<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penerbitan - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/penerbitan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/penerbitan/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 May 2022 10:38:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>penerbitan - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/penerbitan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>3 Fakta Unik Balai Pustaka, Penerbit Pertama di Indonesia</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/fakta-unik-balai-pustaka/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/fakta-unik-balai-pustaka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ika - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 May 2022 10:38:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fun Facts]]></category>
		<category><![CDATA[balai pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[penerbitan]]></category>
		<category><![CDATA[penerbitan buku]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=2780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbicara mengenai buku dan penerbitan, pernahkah kalian memikirkan bagaimana awal dari buku dan penerbitan yang...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/fakta-unik-balai-pustaka/">3 Fakta Unik Balai Pustaka, Penerbit Pertama di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400">Berbicara mengenai buku dan penerbitan, pernahkah kalian memikirkan bagaimana awal dari buku dan penerbitan yang ada di Indonesia? Apalagi menurut sejarah yang ada, bangsa Indonesia telah mengalami masa penjajahan yang begitu lama. </span><i><span style="font-weight: 400">Nah, </span></i><span style="font-weight: 400">apabila membicarakan penerbitan <a href="https://mediaedukasi.id/hujan-bulan-juni/">buku</a> dan bagaimana distribusi buku di tanah air bermula, wajib hukumnya untuk mengingat perihal Balai Pustaka. Berikut adalah 3 fakta unik Balai Pustaka, penerbit pertama di Indonesia. </span><i><span style="font-weight: 400">Check it out!</span></i></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>1. Penerbit buku pertama di Indonesia</strong></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Sesuai dengan </span><i><span style="font-weight: 400">headline </span></i><span style="font-weight: 400">pembahasan, Balai Pustaka ialah penerbit buku pertama yang ada di Indonesia. Balai Pustaka menjadi wadah dari bacaan-bacaan untuk rakyat Indonesia yang pada masa itu masih ada di bawah jajahan pemerintah Hindia Belanda. </span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>2. Didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda</strong></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Karena ada dan berdiri sejak masa pemerintahan Hindia Belanda, pembangunan atau pendirian Balai Pustaka ini ternyata juga dilakukan oleh pihak pemerintah Hindia Belanda, </span><i><span style="font-weight: 400">lho! </span></i><span style="font-weight: 400">Balai Pustaka pertama kali berdiri di bawah kuasa pemerintahan Hindia Belanda dengan nama </span><i><span style="font-weight: 400">Commissie voor de Inlandsche School en Volkslectuur </span></i><span style="font-weight: 400">atau yang dalam bahasa Indonesia berarti Komisi Bacaan Rakyat (KBR). Komisi Bacaan Rakyat ini berdiri pada tahun 1908, tepatnya pada tanggal 14 September 1908. Berdirinya KBR ini berdasarkan keputusan Departemen can Onderwijs en Eeredienst No. 12.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<h3><strong>3. Sebelum kemerdekaan telah berhasil membangun 2.800 taman bacaan rakyat</strong></h3>
<p><span style="font-weight: 400">Pada mulanya, Komisi Bacaan Rakyat (KBR) hanya bertujuan untuk merangsang minat baca masyarakat pribumi. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu KBR mulai berkembang dengan menerbitkan buku-buku terjemahan. Buku-buku itu antara lain adalah cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan buku-buku terjemahan dari Belanda, Jerman, Prancis, Arab, dan Inggris. Karena perkembangan itulah, sebelum kemerdekaan bangsa Indonesia, Komisi Bacaan Rakyat atau KBR ini berhasil membangun kurang lebih 2.800 taman bacaan rakyat. Kemudian pada tahun 1917, Komisi Bacaan Rakyat mengalami perubahan nama menjadi Balai Pustaka. Bersamaan dengan perubahan nama itu, buku-buku yang diterbitkan oleh Balai Pustaka menjadi lebih beranekaragam. Salah satu buku yang paling populer dari terbitan Balai Pustaka adalah novel Siti Nurbaya karya Marah Roesli. Sejak masa itu, Balai Pustaka berhasil menjadi pilar sastra dan budaya Indonesia.</span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-weight: 400">Nah, itulah pembahasan terkait 3 fakta unik Balai Pustaka penerbit pertama di Indonesia. Kunjungi laman <a href="https://www.instagram.com/mediaedukasi.id/">Instagram</a> dan <a href="https://www.facebook.com/mediaedukasi.id">Facebook</a> Media Edukasi Indonesia untuk mendapatkan informasi dan fakta-fakta unik lainnya ya!</span></p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/fakta-unik-balai-pustaka/">3 Fakta Unik Balai Pustaka, Penerbit Pertama di Indonesia</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/fakta-unik-balai-pustaka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
