<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kumpulan Soal HOTS Matematika - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/kumpulan-soal-hots-matematika/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/kumpulan-soal-hots-matematika/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 15 Aug 2026 01:18:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>Kumpulan Soal HOTS Matematika - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/kumpulan-soal-hots-matematika/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kumpulan Soal HOTS Matematika Kelas 12 Materi Peluang Kejadian Majemuk</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/kumpulan-soal-hots-matematika-kelas-12-materi-peluang-kejadian-majemuk/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/kumpulan-soal-hots-matematika-kelas-12-materi-peluang-kejadian-majemuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Media Edukasi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 01:18:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan Soal HOTS Matematika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=23638</guid>

					<description><![CDATA[<p>Materi peluang kejadian majemuk menjadi salah satu pembahasan Matematika yang membutuhkan ketelitian cukup tinggi. Siswa...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kumpulan-soal-hots-matematika-kelas-12-materi-peluang-kejadian-majemuk/">Kumpulan Soal HOTS Matematika Kelas 12 Materi Peluang Kejadian Majemuk</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="isSelectedEnd">Materi peluang kejadian <a href="https://mediaedukasi.id/">majemuk</a> menjadi salah satu pembahasan Matematika yang membutuhkan ketelitian cukup tinggi. Siswa tidak cukup hanya mengingat rumus peluang, tetapi juga perlu memahami hubungan antara beberapa kejadian yang muncul dalam satu persoalan. Karena itu, latihan <strong>soal HOTS Matematika kelas 12 materi peluang kejadian majemuk</strong> dapat membantu melatih kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pada soal dengan tingkat berpikir tinggi atau HOTS (<em>Higher Order Thinking Skills</em>), informasi yang diberikan biasanya tidak langsung menunjukkan rumus yang harus di gunakan. Siswa perlu membaca situasi, menentukan kejadian yang di ketahui, mengidentifikasi hubungan antarperistiwa, kemudian memilih strategi penyelesaian yang paling tepat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang kejadian majemuk sendiri berkaitan dengan dua atau lebih kejadian yang dapat terjadi secara bersamaan, saling berhubungan, atau justru tidak mungkin terjadi pada waktu yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini bisa di temukan ketika menghitung peluang munculnya angka tertentu pada dadu, mengambil kartu, memilih siswa, menentukan hasil pertandingan, hingga menganalisis berbagai kemungkinan.</p>
<h2>Memahami Peluang Kejadian Majemuk Sebelum Mengerjakan Soal</h2>
<p class="isSelectedEnd">Sebelum masuk ke latihan, ada beberapa konsep dasar yang perlu di kuasai. Secara sederhana, peluang suatu kejadian dapat di nyatakan sebagai perbandingan antara banyak hasil yang mendukung kejadian tersebut dengan seluruh hasil yang mungkin.</p>
<p class="isSelectedEnd">P(A)=\frac{n(A)}{n(S)}</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam pembahasan peluang kejadian majemuk, beberapa konsep yang sering di gunakan adalah kejadian saling lepas, kejadian tidak saling lepas, kejadian saling bebas, serta kejadian bersyarat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kejadian saling lepas terjadi ketika dua kejadian tidak dapat berlangsung secara bersamaan. Misalnya, ketika sebuah dadu di lempar sekali, hasil yang muncul tidak mungkin sekaligus merupakan angka 2 dan angka 5.</p>
<p class="isSelectedEnd">Sementara itu, kejadian tidak saling lepas memungkinkan dua kejadian terjadi secara bersamaan. Contohnya adalah memilih satu kartu dari sekumpulan kartu, kemudian mempertimbangkan peluang kartu tersebut berwarna merah atau memiliki simbol tertentu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk kejadian yang saling bebas, munculnya satu kejadian tidak memengaruhi peluang kejadian lainnya. Sebaliknya, pada kejadian bersyarat, peluang suatu kejadian di pengaruhi oleh informasi atau kejadian yang sudah terjadi sebelumnya.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pemahaman terhadap perbedaan tersebut sangat penting karena banyak soal HOTS sengaja memberikan situasi yang hampir serupa. Kesalahan menentukan jenis kejadian dapat membuat proses perhitungan berikutnya ikut keliru.</p>
<h2>Peluang Dua Dadu</h2>
<p class="isSelectedEnd">Dua buah dadu dilempar secara bersamaan satu kali. Peluang jumlah mata dadu yang muncul merupakan bilangan prima adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 5/12<br />
B. 7/18<br />
C. 5/18<br />
D. 1/3<br />
E. 11/36</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah dua dadu memiliki kemungkinan dari 2 sampai 12.</p>
<p class="isSelectedEnd">Bilangan prima dalam rentang tersebut adalah:</p>
<p class="isSelectedEnd">2, 3, 5, 7, dan 11.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kita dapat menghitung banyak pasangan yang menghasilkan masing-masing jumlah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah 2 memiliki 1 kemungkinan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jumllah 3 memiliki 2 kemungkinan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Total 5 memiliki 4 kemungkinan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Total 7 memiliki 6 kemungkinan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah 11 memiliki 2 kemungkinan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Total hasil yang mendukung:</p>
<p class="isSelectedEnd">1 + 2 + 4 + 6 + 2 = 15.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah seluruh kemungkinan dua dadu adalah:</p>
<p class="isSelectedEnd">6 × 6 = 36.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jadi peluangnya:</p>
<p class="isSelectedEnd">15/36 = 5/12.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: A. 5/12</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Soal seperti ini terlihat sederhana, tetapi siswa perlu berhati-hati karena tidak semua bilangan prima memiliki jumlah pasangan yang sama.</p>
<h2>Kartu dan Kejadian Majemuk</h2>
<p class="isSelectedEnd">Dari satu set kartu remi yang terdiri atas 52 kartu, diambil satu kartu secara acak. <a href="https://buku.kemendikdasmen.go.id/katalog/matematika-untuk-sdmi-kelas-vi">Peluang</a> kartu yang terambil merupakan kartu hati atau kartu bergambar adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 11/26<br />
B. 25/52<br />
C. 22/52<br />
D. 13/52<br />
E. 29/52</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Dalam satu set kartu terdapat 13 kartu hati.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kartu bergambar terdiri atas J, Q, dan K. Karena ada empat jenis simbol, jumlah kartu bergambar adalah:</p>
<p class="isSelectedEnd">3 × 4 = 12.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, terdapat kartu bergambar yang sekaligus merupakan kartu hati, yaitu J hati, Q hati, dan K hati. Jumlahnya 3 kartu.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena kedua kejadian memiliki irisan, kita tidak boleh langsung menjumlahkan 13 dan 12 tanpa mengurangi bagian yang dihitung dua kali.</p>
<p class="isSelectedEnd">Banyak kejadian:</p>
<p class="isSelectedEnd">13 + 12 − 3 = 22.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jadi peluangnya:</p>
<p class="isSelectedEnd">22/52 = 11/26.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: A. 11/26</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Kunci dari soal ini adalah memahami bahwa kejadian &#8220;kartu hati&#8221; dan &#8220;kartu bergambar&#8221; tidak saling lepas.</p>
<h2>Pemilihan Siswa</h2>
<p class="isSelectedEnd">Dalam sebuah kelas terdapat 20 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Dari seluruh siswa tersebut akan dipilih satu orang secara acak untuk menjadi ketua kelompok. Diketahui 8 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan mengikuti klub Matematika.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang siswa yang terpilih adalah perempuan atau mengikuti klub Matematika adalah &#8230;.</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah seluruh siswa:</p>
<p class="isSelectedEnd">20 + 15 = 35.</p>
<p class="isSelectedEnd">Misalkan:</p>
<ul data-spread="false">
<li>A = siswa perempuan</li>
<li>B = siswa yang mengikuti klub Matematika</li>
</ul>
<p class="isSelectedEnd">Banyak siswa perempuan = 15.</p>
<p class="isSelectedEnd">Banyak siswa yang mengikuti klub Matematika:</p>
<p class="isSelectedEnd">8 + 6 = 14.</p>
<p class="isSelectedEnd">Irisan A dan B adalah siswa perempuan yang mengikuti klub Matematika, yaitu 6 orang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Maka banyak anggota A atau B:</p>
<p class="isSelectedEnd">15 + 14 − 6 = 23.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluangnya:</p>
<p class="isSelectedEnd">23/35.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: 23/35</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Perhatikan bahwa frasa <strong>&#8220;atau&#8221;</strong> dalam soal peluang tidak selalu berarti kedua kejadian harus dipisahkan. Jika terdapat anggota yang masuk dalam kedua kelompok, bagian irisan harus diperhitungkan.</p>
<h2>Dua Koin dan Satu Dadu</h2>
<p class="isSelectedEnd">Dua keping uang logam dan satu buah dadu dilempar secara bersamaan. Peluang muncul tepat satu sisi angka pada kedua uang logam dan mata dadu menunjukkan bilangan genap adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 1/6<br />
B. 1/4<br />
C. 1/3<br />
D. 1/2<br />
E. 2/3</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Untuk dua koin, kemungkinan hasilnya:</p>
<ul data-spread="false">
<li>angka-angka</li>
<li>angka-gambar</li>
<li>gambar-angka</li>
<li>gambar-gambar</li>
</ul>
<p class="isSelectedEnd">Terdapat dua hasil yang menunjukkan tepat satu sisi angka.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jadi peluangnya:</p>
<p class="isSelectedEnd">2/4 = 1/2.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pada dadu, bilangan genap adalah 2, 4, dan 6.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluangnya:</p>
<p class="isSelectedEnd">3/6 = 1/2.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena pelemparan koin dan dadu merupakan kejadian saling bebas, peluang keduanya terjadi adalah:</p>
<p class="isSelectedEnd">1/2 × 1/2 = 1/4.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: B. 1/4</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Soal ini menguji kemampuan siswa mengenali kejadian bebas. Jangan menjumlahkan peluang kedua kejadian karena yang ditanyakan adalah kedua kondisi terjadi secara bersamaan.</p>
<h2>Pengambilan Bola Tanpa Pengembalian</h2>
<p class="isSelectedEnd">Sebuah kotak berisi 5 bola merah, 4 bola biru, dan 3 bola hijau. Dua bola diambil berturut-turut tanpa pengembalian.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang bola pertama berwarna merah dan bola kedua berwarna biru adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 5/36<br />
B. 5/33<br />
C. 20/132<br />
D. 5/12<br />
E. 1/3</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah seluruh bola:</p>
<p class="isSelectedEnd">5 + 4 + 3 = 12.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang bola pertama merah:</p>
<p class="isSelectedEnd">5/12.</p>
<p class="isSelectedEnd">Setelah satu bola merah diambil, tersisa 11 bola. Bola biru masih berjumlah 4.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang bola kedua biru:</p>
<p class="isSelectedEnd">4/11.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena pengambilan dilakukan tanpa pengembalian:</p>
<p class="isSelectedEnd">5/12 × 4/11 = 20/132 = 5/33.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: B. 5/33</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Perubahan jumlah objek setelah pengambilan pertama merupakan bagian penting yang harus diperhatikan. Inilah yang membedakan soal tanpa pengembalian dengan soal pengambilan dengan pengembalian.</p>
<h2>Peluang Kelulusan</h2>
<p class="isSelectedEnd">Peluang seorang siswa lulus ujian Matematika adalah 0,8 dan peluang siswa tersebut lulus ujian Bahasa Indonesia adalah 0,75. Jika kedua kejadian dianggap saling bebas, peluang siswa tersebut lulus kedua ujian adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 0,15<br />
B. 0,25<br />
C. 0,55<br />
D. 0,60<br />
E. 0,75</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Karena kedua kejadian saling bebas, peluang keduanya terjadi diperoleh dengan mengalikan masing-masing peluang.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang lulus Matematika = 0,8.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang lulus Bahasa Indonesia = 0,75.</p>
<p class="isSelectedEnd">Maka:</p>
<p class="isSelectedEnd">0,8 × 0,75 = 0,60.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: D. 0,60</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam soal HOTS, informasi &#8220;saling bebas&#8221; sangat penting. Kata tersebut menjadi petunjuk bahwa peluang kedua kejadian dapat dikalikan.</p>
<h2>Peluang Minimal Satu Kejadian</h2>
<p class="isSelectedEnd">Sebuah mesin memiliki peluang menghasilkan produk cacat sebesar 0,05. Dua produk dipilih secara acak dan dianggap independen. Peluang setidaknya satu produk yang terpilih merupakan produk cacat adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 0,0025<br />
B. 0,05<br />
C. 0,095<br />
D. 0,0975<br />
E. 0,1025</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Kalimat <strong>&#8220;setidaknya satu&#8221;</strong> sering kali lebih mudah diselesaikan menggunakan peluang komplemen.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang sebuah produk tidak cacat:</p>
<p class="isSelectedEnd">1 − 0,05 = 0,95.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang kedua produk tidak cacat:</p>
<p class="isSelectedEnd">0,95 × 0,95 = 0,9025.</p>
<p class="isSelectedEnd">Maka peluang setidaknya satu produk cacat:</p>
<p class="isSelectedEnd">1 − 0,9025 = 0,0975.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: D. 0,0975</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Strategi komplemen sangat berguna ketika soal menanyakan &#8220;setidaknya satu&#8221;, &#8220;minimal satu&#8221;, atau &#8220;paling tidak satu&#8221;.</p>
<h2>Peluang Bersyarat</h2>
<p class="isSelectedEnd">Dalam sebuah kelas, 60% siswa mengikuti kegiatan olahraga dan 40% siswa mengikuti kegiatan seni. Sebanyak 20% dari seluruh siswa mengikuti kedua kegiatan tersebut.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika dipilih seorang siswa yang diketahui mengikuti kegiatan olahraga, peluang siswa tersebut juga mengikuti kegiatan seni adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 1/5<br />
B. 1/3<br />
C. 1/2<br />
D. 2/3<br />
E. 3/4</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Diketahui:</p>
<p class="isSelectedEnd">P(olahraga) = 0,60</p>
<p class="isSelectedEnd">P(seni) = 0,40</p>
<p class="isSelectedEnd">P(olahraga dan seni) = 0,20.</p>
<p class="isSelectedEnd">Yang di tanyakan adalah peluang siswa mengikuti seni jika di ketahui mengikuti olahraga.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang tersebut di peroleh dengan membandingkan siswa yang mengikuti keduanya dengan siswa yang mengikuti olahraga:</p>
<p class="isSelectedEnd">0,20 / 0,60 = 1/3.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: B. 1/3</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Kata <strong>&#8220;diketahui&#8221;</strong> menjadi petunjuk penting dalam soal peluang bersyarat. Informasi tersebut mengubah ruang sampel yang sedang di pertimbangkan.</p>
<h2>Strategi Permainan</h2>
<p class="isSelectedEnd">Dalam sebuah permainan, seorang peserta harus melempar sebuah dadu dua kali. Ia memenangkan permainan jika jumlah kedua mata dadu lebih besar dari 9.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang peserta tersebut memenangkan permainan adalah &#8230;.</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah lebih dari 9 berarti kemungkinan jumlahnya adalah:</p>
<p class="isSelectedEnd">10, 11, dan 12.</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk jumlah 10 terdapat 3 pasangan:</p>
<p class="isSelectedEnd">(4,6), (5,5), (6,4).</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk jumlah 11 terdapat 2 pasangan:</p>
<p class="isSelectedEnd">(5,6), (6,5).</p>
<p class="isSelectedEnd">Untuk jumlah 12 terdapat 1 pasangan:</p>
<p class="isSelectedEnd">(6,6).</p>
<p class="isSelectedEnd">Total hasil yang memenuhi:</p>
<p class="isSelectedEnd">3 + 2 + 1 = 6.</p>
<p class="isSelectedEnd">Seluruh kemungkinan:</p>
<ol start="36" data-spread="false">
<li></li>
</ol>
<p class="isSelectedEnd">Maka:</p>
<p class="isSelectedEnd">P = 6/36 = 1/6.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: 1/6</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Soal seperti ini dapat dikembangkan menjadi analisis strategi. Misalnya, siswa dapat diminta membandingkan permainan dengan aturan jumlah lebih dari 8 atau lebih dari 10.</p>
<h2>Pemilihan Komite</h2>
<p class="isSelectedEnd">Sebuah organisasi memiliki 6 anggota laki-laki dan 4 anggota perempuan. Akan dipilih dua orang sebagai perwakilan untuk menghadiri suatu kegiatan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang terpilihnya minimal satu perempuan adalah &#8230;.</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">&#8220;Minimal satu perempuan&#8221; berarti kemungkinan yang terjadi adalah:</p>
<ul data-spread="false">
<li>satu perempuan dan satu laki-laki</li>
<li>dua perempuan.</li>
</ul>
<p class="isSelectedEnd">Cara yang lebih cepat adalah menggunakan komplemen.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kejadian kebalikan dari &#8220;minimal satu perempuan&#8221; adalah &#8220;tidak ada perempuan&#8221;, artinya kedua anggota yang dipilih adalah laki-laki.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah seluruh cara memilih dua orang dari 10 anggota:</p>
<p class="isSelectedEnd">C(10,2) = 45.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jumlah cara memilih dua laki-laki dari 6 orang:</p>
<p class="isSelectedEnd">C(6,2) = 15.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang tidak ada perempuan:</p>
<p class="isSelectedEnd">15/45 = 1/3.</p>
<p class="isSelectedEnd">Maka peluang minimal satu perempuan:</p>
<p class="isSelectedEnd">1 − 1/3 = 2/3.</p>
<p class="isSelectedEnd"><strong>Jawaban: 2/3</strong></p>
<p class="isSelectedEnd">Soal ini tidak harus diselesaikan dengan menghitung semua kemungkinan satu per satu. Penggunaan peluang komplemen membuat penyelesaian menjadi lebih ringkas.</p>
<h2>Analisis Data Peluang</h2>
<p class="isSelectedEnd">Sebuah sekolah mencatat bahwa peluang seorang siswa membawa bekal dari rumah adalah 0,65. Peluang seorang siswa membeli makanan di kantin adalah 0,45. Jika peluang siswa melakukan keduanya adalah 0,25, tentukan peluang siswa membawa bekal atau membeli makanan di kantin.</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Diketahui:</p>
<p class="isSelectedEnd">P(A) = 0,65</p>
<p class="isSelectedEnd">P(B) = 0,45</p>
<p class="isSelectedEnd">P(A ∩ B) = 0,25.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena terdapat siswa yang melakukan kedua aktivitas tersebut, kita harus mengurangi bagian yang terhitung dua kali.</p>
<p class="isSelectedEnd">P(A ∪ B) = P(A) + P(B) − P(A ∩ B)</p>
<p class="isSelectedEnd">= 0,65 + 0,45 − 0,25</p>
<p class="isSelectedEnd">= 0,85.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jadi peluang siswa membawa bekal atau membeli makanan di kantin adalah <strong>0,85 atau 85%</strong>.</p>
<h2>Peluang Hujan dan Kegiatan Sekolah</h2>
<p class="isSelectedEnd">Prakiraan cuaca menyebutkan peluang hujan pada hari tertentu adalah 30%. Sebuah sekolah akan mengadakan kegiatan luar ruangan jika tidak hujan. Jika kegiatan luar ruangan tetap dapat dilakukan meskipun hujan dengan peluang 20%, berapa peluang kegiatan tersebut dapat berlangsung?</p>
<h3>Pembahasan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Ada dua kondisi yang memungkinkan kegiatan berlangsung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Pertama, tidak terjadi hujan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Peluang tidak hujan:</p>
<p class="isSelectedEnd">1 − 0,30 = 0,70.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika tidak hujan, kegiatan dapat berlangsung.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kedua, hujan terjadi tetapi kegiatan tetap dapat dilakukan. Peluangnya:</p>
<p class="isSelectedEnd">0,30 × 0,20 = 0,06.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dengan demikian:</p>
<p class="isSelectedEnd">0,70 + 0,06 = 0,76.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jadi peluang kegiatan dapat berlangsung adalah <strong>76%</strong>.</p>
<p class="isSelectedEnd">Soal ini melatih kemampuan menerjemahkan situasi sehari-hari menjadi beberapa kejadian yang lebih sederhana.</p>
<h1>Kumpulan Soal Latihan Tanpa Pembahasan</h1>
<p class="isSelectedEnd">Agar kemampuan berpikir semakin terasah, berikut beberapa soal tambahan yang dapat dikerjakan secara mandiri.</p>
<h3>Soal 13</h3>
<p class="isSelectedEnd">Sebuah dadu dilempar dua kali. Peluang muncul angka genap pada lemparan pertama dan angka lebih dari 4 pada lemparan kedua adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 1/12<br />
B. 1/9<br />
C. 1/6<br />
D. 1/4<br />
E. 1/3</p>
<h3>Soal 14</h3>
<p class="isSelectedEnd">Dalam sebuah kotak terdapat 7 bola putih dan 5 bola hitam. Dua bola diambil secara berturut-turut tanpa pengembalian. Peluang kedua bola yang terambil berwarna hitam adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 5/33<br />
B. 10/132<br />
C. 5/22<br />
D. 1/6<br />
E. 1/4</p>
<h3>Soal 15</h3>
<p class="isSelectedEnd">Dari 40 siswa, 24 siswa menyukai Matematika, 18 siswa menyukai Fisika, dan 10 siswa menyukai keduanya. Jika satu siswa dipilih secara acak, peluang siswa tersebut menyukai Matematika atau Fisika adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 1/2<br />
B. 3/5<br />
C. 4/5<br />
D. 7/8<br />
E. 9/10</p>
<h3>Soal 16</h3>
<p class="isSelectedEnd">Sebuah perusahaan memiliki tiga mesin produksi. Mesin A menghasilkan 40% produk, mesin B menghasilkan 35%, dan mesin C menghasilkan 25%. Persentase produk cacat dari mesin A, B, dan C berturut-turut adalah 2%, 3%, dan 4%.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika sebuah produk yang dipilih secara acak diketahui cacat, peluang produk tersebut berasal dari mesin C adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 20%<br />
B. 25%<br />
C. 30%<br />
D. 40%<br />
E. 50%</p>
<h3>Soal 17</h3>
<p class="isSelectedEnd">Sebuah kartu diambil dari satu set kartu remi. Peluang kartu yang terambil adalah kartu merah atau kartu As adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 1/2<br />
B. 7/13<br />
C. 15/26<br />
D. 17/26<br />
E. 3/4</p>
<h3>Soal 18</h3>
<p class="isSelectedEnd">Tiga buah koin dilempar secara bersamaan. Peluang muncul tepat dua sisi gambar adalah &#8230;.</p>
<p class="isSelectedEnd">A. 1/8<br />
B. 1/4<br />
C. 3/8<br />
D. 1/2<br />
E. 5/8</p>
<h1>Kunci Jawaban Soal Latihan</h1>
<ol start="13" data-spread="true">
<li><strong>C. 1/6</strong></li>
<li><strong>A. 5/33</strong></li>
<li><strong>C. 4/5</strong></li>
<li><strong>D. 40%</strong></li>
<li><strong>C. 15/26</strong></li>
<li><strong>C. 3/8</strong></li>
</ol>
<h1>Cara Mengerjakan Soal HOTS Peluang Kejadian Majemuk</h1>
<p class="isSelectedEnd">Mengerjakan soal HOTS bukan hanya soal mengetahui rumus. Kemampuan membaca informasi justru menjadi bagian yang sangat menentukan. Berikut beberapa langkah yang dapat digunakan.</p>
<h2>1. Baca soal sampai selesai</h2>
<p class="isSelectedEnd">Jangan terburu-buru memasukkan angka yang ditemukan ke dalam rumus. Bacalah soal secara utuh agar mengetahui hubungan antara informasi yang diberikan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kadang-kadang terdapat informasi tambahan yang justru menjadi petunjuk utama untuk menentukan jenis peluang.</p>
<h2>2. Tandai kata-kata penting</h2>
<p class="isSelectedEnd">Beberapa kata yang sering menjadi petunjuk antara lain:</p>
<ul data-spread="false">
<li>atau</li>
<li>dan</li>
<li>jika diketahui</li>
<li>setidaknya</li>
<li>minimal</li>
<li>tanpa pengembalian</li>
<li>dengan pengembalian</li>
<li>saling bebas</li>
<li>tidak dapat terjadi bersamaan.</li>
</ul>
<p class="isSelectedEnd">Mengenali kata-kata tersebut dapat membantu menentukan metode penyelesaian.</p>
<h2>3. Tentukan kejadian</h2>
<p class="isSelectedEnd">Jika soal cukup panjang, gunakan simbol sederhana seperti A dan B. Misalnya A adalah kejadian siswa mengikuti klub Matematika dan B adalah kejadian siswa mengikuti klub Bahasa Inggris.</p>
<p class="isSelectedEnd">Cara ini membuat hubungan antarperistiwa lebih mudah dilihat.</p>
<h2>4. Perhatikan apakah ada irisan</h2>
<p class="isSelectedEnd">Pada soal yang menggunakan kata &#8220;atau&#8221;, periksa apakah kedua kejadian dapat terjadi secara bersamaan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika bisa, berarti ada bagian irisan yang perlu diperhitungkan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah menjumlahkan dua peluang begitu saja tanpa memperhatikan adanya anggota yang masuk dalam kedua kejadian.</p>
<h2>5. Periksa pengembalian objek</h2>
<p class="isSelectedEnd">Pada soal pengambilan bola atau kartu, perhatikan apakah objek dikembalikan setelah pengambilan.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika tidak dikembalikan, jumlah objek pada percobaan berikutnya berubah.</p>
<p class="isSelectedEnd">Jika dikembalikan, jumlah objek tetap sama sehingga peluang percobaan berikutnya tidak berubah.</p>
<h2>6. Gunakan komplemen ketika lebih mudah</h2>
<p class="isSelectedEnd">Ketika soal menanyakan peluang &#8220;minimal satu&#8221;, &#8220;setidaknya satu&#8221;, atau &#8220;paling tidak satu&#8221;, sering kali penyelesaian melalui kejadian komplemen jauh lebih singkat.</p>
<p class="isSelectedEnd">Daripada menghitung semua kondisi yang mungkin, hitung kondisi yang berlawanan terlebih dahulu, lalu kurangi dari 1.</p>
<h2>7. Jangan hanya mengandalkan hafalan</h2>
<p class="isSelectedEnd">Soal HOTS dapat mengubah konteks tanpa mengubah konsep dasar. Rumus yang sama dapat digunakan dalam konteks kartu, dadu, pemilihan siswa, produksi barang, permainan, hingga kondisi kehidupan sehari-hari.</p>
<p class="isSelectedEnd">Karena itu, memahami alasan penggunaan rumus jauh lebih bermanfaat daripada menghafal bentuk rumus semata.</p>
<h1>Contoh Pola Kesalahan yang Sering Terjadi</h1>
<p class="isSelectedEnd">Ada beberapa kesalahan yang cukup umum ketika siswa mengerjakan peluang kejadian majemuk.</p>
<h3>Salah membedakan &#8220;dan&#8221; dengan &#8220;atau&#8221;</h3>
<p class="isSelectedEnd">Kata &#8220;dan&#8221; biasanya menunjukkan bahwa kedua kejadian harus terjadi. Sementara &#8220;atau&#8221; menunjukkan minimal salah satu kejadian terjadi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Namun, kata &#8220;atau&#8221; harus diperiksa lagi apakah kedua kejadian memiliki irisan.</p>
<h3>Lupa mengurangi irisan</h3>
<p class="isSelectedEnd">Jika A dan B dapat terjadi secara bersamaan, menjumlahkan P(A) dan P(B) secara langsung akan menghitung bagian irisan sebanyak dua kali.</p>
<h3>Menganggap semua kejadian bebas</h3>
<p class="isSelectedEnd">Tidak semua kejadian bersifat independen. Pengambilan bola tanpa pengembalian adalah contoh sederhana ketika kejadian kedua dipengaruhi oleh hasil kejadian pertama.</p>
<h3>Salah membaca peluang bersyarat</h3>
<p class="isSelectedEnd">Pada soal yang menggunakan frasa &#8220;jika di ketahui&#8221;, ruang sampel dapat berubah. Siswa harus memperhatikan informasi yang sudah di berikan sebelum menghitung peluang.</p>
<h3>Terjebak dengan angka yang banyak</h3>
<p class="isSelectedEnd">Soal HOTS terkadang memberikan informasi cukup panjang agar siswa terbiasa memilih data yang relevan. Tidak semua angka dalam soal selalu harus di gunakan.</p>
<h1>Tips Belajar Peluang Kejadian Majemuk untuk Kelas 12</h1>
<p class="isSelectedEnd">Agar lebih siap menghadapi latihan maupun ujian, pembelajaran dapat di lakukan secara bertahap.</p>
<p class="isSelectedEnd">Mulailah dengan menguasai peluang sederhana. Setelah itu, lanjutkan ke peluang gabungan dua kejadian. Jika sudah cukup memahami konsep tersebut, pelajari peluang bersyarat dan kejadian bebas.</p>
<p class="isSelectedEnd">Latihan sebaiknya tidak hanya berupa soal dengan pola yang sama. Cobalah mengerjakan soal dengan konteks berbeda agar kemampuan analisis semakin terbentuk.</p>
<p class="isSelectedEnd">Misalnya, hari ini mengerjakan soal dadu dan kartu. Berikutnya beralih ke soal pemilihan siswa, produksi barang, permainan, atau survei. Dengan begitu, siswa tidak terpaku pada satu bentuk soal.</p>
<p class="isSelectedEnd">Hal lain yang tidak kalah penting adalah membiasakan diri menuliskan alasan di setiap langkah. Jangan hanya menulis angka dan hasil akhir. Tuliskan mengapa menggunakan perkalian, mengapa menggunakan penjumlahan, atau mengapa harus memakai peluang komplemen.</p>
<p class="isSelectedEnd">Kebiasaan tersebut akan sangat membantu ketika berhadapan dengan soal HOTS yang tidak memberikan petunjuk rumus secara langsung.</p>
<h1>Manfaat Mengerjakan Soal HOTS Matematika Kelas 12</h1>
<p class="isSelectedEnd">Latihan soal HOTS memiliki manfaat yang cukup luas. Siswa tidak hanya berlatih menghitung, tetapi juga belajar mengambil keputusan berdasarkan informasi.</p>
<p class="isSelectedEnd">Dalam materi peluang kejadian majemuk, kemampuan tersebut sangat terasa karena satu soal dapat memuat beberapa konsep sekaligus. Siswa harus mampu menentukan kejadian, melihat hubungan antarperistiwa, memilih rumus, dan memeriksa kembali hasil yang di peroleh.</p>
<p class="isSelectedEnd">Latihan semacam ini juga dapat membantu meningkatkan ketelitian. Kesalahan kecil seperti lupa mengurangi irisan, salah menentukan jumlah anggota ruang sampel, atau menganggap kejadian saling bebas dapat menghasilkan jawaban yang berbeda jauh.</p>
<p class="isSelectedEnd">Semakin sering menghadapi variasi soal, semakin terbiasa pula siswa mengenali pola penyelesaian.</p>
<h2>Rangkuman Konsep Penting Peluang Kejadian Majemuk</h2>
<p class="isSelectedEnd">Beberapa hal utama yang perlu di ingat ketika mempelajari peluang kejadian majemuk adalah:</p>
<ol start="1" data-spread="false">
<li><strong>Kejadian saling lepas</strong> tidak dapat terjadi secara bersamaan.</li>
<li><strong>Kejadian tidak saling lepas</strong> memiliki kemungkinan terjadi secara bersamaan.</li>
<li><strong>Kejadian saling bebas</strong> tidak saling memengaruhi.</li>
<li><strong>Peluang bersyarat</strong> mempertimbangkan informasi bahwa suatu kejadian telah terjadi.</li>
<li>Kata <strong>&#8220;dan&#8221;</strong> biasanya mengarah pada kejadian yang harus terjadi bersama.</li>
<li>Kata <strong>&#8220;atau&#8221;</strong> perlu di periksa apakah terdapat irisan.</li>
<li>Kata <strong>&#8220;setidaknya&#8221;</strong> sering lebih mudah di selesaikan dengan peluang komplemen.</li>
<li>Pengambilan <strong>tanpa pengembalian</strong> menyebabkan ruang sampel berubah.</li>
<li>Pengambilan <strong>dengan pengembalian</strong> membuat kondisi awal tetap.</li>
<li>Pada soal HOTS, memahami konteks sama pentingnya dengan menguasai perhitungan.</li>
</ol>
<p>Dengan memahami pola tersebut, siswa kelas 12 akan lebih siap menghadapi <strong>soal HOTS Matematika materi peluang kejadian majemuk</strong>, baik dalam latihan harian maupun evaluasi pembelajaran. Yang terpenting bukan sekadar mendapatkan jawaban akhir, tetapi mampu menjelaskan mengapa langkah tersebut di gunakan dan bagaimana informasi dalam soal saling berhubungan.</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/kumpulan-soal-hots-matematika-kelas-12-materi-peluang-kejadian-majemuk/">Kumpulan Soal HOTS Matematika Kelas 12 Materi Peluang Kejadian Majemuk</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/kumpulan-soal-hots-matematika-kelas-12-materi-peluang-kejadian-majemuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
