<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>penggunaan masker - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/penggunaan-masker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/penggunaan-masker/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 29 May 2022 16:51:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>penggunaan masker - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/penggunaan-masker/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Skindemik: Penggunaan Masker Picu Jerawat, Mitos atau Fakta?</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/skindemik/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/skindemik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dini - Media Edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 May 2022 16:49:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan kulit]]></category>
		<category><![CDATA[penggunaan masker]]></category>
		<category><![CDATA[skincemik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=3110</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melansir dari Republika.co.id, menurut Alamanda Murasmita, seorang Dokter spesialis kulit, penggunaan masker yang terlalu lama...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/skindemik/">Skindemik: Penggunaan Masker Picu Jerawat, Mitos atau Fakta?</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Melansir dari Republika.co.id, menurut Alamanda Murasmita, seorang Dokter spesialis kulit, penggunaan masker yang terlalu lama menyebabkan penyakit kulit.</p>
<p>Dokter Alamanda menyebutkan jumlah pasien yang mengeluhkan penyakit kulit yang dikenal dengan maskne (jerawat akibat penggunaan masker) meningkat sekitar 20% dibanding tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Banyak pasien yang dulunya tidak berjerawat, saat pandemi jadi berjerawat. Dulu kan kita tidak kenal adanya maskne, tetapi sejak pandemi banyak orang pakai masker,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Kemudian salah satu penyebabnya adalah penggunaan masker dalam jangka waktu yang lama, namun tidak langsung membersihkan wajah. Ia juga menyambut baik keputusan pemerintah untuk mengurangi penggunaan masker.</p>
<h2>Alasan masker menyebabkan masalah kulit</h2>
<p>Mengutip Alodokter.com, skindemik adalah masalah kulit wajah akibat penggunaan masker yang terlalu lama. Ini juga dikenal sebagai maskne. Di sisi lain, mengenakan masker sebelumnya sangat penting untuk mengurangi penularan virus COVID-19.</p>
<p>Saat memakai masker untuk waktu yang lama, kulit wajah terus bergesekan dengan masker. Gesekan tersebut menyebabkan iritasi kulit, kulit wajah menjadi meradang dan jerawat lebih mudah muncul.</p>
<div data-google-query-id="CJOWzYmNhfgCFRVJfQodlm4G9Q">
<p>Selain itu, bernapas dan berbicara saat memakai masker memerangkap panas, menyebabkan kulit wajah menjadi terlalu lembab. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan pori-pori tersumbat, tetapi juga memudahkan pertumbuhan bakteri dan kuman.</p>
<p>Kombinasi iritasi, kulit yang terlalu lembap, dan banyaknya bakteri pada kulit wajah menyebabkan berbagai masalah kulit-demik, termasuk komedo, rosacea, folikulitis, dan jerawat.</p>
<h2>Beberapa faktor yang menjadi penyebab</h2>
<p><strong>Stres</strong></p>
<p>Stres dapat memicu meningkatnya produksi hormon kortisol yang mendorong terjadinya stres. Hormon ini juga menghasilkan minyak berlebih di kulit sehingga rentan berjerawat.</p>
<p><strong>Penggunaan AC</strong></p>
<p>Terlalu banyak waktu yang dihabiskan di ruangan ber-AC dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan menjadi gatal dan bersisik. Alhasil, jika rumah kamu memiliki AC, disarankan agar menggunakan pelembab udara secara rutin selama di rumah.</p>
<p><strong>Pola makan tidak teratur</strong></p>
<p>Skindemik juga dapat muncul karena pola makan yang tidak bagus. Hal ini dapat membuat kulit dehidrasi sehingga timbul banyak masalah kulit.</p>
<h3><strong>Cara Mengatasi Skindemik</strong></h3>
<ol>
<li>Gunakan masker medis yang bersih, usahakan sekali pakai.</li>
<li>Perhatikan kebersihan tubuh termasuk wajah dengan rutin membersihkannya minimal 2 kali sehari.</li>
<li>Menggunakan mosturizer (pelembap) pada wajah agar ternutrisi dengan baik.</li>
<li>Menggunakan tabir surya untuk menghindari efek buruk sinar matahari.</li>
<li>Kurangi penggunaan <em>make up berlebihan untuk menjaga kulit tetap segar.</em></li>
<li>Kurangi menyentuh wajah dengan tangan berlebihan, karena banyak kuman yang menempel di sana tanpa kita sadari.</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/skindemik/">Skindemik: Penggunaan Masker Picu Jerawat, Mitos atau Fakta?</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/skindemik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
