<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>lifehack - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/lifehack/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/lifehack/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 09 Jun 2023 03:46:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>lifehack - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/lifehack/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tanda-Tanda Kamu Kurang Mendukung Diri Sendiri</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/tanda-tanda-kamu-kurang-mendukung-diri-sendiri/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/tanda-tanda-kamu-kurang-mendukung-diri-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Jun 2023 05:00:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Hack]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[lifehack]]></category>
		<category><![CDATA[Tanda-Tanda Kamu Kurang Mendukung Diri Sendiri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=8032</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanda-Tanda Kamu Kurang Mendukung Diri Sendiri – Dukungan tidak hanya ditujukan bagi orang lain saja,...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/tanda-tanda-kamu-kurang-mendukung-diri-sendiri/">Tanda-Tanda Kamu Kurang Mendukung Diri Sendiri</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tanda-Tanda Kamu Kurang Mendukung Diri Sendiri</strong> – Dukungan tidak hanya ditujukan bagi orang lain saja, namun diri sendiri juga harus mendapat dukungan yang cukup. Apalagi ketika melewati fase-fase sulit dalam hidup. Dukungan kepada diri sendiri dapat membuat kamu bertahan melewati semua rintangan yang ada. Namun kebanyakan orang-orang belum sepenuhnya mampu memberikan dukungan kepada diri sendiri seutuhnya.</p>
<p>Mereka sering memandang dirinya lemah, belum lagi selalu menyalahkan diri ketika gagal secara berlebihan. Padahal orang yang tidak mendapat dukungan bisa terpuruk dalam menghadapi kehidupan. Jika kamu memiliki tanda-tanda berikut, sadarilah bahwa kamu kurang memberikan dukungan untuk diri sendiri.</p>
<h2>Tanda-Tanda Kamu Kurang Mendukung Diri Sendiri</h2>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Tidak pernah mengapresiasi proses</h3>
<p>Pada dasarnya dukungan tidak hanya untuk orang lain saja, namun juga kepada diri sendiri tidak kalah penting. Apalagi ketika kamu melewati masa-masa kelam, banyak masalah dan rintangan yang harus kamu atasi bukannya mengabaikan diri sendiri. Salah satu tanda kamu tidak memberikan dukungan bagi diri sendiri adalah tidak menghargai setiap usaha yang kamu lakukan dan proses yang kamu lalui. Padahal untuk melewatinya tidaklah mudah, kamu harus menghargainya perjuanganmu selama ini.</p>
<h3>Menyalahkan diri sendiri saat gagal</h3>
<p>Kegagalan memang menyisakan kekecewaan dan kita sering merasa putus asa dalam kehidupan. Dukungan sangat penting bagi kehidupan, baik motivasi dari diri sendiri maupun dari orang lain. Jangan sampai kamu kurang memberikan dukungan bagi diri sendiri. Salah satunya menyalahkan diri saat mengalami kegagalan. Bahkan sampai keluar kata-kata tak pantas yang justru membuat kamu patah semangat dalam menjalani kehidupan.</p>
<h3>Terlalu keras pada diri untuk mengejar ambisi</h3>
<p>Ambisi bagaikan dua sisi yang berlawanan. Jika kamu menyikapi dengan bijak akan menjadi motivasi untuk meraih pencapaian terbaik. Namun, jika kamu tidak dapat mengelola dengan baik, ambisi tersebut justru akan menjadi toxic dan mengambil kendali pada dirimu. Salah satu bukti kamu kurang mendukung diri sendiri adalah membiarkan kelelahan karena mengejar ambisi. Kamu rela melakukan semuanya sampai memforsir di luar batas kemampuan. Tindakan seperti ini kurang tepat karena dapat membuat kamu tertekan.</p>
<h3>Selalu membandingkan diri dengan kelebihan orang lain</h3>
<p>Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Namun, kita cenderung mengamati kesusahan dan membandingkan dengan kelebihan orang lain. Hal ini sering terjadi sampai kamu berpikir tidak berhak merasakan kebahagiaan. Padahal setiap lika-liku kehidupan merupakan anugerah yang patut kamu hargai. Ingatlah bahwa kehidupan kamu bisa menjadi dambaan bagi orang lain yang tidak seberuntung dirimu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk, kunjungi <a href="https://mediaedukasi.id/">laman</a> <a href="https://instagram.com/mediaedukasi.id?igshid=YmMyMTA2M2Y=0">Instagram</a> dan Facebook Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/tanda-tanda-kamu-kurang-mendukung-diri-sendiri/">Tanda-Tanda Kamu Kurang Mendukung Diri Sendiri</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/tanda-tanda-kamu-kurang-mendukung-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perhatikan 10 Etika Belanja Offline Yang Sering Dilupakan</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/etika-belanja/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/etika-belanja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2022 16:24:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Hack]]></category>
		<category><![CDATA[belanja offline]]></category>
		<category><![CDATA[etika belanja]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[lifehack]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=3166</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belanja merupakan sebuah aktivitas menyenangkan yang menjadi rutinitas bagi semua orang. Pandemi covid-19 selama 2...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/etika-belanja/">Perhatikan 10 Etika Belanja Offline Yang Sering Dilupakan</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Belanja merupakan sebuah aktivitas menyenangkan yang menjadi rutinitas bagi semua orang. Pandemi covid-19 selama 2 tahun lebih membuat kita lebih sering berbelanja secara online. Dan kini saat pandemi sudah membaik, kita kembali ke rutinitas dulu yaitu belanja offline.</p>
<p>Namun, terkadang sebagai pembeli ada beberapa etika belanja yang sering dilupakan. Sebenarnya tidak salah tapi juga tidak baik untuk dilakukan. Sebagai makhluk sosial, kita harus menjunjung sikap saling menghargai dan sopan santun, betul kan?</p>
<h2>Berikut etika saat belanja offline:</h2>
<ol>
<li><strong>Mencoba atau mencicipi secara berlebihan</strong>. Tak jarang ada yang antusias mencicipi banyak sekali produk tanpa berniat membeli. Hal ini tidak salah, tapi tetap harus tahu batasannya, jangan sampai penjual rugi karena hal seperti ini.</li>
<li><strong>Jalan tanpa memperhatikan sekitar</strong>. Biasanya ini dilakukan oleh orang tidak punya banyak waktu. Belanja dengan buru-buru tanpa merasa bersalah jika menabrak orang lain, entah sengaja atau tidak.</li>
<li><strong>Tidak mengembalikan barang yang jatuh. </strong>Meski sudah berhati-hati terkadang ada saja barang yang jatuh. Jika ini terjadi, segera ambil dan rapikan pada tempatnya. Sebab meski ada pelayan, setidaknya kita harus bertanggung jawab atas barang yang jatuh tersebut.</li>
<li><strong>Mengganti label harga barang. </strong>Pekerja retail sering kali mengeluh tentang hal ini, ketika pembeli mencoba menipu dengan mengganti label harga sebuah barang dengan label barang lain yang lebih murah. Selain keliru, upaya ini adalah percuma karena sebagian besar kasir hafal seluruh harga produk di luar kepala.</li>
<li><strong>Menyerobot antrean. </strong>Kegiatan ini sangat membosankan dan membuang waktu. Namun, tidak benar ketika menyerobot antrean apalagi marah ingin duluan karena usiamu lebih tua.</li>
<li><strong>Menerima panggilan telepon ketika berada di kasir</strong>. Mengurus belanjaan sambil teleponan alias multitasking sangat tidak sopan karena mengulur waktu dan tidak leluasa ketika sedang berkomunikasi dengan kasir.</li>
<li><strong>Tidak berterima kasih.</strong> Ketika selesai bertanya, meminta bantuan pelayan, atau selesai berbelanja, jangan lupa ucapkan terima kasih sebagai bentuk menghargai kerja keras mereka.</li>
<li><strong>Menawar hingga membanding-bandingkan</strong>. Tawar-menawar itu boleh saja. Tetapi tidak untuk menawar dengan harga serendah-rendahnya, apalagi hingga membandingkan dengan penjual sebelah. Ini membuat penjual merasa buruk sekaligus rugi.</li>
<li><strong>Belanja saat supermarket sudah hampir tutup</strong>. Jika ingin belanja kebutuhan yang sangat mendesak, usahakan belanja secepat mungkin dan urungkan niat berbelanja jika merasa ingin belanja banyak barang. Kamu harus sadari jika pelayan sangat menanti waktu tutup untuk beristirahat, jadi usahakan jangan sampai membuat mereka lembur, ya!</li>
<li><strong>Membuka kemasan sebelum bayar</strong>. Ini merupakan perilaku buruk yang membuat pelayan was-was karena takut makanan tersebut tidak dibayar.</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/etika-belanja/">Perhatikan 10 Etika Belanja Offline Yang Sering Dilupakan</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/etika-belanja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Studi: Orang Korea Miliki Gen Tidak Bau Badan</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/orang-kora-tidak-bau-badan/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/orang-kora-tidak-bau-badan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 May 2022 16:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Hack]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[lifehack]]></category>
		<category><![CDATA[orang korea tidak punya bau badan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=3102</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baru-baru ini akun Instagram Folkative (@folkative) membagikan postingan tentang hasil survey dari sebuah perusahaan deodoran,...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/orang-kora-tidak-bau-badan/">Studi: Orang Korea Miliki Gen Tidak Bau Badan</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Baru-baru ini akun Instagram Folkative (@folkative) membagikan postingan tentang hasil survey dari sebuah perusahaan deodoran, mengatakan bahwa 9 dari 10 orang memilih diam daripada menegur orang yang bau badan. <em>Waduh</em>, ternyata hal tersebut masih menjadi topik sensitif di masyarakat umum, ya?</p>
<p>Bau badan disebabkan oleh kombinasi bakteri pada kulit ketiak dan keringat yang dikeluarkan oleh kelenjar keringat di ketiak saat tubuh menjadi kepanasan. Faktanya, keringat dapat diproduksi hampir di semua bagian tubuh. Keringat yang dihasilkan di ketiak mengandung lebih banyak protein dan lemak yang menyebabkan aroma tidak sedap, sehingga ketiak selalu jadi permasalahan berat bagi orang yang memiliki produksi keringat berlebih.</p>
<p>Menurut penelitian dari University of Bristol, setiap orang dilahirkan dengan mutasi gen yang mencegah tubuh mereka mengeluarkan bau badan. ABCC11 adalah nama yang diberikan oleh para ilmuwan untuk gen yang menentukan apakah seseorang memiliki bau badan atau tidak.</p>
<p>Penelitian yang diterbitkan dalam <em>Journal of Investigative Dermatology</em> pada tahun 2013, mensurvei 6.495 ibu di Inggris dan menemukan bahwa hanya 2% dari mereka yang membawa gen tidak berbau (badan).</p>
<p>Kemudian, menurut penelitian, 97 persen orang Eropa dan Afrika memiliki gen yang menyebabkan bau keringat tidak sedap di ketiak. Kabar baik bagi wanita Asia, khususnya di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, adalah penelitian menunjukkan bahwa 30 hingga 50% orang Asia tidak memiliki gen penyebab keringat bau di bawah ketiak.</p>
<p>Menurut Day, seorang Genetic Epidemiologist, hampir semua orang Korea memiliki mutasi gen yang mencegah keringat mereka berbau busuk. Singkatnya, <strong>orang Korea tidak memiliki bau badan</strong>. Namun, fakta ini tidak menghalangi mereka untuk tetap menggunakan produk pencegah bau ketiak untuk memaksimalkan penampilan.</p>
<p>Nah, untuk kamu yang memiliki masalah bau badan bisa melakukan cara-cara berikut agar tidak dijauhi orang-orang di sekitar. Yuk, simak sampai habis!</p>
<h2>Cara mencegah bau badan tidak sedap (dikutip dari <strong>CNBC Indonesia)</strong></h2>
<ul>
<li>Memakai Deodoran atau Antiperspiran.</li>
</ul>
<p>Deodoran bisa membuat kulit di sekitar ketiak lebih asam, mencegah bakteri dan keringat berinteraksi. Gunakan juga antiperspiran dengan bahan aktif seperti aluminium klorida atau aluminium zirkonium tetraklorohidreks yang akan menghambat kelenjar apokrin yang menghasilkan keringat.</p>
<ul>
<li>Menjaga Kebersihan Tubuh.</li>
</ul>
<p>Salah satu penyebab bau badan dan bau ketiak yang tidak sedap adalah kurangnya kebersihan diri. Akibatnya, akan terjadi penumpukan bakteri dan sel kulit mati yang berimbas pada bau tidak sedap.</p>
<ul>
<li>Scrub Ketiak Secara Rutin.</li>
<li>Bersihkan Bulu Ketiak Secara Teratur.</li>
<li>Gunakan Pakaian Yang Menyerap Keringat.</li>
<li>Jaga Pola Makan.</li>
<li>Hindari Mengonsumsi Obat Tertentu.</li>
<li>Konsultasi ke dokter.</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/orang-kora-tidak-bau-badan/">Studi: Orang Korea Miliki Gen Tidak Bau Badan</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/orang-kora-tidak-bau-badan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orang Narsis Sebenarnya Sangat Insecure, Menurut Penelitian</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/orang-narsis-sangat-insecure/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/orang-narsis-sangat-insecure/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 May 2022 15:40:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Hack]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[insecure]]></category>
		<category><![CDATA[lifehack]]></category>
		<category><![CDATA[narsis]]></category>
		<category><![CDATA[narsisme]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=3097</guid>

					<description><![CDATA[<p>Percaya tidak, jika orang narsis sebenarnya malah insecure? Insecure tampaknya menjadi kata yang populer beberapa...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/orang-narsis-sangat-insecure/">Orang Narsis Sebenarnya Sangat Insecure, Menurut Penelitian</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Percaya tidak, jika orang narsis sebenarnya malah insecure?</p>
<p><em>Insecure</em> tampaknya menjadi kata yang populer beberapa waktu belakangan ini. Menurut WebMD, <em>insecure</em> didefinisikan sebagai rasa tidak mampu (tidak cukup baik untuk diri sendiri) dan ketidakpastian tentang sesuatu.</p>
<p>Kondisi ini mendorong mereka memanifestasikan diri dalam berbagai cara, salah satunya dengan narsisme. Jika kita selalu berasumsi bahwa narsisme adalah ciri orang yang terlalu percaya diri, ternyata hal itu salah. Menurut sebuah penelitian yang terbit dalam jurnal <em>Personality and Individual Differences</em>, sebenarnya orang-orang menjadi narsis justru sedang menutupi rasa insecure-nya di hadapan publik.</p>
<h2>Orang narsis berarti insecure</h2>
<div>
<div id="taboola-mid-article-thumbnails">
<p>Menurut penelitian yang dilakukan pada 300 responden dengan usia rata-rata 20 tahun (60% wanita dan 40% pria), menghasilkan bahwa alih-alih tingginya kepercayaan diri, fenomena narsis justru didorong oleh rasa <em>insecure</em> dan khawatir yang berlebihan. Ini karena narsisis berusaha untuk meningkatkan citra mereka di mata orang lain daripada mencintai diri sendiri secara alami.</p>
<p>Para peneliti juga menemukan bahwa mereka terlalu <em>overproud</em> atau terlalu membanggakan sesuatu (yang memiliki konotasi negatif). Mereka yang merasa tidak percaya diri akan menceritakan kelebihannya secara berlebihan. Dalam beberapa kasus, jenis orang tersebut sering membual serta melebih-lebihkan agar mendapat pengakuan orang lain.</p>
</div>
</div>
<p>Orang yang secara alami percaya diri tidak memerlukan perhatian, pengakuan, atau validasi orang lain untuk merasa nyaman. Jadi, jika kamu bertemu dengan orang yang narsis, pahamilah bahwa mereka sedang <em>insecure</em>.</p>
<h2>Orang narsis benci melihat orang lain senang</h2>
<p>Narsisme mendorong kecemburuan dan persaingan yang tidak sehat, sehingga orang narsis kurang memiliki empati, atau kepedulian dan kasih sayang terhadap orang lain. Mereka mungkin menunjukkan penyesalan, kasih sayang, atau kemurahan hati, tetapi hanya untuk mendapatkan penghargaan sosial; mereka tidak mau atau tidak mampu mengubah sikap mereka.</p>
<p>Akibatnya, mereka tidak dapat merasakan kebahagiaan yang berasal dari hati. Keinginan akan pengakuan dan pujian dari orang lain menimbulkan kecemburuan dan kemarahan orang lain, serta keyakinan bahwa orang lain iri padanya, sehingga orang narsistik terganggu dan terancam eksistensi dan gengsinya sendiri ketika melihat orang lain bahagia atau sukses.</p>
<h2>Mereka cenderung berbahaya</h2>
<p>Bahkan dalam kasus yang ekstrim, kepribadian narsistik tidak menutup kemungkinan berani melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan orang lain, seperti mengadu domba atau mengintimidasi ketika sedang merasa terancam. Semua kecurangan ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa dia pantas menjadi orang yang paling hebat.</p>
<p>Sebaliknya, ketika melihat orang lain gagal, narsisis akan merasa sangat bahagia karena situasi tersebut memvalidasi keyakinan mereka bahwa mereka adalah orang yang lebih baik daripada orang-orang di sekitar mereka.</p>
<p>Dengan mengetahui fakta di atas, semoga kamu terhindar dari sikap narsis dan terhindar dari orang-orang yang memiliki sikap tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/orang-narsis-sangat-insecure/">Orang Narsis Sebenarnya Sangat Insecure, Menurut Penelitian</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/orang-narsis-sangat-insecure/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suka Berimajinasi Sebelum Tidur Adalah Ciri Orang Kreatif, Kata Riset</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/berimajinasi-sebelum-tidur/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/berimajinasi-sebelum-tidur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 May 2022 16:54:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Hack]]></category>
		<category><![CDATA[berimajinasi sebelum tidur]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[lifehack]]></category>
		<category><![CDATA[orang kreatif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=2950</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah kamu berkhayal atau berimajinasi sebelum tidur ketika di malam hari? Yap, setiap manusia pasti...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/berimajinasi-sebelum-tidur/">Suka Berimajinasi Sebelum Tidur Adalah Ciri Orang Kreatif, Kata Riset</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="89">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_last_paragraph" data-key="89">
<div class="TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR"><span class="Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM">Pernahkah kamu berkhayal atau berimajinasi sebelum tidur ketika di malam hari? Yap, setiap manusia pasti pernah melakukannya, namun tidak semua melakukannya setiap hari.</span></div>
<div></div>
</div>
</div>
<div>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="99">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph" data-key="99">
<div class="TextBoxweb__StyledTextBox-sc-18x3wcq-0 bKesRR"><span class="Textweb__StyledText-sc-1uxddwr-0 lmbERM">Menurut penelitian, orang yang memiliki kebiasaan mengkhayal sebelum tidur biasanya memiliki kemampuan berpikir kreatif yang tinggi. Penyebabnya saat pagi dan siang, otak lebih banyak memikirkan hal-hal penting, sehingga kreatifitas lebih mungkin muncul saat sedang luang termasuk sebelum tidur.</span></div>
</div>
</div>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="108">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph" data-key="108"></div>
</div>
</div>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="97">
<div data-qa-id="story-page-0">Pada waktu sebelum tidur atau malam hari, kekuatan otak biasanya cukup tinggi dan dapat difokuskan pada pemikiran kreatif. Bahkan dengan melamun sebelum tidur, biasanya kita bisa menemukan ide-ide yang tidak kita temukan di siang hari karena rutinitas yang melelahkan.</div>
</div>
<div data-qa-id="story-page-0"></div>
<h2 data-qa-id="story-page-0">Berimajinasi sebelum tidur merupakan salah satu kebiasaan orang sukses</h2>
<div data-qa-id="story-page-0">
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="129">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 bvuAuC track_paragraph" data-key="129"></div>
</div>
</div>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="97">
<div class="sc-5mlv5q-0 hZqCOq">
<p>Menurut Prevention, berimajinasi sebelum tidur juga merupakan salah satu kebiasaan orang sukses. Roni Frank, pendiri dan direktur perusahaan konsultan Talkspace, sering berkhayal sebelum tidur.</p>
<p>Ia membiarkan pikirannya mengembara hingga mendapatkan ide baru tentang apa yang akan dia lakukan. Akibatnya, dia akan lebih siap untuk hari esok. Frank mengaku lebih bersemangat di pagi hari karena menghabiskan malam dengan berimajinasi.</p>
<h2>Namun, berimajinasi berlebihan malah berbahaya</h2>
</div>
</div>
<div class="components__NormalWidth-sc-l308u-0 dypEwi" data-key="98">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 ehNVkT">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 getKDe" data-qa-id="desktop-article-page-inline-1">
<div class="Viewweb__StyledView-sc-1ajfkkc-0 EUbWW">
<p>Sebenarnya, aktivitas ini adalah normal. Namun ketika seseorang menjadi sulit membedakan antara khalayan dengan kenyataan, atau percaya khayalannya nyata inilah yang dapat mengganggu pikiran dan psikologis.</p>
<p>Selama kamu masih bisa mengambil batas antara khayalan dan kenyataan serta aktivitas kamu tidak terganggu, kamu tidak perlu khawatir. Mengutip dari Alodokter.com, dr. Satya Sueningrat menyarankan kita untuk menghindari berkhayal berlebihan, antara lain:</p>
<ul>
<li>Memperbanyak sosialisasi dengan orang di dunia nyata, seperti keluarga, tetangga, teman-teman, dan rekan kerja.</li>
<li>Kerjakan tanggung jawab dan fokus pada kesibukan agar kamu tidak terus mengkhayal. Bisa juga mengalihkannya dengan melakukan hobi seperti bernyanyi, menari, bersepeda, dan sebagainya.</li>
<li>Bagi masalah kamu dengan orang lain (curhat) seperti orang tua atau teman dekat, untuk mengurangi sesak dan beban yang mengganggu pikiran.</li>
<li>Istirahat yang cukup dan pola tidur teratur.</li>
<li>Kurangi menyendiri di tempat sepi, karena akan memberikan kesempatan untuk melamun.</li>
</ul>
<p>Selain itu, membayangkan sesuatu sebelum tidur dapat membantu kita mengambil keputusan yang tepat. Menurut Gerri D. Smith, seorang penulis dan pembicara motivasi dari Amerika Serikat, ketika kita membiarkan diri kita berimajinasi, kita menjadi lebih bersyukur atas kemampuan dan kekuatan naluri kita.</p>
<p>Jadi, apakah kamu termasuk yang suka menghayal sebelum tidur?</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/berimajinasi-sebelum-tidur/">Suka Berimajinasi Sebelum Tidur Adalah Ciri Orang Kreatif, Kata Riset</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/berimajinasi-sebelum-tidur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teknik “Rahasia” Pencarian Google Untuk Mendapatkan Hasil Terbaik</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/teknik-rahasia-pencarian-google/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/teknik-rahasia-pencarian-google/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Apr 2022 15:05:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Hack]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[lifehack]]></category>
		<category><![CDATA[pencarian google]]></category>
		<category><![CDATA[seacrh engine]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=2107</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika kamu orang yang tidak sabaran seperti saya, kamu mungkin tidak suka membaca banyak judul...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/teknik-rahasia-pencarian-google/">Teknik “Rahasia” Pencarian Google Untuk Mendapatkan Hasil Terbaik</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika kamu orang yang tidak sabaran seperti saya, kamu mungkin tidak suka membaca banyak judul untuk mendapatkan informasi yang kamu mau. Hal ini dikarenakan hasil pencarian Google yang tidak spesifik. Apalagi saat terburu-buru mengerjakan tugas tapi bingung mencari membaca setiap judul yang muncul malah sering bikin blunder dan buang-buang waktu, ya kan? Untuk itu, artikel ini akan memberi tahu kamu teknik “rahasia” dalam pencarian Google agar menampilkan hasil yang lebih spesifik dengan informasi terbaik. Simak sampai habis, ya!</p>
<ol>
<li><strong>Cari kata kunci di judul halaman gunakan “intitle”.</strong> Contoh (intitle: sejarah perpustakaan Indonesia”)
<p><div id="attachment_2108" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2108" class="size-medium wp-image-2108" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intitle-300x194.png" alt="lifehack goole" width="300" height="194" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intitle-300x194.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intitle-768x497.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intitle-664x429.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intitle.png 928w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-2108" class="wp-caption-text">Img: Google</p></div></li>
<li><strong>Cari frasa dalam judul halaman gunakan “allintitle”. </strong>Contoh (allintitle: sejarah perpustakaan Indonesia)
<p><div id="attachment_2109" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2109" class="size-medium wp-image-2109" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allintitle-300x206.png" alt="" width="300" height="206" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allintitle-300x206.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allintitle-768x528.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allintitle-664x457.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allintitle.png 919w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-2109" class="wp-caption-text">Img: Google</p></div></li>
<li><strong>Cari kata kunci dalam judul posting blog gunakan “inblogtitle”</strong>. Contoh (inblogtitle: sejarah perpustakaan Indonesia)<img decoding="async" class="size-medium wp-image-2110 aligncenter" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/inblogtitle-300x178.png" alt="" width="300" height="178" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/inblogtitle-300x178.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/inblogtitle-768x457.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/inblogtitle-664x395.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/inblogtitle-990x589.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/inblogtitle.png 1017w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></li>
<li><strong>Cari frasa dalam judul posting blog gunakan “allinblogtitle”</strong>. Contoh (allinblogtile: <a href="https://mediaedukasi.id/">media edukasi Indonesia</a>)<img decoding="async" class="size-medium wp-image-2111 aligncenter" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allinblogtitle-300x143.png" alt="" width="300" height="143" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allinblogtitle-300x143.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allinblogtitle-1024x490.png 1024w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allinblogtitle-768x367.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allinblogtitle-664x317.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allinblogtitle-990x473.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/allinblogtitle.png 1326w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></li>
<li><strong>Cari kata kunci dalam teks halaman gunakan “intext”.</strong> Contoh (intext: sejarah perpustakaan Indonesia)<img decoding="async" class="size-medium wp-image-2112 aligncenter" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intext-300x181.png" alt="" width="300" height="181" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intext-300x181.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intext-768x464.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intext-664x401.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intext-990x598.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/intext.png 1003w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></li>
<li><strong>Cari frasa dalam teks halaman gunakan “allintext”.</strong> Contoh (allintext: filsafat kebudayaan)</li>
<li><strong>Cari hasil lebih spesifik gunakan “tanda kutip”.</strong> Contoh: makalah “the seven pillars of information literacy”<img decoding="async" class="size-medium wp-image-2113 aligncenter" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/tanda-kutip-300x178.png" alt="" width="300" height="178" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/tanda-kutip-300x178.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/tanda-kutip-768x455.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/tanda-kutip-664x394.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/tanda-kutip.png 968w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></li>
<li><strong>Cari kata kunci di achor text gunakan “inanchor”</strong>. Contoh (inanchor: <a href="https://mediaedukasi.id/mengelola-uang-yang-tepat/">manajemen keuangan</a>)</li>
<li><strong>Cari frasa di anchor text gunakan “allinanchor”</strong>. Contoh (allinanchor: <a href="https://mediaedukasi.id/lingkungan-bumi/">cara menjaga bumi</a>)</li>
<li><strong>Cari kata kunci di URL gunakan “inurl”</strong>. Contoh (inurl: <a href="https://mediaedukasi.id/new-hope-club/">new hope club anggota</a>)</li>
<li><strong>Cari frasa di URL gunakan “allinurl”. </strong>Contoh (allinurl: cara meningkatkan penjualan)</li>
<li><strong>Cari konten dari penulis gunakan “allinpostauthor”.</strong> Contoh (allinpostauthor: J.K. Rowling)</li>
<li><strong>Cari kata yang saling berdekatan gunakan “AROUND (X).</strong></li>
<li><strong>Cari dengan sinonim</strong>, contoh: ulang tahun – dekorasi</li>
<li><strong>Cari jenis domain tertentu</strong>, contoh: sites: gov</li>
<li><strong>Cari dari tagar, contoh</strong>: #<a href="https://mediaedukasi.id/rekomendasi-lagu-niki-zefanya/">nikizefanya</a></li>
<li><strong>Cari info cuaca dengan </strong>“cuaca”, contoh: (cuaca: bali)</li>
<li><strong>Cari berdasarkan jenis file gunakan “filetype”,</strong> contoh (marketing filetype: pdf)</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p>Demikian tadi adalah beberapa teknik rahasia pencarian Google yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan hasil yang lebih spesifik. Kamu bisa bandingkan hasil pencarian biasa dengan hasil pencarian menggunakan teknik rahasia ini, walaupun hasilnya tidak jauh beda, tapi ini seperti menyaring informasi sehingga tidak semuanya muncul di halaman kamu. Cara ini sangat membantu para pelajar dalam mengerjakan tugas mereka karena bisa menghemat waktu dalam melakukan riset. Buat kamu yang ingin mendapatkan informasi secara spesifik dan lebih cepat bisa coba menggunakan cara ini, ya. Semoga membantu!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/teknik-rahasia-pencarian-google/">Teknik “Rahasia” Pencarian Google Untuk Mendapatkan Hasil Terbaik</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/teknik-rahasia-pencarian-google/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
