Menu

Mode Gelap
Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026 20 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia Versi QS Asia 2026 Materi Belajar SD/MI Kelas 1 Kurikulum Merdeka Tips Mendidik Anak Menjadi Pelajar Berprestasi

Travel · 15 Jun 2026 18:31 WIB ·

Tips Memilih Destinasi Liburan Sesuai Budget


Img: pixabay.com Perbesar

Img: pixabay.com

Siapa sih yang nggak ingin liburan? Rasanya hati langsung berbunga-bunga begitu membayangkan suasana pantai, dinginnya pegunungan, atau hiruk-pikuk kota baru. Tapi begitu buka dompet, seringkali semangat langsung ciut. Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak dari kita yang suka overthinking soal biaya pas lagi merencanakan perjalanan.

Nah, biar liburanmu tetap asyik tanpa harus makan mie instan selama sebulan ke depan, yuk simak beberapa tips memilih destinasi liburan yang benar-benar sesuai dengan budget. Ini bukan soal pelit atau kere, tapi soal cerdas mengatur prioritas.

1. Tentukan Dulu Nominal “Nyaman” Kamu

Langkah paling dasar tapi sering dilewati: hitung berapa sih uang yang benar-benar bisa kamu keluarkan untuk liburan? Jangan cuma asal sebut angka, tapi rinci. Mulai dari transportasi, akomodasi, makan, tiket wisata, hingga dana darurat. Sisihkan juga uang untuk oleh-oleh kalau kamu tipe yang suka belanja.

Misalnya, budget total Rp3 juta. Artinya, kamu nggak bisa memaksakan diri ke destinasi yang tiket pesawatnya saja sudah habis Rp2 juta. Dari angka inilah kamu mulai memetakan kemungkinan.

Yang penting, jangan pernah mengambil uang kebutuhan pokok atau tabungan darurat hanya demi liburan. Percayalah, rasanya nggak enak kalau pulang liburan malah pusing mikirin tagihan.

2. Kenali Tipe Destinasi Berdasarkan Biaya Operasional

Nggak semua tempat wisata mahal, tapi ada pola umum yang bisa kamu jadikan patokan.

  • Destinasi hemat (budget-friendly): Kota-kota kecil, pedesaan, atau destinasi yang belum terlalu mainstream. Contoh di Indonesia: Yogyakarta (masih bisa diakali), Wonosobo, Malang, atau Pantai Selatan Jawa. Aksesnya relatif murah, akomodasi banyak yang di bawah Rp150 ribu per malam, dan makan masih bisa dapet Rp15 ribu-20 ribu per porsi.

  • Destinasi menengah: Kota besar seperti Bandung, Surabaya, Medan, atau Lombok. Transportasi dalam kota mungkin lebih mahal, tapi masih ada banyak opsi penginapan ekonomis.

  • Destinasi premium: Bali (terutama area Kuta, Seminyak, Ubud yang sudah naik kelas), Raja Ampat, Labuan Bajo. Bukan berarti nggak bisa diakali, tapi standar harganya memang lebih tinggi.

Pilih sesuai posisimu. Jangan malu mengaku bahwa saat ini kamu hanya muat untuk destinasi hemat. Liburan santai di tempat sederhana jauh lebih menyenangkan daripada liburan mewah tapi setiap hari mikir utang.

3. Manfaatkan Low Season, Bukan Cuma Diskon Tiket

Kebanyakan orang hanya berpikir soal harga tiket pesawat atau kereta. Padahal, perbedaan antara high season dan low season bisa sangat signifikan untuk total biaya.

Contoh nyata: Menginap di hotel bintang 3 di Bandung saat libur sekolah bisa Rp500 ribuan per malam. Di bulan yang sama saat low season (misal Februari atau awal Maret), hotel yang sama bisa cuma Rp250 ribuan. Ditambah lagi, restoran dan tempat wisata sering memberikan promo menarik saat sepi pengunjung.

Cari tahu kapan low season di destinasi impianmu. Untuk pantai, hindari Juni-Juli atau akhir tahun. Untuk gunung, justru musim kemarau (April-Oktober) adalah puncaknya, jadi cari celah di antara puncak musim tersebut.

Kelemahan low season? Cuaca mungkin kurang bersahabat. Tapi kalau kamu tipe petualang yang nggak masalah dengan gerimis atau angin kencang, ini saat yang tepat.

4. Transportasi: Jangan Terpaku Satu Moda

Sering kali, kita sudah membayangkan naik pesawat ke suatu tempat, padahal masih ada alternatif yang jauh lebih ramah di kantong. Kereta api ekonomi, bus antarkota, atau bahkan kapal feri bisa menjadi pilihan.

Pengalaman pribadi: Dulu saya pernah ingin ke Pulau Belitung. Tiket pesawat PP saat itu Rp1,8 juta. Tapi setelah cek rute, saya naik kereta ekonomi ke Palembang (Rp150 ribu), lanjut kapal cepat ke Belitung (Rp200 ribu). Total transportasi PP cuma sekitar Rp700 ribu. Memang lebih lama, tapi pengalaman naik kapal laut dan lihat matahari terbit di geladak itu tak ternilai.

Coba cek juga aplikasi ride-hailing atau rental motor di destinasi. Di banyak kota wisata, menyewa motor sehari cuma Rp50 ribu-70 ribu. Bandingkan dengan taksi atau mobil sewaan yang bisa Rp300-500 ribu per hari.

5. Akomodasi Bukan Cuma Hotel Berbintang

Zaman sekarang, nginep nggak harus di hotel mahal. Ada banyak opsi yang bahkan lebih berkesan dan murah:

  • Hostel: Banyak yang sudah menyediakan kamar privat dengan harga di bawah Rp150 ribuan. Cocok untuk solo traveler.

  • Homestay lokal: Biasanya dikelola warga, harga murah, dan bonus keramahan. Kadang sarapan sudah termasuk.

  • Camping ground: Untuk destinasi alam, ini paling hemat. Beli tiket masuk dan bawa tenda sendiri.

  • Guest house atau losmen: Banyak ditemukan di daerah wisata tradisional, harga bisa nego kalau kamu menginap lebih dari dua malam.

Yang penting, baca ulasan terbaru. Jangan sampai murah tapi jauh dari pusat wisata, karena biaya transportasi bisa membengkak.

6. Atur Durasi dan Intensitas

Liburan 7 hari belum tentu lebih mahal daripada 3 hari. Loh, kok bisa? Karena tiket transportasi biasanya biaya tetap. Kalau kamu hanya pergi 3 hari, kamu membayar mahal untuk tiket pesawat, tapi cuma menikmati destinasi sebentar. Sementara kalau 7 hari, biaya tiket itu terasa lebih ringan karena dibagi lebih banyak hari.

Contoh: Tiket PP ke Lombok Rp1,2 juta. Kalau 3 hari, biaya akomodasi 2 malam (misal Rp200 ribu/malam = Rp400 ribu). Total biaya pokok Rp1,6 juta. Rata-rata per hari Rp533 ribu.

Kalau 7 hari: akomodasi 6 malam (Rp200 ribu x 6 = Rp1,2 juta) + tiket Rp1,2 juta = Rp2,4 juta. Rata-rata per hari jadi cuma Rp342 ribu. Lebih murah per harinya! Kamu juga bisa lebih santai dan nggak perlu terburu-buru.

Jadi, kalau budgetmu terbatas, pertimbangkan perpanjang durasi di destinasi yang transportasinya mahal, tapi biaya hidup di sana murah.

7. Jangan Malas Bandingkan Harga Tiket & Paket Wisata

Aplikasi booking tiket dan akomodasi itu teman baikmu. Tapi jangan asal klik. Luangkan waktu setidaknya 30 menit untuk membandingkan harga di 3-4 platform berbeda (Traveloka, Tiket.com, Agoda, Booking.com, dan kadang langsung ke situs penginapan bisa lebih murah).

Tips tambahan: Bersihkan cache browser atau pakai mode incognito. Beberapa platform menaikkan harga kalau mereka tahu kamu sudah bolak-balik cek destinasi yang sama.

Untuk paket wisata, hati-hati. Kadang paket “all-inclusive” justru lebih mahal daripada membeli sendiri-sendiri. Tapi sebaliknya, untuk destinasi yang lokasinya terpencil (seperti Pulau Komodo atau Wakatobi), paket tur bisa lebih menguntungkan karena biaya sewa kapal dan guide lebih mahal jika diurus pribadi.

8. Makanan: Hindari “Perangkap Wisata”

Di setiap destinasi wisata, selalu ada zona “mahal” yang biasanya berada di sekitar objek wisata utama, bandara, atau pusat kota. Mie instan di sana bisa dijual Rp25 ribu, nasi goreng biasa jadi Rp50 ribu.

Cara menghindarinya: Jalan sedikit ke area pemukiman atau pasar tradisional. Cari warung yang ramai dikunjungi warga lokal. Bukan cuma murah, tapi biasanya rasanya juga lebih autentik. Jangan malu bertanya pada penduduk sekitar di mana tempat makan enak dan murah.

Kalau ingin lebih hemat lagi, cari penginapan yang menyediakan dapur bersama. Kamu bisa masak sendiri untuk sarapan atau makan malam. Bawa bumbu instan dan mi dari rumah, beli sayur dan telur di pasar lokal. Ini bisa menghemat hingga 50% biaya makan.

9. Aktivitas Gratis atau Murah Itu Banyak, Kok

Banyak orang berpikir liburan harus bayar tiket masuk ke tempat wisata yang mahal. Padahal, esensi liburan adalah menikmati suasana baru, bukan menghabiskan uang.

Coba cek di destinasi pilihanmu: apakah ada pantai gratis? Air terjun yang bisa diakses tanpa pungutan liar? Pasar malam atau festival lokal? Jalan-jalan pagi keliling kampung? Berkebun di agrowisata yang hanya bayar hasil panen?

Bahkan di tempat mahal sekalipun, tetap ada aktivitas murah. Contoh: di Bali, berselancar di Pantai Kuta itu gratis (asal bawa papan sendiri atau sewa murah). Yoga pagi di tepi pantai juga gratis. Jalan-jalan di sawah Ubud bagian utara tanpa bayar.

Kuncinya: Riset dulu sebelum berangkat. Cari blog, grup Facebook, atau YouTube dari traveler lokal yang pernah ke sana. Mereka biasanya jujur soal mana tempat yang overrated dan mahal, mana yang tersembunyi dan murah.

10. Siapkan Mental “Tidak Instagenic”

Ini nih yang paling berat buat sebagian orang. Kita sering tergoda memilih destinasi karena fotonya keren di Instagram. Padahal, tempat yang “instagramable” biasanya sudah dikomersialisasi. Tiket masuk mahal, antre panjang, dan di sekitar lokasi semua serba mahal.

Liburan yang menyenangkan nggak harus menghasilkan 10 foto aesthetic. Bisa jadi pengalaman paling berkesan malah di tempat sederhana: ngobrol dengan penduduk, melihat proses menenun kain, atau sekadar duduk di pinggir sawah sambil minum kelapa muda.

Jadi, kalau budgetmu terbatas, lepaskan dulu ekspektasi untuk mendapatkan foto sekeren selebgram. Nantinya saat budget sudah lebih besar, kamu bisa kembali lagi ke destinasi impian itu.

11. Gabung Komunitas atau Cari Teman Liburan

Biaya per orang bisa turun drastis kalau kamu bepergian berdua atau bertiga. Kamar hotel bisa dibagi, biaya sewa motor atau mobil terbagi, bahkan makan porsi besar bisa dishare.

Tapi bagaimana kalau teman-temanmu sibuk atau tidak punya budget yang sama? Coba cari grup traveling di Facebook atau aplikasi seperti Travelmate atau Couchsurfing. Bertemu orang asing mungkin terdengar menakutkan, tapi banyak traveler solo yang melakukan ini demi keamanan dan penghematan.

Pastikan kamu melakukan video call dulu sebelum memutuskan perjalanan bersama, dan sepakati sistem pembagian biaya dengan jelas dari awal.

12. Catat Semua Pengeluaran Selama Liburan

Ini terdengar seperti pekerjaan kantor, tapi percayalah, ini penyelamat. Bawa buku kecil atau gunakan aplikasi catatan keuangan sederhana. Setiap kali beli minum, tiket masuk, atau bayar parkir, langsung catat.

Kenapa? Karena kita sering merasa “ah cuma Rp10 ribu” berkali-kali, lalu di akhir liburan kaget karena sudah habis ratusan ribu. Dengan mencatat, kamu bisa mengontrol diri dan langsung sadar saat pengeluaran mulai melonjak.

Selain itu, catatan ini bisa menjadi referensi berharga untuk liburanmu berikutnya. Kamu jadi tahu persis ke mana saja uangmu mengalir, dan bisa mengatur ulang prioritas.


Liburan yang sesuai budget bukan berarti liburan yang murahan atau menyedihkan. Justru, dengan segala keterbatasan, kamu akan belajar untuk lebih kreatif, lebih menghargai setiap pengalaman kecil, dan lebih bersyukur. Banyak traveler berpengalaman justru mengaku bahwa liburan masa “pas-pasan” mereka adalah yang paling berkesan karena segala sesuatu terasa lebih otentik dan penuh kejutan.

Jadi, sudah punya destinasi di kepala? Hitung budgetnya, sesuaikan dengan tips di atas, lalu segera rencanakan. Karena kebahagiaan sejati dari liburan bukanlah seberapa mahal tempat yang kamu kunjungi, tapi seberapa lepas kamu bisa tertawa, bersantai, dan melupakan rutinitas sejenak. Selamat berpetualang sesuai kantong, ya!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Rekomendasi Wisata Taman Bunga yang Cantik di Indonesia

15 Juni 2026 - 18:46 WIB

Tips Liburan ke Pantai agar Lebih Menyenangkan

14 Juni 2026 - 11:02 WIB

4 Destinasi Wisata Nusa Penida yang Memanjakan Mata

Rekomendasi Tempat Wisata di Yogyakarta yang Populer

13 Juni 2026 - 23:25 WIB

Piala dunia u17

Tempat Wisata Instagramable untuk Foto Estetik

13 Juni 2026 - 16:51 WIB

Tempat Wisata Keluarga yang Seru dan Edukatif

12 Juni 2026 - 22:20 WIB

Sembalun

Tips Menyiapkan Itinerary Liburan yang Efektif

12 Juni 2026 - 11:27 WIB

Tips Hemat Liburan
Trending di Travel