<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ngeri - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/ngeri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/ngeri/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Apr 2023 15:06:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>Ngeri - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/ngeri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ngeri, 4 Efek Samping Laser Wajah</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/ngeri-4-efek-samping-laser-wajah/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/ngeri-4-efek-samping-laser-wajah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Apr 2023 11:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[4 Efek Samping Laser Wajah]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ngeri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=7766</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ngeri, Ketahui Efek Samping Laser Wajah &#8211;-Laser wajah merupakan metode perawatan kulit menggunakan gelombang cahaya...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/ngeri-4-efek-samping-laser-wajah/">Ngeri, 4 Efek Samping Laser Wajah</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Ngeri, Ketahui Efek Samping Laser Wajah &#8211;</strong>-Laser wajah merupakan metode perawatan kulit menggunakan gelombang cahaya untuk mengangkat kulit mati dan merangsang produksi kolagen. Maka kulit wajah tampak lebih mulus dan awet muda, cerah, dan kenyal. Namun, ada beberapa efek samping laser wajah sehingga perlu berhati-hati sebelum melakukan perawatan ini. Selain itu, pastikan melakukan treatment ini dengan dokter yang kompeten di bidangnya.</p>
<h2>Ngeri, 4 Efek Samping Laser Wajah</h2>
<p>Pada umumnya, efek samping laser wajah pada setiap orang itu berbeda. Berikut ini 4 efek samping yang biasa muncul jika seseorang tidak cocok dengan treatment laser wajah:</p>
<h3>Kulit kemerahan</h3>
<p>Efek samping laser wajah yang pertama adalah kulit kemerahan. Efek samping ini kadang nersamaan dengan keluhan lain, seperti rasa gatal pada kulit atau rasa terbakar. Namun, kamu tidak perlu khawatir, karena biasanya efek seperti ini hanya terjadi selama beberapa hari saja. Dokter akan memberikan memberi penanganan seperti obat oles untuk meredakannya. Kulit terkelupas umumnya terjadi setelah seminggu setelah laser dilakukan dan akan mereda selama 2-3 bulan.</p>
<h3>Perubahan warna kulit</h3>
<p>Perubahan warna kulit bisa terjadi setelah treatment laser wajah. Dalam beberapa kasus, kulit menjadi gelap (hiperpigmentasi) atau cerah (hipopigmentasi). Kondisi ini lebih sering terjadi pada semua jenis kulit namun paling banyak pada orang dengan kulit lebih gelap.</p>
<h3>Jaringan parut</h3>
<p>Laser wajah dapat memicu timbulnya jaringan parut atau bekas luka berupa bopeng atau benjolan. Efek samping laser ini lebih sering terjadi pada jsnis laser ablatif yaitu laser CO2 dan IPL yang mengangkat permukaan kulit.</p>
<h3>Milia</h3>
<p>Setelah laser wajah dilakukan, biasanya dokter akan memberi resep salep atau krim untuk meredakan iritasi sekaligus menenangkan kulit. Kandungan dalam krim mengandung kortikosteroid yang perlu dioles saja pada kulit wajah. Akan tetapi, gunakan krim sesuai resep dokter agar tidak muncul benjolan lain seperti jerawat atau bruntusan.</p>
<h3>Infeksi</h3>
<p>Laser wajah bisa membawa efek samping berupa infeksi bakteri, jamur, dan virus. Bahkan, jika seseorang memiliki riwayat herpes kulit akan rentan mengalami efek samping infeksi setelah tindakan laser, khususnya area mulut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk, kunjungi <a href="https://mediaedukasi.id/">laman</a> <a href="https://instagram.com/mediaedukasi.id?igshid=YmMyMTA2M2Y=0">Instagram</a> dan Facebook Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/ngeri-4-efek-samping-laser-wajah/">Ngeri, 4 Efek Samping Laser Wajah</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/ngeri-4-efek-samping-laser-wajah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngeri, Mengupil Tingkatkan Risiko Penyakit Alzheimer</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/ngeri-mengupil-tingkatkan-risiko-penyakit-alzheimer/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/ngeri-mengupil-tingkatkan-risiko-penyakit-alzheimer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Mar 2023 05:00:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Ngeri]]></category>
		<category><![CDATA[Ngupil Tingkatkan Risiko Penyakit Alzheimer]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=7519</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ngeri, Mengupil Tingkatkan Risiko Penyakit Alzheimer &#8211;Mengupil bukan hanya kebiasaan buruk; namun juga dapat meningkatkan...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/ngeri-mengupil-tingkatkan-risiko-penyakit-alzheimer/">Ngeri, Mengupil Tingkatkan Risiko Penyakit Alzheimer</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Ngeri, Mengupil Tingkatkan Risiko Penyakit Alzheimer</b> &#8211;Mengupil bukan hanya kebiasaan buruk; namun juga dapat meningkatkan risiko penyakit Alzheimer, lho. Pasalnya, kebiasaan tersebut menyebarkan bakteri yang dapat memperparah penyakit degeneratif otak. Memang, seiring bertambahnya usia, otak kita mulai menyusut.</p>
<p>Namun, perubahan yang terlihat di otak pada penyakit Alzheimer jauh lebih berbeda dari perubahan yang terlihat pada penuaan normal. Penyakit ini diperkirakan mempengaruhi sekitar enam dari setiap sepuluh pasien demensia di Inggris Raya. Sementara demensia adalah istilah umum untuk penyakit lama, Alzheimer adalah gangguan otak yang lebih spesifik.</p>
<h2>Ngeri, Mengupil Tingkatkan Risiko Penyakit Alzheimer</h2>
<p>Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports menemukan bahwa kebiasaan mengupil menyebabkan kerusakan pada saraf penciuman hidung.</p>
<p>Sebuah tim peneliti dari Universitas Griffith di Australia melakukan penelitian pada tikus untuk menunjukkan bagaimana bakteri yang berjalan melalui saraf hidung dapat mencapai otak dan menghasilkan penanda terkait Alzheimer. Mereka menunjukkan bahwa bakteri Chlamydia pneumoniae dapat masuk ke otak melalui saluran penciuman setelah melewati hidung.</p>
<p>Menurut Mirror, hal ini dikemukakan oleh Profesor James St John, kepala Clem Jones Center for Neurobiology and Stem Cell Research dan salah satu penulis studi tersebut. St John menambahkan bahwa timnya masih perlu melakukan penelitian pada manusia untuk melihat apakah jalur yang sama bekerja dengan cara yang sama.</p>
<p>Selanjutnya, para peneliti mencatat bahwa kehilangan penciuman bisa menjadi tanda awal penyakit Alzheimer, dan mereka mengusulkan tes penciuman untuk pasien berusia 60 tahun ke atas sebagai metode deteksi dini.</p>
<h3>Gangguan Daya Ingat</h3>
<p>Salah satu gejala yang paling terlihat adalah sering lupa/pikun. Berbeda dengan lupa secara umum, ODD (Orang Dengan Demensia) akan kesulitan untuk mengingat kejadian baru-baru ini. Akibatnya, ODD cenderung mengulang cerita atau mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali.</p>
<h3>Sulit Fokus</h3>
<p>ODD biasanya bermanifestasi sebagai kesulitan fokus, yang mengganggu aktivitas sehari-hari seperti memasak dan menggunakan telepon. Karena kesulitan fokus ini, ODD merasa sulit untuk melakukan perhitungan sederhana dan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk menyelesaikan suatu tugas.</p>
<h3>Menarik Diri Dari Pergaulan</h3>
<p>Gejala ODD dapat menyebabkan ODD kehilangan semangat atau inisiatif dalam melakukan suatu kegiatan atau hobi. Ini secara bertahap akan mengubah ODD menjadi pasif dan menyebabkan dia menarik diri dari aktivitas sosial..</p>
<h3>Gangguan Komunikasi</h3>
<p>Gejala ODD dapat menyebabkan ODD kehilangan semangat atau inisiatif dalam melakukan suatu kegiatan atau hobi. Ini secara bertahap akan mengubah ODD menjadi pasif dan menyebabkan dia menarik diri dari aktivitas sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yuk, kunjungi <a href="https://mediaedukasi.id/">laman</a> <a href="https://instagram.com/mediaedukasi.id?igshid=YmMyMTA2M2Y=0">Instagram</a> dan Facebook Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/ngeri-mengupil-tingkatkan-risiko-penyakit-alzheimer/">Ngeri, Mengupil Tingkatkan Risiko Penyakit Alzheimer</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/ngeri-mengupil-tingkatkan-risiko-penyakit-alzheimer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
