<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>menulis - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/menulis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/menulis/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Aug 2023 12:19:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>menulis - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/menulis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Writer&#8217;s Block: Pahami Cara Menghindarinya Untuk Dapat Ide</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/writers-block-pahami-cara-menghindarinya-untuk-dapat-ide/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/writers-block-pahami-cara-menghindarinya-untuk-dapat-ide/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Edi - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Aug 2023 12:19:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Kehilangan Ide]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Writer's Block]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=9273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menulis merupakan suatu aktivitas yang mana berisikan informasi ataupun pengalaman pribadi. Tidak sedikit orang yang...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/writers-block-pahami-cara-menghindarinya-untuk-dapat-ide/">Writer&#8217;s Block: Pahami Cara Menghindarinya Untuk Dapat Ide</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis merupakan suatu aktivitas yang mana berisikan informasi ataupun pengalaman pribadi. Tidak sedikit orang yang menulis baik itu menjadi sebagai sebuah profesi maupun hanya sekedar hobi saja. Dalam menulis juga membutuhkan effort agar kualitas tulisannya dapat di terima dengan baik oleh orang yang membacanya. Ide-ide kreatif dalam menulis juga bisa menjadi daya tarik bagi para pembacanya. Namun, apa jadinya jika dalam proses penulisan konten artikel tiba-tiba kehilangan ide atau writer&#8217;s block?</p>
<p>Writer&#8217;s block merupakan suatu momen di mana penulis kehilangan ide dalam membuat tulisan sehingga menyulitkan penulis dalam menyelesaikannya. Ini merupakan hal yang tidak di inginkan oleh para penulis. Ketika sudah kehilangan ide ini akan menjadi hambatan penulis dalam melanjutkan penulisannya. Untuk menghindari hal tersebut, anda bisa melakukan cara-cara di bawah ini.</p>
<h3>1. Menjadikan Pengalaman Sebagai Ide Menulis.</h3>
<p>Tidak ada salahnya anda menggunakan pengalaman hidup sebagai bahan dalam membuat ide penulisan. Akan tetapi, perlu di ingat tidak semua pengalaman pribadi harus anda tuliskan. Seusaikan saja pengalaman anda berdasarkan kebutuhan topik atau tema penulisan. Misalnya anda memiliki pengalaman menarik tentang transportasi di jakarta maka tuliskan pengalaman apa saja yang sudah anda alami selama menggunakan transportasi tersebut.</p>
<h3>2. Istirahat Sejenak Hindari Writer&#8217;s Block.</h3>
<p>Misalnya, ketika anda bekerja sebagai penulis atau content writer tentunya ada target tulisan entah itu setiap hari atau setiap bulannya harus segera di posting. Ini memungkinkan anda harus bekerja keras untuk memenuhi targetnya. Ketika anda tiba-tiba buntu dalam menulis hal perlu anda lakukan adalah beristirahat sejenak. Tujuannya agar penulis bisa lebih rileks serta bisa menemukan ide tulisan yang memang perlu di tulis. Selain itu, anda juga bisa keluar ruangan sejenak dan menghirup udara segar. Tujuannya sama yaitu agar penulis bisa lebih rileks.</p>
<h3>3. Banyak Membaca dan Sering-Sering Berdiskusi.</h3>
<p>Dan cara terakhir ialah dengan banyak membaca buku. Usahakan buku bacaan tersebutsesuai dengan tulisan yang akan anda tulis dan di jadikan sebagai buku referensi untuk tulisan anda. Selain itu, baiknya anda perbanyak diskusi dengan orang yang memiliki profesi yang sama. Tujuannya agar <a href="https://perpustakaan.peradaban.ac.id/2021/01/27/sering-kehabisan-ide-untuk-menulis-coba-lakukan-7-langkah-in/">anda</a> bisa saling bertukar pikiran dan bisa mengetahui apa yang kurang dalam tulisannya serta mendapatkan ide lain dalam menulis.</p>
<p>Itulah <a href="https://mediaedukasi.id/">pembahasan</a> mengenai cara agar kita sebagai penulis terhindar dari kehilangan ide. Semoga pembahasan ini bisa membantu kita dalam mengatasi writer&#8217;s block dan mendapatkan ide tulisan yang brilian.</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/writers-block-pahami-cara-menghindarinya-untuk-dapat-ide/">Writer&#8217;s Block: Pahami Cara Menghindarinya Untuk Dapat Ide</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/writers-block-pahami-cara-menghindarinya-untuk-dapat-ide/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Tips Menulis Artikel Berita yang Benar</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/4-tips-menulis-artikel-berita-yang-benar/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/4-tips-menulis-artikel-berita-yang-benar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Edi - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Aug 2023 08:42:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=8756</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menjadi seorang penulis kini banyak di minati oleh sebagian orang. Banyak perusahaan yang memberi lowongan...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/4-tips-menulis-artikel-berita-yang-benar/">4 Tips Menulis Artikel Berita yang Benar</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi seorang penulis kini banyak di minati oleh sebagian orang. Banyak perusahaan yang memberi lowongan kerja seperti menulis buku hingga menulis berita. Nah, apakah tertarik ingin menulis di media seperti di pikiran rakyat, kompas, dan lain-lain?</p>
<p>Berikut ini ada beberapa tips menulis berita yang dikutip dari <a href="https://mpn.kominfo.go.id/index.php/2012/11/01/empat-jurnalis-bagi-tips-menulis-di-media-online/">kominfo</a> agar dapat menulis artikel berita yang benar:</p>
<ul>
<li>Meriset Secara Mendalam.</li>
</ul>
<p>Tips Menulis yang pertama ialah meriset informasi secara mendalam. Kesalahan yang seringkali terjadi dalam menulis berita adalah kurangnya riset secara mendalam dari sumber yang di ambil. Oleh karena itu, penting sekali riset yang mendalam agar tidak terjadi misinformasi sehingga menimbulkan kesalahpahaman bagi pembacanya. Misalnya, anda ingin menulis berita tentang polusi udara, maka anda perlu mencari informasi apa yang menyebabkan terjadinya polusi udara dan apa saja upaya penanggulangannya.</p>
<ul>
<li>Menulis dengan Gaya Bahasa yang Menarik.</li>
</ul>
<p>Tips berikutnya adalah menggunakan bahasa yang menarik. Tujuan menggunakan bahasa yang menarik ini agar mudah di pahami oleh pembacanya. Gaya bahasa tentunya sangat berpengaruh terhadap jumlah pengunjung pada situs berita. Karena bila artikel berita tidak di tulis dengan menarik maka akan membuat orang tidak tertarik membaca artikel berita yang sudah anda buat dan membuat artikel berita tidak muncul di halaman pertama google.</p>
<ul>
<li>Tetap konsisten.</li>
</ul>
<p>Konsistensi merupakan hal yang sangat di butuhkan dalam menulis. Tidak sedikit orang yang gagal dalam menulis karena kurangnya konsistensi. Mungkin ada beberapa hal yang mempengaruhi kurangnya konsistensi dalam menulis seperti kurangnya riset yang mendalam, kemauan yang kurang, dan hal lainnya. Tetapi, terlepas dari itu semua kita harus tetap bersikap konsisten agar tulisan anda dapat tampil di halaman pertama google. Konsisten mencari kata kunci yang sedang tren, hingga mengikuti perkembangan terkini.</p>
<ul>
<li>Utamakan Kualitas Informasi.</li>
</ul>
<p>TIps menulis yang terakhir ini mengutamakan kualitas informasi. Hal ini sangatlah penting, apalagi informasi tersebut dapat di pertanggung jawabkan validitasnya. Sehingga mengurangi kesalahan dalam penyampaian informasi. Selain itu, usahakan cari sumber informasi yang terpercaya agar pembaca dapat mempercayai tulisan yang anda buat. Dan buatlah tulisan yang tidak terlalu panjang tetapi mudah di pahami oleh pembacanya. Karena jika tulisan yang terlalu panjang akan membuat pembaca merasa bosan dan tidak tertarik pada tulisan yang anda buat.</p>
<p>Itulah pembahasan mengenai empat tips <a href="https://mediaedukasi.id/tips-menulis/">menulis</a> artikel berita yang sudah di jelaskan di atas. Nah, apabila anda benar-benar tertarik ingin terjun di dunia kepenulisan khususnya menjadi penulis berita maka anda bisa menyimak tips-tips tersebut. Seperti yang sudah di jelaskan bahwa menulis itu perlu usaha dan konsistensi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/4-tips-menulis-artikel-berita-yang-benar/">4 Tips Menulis Artikel Berita yang Benar</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/4-tips-menulis-artikel-berita-yang-benar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Tips untuk Mengembangkan Kemampuan Menulis, Jangan Putus Asa!</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/4-tips-untuk-mengembangkan-kemampuan-menulis-jangan-putus-asa/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/4-tips-untuk-mengembangkan-kemampuan-menulis-jangan-putus-asa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Reydiana - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2022 16:47:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[content writer]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[karier]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[writer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=5187</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kamu ingin memuali karier di bidang menulis? Ingin mengembangkan bakat dan kemampuanmu dalam bidang kepenulisan,...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/4-tips-untuk-mengembangkan-kemampuan-menulis-jangan-putus-asa/">4 Tips untuk Mengembangkan Kemampuan Menulis, Jangan Putus Asa!</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kamu ingin memuali karier di bidang <a href="https://mediaedukasi.id/menulis-menjadikanmu-abadi/">menulis</a>? Ingin mengembangkan bakat dan kemampuanmu dalam bidang kepenulisan, tapi tidak tahu bagaimana caranya? Tenang, yuk simak 4 tips untuk mengembangkan kemampuan menulis berikut ini!</p>
<h2>Rajin Membaca</h2>
<p>Salah satu modal besar untuk bisa menciptakan sebuah tulisan yang apik adalah memiliki beragam ide-ide hebat. Lalu, bagaimana cara untuk mengasah agar ide tersebut bisa terus mengalir?</p>
<p>Kamu harus rajin membaca beragam tulisan, terutama yang sesuai dengan minatmu. Ketika banyak membaca, kamu akan dapat memahami banyak hal baru, sudut pandang yang unik, hingga gaya penulisan yang khas.</p>
<p>Semua itu bisa memberikan pengaruh besar padamu kelak saat akan mulai menulis. Dengan begini, kamu akan mampu untuk menciptakan beragam karya yang baik dan layak untuk dibaca oleh siapa saja.</p>
<h2>Pelajari Aturan dan Tata Cara Kepenulisan yang Baik dan Benar</h2>
<p>Selain banyak membaca agar bisa mendapatkan materi yang lebih kaya, kamu juga perlu untuk mempelajari beragam aturan penulisan yang berlaku. Ini penting karena bila tidak mampu menuliskan dengan tepat, maka gagasan yang ingin dibagi tidak akan tersampaikan dengan baik.</p>
<p>Oleh sebab itu, jangan malas untuk belajar tentang penggunaan tanda baca, kata hubung, hingga pemilihan diksi yang tepat. Jangan sampai materi tulisan yang baik hilang akibat cara penulisan yang berantakan.</p>
<h2>Segera Tulis ketika Menemukan Ide</h2>
<p>Bila sudah punya bekal materi yang cukup dan pengetahuan tentang aturan penulisan yang benar, maka saatnya untuk segera memulai eksekusi. Buatlah karya tulis pertamamu dengan penuh semangat. Bila merasa perlu, jangan segan untuk meminta bantuan seseorang yang punya pengetahuan tentang kepenulisan untuk memberikan bimbingan.</p>
<p>Setelah selesai menulis, jangan lupa untuk membaca ulang hasil karya tersebut untuk melakukan koreksi bila terdapat kesalahan. Dengan begini, kamu telah berlatih menulis yang baik dan benar.</p>
<h2>Rajin Berlatih Menulis</h2>
<p>Kemampuan menulis tidak tercipta hanya dalam sekejap mata. Seorang penulis hebat telah banyak melalui kegagalan, tetapi mereka mampu untuk terus bangkit dan mencoba lagi.</p>
<p>Oleh karena itu, teruslah berlatih untuk menulis. Fokuslah pada proses dan suatu saat nanti kamu akan mampu untuk menghasilkan tulisan yang keren!</p>
<p>Nah, itu dia beberapa tips untuk mengembangkan kemampuan menulis. Jangan lupa kunjungi laman <a href="https://www.instagram.com/mediaedukasi.id/">Instagram</a> dan <a href="https://www.facebook.com/mediaedukasi.id">Facebook</a> Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta menarik lainnya!</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/4-tips-untuk-mengembangkan-kemampuan-menulis-jangan-putus-asa/">4 Tips untuk Mengembangkan Kemampuan Menulis, Jangan Putus Asa!</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/4-tips-untuk-mengembangkan-kemampuan-menulis-jangan-putus-asa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Blank of Idea Dalam Proses Menulis</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/blank-of-idea-dalam-proses-menulis/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/blank-of-idea-dalam-proses-menulis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Apr 2022 05:14:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[tidak ada ide dalam menulis]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=2009</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menulis. Banyak sudah jargon, adigum, quote, dan ungkapan bijak lain tentang keutamaan dan kemanfaatan menulis...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/blank-of-idea-dalam-proses-menulis/">Blank of Idea Dalam Proses Menulis</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;">Menulis. Banyak sudah jargon, adigum, </span><i><span style="font-weight: 400;">quote</span></i><span style="font-weight: 400;">, dan ungkapan bijak lain tentang keutamaan dan kemanfaatan menulis yang tidak hanya berdimensi seni tapi juga ekonomi dan sosial.  Dan khusus buat saya, menulis bukan hanya sambilan tapi adalah cara saya dalam menyatakan eksistensi diri. Bukan sekedar menerakan kata per kata tapi juga ada profesionalisme serta tanggungjawab secara moral karena apa yang kita tulis adalah cermin dari isi kepala yang menerakan apa yang kita “makan”. Ketika karyamu di</span><i><span style="font-weight: 400;">publish, </span></i><span style="font-weight: 400;">ia akan menjadi hewan buas liar yang siap menerkam siapa saja lalu tinggalkan jejak kesakitan, kemarahan, kebencian atau justru rasa cinta dan sepahaman. Karena itu, persiapkan mental dan alasan logis empiris jika diperlukan sebagai wujud tanggungjawab profesional atas apa yang Anda tulis. Jika mampu melaluinya, maka selamat untuk Anda!</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dibalik kemegahan itu dari menulis, ada banyak masalah dan kendala dalam prosesnya. Salah satu momok yang menghadang adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">blank of idea</span></i><span style="font-weight: 400;">; </span><i><span style="font-weight: 400;">bad mood</span></i><span style="font-weight: 400;">; ilham hilang entah kemana, dan lain-lain, dan lain-lain. Mirisnya, tenggat semakin mendekat namun kalimat bahkan kata tak satupun terbuat!</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mungkin Anda sudah menyiapkan diri. Menutup pintu kamar atau ruang kerja rapat-rapat. Membuat minuman hangat, menyalakan komputer—</span><i><span style="font-weight: 400;">desk</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau </span><i><span style="font-weight: 400;">lap</span></i><span style="font-weight: 400;">—</span><i><span style="font-weight: 400;">top</span></i><span style="font-weight: 400;"> hingga posisi </span><i><span style="font-weight: 400;">standby</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan layar putih bersih siap diisi. Tak sedikit pula yang menyetel lagu romantis bervolume lembut untuk menghantar kinerja otak dan jemari dalam proses menyusun maha karya. Namun apa lacur, 1-2-3 jam tetap saja layar </span><i><span style="font-weight: 400;">word processor</span></i><span style="font-weight: 400;"> Anda tak ada satu pun notkah; kosong, putih bersih!</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tak sekali dua saya pun mengalami kondisi seperti itu. Padahal semua persiapan dilakukan namun ide tak kunjung muncul. Paragraf, kalimat, bahkan satu kata pun tak melintas untuk diketikkan di layar monitor laptop. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menyiasati kondisi raibnya si ilham, saya punya pengalaman yang beranjak dari ide yang diketemukan saat membaca sebuah artikel lawas sekian tahun silam (lupa kapan dan dimana artikel itu tayang). </span><i><span style="font-weight: 400;">Entry point</span></i><span style="font-weight: 400;">nya adalah kisah mengatasi </span><i><span style="font-weight: 400;">blank of ideas</span></i><span style="font-weight: 400;"> oleh pentolan group band asal Amerika Serikat yang tenar selain sebagai vokalis juga komposer. Penyanyi-penyanyi pop top dunia sering minta dibuatkan lagu dan sebagian besar nge</span><i><span style="font-weight: 400;">hits</span></i><span style="font-weight: 400;">.  Konon, saat dikejar </span><i><span style="font-weight: 400;">deadline</span></i><span style="font-weight: 400;"> karena janjinya membuatkan lagu, David Foster memaksakan diri masuk ke ruang studio musiknya. Menyalakan alat rekam kemudian memainkan semua alat musik dari </span><i><span style="font-weight: 400;">drum</span></i><span style="font-weight: 400;">, piano, </span><i><span style="font-weight: 400;">keyboard</span></i><span style="font-weight: 400;">, gitar, bass, melodi, pokoknya segala alat musik yang ada, tulis artikel tersebut. Dan semua dimaankan tanpa aturan, tanpa acuan. Mengalir mengikuti hati dan naluri. Berjam-jam ia mainkan semua alat itu sambil direkam. Setelah puas, ia mematikan alat rekam, mengunci pintu studio lalu tidur. Esoknya, ia kembali ke studio untuk mendengarkan hasil rekaman kemarin. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Suara dari alat-alat musik yang dimainkan memang tak beraturan namun perlahan-lahan ia menemukan beberapa nada yang teratur meski sebentar. Nada itu dipindahkan ke alat rekam lainnya kemudian meneruskan mendengar hasil rekaman. Kembali menemukan nada, dipindah dan dengarkan lagi rekaman. Demikian seterusnya hingga menemukan banyak nada yang kemudian disatukan menjadi rangkaian nada yang menjadi intro, bait, </span><i><span style="font-weight: 400;">refrain</span></i><span style="font-weight: 400;">, atau sekedar </span><i><span style="font-weight: 400;">bridge</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau </span><i><span style="font-weight: 400;">interlude </span></i><span style="font-weight: 400;">sebagai bagian dari struktur lagu sehingga lebih mudah untuk dikembangkan. Jika masih belum puas, David Foster memulai lagi dari awal, memainkan semua alat musik dan merekam lalu mendengarkannya. Dan percaya atau tidak, lagu yang membuat Madonna terkenal di era 90an adalah hasil dari proses pencipaan yang seperti itu. pernah dengar Material Girls yang lekat dengan julukan Madonna?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Saya coba metode David Foster. Sebagai alat rekam adalah </span><i><span style="font-weight: 400;">dekstop</span></i><span style="font-weight: 400;"> (laptop masih barang langka dan mahal era 90an). Save adalah modus rekamnya. Dengan aplikasi </span><i><span style="font-weight: 400;">wordstar</span></i><span style="font-weight: 400;">, naskah diketik. Menulis apa saja yang terlintas. Berantakan. Mana awal mana akhir. Tak peduli </span><i><span style="font-weight: 400;">nyambung</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau tidak, terus saya muntahkan semua perbendaharaan kata dan kalimat yang terpikirkan di kepala. Kemudian </span><i><span style="font-weight: 400;">save</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan biarkan sehari dua baru saya buka lagi </span><i><span style="font-weight: 400;">file</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang judulnya pasti panjang (satu kalimat bahkan satu paragraf jadi judul </span><i><span style="font-weight: 400;">file </span></i><span style="font-weight: 400;">karena </span><i><span style="font-weight: 400;">gak</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">kepikiran k</span></i><span style="font-weight: 400;">asih nama </span><i><span style="font-weight: 400;">file</span></i><span style="font-weight: 400;"> saat proses </span><i><span style="font-weight: 400;">save</span></i><span style="font-weight: 400;">). Beberapa kalimat dan paragraf yang </span><i><span style="font-weight: 400;">nyambung</span></i><span style="font-weight: 400;"> atau agak </span><i><span style="font-weight: 400;">nyambung</span></i><span style="font-weight: 400;"> disatukan sementara kalimat bagus tapi perlu kalimat penyambung atau perlu dikembangkan lagi, di</span><i><span style="font-weight: 400;">enter</span></i><span style="font-weight: 400;"> beberapa kali agar terposisi dibawah. Selesai. Simpan dan beberapa saat saya baca ulang dan perlahan, kalimat-dan paragraf kreatif bermunculan, sambung menyambung, dan jadilah artikel ini (judul </span><i><span style="font-weight: 400;">file</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang puanjang saya </span><i><span style="font-weight: 400;">screenshoot</span></i><span style="font-weight: 400;"> jika bukti diperlukan).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nah, pengalaman ini yang ingin </span><i><span style="font-weight: 400;">share</span></i><span style="font-weight: 400;"> buat Anda semua yang mengalami </span><i><span style="font-weight: 400;">blank of ideas</span></i><span style="font-weight: 400;"> justru saat harus menulis. Tetap lanjutkan prosesnya. Teruslah menulis. Tulislah apa yang Anda rasakan. Kekecewaan, kemarahan, kesakitan, kebahagiaan, benci, cinta, kerinduan, keinginan, bahkan mungkin keputus asaan. Jangan pedulikan judul, apalagi konsep kata, kalimat atapun paragraf awal, akhir, atau sama sekali tak ada keterkaitan. Biarkan saja semua keluar, mengalir, dan tertera di layar </span><i><span style="font-weight: 400;">word</span></i><span style="font-weight: 400;">. Komputerisasi mempermudah kita nantinya untuk menyimpan atau membuang atau sebaliknya menyimpan kalimat atau paragraf  yang menurut Anda bagus untuk dikembangkan. Kemudian tutup layar monitor. Apa yang Anda rasakan? Ada rasa ringan’kan? Biarkan dulu beberapa ssaja untuk dinginkan pikiran dan perasaan. Setelah itu, barulah aktifkan lagi laptop atau </span><i><span style="font-weight: 400;">desktop</span></i><span style="font-weight: 400;">, buka </span><i><span style="font-weight: 400;">file</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang Anda ketik tadi lalu baca lagi dengan perlahan dan mulai lah proses memilah-pilah. Gunakan ide yang terlintas sebagai acuan dalam memilih kalimat dan paragraf. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Mulai ada plot kah? Jika belum, coba ulangi lagi proses mengeluarkan semua </span><i><span style="font-weight: 400;">uneg-uneg</span></i><span style="font-weight: 400;"> tadi. Jika mulai ada plot, kembangkan dengan segala perbendaharaan kata yang Anda miliki untuk menghasilkan karya. Percaya lah dengan diri sendiri bahwa Anda bisa kreatif dalam situasi apapun karena seorang penulis, sudah saatnya meninggalkan metode cari ilham tapi biarkan ilham yang menemui. Memang tetap butuh proses. Dalam arti, tidak semudah yang Anda duga karena memulai sesuatu yang baru pastilah adalah proses pengenalan dan ujicoba. Itu biasa karena siapapun kita pada dasarnya adalah manusia pembelajaran yang terus belajar. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayo menulis untuk eksistensi diri karena menulis juga menerakan keabadian. Saya sudah rasakan karena seorang temen mngonformasikan bahwa salah satu buku yang pernah saya sunting ternyata ada dan masih tersimpan rapi di Australia National Library (per Faberuari 2022) padahal disuntingnya tahun 2003!</span></p>
<p>Kontributor Media Edukasi Indonesia : <strong>Imam</strong><b> Suyudi</b></p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/blank-of-idea-dalam-proses-menulis/">Blank of Idea Dalam Proses Menulis</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/blank-of-idea-dalam-proses-menulis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alasan Di Balik Tulisan Tangan Dokter Yang Jelek</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/tulisan-tangan-dokter-yang-jelek/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/tulisan-tangan-dokter-yang-jelek/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2022 01:49:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fun Facts]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan dokter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=1902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernahkah Anda membaca resep dokter dan merasa kesulitan memahaminya? Entah karena tulisan tangan yang tidak...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/tulisan-tangan-dokter-yang-jelek/">Alasan Di Balik Tulisan Tangan Dokter Yang Jelek</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah Anda membaca resep dokter dan merasa kesulitan memahaminya? Entah karena tulisan tangan yang tidak terbaca ataupun istilah yang terasa begitu asing. Tulisan tangan dokter yang jelek seolah telah menjadi hal yang lumrah sejak berabad-abad yang lalu. Bukan hanya di Indonesia, dokter di negara maju pun tidak luput dari keluhan ini.</p>
<p>Ada yang berasumsi bahwa tulisan tangan yang jelek itu disengaja agar pasien tidak membeli obat sendiri. Karena obat bagai pedang bermata dua, tepat guna bisa bermanfaat, salah guna akan jadi bencana. Alasan dari asumsi ini tidak sepenuhnya salah meskipun tidak mengandung kebenaran 100%. Memang penyalahgunaan obat adalah hal terakhir yang dokter harapkan dari pasien.</p>
<p>Faktanya, mahasiswa kedokteran tidak pernah diajarkan untuk menjelek-jelekkan tulisan tangannya. Justru mereka selalu disarankan untuk membuat tulisan sejelas mungkin karena tulisan tidak terbaca akan membawa konsekuensi yang buruk. Memang benar bahwa sebagian dokter memiliki tulisan tangan yang jelek dari sananya. Namun tidak sedikit dokter dengan tulisan indah, rapi seperti hasil ketikan. Lahirnya tulisan tangan dokter yang jelek ini bukan hal yang disengaja. Kondisi dalam dunia kedokteranlah yang membuat tulisan yang indah itu menjadi jelek, dan tulisan jelek semakin menyerupai gambar rumput.</p>
<ol>
<li><strong>Waktu yang sempit</strong></li>
</ol>
<p>Salah satu tugas dokter adalah menerima pasien gawat darurat. Pada saat yang bersamaan, dokter harus mewawancara pasien atau keluarganya, memeriksa, memikirkan langkah pemeriksaan dan pengobatan lanjutan, menulis di rekam medis dan resep. Menulis dengan indah, rapi, dan lengkap pada saat seperti ini jelas bukan pilihan yang tepat. Alih-alih dokter akan menulis efektif, singkat, dengan bahasa medis yang sudah disederhanakan dan disepakati bersama tenaga medis dan paramedis lain.</p>
<ol start="2">
<li><strong>Banyaknya berkas medis yang harus diisi</strong></li>
</ol>
<p>Saat memeriksa seorang pasien rawat jalan, ada beberapa berkas yang harus diisi oleh dokter. Entah itu rekam medis, buku register, resep, pengantar laboratorium, maupun radiologi. Berkas ini bertambah banyak saat merawat pasien rawat inap. Meskipun waktu yang tersedia cukup panjang, dengan jumlah pasien yang banyak, akan mustahil menyelesaikan berkas-berkas tersebut tepat waktu.</p>
<p>Dokter akan cenderung meningkatkan kecepatan menulisnya dan menggunakan istilah atau singkatan medis demi selesainya segala berkas agar dapat segera diurus dan obat-obatan esensial untuk pasien segera diberikan.</p>
<ol start="3">
<li><strong>Degradasi tulisan tangan seiring waktu</strong></li>
</ol>
<p>Kebiasaan menulis cepat dan singkat akan berlanjut. Kecepatan menulis akan meningkat seiring dengan penurunan tingkat keterbacaan tulisan. Jika kita perhatikan dengan seksama, orang yang tidak berprofesi sebagai dokter saja mengalami perubahan dalam tulisannya. Cara identifikasi termudah adalah melalui tanda tangan. Saat sekolah, sebagian besar kita memiliki tanda tangan lengkap dengan segala detail terkecilnya. Namun sepuluh atau dua puluh tahun kemudian, tanda tangan ini menjadi lebih sederhana. Detail-detail kecil menghilang, berganti kerangka tanda tangan utama yang lebih pendek daripada aslinya. Dokter pun mengalami hal ini, baik tanda tangan maupun tulisan. Alasannya sama, efisiensi waktu.</p>
<p>Lantas, apakah kita sebagai pasien perlu mengkhawatirkan hal ini? Untungnya tidak. Apoteker atau asisten apoteker sudah memahami inisial dan kode yang disepakati bersama untuk penulisan resep. Kalaupun ada yang meragukan, maka akan dilakukan konfirmasi langsung ke dokter yang bersangkutan.</p>
<p>Berita baik lainnya adalah saat ini telah banyak digunakan rekam medis dan resep elektronik. Adanya inovasi ini dapat meminimalisir kesulitan membaca resep atau berkas medis lain sehingga kesalahan pemberian obat dapat lebih dihindari.</p>
<p>Kontributor Media Edukasi Indonesia <strong>: dr.Muvida</strong></p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/tulisan-tangan-dokter-yang-jelek/">Alasan Di Balik Tulisan Tangan Dokter Yang Jelek</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/tulisan-tangan-dokter-yang-jelek/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Menulis Satu Hari Satu Lembar</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/tips-menulis/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/tips-menulis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2022 15:08:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>
		<category><![CDATA[artikel menulis]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia menulis]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[seputar tulisan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=1850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menulis mungkin bagi sebagian orang menjadi tugas yang amat membosankan atau bahkan menjadi tugas yang...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/tips-menulis/">Tips Menulis Satu Hari Satu Lembar</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Menulis mungkin bagi sebagian orang menjadi tugas yang amat membosankan atau bahkan menjadi tugas yang sulit. Ketika menulis, kadang rasanya bingung mau menulis apa dan seperti apa. Idenya sudah ada, tapi bagaimana mengekpresikan dalam tulisan kadang mengalami kesulitan. Belum lagi, sering kali jumlah kata dalam tulisan menjadi acuan dan fokus dalam menulis. Sampai lupa isinya seperti apa yang penting jumlah katanya sudah mencukupi seperti yang diwajibkan. Menulis itu sebenarnya pekerjaan yang menyenangkan jika dilakukan dengan benar dan sesuai dengan ekspresi. Menulis tidak bisa dikerjakan secara mepet waktu, tetapi sering kali ide-ide itu muncul ketika waktunya sudah mepet. Ini tentu perlu merubah kebiasaan dan respon persiapan ketika menulis. Sebelum menulis, tentu perlu tahu apa yang akan dituliskan. Ini dapat diperoleh dengan membaca dan belajar dari berbagai hal, termasuk peka terhadap fenomena yang ada di sekitar. Ketika menulis, supaya tidak bingung pastikan dalam suasana yang baik. Ini penting untuk mempengaruhi kinerja dalam tulisan. Upaya menulis dengan baik perlu diusahakan dengan konsisten, kadang konsisten itu dapat memberikan implikasi yang baik. Supaya bisa menulis dengan baik ya dilakukan dengan terus menulis, tidak ada cara lain. Menulis menjadi ekspresi makna dari penulis yang harus diupayakan dengan kejujuran. Ketika kesulitan menulis dalam jumlah yang banyak, perlu sabar dan melakukannya menjadi kebiasaan-kebiasaan yang sederhana. Misalnya, satu hari satu lembar. Ini akan mudah dan membantu dalam mengerjakan tulisan. Tulisan yang baik tentunya merupakan hasil dari permenungan dan pembacaan yang mendalam. Sehingga ketika mengupayakan menulis sehari satu lembar perlu diimbangi juga dengan membaca secara konsisten. Membaca itu menjadi penting ketika hendak menulis. Ini berkaitan dengan bagaimana mempersiapkan diri untuk merangkai dan menyusun kata dalam tulisan.</p>
<p>Bacaan yang dibaca dapat disesuaikan dengan apa yang hendak ditulis, tetapi boleh juga dengan bacaan lain yang memperkaya tulisan. Pembahasan dalam tulisan akan mendalam dan memberikan kesan yang hidup ketika melakukan pembacaan yang banyak dari berbagai sumber. Kemampuan ini tentu perlu latihan dengan konsisten. Konsisten merupakan modal penting ketika hendak menulis dan membaca. Ini dapat diupayakan dengan menyediakan waktu yang sama setiap harinya. Menulis dan membaca dalam waktu yang sama ketika dilakukan dengan konsisten dapat menjadi kebiasaan yang baik. Itu menjadi perkembangan dan implementasi dari satu lembar satu hari. Memakai prinsip satu lembar satu hari dalam membentuk kebiasaan baru menulis dapat dibantu dengan memakai alarm serta menuliskan perkembangan pada setiap harinya. Mengawalinya tentu akan sulit, tetapi ketika sudah melangkah pada langkah pertama pasti akan mendapatkan gambaran pada langkah berikutnya. Setiap langkah dalam mengupayakan kemampuan menulis perlu direfleksikan. Ini menjadi gambaran perjalanan untuk dapat menulis dengan baik dan lancar. Dalam menulis, tentu ada kalanya ide menjadi tidak ada, menjadi jenuh, bahkan rasanya tidak ingin untuk menulis karena hanya begitu saja. Ini perlu dilakukan perubahan yang menjadikan semangat dalam menulis, bentuknya dapat berbagai macam. Kadang bagaimana menulis itu menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan ketika hendak menulis dan berbagi pengalaman mengenai kepenulisan. Ketika menulis, perlu juga untuk menghindarkan diri dari berbagai gangguan. Gangguan yang sering muncul adalah notifikasi di HP, ini perlu dikelola dan bisa dijadikan sumber motivasi serta inspirasi dalam kepenulisan. Menulis adalah merawat diri dengan terus mengenali diri sendiri. Semangat menulis satu lembar satu hari. Suatu saat pasti berarti.</p>
<p>Kontributor Media Edukasi Indonesia : <strong>Yudha Adi Putra</strong></p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/tips-menulis/">Tips Menulis Satu Hari Satu Lembar</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/tips-menulis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LOMBA MENULIS 2022 ARTIKEL MEDIA EDUKASI</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/lomba-menulis-2022/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/lomba-menulis-2022/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Mar 2022 16:24:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[lomba]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=1796</guid>

					<description><![CDATA[<p>Informasi disebarkan melalui banyak media dan cara, salah satunya adalah melalui tulisan yang disulap menjadi...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/lomba-menulis-2022/">LOMBA MENULIS 2022 ARTIKEL MEDIA EDUKASI</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Informasi disebarkan melalui banyak media dan cara, salah satunya adalah melalui tulisan yang disulap menjadi artikel yang harapannya bisa mengedukasi pembacanya ✨✨✨</p>
<p>Yuk buktikan kreatifitas kamu dengan menciptakan artikel yang mengedukasi 😍😍😍</p>
<p>Kalian bisa memilih salah satu dari tema yang telah ditentukan : Kesehatan – Funfact – Inspirasi – Movie – Music – Buku – Travel – Kuliner – Teknologi – Sains – Life hack – Tips n Trik</p>
<p>Dapatkan hadiah menarik berupa uang saku dan e-sertifikat bagi juara 1, juara 2, juara 3, dan juara favorit di masing2 tema looh 😎😎</p>
<p>Gratis, tidak dipungut biaya!!</p>
<p>Pengumpulan artikel maksimal tanggal 17 April 2022, Jangan sampai terlewat ya 😉😉</p>
<p>Segera tulis artikel dan kumpulkan di <a href="https://mediaedukasi.id/lomba">mediaedukasi.id/lomba</a></p>
<p>Untuk informasi selanjutnya silahkan hubungi <a class="notranslate" tabindex="0" href="https://www.instagram.com/masukptn/">@masukptn</a> atau <a class="notranslate" tabindex="0" href="https://www.instagram.com/mediaedukasi.id/">@mediaedukasi.id</a></p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/lomba-menulis-2022/">LOMBA MENULIS 2022 ARTIKEL MEDIA EDUKASI</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/lomba-menulis-2022/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
