<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>manusia jarang ketawa - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/manusia-jarang-ketawa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/manusia-jarang-ketawa/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jun 2022 14:25:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>manusia jarang ketawa - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/manusia-jarang-ketawa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Studi Sebut Manusia Mulai Jarang Tertawa Pada Usia 23 Tahun</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/menusia-jarang-tertawa/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/menusia-jarang-tertawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2022 14:25:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Life Hack]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[humor]]></category>
		<category><![CDATA[life hack]]></category>
		<category><![CDATA[manusia jarang ketawa]]></category>
		<category><![CDATA[tertawa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=3294</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut penelitian terbaru, manusia mulai jarang tertawa atau kehilangan selera humor mereka di sekitar usia...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/menusia-jarang-tertawa/">Studi Sebut Manusia Mulai Jarang Tertawa Pada Usia 23 Tahun</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400">Menurut penelitian terbaru, manusia mulai jarang tertawa atau kehilangan selera humor mereka di sekitar usia 23 tahun. </span><span style="font-weight: 400">Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh dua akademisi sekolah bisnis dari Stanford University di California, frekuensi orang tertawa atau tersenyum setiap hari mulai menurun pasa usia 23 tahun.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sebuah studi yang telah diterbitkan dalam sebuah buku berjudul &#8220;Humour, Seriously&#8221; karya Jennifer Aaker, seorang profesor psikologi di Stanford Graduate School of Business, dan Naomi Bagdonas.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Aaker dan Bagdonas menguraikan temuan survei yang melibatkan 1,4 juta orang dari 166 negara yang berbeda dan mengukur berapa kali mereka tertawa atau tersenyum dalam sehari di buku tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Menurut temuan, usia rata-rata di mana orang mulai tersenyum dan kurang tertawa adalah 23 tahun. Hal ini membuat mereka percaya bahwa memasuki angkatan kerja akan menghasilkan lebih sedikit senyum dan tawa.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Orang dewasa bisa tertawa selama 18 menit per hari di tahun 1950-an. Sedangkan sekarang, orang dewasa hanya melakukannya selama enam menit per hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Faktanya, tertawa 15 kali sehari dapat menyebabkan kebahagiaan. Namun, orang dewasa di banyak negara rata-rata hanya 7,2 kali per hari.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sebanyak 66 persen orang dewasa mengaku mengalami kehilangan selera humor karena berbagai alasan, termasuk masalah uang, cuaca buruk, pekerjaan, dan tuntutan keluarga.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Menurut temuan mereka, rata-rata anak berusia empat tahun tertawa hingga 300 kali per hari, sedangkan rata-rata orang berusia 40 tahun memerlukan selama 10 minggu untuk mencapai jumlah yang sama.</span></p>
<h2><b>Humor penting bagi kehidupan</b></h2>
<p><span style="font-weight: 400">Humor adalah salah satu aspek terpenting dari kepribadian kita. Sebuah penelitian oleh situs kencan eHarmony menemukan bahwa berbagai jenis humor sangat penting untuk membentuk hubungan. Pasangan menikah dengan selera humor yang sama cenderung memiliki hubungan yang bahagia dan sukses dalam beberapa <a href="https://mediaedukasi.id/keuntungan-menikahi-perempuan-berpendidikan/">pernikahan</a> mereka.</span></p>
<h2><b>Cara meningkatkan selera humor</b></h2>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400"> Perbanyak tersenyum</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400">Penelitian menunjukkan bahwa orang akan tertawa lebih keras ketika mereka tersenyum daripada ketika mereka memasang muka datar. Ini karena tubuh mereka tanpa sadar merespons sensasi tersenyum dan berasumsi bahwa mereka akan tertawa. Jika kamu ingin bahagia lebih sering, maka tersenyum akan membuat tubuh kamu merasa seperti itu.</span></p>
<ol start="2">
<li><span style="font-weight: 400"> Habiskan waktu dengan orang-orang yang berenergi positif </span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400">Jika kamu merasa sedih dan sulit untuk tertawa, berada di sekitar orang yang mengeluh hanya akan memperburuk keadaan. Jadi kelilingilah dirimu dengan orang-orang yang membuatmu tertawa dan hindari mereka yang membuatmu sedih.</span></p>
<ol start="3">
<li><span style="font-weight: 400"> Menonton acara TV atau film yang lucu. </span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400">Bahkan jika kamu lebih suka film berita, drama, atau horor, cobalah untuk sesekali menghentikan rutinitas kamu dan menonton sesuatu yang lucu. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/menusia-jarang-tertawa/">Studi Sebut Manusia Mulai Jarang Tertawa Pada Usia 23 Tahun</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/menusia-jarang-tertawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
