<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kesehatan mental - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/kesehatan-mental/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/kesehatan-mental/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Feb 2023 18:21:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>kesehatan mental - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/kesehatan-mental/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Depresi? Penyebabnya apa aja sih?</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/depresi-penyebabnya-apa-aja-sih/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/depresi-penyebabnya-apa-aja-sih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Siti Nuraini]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2023 06:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Emosional Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Fisik Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Gejala Mental Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebab Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[stres]]></category>
		<category><![CDATA[Tekanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=7256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penyebab Depresi – Depresi dapat kalian rasakan yang mana mungkin kalian tidak menyadarinya. Depresi juga...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/depresi-penyebabnya-apa-aja-sih/">Depresi? Penyebabnya apa aja sih?</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Penyebab Depresi</strong> – Depresi dapat kalian rasakan yang mana mungkin kalian tidak menyadarinya. Depresi juga dapat dialami oleh siapa pun dan usia berapa pun mereka. Rasa cemas berlebihan dan perasaan sedih secara bersamaan sering muncul pada kesehatan mental kalian. Depresi bisa ringan, sementara, atau bahkan berat yang mungkin akan mengakibatkan berkepanjangan. Jika seseorang yang sudah mengalami depresi berat, kecemasan, kesedihan dan ketakutan mereka sangat tinggi. Yang kadang mengakibatkan seseorang bertindak bunuh diri karena suatu masalah pada hidupnya.</p>
<p>Akan tetapi beberapa orang juga dapat mengalami hanya sekali dalam hidup meraka. Ada juga yang mengalami depresi berkali-kali dalam hidup mereka. Dengan itu mencegah adanya depresi sangat seseorang perlukan. Cara untuk mencegak suatu depresi dengan cara menenangkan dengan dukungan kepada mereka dengan tulus dan tepat. Seseorang yang depresi perlu kita perhatikan dan alngkah baiknya kita perhatian dengan mereka. Dan juga tidak lupa dengan menjaga diri sendiri agar tidak ikut depresi juga.</p>
<h3>Apakah kalian tau apa sih gejala atau tanda-tanda seseorang depresi?</h3>
<p>Biasanya gejala setiap masing-masing manusia berbeda. Dapat disebabkan oleh gejala fisik, dari tubuh merasa lelah dan tidak mempunyai energi walaupun sudah beristirahat. Selain itu seseorang memiliki rasa gelisa dan mengakibatkan kesulitan malkukan aktivitas setiap harinya. Dan tanpa kalian sadari perubahan pola tidur dan selera makan merupakan gejala fisik depresi.</p>
<p>Selain gejela fisik, seseorang yang depresi jga memiliki gejala mental dan emosional. Dengan memiliki rasa sedih, cemas dan meyakini bahwa mereka tidak berharga dan tidak punya harapan lagi. Selain itu mereka menyukai kesepian dan juga suka mengambil indakan yang mungkin akan beresiko tinggi. Pada artikel ini tim <a href="http://www.instagram.com/mediaedukasi.id">mediaedukasi.id</a> akan membahas penyebab depresi ada pa aja sih? Simak sebagai berikut.</p>
<h3>Penyebab-Penyebab Depresi</h3>
<ol>
<li>
<h4>Pengalaman Pribadi</h4>
</li>
</ol>
<p>Penyebab terjadinya depresi yang pertama yaitu pengalaman pribadi. Yang mana seseorang mempunyai trauma dari masa lalu yang telah ia alami secara pribadi. Pengalaman yang buruk seperti kejadian suatu peristiwa kematian orang yang tercinta, perceraian orangtua, atau trauma lainnya. dengan adanya trauma dari masa lalu yang akan terbawa seumur hidup bagi seseorang yang merasakan, akan memicu timbulnya suatu gejala depresi. Penyebab satu ini sering kali seseorang alami, karena relatr dengan kehidupan mereka.</p>
<p>Misal masa lalu seseorang pernah mengalami konflik pada keluarganya. Dengan adanya konflik suau keluarga akan menimbulkan suatu tekanan dari tubuh seseorang. Ketika seseorang terpukul, akan membuat tubuh serta pikiran tidak dapat berjalan dan beradaptasi dengan tekanan tersebut, itu juga dapat menimbulkan suatu depresi yang sangat berat karena permasalahan tersebut.</p>
<ol start="2">
<li>
<h4>Riwayat Keluarga</h4>
</li>
</ol>
<p>Penyebab yang kedua yaitu riwayat keluarga. Jika seseorang memiliki kelurga atau saudara yang memiliki riwayat <a href="https://mediaedukasi.id/5-penyakit-yang-timbul-akibat-stres-berlebihan/">stres</a> atau depresi mereka akan menurunkan genetik pada keturunanya.</p>
<p>Aakan tetapi penyebab satu ini dapat kalian cegah dengan memiliki gaya hidup atau pola hidup yang sehat. Dengan makan dan hidup sehat akan meminimalisir suatu penyebab depresi</p>
<ol start="3">
<li>
<h4>Negatif Thinking</h4>
</li>
</ol>
<p>Penyebab yang ketiga yaitu negatif thinking. Sering kali beberapa orang menghadapi permasalahan dengan pikiran mereka sendiri. Mereka menganggap suatu kejadian dalam hidup memberikan beban yang sangat berat. Dengan rasa cemas dan pikiran negatif akan sesuatu kejadian yang jelek akan terulang kembali. Negatif thinking merupakan suatu bibit negative yang mempengaruhi pikiran. Yang mana akan menimbulkan suatu perasaan depresi.</p>
<ol start="4">
<li>
<h4>Kecanduan obat-obatan</h4>
</li>
</ol>
<p>Penyebab yang keempat yaitu kecanduan obat-obat. Seseorang yang sedang sakit dan harus wajib meminum obat setiap hari dan menjalankan perawatan yang serius akan mengakibatkan stress dan depresi. Setelah itu resiko dari suatu penyakit tersebut akan bertambah kronis dan akan berlangsung lama. Yang mana karena adanya rasa sakit yang membuat seseorang stress akan mengakibatkan penyakit yang kronis. Antara lain diabetes, kanker, penyakit jantung dan lain sebagainya.Dengan itu seseorang yang mengalami gejala tersebut perlunya suatu dukungan san semangat agar dapat menurunkan suatu resiko depresi.</p>
<ol start="5">
<li>
<h4>Wanita setelah melahirkan</h4>
</li>
</ol>
<p>Penyebab yang kelima yaitu seseorang setelah melahirkan. Setelah melahirkan beberapa orang rentan mengalami stress atau depresi. Mulai dari perubahan horman dan fisik menjadi ibu dapat menimbulkan depresi. Tidak heran jika mama muda sekarang ada yang mengalami hal tersebut. Dengan sebab ang bermacam-macam, seperti anaknya tidak mau minum asi, anaknya susah tidur dan lain sebagainya. Dengan itu kalian dapt menyebutnya<em> baby blues</em>, dengan adanya penyebab tersebut seseorang akan sulit untuk tidur tenang dan kondisi suasana hati tidak baik. Akan tetapi kalian dapat mencegahnya dengan sebelum hamil atau saat hamil kalian dapat mempelajari untuk bagaimana menjadi ibu yang baik. Selain itu perlunya dukungan suami dan keluarga.</p>
<p>Dengan penyebab depresi ini, alangkah baiknya kita dapat mencegah dengan pola hidup yang sehat dan berada pada lingkungan yang baik juga.</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/depresi-penyebabnya-apa-aja-sih/">Depresi? Penyebabnya apa aja sih?</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/depresi-penyebabnya-apa-aja-sih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simak Kebiasaan Pemicu Gangguan Mental (2) Yuk, Segera Hindari!</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-pemicu-gangguan-mental/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-pemicu-gangguan-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2022 13:58:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan yang memicu gangguan kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=4362</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental membutuhkan perhatian. Oleu karena itu kamu harus...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kebiasaan-pemicu-gangguan-mental/">Simak Kebiasaan Pemicu Gangguan Mental (2) Yuk, Segera Hindari!</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental membutuhkan perhatian. Oleu karena itu kamu harus mewaspadai berbagai kebiasaan yang bisa memicu gangguan kesehatan mental.</p>
<p>Kesehatan mental mempengaruhi bagaimana orang berpikir, merasa, dan bertindak dalam situasi sehari-hari. Gangguan atau penyakit ini dapat berdampak pada pemikiran, suasana hati, dan perilaku kamu.</p>
<p>Kita sering tidak menyadari bahwa kita melakukan beberapa perilaku yang merugikan diri kita sendiri.</p>
<p>Kamu menempatkan diri kamu pada risiko stres, depresi, kecemasan, dan masalah mental lainnya jika kamu mengulangi tindakan ini apalagi menjadikannya kebiasaan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk mengenali tindakan atau kebiasaan ini sesegera mungkin untuk menghindari masalah mental.</p>
<p>Menurut website Klikdokter, berikut berbagai kebiasaan yang memicu gangguan kesehatan mental:</p>
<h2>Malas bergerak</h2>
<p>Berbagai penelitian selama bertahun-tahun telah menunjukkan bahwa melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental.</p>
<p>Namun, jika kamu adalah tipe orang yang malas atau membutuhkan waktu lebih lama untuk duduk atau tidur, kamu berisiko mengalami gangguan kesehatan mental seperti depresi.</p>
<p>Untuk menghindari berkembangnya kondisi ini, kamu harus memaksakan diri untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur. Bersepeda, jalan-jalan di sekitar kompleks rumah, jogging, dan berenang adalah semua pilihan.</p>
<p>Disarankan untuk melakukan aktivitas fisik secara teratur setidaknya lima kali per minggu selama 30 menit per sesi.</p>
<h2>Memendam perasaan tidak enak dan emosi</h2>
<p>Terlalu sering, menekan emosi adalah kebiasaan buruk bagi kesehatan mental kamu. Menurut sebuah penelitian, orang yang sering atau lebih suka menekan emosinya lebih mungkin menderita depresi dan gangguan lainnya.</p>
<p>Jadi, cobalah untuk tidak terlalu emosional. Dengan cara yang sehat, lepaskan perasaan sedih, marah, dan kecewa kamu.</p>
<p>Menceritakan kisah kepada orang yang kamu percayai atau berbicara langsung dengan psikolog atau psikiater dapat memberikan pelampiasan emosi yang sehat.</p>
<p>Kamu akan merasa lebih baik setelah melepaskan semua emosi yang selama ini kamu tekan. Rasa lega ini akan berdampak positif pada kesehatan mental kamu.</p>
<h2>Terlalu perfeksionis</h2>
<p>Perfeksionisme menyebabkan seseorang menginginkan segala sesuatunya sempurna, berjalan sesuai rencana, dan tanpa cacat. Standar yang sempurna ini seringkali menimbulkan kekecewaan dan kesedihan, terutama ketika apa yang direncanakan tidak menjadi kenyataan. kamu menjadi rentan terhadap gangguan kecemasan jika kamu tidak melakukan kontrol (gangguan kecemasan).</p>
<p>Tetapkan tujuan yang lebih realistis dan dapat dicapai, dan terima kesalahan atau kegagalan sebagai bentuk pembelajaran. Jika kamu mulai merasa cemas, gunakan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam untuk menenangkan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk, <a href="https://mediaedukasi.id/">kunjungi</a> laman <a href="https://www.instagram.com/mediaedukasi.id/">Instagram</a> dan <a href="https://www.facebook.com/mediaedukasi.id">Facebook</a> Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kebiasaan-pemicu-gangguan-mental/">Simak Kebiasaan Pemicu Gangguan Mental (2) Yuk, Segera Hindari!</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-pemicu-gangguan-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>3 Dampak Buruk Menahan Amarah</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/3-dampak-buruk-menahan-amarah/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/3-dampak-buruk-menahan-amarah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Reydiana - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2022 10:17:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[dampak buruk menahan amarah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan pemicu gangguan kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[mengapa tidak boleh menahan amarah]]></category>
		<category><![CDATA[mental health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=4347</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah kamu pernah mengalami hal yang buruk, tetapi memilih diam dan tetap memperlihatkan raut bahagia...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/3-dampak-buruk-menahan-amarah/">3 Dampak Buruk Menahan Amarah</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah kamu pernah mengalami hal yang buruk, tetapi memilih diam dan tetap memperlihatkan raut bahagia ke orang lain? Tahukah kamu, ternyata ada beberapa dampak buruk menahan amarah, lho!</p>
<p><span style="font-weight: 400">Bagi sebagian orang, menahan amarah seringkali mereka lakukan agar mereka terlihat kuat di mata orang lain. Padahal, segala emosi negatif justru akan berdampak buruk lho kalau terus-menerus kamu tahan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Memangnya apa aja sih dampak buruk menahan amarah? Yuk, simak artikel ini sampai selesai!</span></p>
<h3><b>Menjadi Lebih Mudah Sensitif</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Nah, kalau terus-menerus menahan amarah, pasti bawaannya kamu akan bad mood terus. Hal ini tentu akan berdampak buruk bagi dirimu sendiri maupun orang-orang di sekitarmu. Terkadang, seseorang yang tidak bersalah pun akan terkena dampak dari dirimu yang bad mood akibat sering menahan rasa marah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kebayang kan kalau kamu terus-menerus memendam amarah? Emosi-emosi negatif tersebut juga dapat membuat kondisi psikis menjadi lebih sensitif. Dampaknya pun akan memicu konflik semisal kamu nggak kuat untuk menahannya.</span></p>
<h3><b>Sulit Berkonsentrasi</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Apabila rasa marah tidak kamu tidak kamu kelola dengan baik, maka dampaknya bisa melebar terhadap kondisi fisik dan mentalmu, lho!</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Terlalu sering memendam emosi, dapat membuatmu sulit fokus dalam kehidupan sehari-hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Hal ini karena menahan emosi dapat membuatmu sulit merasakan hal positif dalam kehidupan. Oleh karenanya, pikiran pun sulit untuk menghasilkan ide positif ketika ingin berkonsentrasi.</span></p>
<h3><b>Berpotensi Menyebabkan Depresi</b></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Emosi negatif akan menjadi berbahaya jika menumpuk dalam diri karena kamu terus-menerus menahannya. Apalagi ketika rasa marah ini membuat seseorang menjadi sering memikirkan hal-hal negatif dalam dirinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ketika seseorang menahan rasa marah, maka hormon adrenalin dan kortisol akan bertambah secara konstan. Hormon ini berperan untuk meningkatkan perubahan detak jantung, pernapasan, dan tekanan darah, serta perubahan metabolisme yang berpotensi merusak sistem tubuh, seperti gangguan depresi dan kecemasan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Seseorang yang mengalami depresi sangat rentan terhadap tertekan, dan akhirnya seakan kehilangan daya dan upaya untuk melakukan aktivitas. Jika kamu sendiri masih menahan rasa marah tersebut, maka hal itu hanya bisa memperpanjang rasa depresi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Nah, itu dia beberapa dampak buruk dari menahan amarah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Perlu diketahui bahwa emosi negatif seperti munculnya rasa marah tidak selalu menimbulkan masalah. Kamu hanya perlu memahami cara mengendalikannya agar tidak meledak-ledak. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Banyak cara yang bisa kamu pakai untuk mengendalikan amarah negatif tersebut. Salah satunya dengan cara mengekspresikan kemarahan kamu.</span></p>
<p>Jangan lupa kunjungi laman <a href="https://www.instagram.com/mediaedukasi.id/">Instagram</a> dan <a href="https://www.facebook.com/mediaedukasi.id">Facebook</a> Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta menarik lainnya!</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/3-dampak-buruk-menahan-amarah/">3 Dampak Buruk Menahan Amarah</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/3-dampak-buruk-menahan-amarah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Simak Kebiasaan Pemicu Gangguan Mental, Salah Satunya Minder!</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-mengganggu-mental/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-mengganggu-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2022 05:00:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan pemicu gangguan kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=4344</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental membutuhkan perhatian. Akibatnya, kamu harus mewaspadai berbagai...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kebiasaan-mengganggu-mental/">Simak Kebiasaan Pemicu Gangguan Mental, Salah Satunya Minder!</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental membutuhkan perhatian. Akibatnya, kamu harus mewaspadai berbagai kebiasaan yang bisa memicu gangguan kesehatan mental.</p>
<p>Kesehatan mental mempengaruhi bagaimana orang berpikir, merasa, dan bertindak dalam situasi sehari-hari. Gangguan atau penyakit ini dapat berdampak pada pemikiran, suasana hati, dan perilaku kamu.</p>
<p>Kita sering tidak menyadari bahwa kita melakukan beberapa perilaku yang merugikan diri kita sendiri.</p>
<p>Kamu menempatkan diri kamu pada risiko stres, depresi, kecemasan, dan masalah mental lainnya jika kamu mengulangi tindakan ini apalagi menjadikannya kebiasaan. Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu untuk mengenali tindakan atau kebiasaan ini sesegera mungkin untuk menghindari masalah mental.</p>
<p>Menurut website Klikdokter, berikut berbagai kebiasaan yang memicu gangguan kesehatan mental:</p>
<h2>Kurang tidur</h2>
<p>Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur yang cukup dapat membantu tubuh kamu meregenerasi sel-sel yang rusak. Tubuh juga akan lebih siap untuk melakukan berbagai aktivitas hari itu jika cukup tidur.</p>
<p>Organ kamu, di sisi lain, tidak dapat berfungsi dengan baik jika kamu kurang tidur. Ini karena kamu tidak membiarkan tubuh kamu secara alami memperbaiki kerusakan sel yang disebabkan oleh kurang tidur. Studi lain menemukan bahwa jika seseorang tidak cukup tidur secara teratur, ia berisiko mengalami depresi dan gangguan bipolar.</p>
<p>Jadi, jika kamu tidak ingin mengalami masalah kesehatan mental ini, pastikan kamu cukup tidur, idealnya 7-8 jam per malam.</p>
<h2>Tidak bijak dalam menggunakan media sosial</h2>
<p>Menurut Child Mind Institute, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecemasan dan menurunkan harga diri.</p>
<p>Faktanya, survei terhadap 1500 pengguna Facebook dan Twitter menghasilkan hasil yang serupa. Para peneliti telah menyimpulkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan perasaan tidak mampu, kesepian, dan iri hati.</p>
<p>Jadi, jika kamu ingin lebih sehat secara mental, mulailah menggunakan media sosial dengan lebih bijak. Sangat penting untuk menetapkan batas waktu untuk penggunaan media sosial. Jangan lupa untuk memfilter atau memilih konten media sosial dan teman-teman kamu.</p>
<h2>Tidak percaya diri</h2>
<p>Setiap orang memiliki kekurangan; tidak ada orang yang sempurna. Sekalipun kamu memiliki kekurangan, kamu tidak perlu merasa rendah diri dan minder.</p>
<p>Untuk menjaga stabilitas mental kamu, hindari memikirkan kekurangan kamu. Misalnya, jangan terus-menerus membandingkan diri kamu dengan orang lain. Hal seperti ini justru menambah beban mental yang menyebabkan stres atau depresi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alih-alih berfokus pada kelemahan kamu sendiri, berkonsentrasilah pada kekuatan kamu sendiri. Tingkatkan keterampilan dan minat kamu pada sesuatu.</p>
<p>Yuk, <a href="https://mediaedukasi.id/">kunjungi</a> laman <a href="https://www.instagram.com/mediaedukasi.id/">Instagram</a> dan <a href="https://www.facebook.com/mediaedukasi.id">Facebook</a> Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kebiasaan-mengganggu-mental/">Simak Kebiasaan Pemicu Gangguan Mental, Salah Satunya Minder!</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-mengganggu-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lakukan Kebiasaan Sehat Ini Agar Mental Kamu Lebih Baik</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-kecil-untuk-mental/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-kecil-untuk-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2022 16:15:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[habit]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan kecil]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[tips and trik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=3151</guid>

					<description><![CDATA[<p>Apakah kamu ingin menjadi lebih kuat secara mental, tetapi tidak yakin harus berbuat apa? Atau...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kebiasaan-kecil-untuk-mental/">Lakukan Kebiasaan Sehat Ini Agar Mental Kamu Lebih Baik</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah kamu ingin menjadi lebih kuat secara mental, tetapi tidak yakin harus berbuat apa? Atau mungkin kamu tahu apa yang harus dilakukan, tetapi sulit melakukannya? Bagaimanapun, ada beberapa kebiasaan sehat yang akan dengan cepat mengubah hidup kamu. Memang tidak akan &#8220;menyenangkan&#8221; pada awalnya, tetapi dirimu di masa depan akan berterima kasih karena kamu telah memulainya dari sekarang.</p>
<p>Membaca kata “kebiasaan sehat”, apa yang pertama kali kamu pikirkan? Mungkin, kamu akan langsung berpikir tentang 4 sehat 5 sempurna serta olahraga. Tentu benar itu merupakan kebiasaan kecil yang baik.</p>
<p>Namun, bagaimana dengan kesehatan mental kamu? Tidak bisa dipungkiri, kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.</p>
<p>Langsung saja, yuk simak 5 kebiasaan yang dapat menguatkan mentalmu!</p>
<h2>1. Manajemen emosi</h2>
<p>Emosi, baik positif atau negatif, pasti dan selalu ada dalam diri kita. Akibatnya, emosi menjadi bagian paling penting dalam kehidupan kita. Tentu saja, kita tidak bisa begitu saja mengabaikan emosi kita.</p>
<p>Merasakan perasaan negatif seperti sedih, marah, sinis adalah hal normal. Namun kamu harus tetap mengendalikannya agar kamu tidak diperbudak oleh emosimu sendiri, yang pastinya akan mengacak-acak hidupmu.</p>
<h2>2. Kritis dalam berprinsip</h2>
<div class="split-page split-page2 open" data-target="2">
<p>Jadilah kritis dalam prinsip dan keyakinan kamu, terutama pada saat orang lain tidak kritis terhadap prinsip dan keyakinan mereka sendiri, membuat kalian berada di kondisi sulit. Lakukan apa yang layak dilakukan, itu memerlukan latihan dan ketekunan serta memerlukan alat yang tepat untuk menunjang. Prinsip teguh dan alasan untuk memegang prinsip adalah salah satu ciri orang bermental kuat.</p>
</div>
<h2>3. Memiliki batasan dengan orang lain</h2>
<p>Menciptakan batasan sehat dengan setiap orang sangat perlu untuk kesehatan mentalmu, termasuk dengan keluarga inti. Batasan ini secara tidak langsung memberi tahu orang lain untuk menghargai pilihan kamu, hal privat yang ingin kamu simpan, serta bagaimana kita ingin diperlakukan, ini juga memberi ruang untuk kamu meningkatkan kualitas diri.</p>
<h2>4. Selalu belajar dari kesalahan</h2>
<p>Apakah kamu suka ungkapan &#8216;belajarlah dari kesalahan&#8217;? Ini adalah pemikiran yang dalam dan misterius: dalam hidup kita semua memiliki pengalaman versi kita sendiri di mana kesalahan memiliki konsekuensi. Kita tidak boleh melakukan kesalahan yang akan menyakiti kita atau orang lain, atau menyebabkan kerugian besar berulang kali. Sehingga kita perlu belajar dari kesalahan sekaligus <em>move on</em> yang berarti tidak terlalu menyalahkan kesalahan masa lalu.</p>
<h2>5. Sisihkan waktu me time</h2>
<p>Meluangkan waktu untuk diri sendiri juga penting untuk kesehatan mental. Hal ini bisa menurunkan stres dan kecemasan. Kamu akan merasa lebih tenang, percaya diri, dan kuat. Istirahat juga dapat membantu kamu melakukan pekerjaan atau <a href="https://mediaedukasi.id/kesehatan/">merawat</a> diri sendiri dan orang lain dengan lebih baik. Semangat!</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kebiasaan-kecil-untuk-mental/">Lakukan Kebiasaan Sehat Ini Agar Mental Kamu Lebih Baik</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/kebiasaan-kecil-untuk-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gangguan Makan di Inggris Meningkat, Sebagian Besar Dialami Remaja</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/gangguan-makan/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/gangguan-makan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 May 2022 16:11:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan makan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=3107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gangguan makan merenggut nyawa banyak anak muda. Padahal menurut psikiater, mereka dapat selamat dengan perawatan...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/gangguan-makan/">Gangguan Makan di Inggris Meningkat, Sebagian Besar Dialami Remaja</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gangguan makan merenggut nyawa banyak anak muda. Padahal menurut psikiater, mereka dapat selamat dengan perawatan dan pengobatan dini.</p>
<p>Pandemi Covid telah memperburuk masalah gangguan makan yang berkembang di kalangan anak muda. Menurut data National Health Service (NHS) terbaru, ada 24.268 rawat inap rumah sakit untuk penderita kasus ini di Inggris dari 2020 hingga 2021, meningkat dari 13.219 pada 2015 hingga 2016.</p>
<p>Penderita yang berusia 18 tahun ke bawah mengalami peningkatan terbesar. Mayoritas dari mereka yang terkena dampak adalah perempuan muda, tetapi laki-laki muda juga meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode waktu itu.</p>
<p>Gangguan makan adalah sikap berbeda terhadap makanan yang menyebabkan perilaku dan kebiasaan seseorang berubah. Ini adalah kondisi serius yang dapat berdampak negatif pada kesehatan, emosi, dan kemampuan seseorang di banyak bidang kehidupan.</p>
<p>Terlepas dari namanya, gangguan makan lebih dari sekadar kurangnya nafsu makan. Ini adalah kondisi kesehatan mental yang kompleks yang sering memerlukan intervensi profesional medis dan psikologis untuk memperbaikinya. Gangguan ini termasuk dalam edisi kelima dari American Psychiatric Association&#8217;s Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5).</p>
<h2>Penyebab gangguan makan</h2>
<ul>
<li>Standar masyarakat. Beberapa budaya mengharuskan seseorang memiliki tubuh yang ramping. Tekanan tersebut memicu diet ekstrim untuk mendapatkan tubuh ramping.</li>
<li>Gen bawaan keluarga. Kondisi ini juga dapat dibawa oleh gen keturunan orang tua atau saudara kandung.</li>
<li>Masalah mental. Situasi stres dan pengalaman negatif juga dapat menjadi pemicu (misalnya, penyerangan seksual, kecelakaan, kehilangan orang dekat).</li>
</ul>
<h2>Faktor yang dapat memicu gangguan</h2>
<ul>
<li><b>Usia.</b> Remaja mulai usia 20-an, kebanyakan perempuan.</li>
<li><b>Profesi.</b> Tuntutan profesi yang mengharuskan menjaga postur tubuh seperti aktor, atlit, model.</li>
<li><b>Gangguan psikologi. </b>Seperti depresi, stres, dan kecemasan atau sikap kompulsif-obsesif.</li>
<li><b>Diet berlebihan. </b>Diet tidak wajar dapat memicu gangguan.</li>
</ul>
<h2>Gejala-gejala penderita</h2>
<p>Gejala ini bervariasi tergantung dari jenis gangguannya, antara lain: <strong>anoreksia</strong> seperti tubuh kurus, insomnia, mudah lelah, sakit kepala, kuku berwarna biru, kuku dan rambut rapuh, sembelit, kulit kering, dan detak jantung tidak teratur, <strong>bulimia nervosa</strong> atau bulimia yaitu mengalami kehilangan kendali saat makan, <strong>gangguan asupan makan avoidant/restriktif (ARFID)</strong> bisa berupa: Kurang nafsu pada semua makanan, penurunan berat badan drastis.</p>
<h2>Pengobatan</h2>
<p>Pemberian obat tidak dapat menyembuhkan gangguan makan, tetapi dapat membantu mengendalikan keinginan mengidam, muntah, atau kecemasan berlebihan tentang makanan dan kebiasaan makan.</p>
<p>Contoh obat yang dapat diberikan bagi penderita yaitu antidepresan, antipsikotik, dan penstabil suasana hati. Dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting untuk keberhasilan pengobatan gangguan makan.</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/gangguan-makan/">Gangguan Makan di Inggris Meningkat, Sebagian Besar Dialami Remaja</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/gangguan-makan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenali Gejala Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Tokoh Terkenal</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/gangguan-bipolar/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/gangguan-bipolar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 May 2022 01:04:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[gangguan bipolar]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=2978</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan yang tidak biasa dalam suasana hati, energi,...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/gangguan-bipolar/">Kenali Gejala Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Tokoh Terkenal</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang menyebabkan perubahan yang tidak biasa dalam suasana hati, energi, tingkat aktivitas, konsentrasi, dan kemampuan untuk melakukan tugas sehari-hari, menurut National Institute of Mental Health.</p>
<p>Orang dengan gangguan bipolar terkadang merasa sangat sedih dan tidak termotivasi (fase depresi), kemudian menjadi sangat aktif dan bahagia di lain waktu (fase mania). Tidak seperti perubahan suasana hati yang normal, masing-masing fase ini dapat berlangsung beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan.</p>
<p>Perubahan suasana hati yang tiba-tiba ini dapat berdampak pada kualitas tidur, energi, aktivitas, perilaku, dan kemampuan berpikir penderita. Gangguan bipolar menetap seumur hidup. Artinya, penyakit mental ini tidak bisa benar-benar sembuh. Meskipun demikian, gejalanya dapat dikelola secara efektif dengan terapi dan pengobatan. Beberapa tokoh terkenal yang pernah menderita gangguan ini antara lain Marshanda, Vincent van Gogh, Carrie Fisher, Mariah Carey, Demi Lovato, Bebe Rexha, Kurt Cobain, dan Winston Churchill.</p>
<h2>Gejala gangguan Bipolar</h2>
<p>Melansir dari Halodoc, gejala gangguan mental ini terdiri dari dua fase, yaitu fase mania dan fase depresi. Pada fase mania, pengidapnya akan merasa senang dan bersemangat. Sedangkan pada fase depresi justru sebaliknya, pengidap cenderung lesu dan murung.</p>
<h3><b>Fase mania</b></h3>
<p>Pengidap akan merasakan gejala seperti:</p>
<ul>
<li>Sangat bersemangat, senang, dan sensitif.</li>
<li>Gelisah berlebihan.</li>
<li>Mengalami penurunan kualitas tidur.</li>
<li>Nafsu makan berkurang drastis.</li>
<li>Berbicara dengan sangat cepat tentang banyak hal.</li>
<li>Merasa pikirannya berpacu.</li>
<li>Berpikir bisa multitasking.</li>
<li>Berani melakukan hal ektrem, seperti banyak makan dan minum, menghamburkan uang, atau melakukan hal menyimpang dengan sembrono.</li>
<li>Merasa sangat berbakat dan kuat.</li>
</ul>
<h3><b>Fase depresi</b></h3>
<p>Sementara itu, gejala gangguan pada fase depresi berupa:</p>
<ul>
<li>Merasa sedih, khawatir, dan putus asa.</li>
<li>Gelisah berlebihan.</li>
<li>Sulit tidur/ kurang tidur/terlalu banyak tidur.</li>
<li>Berat badan naik karena nafsu makan meningkat.</li>
<li>Berbicara dengan tempo lambat, dan banyak lupa.</li>
<li>Sulit fokus.</li>
<li>Merasa tidak mampu melakukan hal semudah apapun.</li>
<li>Rasa malas karena kehilangan minat untuk melakukan aktivitas dan tidak bisa merasakan kesenangan (<em>anhedonia</em>).</li>
<li>Merasa tidak berharga, hingga muncul pikiran tentang kematian atau bunuh diri.</li>
</ul>
<p>Setelah mengenal gejala-gejala bipolar, diharapkan kamu semakin waspada terhadap gangguan mental ini. Segera konsultasikan ke dokter atau psikolog saat gejala-gejala tersebut mulai mengganggu aktivitas. Jangan sampai kamu mendiagnosa sendiri (self diagnosis) terhadap gangguan mental seperti ini ya, karena walaupun gejalanya sama, tapi bisa saja hal itu bukan bipolar.</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/gangguan-bipolar/">Kenali Gejala Bipolar, Gangguan Mental yang Dialami Tokoh Terkenal</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/gangguan-bipolar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyusui Dan Hubungannya Dengan Kesehatan Mental</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/menyusui-dan-kesehatan-mental/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/menyusui-dan-kesehatan-mental/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 May 2022 03:54:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=2692</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah melahirkan, menyusui merupakan kewajiban bagi seorang ibu. Namun ternyata menyusui juga dapat memberi efek...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/menyusui-dan-kesehatan-mental/">Menyusui Dan Hubungannya Dengan Kesehatan Mental</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400">Setelah melahirkan, menyusui merupakan kewajiban bagi seorang ibu. Namun ternyata menyusui juga dapat memberi efek kesehatan mental pada ibu, lho. </span></p>
<p>Menurut <em>US News</em>, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa antara 11% dan 20% ibu baru menderita depresi pascapersalinan (postpatrum).</p>
<p><span style="font-weight: 400">Namun, studi lain oleh Toledo dan kolaborator dari Un<em>iversity of Miami School of Nursing and Health Studies, University of North Carolina School of Nursing, Chapel Hill, Seattle University of Nursing, dan The University of British Columbia School of Nursing</em>, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menyusui adalah perilaku yang menguntungkan dan nyaman yang dapat mengurangi risiko seorang ibu mengalami depresi pasca persalinan. Namun juga ada kemungkinan mengalami depresi disebabkan oleh hal-hal tertentu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Melansir dari <em>PsychCentral</em>, hubungannya dengan kesehatan mental sebagai berikut:</span></p>
<h2>Cara menyusui</h2>
<p><span style="font-weight: 400">Kesehatan mental ibu tampaknya dipengaruhi oleh cara mereka menyusui. Beberapa faktor mempengaruhi hal tersebut, antara lain:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Cara Memberi Makan anak</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Mengalami kesulitan dengan suplai ASI</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Kondisi medis ibu atau bayi yang menganggu pemberian asi atau malah tidak dianjurkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Dukungan dari orang-orang terdekat kamu</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Tekanan gerakan payudara saat menyusui</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Reaksi fisiologis</span></p>
<h2>Efek menyusui bagi kesehatan mental</h2>
<p><span style="font-weight: 400">Memberi ASI telah terbukti meningkatkan kesehatan mental ketika:</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Menyusui secara eksklusif setidaknya selama 6 bulan pertama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Lanjutkan selama satu tahun.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Memiliki persediaan ASI yang memadai.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">&#8211; Mendapat dukungan dari orang-orang sekitar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Menyusui menyebabkan pelepasan zat kimia yang dikenal sebagai oksitosin. Hal ini dapat membantu ibu meminimalisir stres dan merasa lebih nyaman. </span><span style="font-weight: 400">Oksitosin juga dapat membantu dalam proses ikatan dan meningkatkan perasaan kasih sayang antara ibu dan anak.</span></p>
<h2>Manfaat psikologis</h2>
<p><span style="font-weight: 400">Pemberian asi baik untuk kesehatan mental ibu dan bayi. Manfaat psikologis ibu antara lain meningkatkan perasaan sayang pada si kecil dan mengurangi stres.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Manfaatkan itu untuk anak untuk meningkatkan kinerja kognitif, mengurangi kerewelan selama masa bayi, mengurangi tingkat stres, dan mencegah kesulitan yang lebih rendah di masa dewasa.</span></p>
<h2>Hubungan menyusui dan depresi</h2>
<p><span style="font-weight: 400">Ibu dan depresi pasca persalinan mungkin memiliki hubungan yang rumit (PPD). Sebuah studi tahun 2014 menemukan hubungan antara depresi pasca persalinan dan kemampuan menyusui. Peneliti menemukan bahwa orang tua yang ingin tetapi mampu memiliki tingkat PPD terendah, sedangkan mereka yang ingin tetapi tidak mampu memiliki tingkat PPD tertinggi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Studi lain tahun 2016 membahas bagaimana depresi pascapersalinan dapat memengaruhi keputusan seseorang untuk berhenti meng-ASI-hi lebih awal. Beberapa faktor dapat menyebabkan stres dan depresi orang tua baru.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Pada ibu menyusui, produksi ASI yang kurang dapat menyebabkan stres bahkan depresi. Beberapa ibu berusaha untuk meningkatkan produksi ASI. Kurang tidur akibat pemberian ASI eksklusif juga dapat menyebabkan stres pada ibu.</span></p>
<h2>Cara mengatasi efek psikologis pada ibu</h2>
<p><span style="font-weight: 400">Kegiatan ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, dan stres. </span><span style="font-weight: 400">Ibu bisa mencegahnya dengan tidak terlalu mendengar kritik yang tidak membangun, pilih teknik mengelola stress terpercaya, memperbaiki waktu istirahat, makan dengan baik, dan jangan memendam semuanya sendiri. Cara dokter mengobati depresi pascamelahirkan adalah dengan menggunakan kombinasi pendekatan, termasuk terapi bahasa, antidepresan, terapi hormonal, dan kehadiran kelompok pendukung.</span></p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/menyusui-dan-kesehatan-mental/">Menyusui Dan Hubungannya Dengan Kesehatan Mental</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/menyusui-dan-kesehatan-mental/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kesehatan Mental yang Terjadi Dikalangan Remaja</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/kesehatan-mental-yang-terjadi-dikalangan-remaja/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/kesehatan-mental-yang-terjadi-dikalangan-remaja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2022 07:12:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan mental]]></category>
		<category><![CDATA[mental]]></category>
		<category><![CDATA[mental health]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=1913</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kesehatan mental adalah suatu hal yang berkaitan dengan kondisi batin manusia. Dengan artian kondisi batin...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kesehatan-mental-yang-terjadi-dikalangan-remaja/">Kesehatan Mental yang Terjadi Dikalangan Remaja</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kesehatan mental adalah suatu hal yang berkaitan dengan kondisi batin manusia. Dengan artian kondisi batin dalam keadaan normal, tenteram dan tenang sehingga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari yang mencakup psikologis, emosioanal dan sosial. Hal-hal ini yang membantu manusia untuk berpikir, berhubungan dengan orang lain, menghadapi stress, bertindak dan mengambil keputusan. Kesehatan mental manusia tidak selalu baik, seseorang dengan Kesehatan mental yang buruk akan sulit mengedalikan emosinya, merasa stress, tidak dapat berpikir dan bertindak, dan tidak dapat membuat keputusan yang tepat. Tidak hanya itu, seseorang dengan mental yang buruk cenderung memiliki hubungan yang tidak baik dengan orang disekitarnya, selalu menyendiri dan manarik diri dari kehidupan sosial. Hal ini terjadi karena seseorang tidak merasa seperti dirinya sendiri, merasa minder atau insecure untuk bergaul.</p>
<p>Remaja dengan kisaran umur 16-24 tahun merasa memiliki Kesehatan mental yang buruk. Banyak alasan mengapa remaja yang paling sering terkena Kesehatan mental. Beberapa diantaranya adalah faktor hormon reproduksi dan perkembangan otak yang menyebabkan ketidakstabilan emosi. Sedangkan beberapa penelitian menemukan bahwa banyak remaja terutama mahasiswa Indonesia mengalami perubahan terhadap kehidupan seperti kesulitan mengatur waktu, masalah keuangan serta rasa kesepian karena merantau di kota yang jauh dari tempat tinggal. Sebagian besar mahasiswa harus beradaptasi dilingkungan yang baru dan tuntutan pendidikan yang berat. Tak sedikit dari para mahasiswa yang merasa tertekan dan stress akibat masalah yang mereka alami. Hal ini mempengaruhi Kesehatan mental mereka dan mulai mengalami beberapa gejala kecemasan, merasa putus asa dan depresi yang berujung menyakiti diri sendiri bahkan yang lebih parah adalah mengakhiri hidup. Walaupun sudah banyak sekali terjadi kasus yang berujung fatal, masyarakat belum menanggapi masalah Kesehatan mental dengan serius, hal ini menjadi alasan penting mengapa kita perlu menerapkan edukasi menjaga Kesehatan mental.</p>
<p>Penyelesaian yang paling sering dilakukan untuk mengatasi Kesehatan mental adalah menceritakan masalah yang dialami kepada teman terdekat. Kenapa kepada teman terdekat? Kenapa tidak kepada saudara kandung, orang tua atau kepada dokter atau psikolog?. Beberapa orang mungkin tidak memiliki saudara kandung seperti kakak ataupun adik. Jikalau memiliki saudara kandung pun pasti memiliki perbedaan umur yang cukup jauh sehingga saudara sendiri pun tidak paham apa itu Kesehatan mental. Jika bercerita kepada orang tua, remaja zaman sekarang cenderung merasa tidak nyaman karena sifat orang tua yang otoriter atau permisif. Orang tua juga biasanya menyalahkan anak atas apa yang terjadi kepada diri mereka sendiri, hal ini yang menyebabkan para remaja enggan bercerita kepada orang tua karena merasa tidak dihargai dan sepele mejadikan pribadi yang tertutup kepada keluarga sendiri. Dan jika berkonsultasi ke dokter atau psikolog, para remaja cenderung takut akan hasil diagnosis dokter seperti gangguan kejiwaan. Tetapi penanganan yang dilakukan dokter atau psikolog lebih baik daripada menangani diri sendiri. Seperti pemeriksaan kejiwaan, psikioterapi dan pemberian obat-obatan.</p>
<p>Lalu bagaimana cara menjaga Kesehatan mental? Dimulai dari diri sendiri seperti tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain, istirahat sejenak atau refreshing untuk membuat tubuh lebih rileks dan tidak memikirkan apapun, selalu berpikir positif. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengelola stress diantara lain adalah menulis buku, berbincang dengan teman atau menonton film kesukaan. Jika kita tidak mulai dari sendiri, maka kita akan selalu berpikir buruk dan cenderung hilang kendali. Disaat kita sudah tidak mengendalikan diri kita lagi, barulah kitab isa meminta bantuan orang lain. Seperti pergi konsultasi ke Psikolog dan psikiater. Dengan penanganan yang tepat, masalah Kesehatan mental mungkin bisa terkendali.</p>
<p>Kontributor Media Edukasi Indonesia : <strong>Marchya Devi Triani Lumban Gaol</strong></p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kesehatan-mental-yang-terjadi-dikalangan-remaja/">Kesehatan Mental yang Terjadi Dikalangan Remaja</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/kesehatan-mental-yang-terjadi-dikalangan-remaja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
