<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pohon sukun - Media Edukasi Indonesia</title>
	<atom:link href="https://mediaedukasi.id/topik/pohon-sukun/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/pohon-sukun/</link>
	<description>Portal Edukasi Terbaik di Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Apr 2022 14:17:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/02/cropped-logo-pt-mei-32x32.png</url>
	<title>pohon sukun - Media Edukasi Indonesia</title>
	<link>https://mediaedukasi.id/topik/pohon-sukun/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>6 Fakta Unik Yang Akan Membuat Kamu Lebih Mengenal Lingkungan Bumi</title>
		<link>https://mediaedukasi.id/lingkungan-bumi/</link>
					<comments>https://mediaedukasi.id/lingkungan-bumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Media edukasi Indonesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Apr 2022 14:17:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fun Facts]]></category>
		<category><![CDATA[Capung Bertelur]]></category>
		<category><![CDATA[Email menyebabkan Pemanasan Global]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Mamalia Laut Terbesar]]></category>
		<category><![CDATA[pembangkin energi dari cokelat]]></category>
		<category><![CDATA[pohon sukun]]></category>
		<category><![CDATA[Totebag]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mediaedukasi.id/?p=1997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika berbicara tentang bumi, maka tidaklah lepas dari lingkungannya yang selalu menyajikan banyak keindahan. Namun...</p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/lingkungan-bumi/">6 Fakta Unik Yang Akan Membuat Kamu Lebih Mengenal Lingkungan Bumi</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight: 400;"> Jika berbicara tentang bumi, maka tidaklah lepas dari lingkungannya yang selalu menyajikan banyak keindahan. Namun tidak sedikit dari kita yang masih awam dan tidak menyadari beberapa hal yang sering kita abaikan justru memiliki dampak maupun pengaruh terhadap lingkungan di bumi ini. Berikut adalah 6 fakta unik yang akan membuat kamu lebih mengenal lingkungan bumi.</span></p>
<p><b>1.Capung Hanya Menaruh Telurnya di Air Yang Bersih</b></p>
<div id="attachment_2000" style="width: 360px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2000" class="wp-image-2000" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih-300x169.png" alt="" width="350" height="197" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih-300x169.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih-768x433.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih-500x280.png 500w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih-272x153.png 272w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih-750x420.png 750w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih-664x374.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih-990x558.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Capung-Hanya-Menaruh-Telurnya-di-Air-Yang-Bersih.png 1012w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px" /><p id="caption-attachment-2000" class="wp-caption-text">(img : freepik)</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Capung merupakan kelompok hewan serangga yang tergolong dalam bangsa </span><i><span style="font-weight: 400;">Odonata.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Pada umumnya capung memang disukai oleh manusia karena bentuknya yang unik. Namun saat ini keberadaan capung jarang lagi dilihat. Hal ini disebabkan karena kebiasaan capung betina yang menaruh telurnya pada air yang bersih kini sudah banyak yang tercemar. Capung biasanya menaruh telurnya pada tempat seperti pada sungai, danau, kebun dan kebun. Saat ini lingkungan air kita sudah banyak tercemar oleh limbah industri, limbah pertanian, limbah rumah tangga, bahkan tidak sedikit yang tercemar karena feses manusia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seperti yang kita ketahui bahwa capung merupakan hewan yang mengalami metamorfosis. Mulai dari telur capung yang menetas menjadi larva, larva menjadi nimfa dan nimfa menjadi capung. Penting untuk diketahui bahwa masa hidup capung sebagai larva banyak dihabiskan di air, dimana larva capung hanya bisa hidup didalam air yang bersih. Sebelum menjadi nimfa, larva capung memakan plankton dan jentik-jentik nyamuk sebagai kebutuhannya untuk berkembang. Maka dapat diklaim juga bahwa capung adalah hewan yang membantu pengurangan jentik-jentik sebelum menjadi nyamuk.</span><b></b></p>
<p><b>2. Mamalia Laut Terbesar Yang Menyerap Karbon Dioksida (CO2)  </b></p>
<div id="attachment_2001" style="width: 353px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2001" class=" wp-image-2001" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-300x169.png" alt="" width="343" height="193" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-300x169.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-1024x576.png 1024w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-768x432.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-500x280.png 500w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-272x153.png 272w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-750x420.png 750w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-664x374.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2-990x557.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/Mamalia-Laut-Terbesar-Yang-Menyerap-Karbon-Dioksida-CO2.png 1144w" sizes="(max-width: 343px) 100vw, 343px" /><p id="caption-attachment-2001" class="wp-caption-text">(Img : pixabay)</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Ternyata ukuran yang begitu besar bukanlah sekedar julukan bagi paus, perannya dalam mengurangi faktor pemanasan global begitu penting. Bagaimana tidak, paus dapat menyerap karbon dioksida (CO2) dalam jumlah yang besar. Berdasarkan laporan dari IMF (International Monetary Fund) semasa hidupnya, seekor paus mampu menangkap CO2 dengan jumlah rata-rata 33 ton masuk ke dalam tubuhnya sebelum tubuhnya tenggelam ke kedalaman air saat mati.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Seekor paus mengumpulkan mengumpulkan CO2 melalui makanan dan menyimpannya di dalam tubuh selama masa hidupnya yang panjang, dimana dapat diketahui jika rata-rata paus memiliki umur selama 70 tahun.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, feses paus pun dinilai mampu menyuburkan fitoplankton untuk membantu dalam penyerapan emisi. Ketika kotoran tersebut jatuh ke dalam laut, hal itu dapat membantu proses pemindahan CO2 dari atmosfer ke suatu tempat.</span><b></b></p>
<p><b><i>3. Tote Bag </i></b><b>Yang Tidak Ramah Lingkungan </b></p>
<div id="attachment_2002" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2002" class="size-medium wp-image-2002" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-300x169.png" alt="" width="300" height="169" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-300x169.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-1024x578.png 1024w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-768x434.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-500x280.png 500w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-272x153.png 272w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-750x420.png 750w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-664x375.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah-990x559.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/totebag-adalah.png 1148w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-2002" class="wp-caption-text">(Img : Baladan Hadza Firosya)</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdalih sebagai alternatif ramah lingkungan yang menggantikan peran kantong plastik, ternyata </span><i><span style="font-weight: 400;">tote bag </span></i><span style="font-weight: 400;">banyak disukai oleh masyarakat. Namun karena sebagian orang  masih sedikit yang mengetahui jika terdapat </span><i><span style="font-weight: 400;">tote bag </span></i><span style="font-weight: 400;">yang dibuat dari bahan yang tidak ramah lingkungan. Berikut adalah jenis </span><i><span style="font-weight: 400;">tote bag</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang tidak direkomendasikan untuk dimiliki.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Tote Bag Cordura. Tote bag</span></i><span style="font-weight: 400;"> ini adalah contoh dari sebagian banyak alternatif pengganti kantong plasting yang tidak disarankan untuk dimiliki, karena biasanya </span><i><span style="font-weight: 400;">Cordura </span></i><span style="font-weight: 400;">terbuat dari bahan nilon yang dicampur dengan kapas atau serat alami lainnya.</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Tote Bag Furing/Spunbond.</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">Tote bag </span></i><span style="font-weight: 400;">ini terbuat dari bahan termurah yang biasanya dimanfaatkan sebagai </span><i><span style="font-weight: 400;">goodie bag </span></i><span style="font-weight: 400;">promosi. Adapun bahannya terdiri dari plastik </span><i><span style="font-weight: 400;">polypropylene </span></i><span style="font-weight: 400;">(62%), </span><i><span style="font-weight: 400;">poliester </span></i><span style="font-weight: 400;">(24%) dan sutra buatan atau </span><i><span style="font-weight: 400;">viscose </span></i><span style="font-weight: 400;">(8%) yang sudah pasti tidak ramah dengan lingkungan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Terakhir ada </span><i><span style="font-weight: 400;">Tote Bag Parasut.</span></i><span style="font-weight: 400;"> Sesuai dengan namanya, kain yang digunakan sebagai parasut adalah bahan yang digunakan juga dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">tote bag </span></i><span style="font-weight: 400;">ini. Kain parasut ini mengandung nilon dan biasanya dilapisi dengan silikon.</span><b></b></p>
<p><b>4. Pohon Sukun Sebagai Solusi Ketahanan Pangan Global</b></p>
<div id="attachment_2003" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2003" class="size-medium wp-image-2003" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-300x168.png" alt="" width="300" height="168" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-300x168.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-1024x574.png 1024w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-768x431.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-500x280.png 500w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-272x153.png 272w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-750x420.png 750w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-664x372.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah-990x555.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/pohon-sukun-adalah.png 1148w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-2003" class="wp-caption-text">(Img : pixabay)</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebuah studi mengungkapkan bahwa sukun dapat menjadi solusi ketahanan pangan global dalam menghadapi perubahan iklim. Melansir dari New Scientist bahwa dari pemodelan iklim yang dilakukan para peneliti menentukan hasil jika pohon sukun dapat tumbuh dengan baik di area tropis selama beberapa dekade mendatang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun sayangnya, tanaman ini kurang dikenal dan diperhatikan sehingga sedikit dari banyak orang yang mengabaikannya. Padahal sukun sendiri dapat diolah menjadi bahan pangan dengan berbagai cara dan dapat diolah menjadi tepung. Menurut laman Britania, buah sukun yang berukuran cukup besar ini menjadi makanan pokok bagi sejumlah penduduk Pasifik Selatan dan wilayah tropis sekitar. Untuk mengolahnya pun sukun dapat direbus, digoreng, dikeringkan, hingga dijadikan tepung dengan digiling.</span><b></b></p>
<p><b>5. Pembangkit Energi Dari Coklat</b></p>
<div id="attachment_2004" style="width: 310px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2004" class="size-medium wp-image-2004" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-300x168.png" alt="" width="300" height="168" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-300x168.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-1024x573.png 1024w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-768x430.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-500x280.png 500w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-272x153.png 272w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-750x420.png 750w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-664x371.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat-990x554.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/buah-cokelat.png 1194w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><p id="caption-attachment-2004" class="wp-caption-text">(Img : pixabay)</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Menurut laman BBC, buah coklat atau kakao yang kita ketahui hanya bisa dikonsumsi, ternyata bisa dijadikan sebagai pembangkit energi. Pantai Gading, selaku produsen kakao terbesar di dunia telah menemukan cara untuk mengubah tanaman  kakao sebagai pembangkit energi untuk puluhan hingga jutaan rumah. Produsen ini mulai membangun pabrik biomassa yang akan digerakan oleh limbah yang dihasilkan oleh kakao.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pabrik biomassa sendiri menggunakan seluruh bagian kakao yang akan dibakar guna untuk memutar turbin dan menghasilkan tenaga listrik, hal ini sama sepert pembangkit listrik berbahan fosil konvensional.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan studi kelayakan menunjukan bahwa fasilitas ini akan mampu berkontribusi dalam meminimalisir emisi gas rumah kaca sebesar 4,5 juta ton jika dibandingkan dengan sumber listrik yang ada saat ini.</span></p>
<p><b>6. Penumpukan Email Dapat Menimbulkan Pemanasan Global</b></p>
<div id="attachment_2005" style="width: 353px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2005" class=" wp-image-2005" src="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-300x169.png" alt="" width="343" height="193" srcset="https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-300x169.png 300w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-1024x576.png 1024w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-768x432.png 768w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-500x280.png 500w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-272x153.png 272w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-750x420.png 750w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-664x373.png 664w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah-990x557.png 990w, https://mediaedukasi.id/wp-content/uploads/2022/04/email-adalah.png 1142w" sizes="(max-width: 343px) 100vw, 343px" /><p id="caption-attachment-2005" class="wp-caption-text">(Img : pixabay)</p></div>
<p><span style="font-weight: 400;">Email yang setiap harinya masuk ke mailbox termasuk spam yang menumpuk dapat memicu pemanasan global yang diakibatkan oleh jejak karbon melalui email.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Berdasarkan dari laman Reset.org, mengungkapkan email memerlukan sebuah server untuk menampung semua email dari seluruh dunia. Server raksasa ini tentunya memerlukan energi yang dibutuhkan setiap 24 jam dan liter air dalam jumlah banyak atau suatu sistem pendingin sebagai pendinginan server. Energi yang diperlukan server tersebut sebagian besar berasal dari hasil pembakaran fosil, dimana pembakaran ini justru menambah jejak karbon termasuk karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ke atmosfer bumi sehingga memicu pemanasan global.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu laman dari Amerika Serikat, Science Focus mengungkapkan bahwa dalam satu email yang hanya berisikan teks dapat melepaskan 4 gram CO2, sedangkan untuk email yang memuat gambar setidaknya melepaskan 50 gram CO2 dan untuk email spam sendiri melepaskan 0,3 gram CO2 ke atmosfer, karena sebagian email spam tidak mengalami perjalanan jauh dan akan dihapus otomatis oleh server sebelum dilihat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka dari itu, mulai dari sekarang cobalah untuk mengelola email milikmu dan cukup simpan yang penting saja. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian yang bisa penulis berikan. Semoga dengan tulisan ini, para pembaca mulai bisa memperhatikan lagi lingkungan sekitar seperti sumber daya serta flora dan faunanya sebagai wujud kepedulian terhadap bumi kita ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kontributor Media Edukasi Indonesia: <strong>Baladan Hadza Firosya</strong></span></p>
<p>The post <a href="https://mediaedukasi.id/lingkungan-bumi/">6 Fakta Unik Yang Akan Membuat Kamu Lebih Mengenal Lingkungan Bumi</a> appeared first on <a href="https://mediaedukasi.id">Media Edukasi Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mediaedukasi.id/lingkungan-bumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
