengan masakan pedas pada umumnya, cakalang saos pedas menggunakan cabai merah besar dan cabai rawit dalam jumlah banyak, ditambah tomat dan bawang.

Yang bikin istimewa, ikan cakalang yang digunakan biasanya masih segar, sehingga dagingnya padat dan bertekstur. Saos pedasnya dimasak hingga meresap ke dalam serat-serat ikan. Setiap suapan memberikan kombinasi rasa manis alami dari ikan, gurih dari bumbu, dan tentu saja pedas yang nendang. Sajian ini paling enak dimakan dengan nasi putih panas dan lalapan mentah.

Bebek atau Ayam Woku Belanga

Woku adalah teknik memasak khas Manado yang menggunakan banyak rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, daun kunyit, dan daun jeruk. Namanya belanga karena dimasak dalam belanga tanah liat yang membuat bumbu meresap sempurna. Yang bikin woku belanga pedas adalah penggunaan cabai rawit utuh dan cabai merah keriting dalam jumlah melimpah.

Biasanya woku belanga menggunakan ayam kampung atau bebek. Proses memasaknya lama dengan api kecil hingga daging benar-benar empuk dan bumbu merasuk sampai ke tulang. Kuah woku yang berwarna kuning kemerahan karena kunyit dan cabai ini punya rasa kompleks: gurih, asam dari tomat, wangi dari daun-daunan, dan pedas yang menetap di tenggorokan. Woku belanga cocok disantap saat makan siang atau malam dengan suasana santai.

Tips Menikmati Makanan Pedas Khas Manado

Bagi Anda yang baru pertama kali mencoba kuliner pedas Manado, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

  1. Jangan pernah meremehkan cabai rawit setan yang digunakan. Beda dengan cabai biasa, cabai khas Manado ini punya tingkat kepedasan yang bisa mencapai 100.000 SHU atau setara dengan 10 kali cabai rawit biasa.
  2. Siapkan teh hangat atau es kelapa muda sebagai penawar pedas. Banyak yang bilang minum air es justru memperparah rasa pedas karena minyak capsaicin dari cabai tidak larut dalam air dingin. Susu atau yogurt juga bisa membantu menetralisir rasa pedas di mulut.
  3. Nikmati makanan pedas ini secara perlahan. Bukan lomba makan pedas, jadi nggak perlu terburu-buru. Rasakan setiap lapisan rasa dari rempah-rempah khas Manado yang kaya akan cita rasa.

Di Mana Bisa Menemukan Makanan Pedas Khas Manado?

Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, sudah banyak rumah makan Manado yang menjual hidangan autentik. Cari resto dengan nama “Manado”, “Kawanua”, atau “Tinutuan” biasanya menyediakan menu-menu di atas. Tapi tentu, sensasi terbaik tetap ada di tanah kelahirannya langsung, di Manado.

Kalau berkunjung ke Manado, jangan lewatkan kawasan Boulevard atau kawasan 45 untuk menemukan banyak warung makan kaki lima yang menjual RW, rica-rica, dan tinutuan dengan harga ramah di kantong. Warung-warung ini biasanya buka dari sore hingga larut malam, dengan suasana santai ala kota pesisir.

Menyiapkan Perut Kosong untuk Petualangan Rasa

Makanan khas Manado memang bukan untuk pemula dalam urusan pedas. Tapi justru itulah yang membuatnya istimewa dan membekas di ingatan. Setiap gigitan bukan hanya soal rasa pedas yang menggugah, tapi juga cerita tentang kekayaan rempah Nusantara, tentang laut yang membentang luas, dan tentang masyarakat Manado yang dikenal berani dan hangat.

 

Jadi, sudah siap membawa lidah Anda berpetualang ke ujung timur Indonesia? Siapkan perut kosong, siapkan segelas air kelapa, dan bersiaplah jatuh cinta pada rekomendasi makanan khas Manado yang pedas menggugah ini. Dijamin, sekali mencoba, Anda akan terus merindukan sensasi terbakar yang menyenangkan itu.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Resep Telur Balado Pedas yang Bikin Nambah Nasi

8 Juni 2026 - 16:25 WIB

Rekomendasi Kuliner Vegetarian yang Sehat dan Enak

6 Juni 2026 - 22:15 WIB

Resep Rendang Daging Empuk ala Rumahan

6 Juni 2026 - 19:46 WIB

Rekomendasi Kuliner Khas Makassar yang Lezat

5 Juni 2026 - 23:38 WIB

Resep Kolak Pisang Manis untuk Takjil Berbuka

5 Juni 2026 - 22:20 WIB

Resep Sambal Pedas yang Bikin Nagih

5 Juni 2026 - 21:16 WIB

Trending di Kuliner