Menu

Mode Gelap
Daftar Kampus Swasta Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2026 20 Universitas Negeri Terbaik di Indonesia Versi QS Asia 2026 Materi Belajar SD/MI Kelas 1 Kurikulum Merdeka Tips Mendidik Anak Menjadi Pelajar Berprestasi

Fun Facts · 10 Jun 2026 21:56 WIB ·

Fakta Unik tentang Negara dengan Tradisi Aneh


Joslyn Kent from Sydney, Australia and Tyler Belan from Kitchener, Ontario are the 2012 Canadian Cheese Rolling Festival champions (CNW Group/Dairy Farmers of Canada (DFC)) Perbesar

Joslyn Kent from Sydney, Australia and Tyler Belan from Kitchener, Ontario are the 2012 Canadian Cheese Rolling Festival champions (CNW Group/Dairy Farmers of Canada (DFC))

Pernah nggak sih kamu membayangkan ada sebuah festival di mana orang-orang saling melempar tomat basi? Atau upacara kematian yang mayatnya disimpan di rumah selama bertahun-tahun? Dunia memang penuh kejutan. Di balik kemajuan teknologi dan modernisasi, segudang tradisi unik bahkan terbilang aneh menurut kacamata kita masih lestari. Beberapa mungkin bikin geleng-geleng kepala, tapi bagi masyarakat setempat, ritual-ritual ini punya makna spiritual dan sosial yang dalam.

Yuk, kita jalan-jalan keliling dunia sejenak untuk mengupas fakta-fakta unik dari negara-negara dengan kebiasaan yang mungkin belum pernah kamu bayangkan sebelumnya.

1. Spanyol: La Tomatina, Bukan Perang Biasa

Setiap hari Rabu terakhir bulan Agustus, kota Buñol di Spanyol berubah jadi lautan merah. Bukan karena pertumpahan darah, melainkan karena lebih dari 100 ton tomat matang di lemparkan ke segala arah. Festival La Tomatina ini di mulai secara tidak sengaja pada 1945, ketika sekelompok pemuda terlibat perang sayuran di pasar.

Yang menarik, ada aturan ketat sebelum kegilaan dimulai. Tomat harus dihancurkan dulu agar tidak melukai peserta. Tepat pukul 11.00, truk-truk besar akan tumpah ribuan tomat. Dalam satu jam, seluruh jalanan berubah saus raksasa. Setelah itu, penduduk setempat bergotong royong membersihkan kota dengan selang air dan dalam hitungan jam, Buñol kembali normal. Uniknya lagi, tidak ada yang tahu persis kenapa tomat yang dipilih, bukan buah lain.

2. Indonesia: Tradisi Nganggung di Bangka

Siapa bilang Indonesia tidak punya tradisi aneh? Di Bangka Belitung, ada kebiasaan unik bernama Nganggung. Warga membawa makanan dalam rantang atau tampah (wadah anyaman bambu) ke masjid atau lapangan. Makanan tersebut diletakkan begitu saja di atas tikar besar, lalu semua orang tanpa mengenal status sosial duduk melingkar dan makan bersama dari satu alas yang sama.

Keanehan sekaligus keunikan terletak pada sistemnya. Tidak ada yang membawa piring dan sendok masing-masing. Semua makan dari wadah yang sama dengan tangan kanan. Tradisi ini berakar dari kebiasaan para leluhur yang mengajarkan kesetaraan: tidak peduli kamu kaya atau miskin, semua makan dengan cara yang sama. Yang bikin heran, meskipun ratusan orang ikut serta, belum pernah ada laporan berebut makanan atau sakit perut massal.

3. Jepang: Festival Penis Kanamara Matsuri

Jepang memang identik dengan teknologi maju, tetapi mereka juga punya festival yang bisa bikin turis Eropa atau Amerika tersenyum kecut. Setiap bulan April, di kuil Kanayama, Kawasaki, digelar Kanamara Matsuri alias festival kesuburan dengan ikon utama… berbentuk penis.

Anda tidak salah baca. Ada patung penis raksasa berwarna merah jambu yang diarak keliling kota. Jajanan pasarannya juga berbentuk penis dari lolipop hingga kue kering. Tradisi ini bermula dari legenda setan bergigi yang bersembunyi di vagina seorang wanita, dan seorang pandai besi mengalahkannya dengan penis besi buatannya. Meski terdengar vulgar, masyarakat setempat menganggapnya doa untuk kesuburan, perlindungan dari penyakit kelamin, serta harapan punya keturunan. Parade ini bahkan dihadiri banyak ibu-ibu dan anak kecil tanpa rasa canggung.

4. India: Perang Batu yang Memakan Korban

Di negara bagian Uttarakhand, India, ada festival aneh bernama Bagwal. Festival ini dirayakan setiap bulan Agustus di kuil Devidhura. Dua kelompok warga desa saling melempar batu dengan kekuatan penuh. Tidak ada tameng atau helm pelindung. Korbannya? Pasti ada yang luka parah bahkan tewas setiap tahunnya.

Yang paling mencengangkan, tradisi ini sudah berlangsung selama berabad-abad dan tak ada yang berani melarangnya. Menurut kepercayaan setempat, permainan brutal ini adalah bentuk persembahan untuk dewi Durga. Batu yang dilempar diyakini akan kembali ke pelemparnya jika tidak memiliki niat tulus. Meski polisi dan tentara sering dikerahkan untuk mengawasi, mereka hanya bisa memastikan tidak ada senjata tajam. Batu tetaplah batu. Unik sekaligus mengerikan.

5. Skotlandia: Festival Guling Keju yang Bikin Nekat

Di Cooper’s Hill, Gloucestershire (meski secara administratif di Inggris, tradisi ini sangat populer di Skotlandia juga), setiap akhir bulan Mei diadakan lomba mengejar keju. Sebuah roda keju Gloucester seberat 3-4 kilogram digulingkan dari bukit curam dengan kemiringan hampir 45 derajat. Para peserta—yang umumnya sudah mabuk bir—akan berlari mengejar keju tersebut.

Apa hadiahnya? Keju itu sendiri. Tapi masalahnya, keju bisa menggelinding dengan kecepatan hingga 110 km per jam. Akibatnya, setiap tahun puluhan peserta mengalami patah tulang, keseleo, atau terguling-guling ke dasar bukit. Anehnya, tidak ada pemenang yang benar-benar bisa menangkap keju karena benda itu terlalu cepat. Pemenang hanyalah orang pertama yang mencapai garis finis di dasar bukit. Upacara penyerahan piala dilakukan di rumah sakit setempat.

6. Peru: Takanakuy, Menyelesaikan Masalah dengan Tinju

Di provinsi Chumbivilcas, Peru, setiap tanggal 25 Desember—sementara umat Kristen merayakan Natal—warga justru menyelenggarakan festival adu tinju bernama Takanakuy. Laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak ikut bertarung secara legal di atas ring terbuka. Tujuannya? Menyelesaikan permusuhan, cekcok keluarga, atau dendam lama selama setahun.

Yang membuat ini aneh sekaligus bijaksana, setelah pertarungan usai—yang kadang berdarah-darah—kedua lawan harus berpelukan dan saling memaafkan. Luka memar dianggap sebagai obat pembersih hati. Polisi setempat justru mendukung tradisi ini karena angka kriminalitas biasa turun drastis setelah perayaan. Pertarungan yang tidak berakhir dengan pelukan dianggap gagal dan harus diulang tahun depan. Bayangkan menyelesaikan masalah kantor seperti ini di Indonesia—pasti ruang HR langsung penuh dengan plester.

7. Thailand: Festival Monyet Buffet

Di provinsi Lopburi, Thailand, warga setiap tahun mengadakan pesta besar-besaran untuk… monyet. Bukan cuma satu atau dua ekor, melainkan ribuan monyet ekor panjang yang berkeliaran di reruntuhan kuil kuno. Mereka disuguhi meja panjang berisi 3-4 ton buah-buahan, sayuran, manisan, dan minuman bersoda.

Tradisi ini berawal dari keyakinan bahwa monyet adalah tentara dewa Rama. Memberi mereka makan diyakini membawa keberuntungan. Yang aneh bukan pestanya, melainkan cara monyet-monyet itu melahap makanan. Mereka duduk manis di kursi kecil yang disediakan, memakai topi pesta, lalu ada yang melempar pisang ke wajah turis. Beberapa ekor bahkan lebih tertarik membuka tas kamera daripada makan. Akibatnya, setiap tahun panitia harus menyiapkan tim medis khusus untuk tamu manusia yang digigit.

8. Amerika Serikat: Hari Groundhog yang Absurd

Tradisi dari negara adidaya ini mungkin terdengar paling tidak masuk akal: setiap 2 Februari, ribuan orang berkumpul di Punxsutawney, Pennsylvania, untuk melihat seekor hewan pengerat bernama Punxsutawney Phil keluar dari lubangnya. Jika dia melihat bayangan sendiri (artinya cuaca cerah), maka musim dingin akan berlangsung 6 minggu lagi. Jika tidak, maka musim semi akan segera tiba.

Yang membuat ini aneh, selain memercayai prediksi cuaca dari tupai tanah, adalah selebritas yang didapat Phil. Hewan ini punya pengawal pribadi, muncul di berbagai acara televisi, dan bahkan pernah bertemu Presiden Barack Obama. Akurasi ramalannya? Menurut data NOAA, hanya sekitar 39 persen—jauh di bawah ramalan cuaca modern. Namun tradisi yang dimulai tahun 1887 ini tetap bertahan, mungkin karena absurditasnya justru yang membuat orang ketagihan.

9. Denmark: Menyembelih Kuda Nil di TV?

Bukan kuda nil sungguhan, untungnya. Tapi tradisi Denmark yang satu ini tetap aneh: setiap malam tahun baru, warga Denmark duduk di depan televisi untuk menonton rekaman Ratu Margrethe II berpidato. Setelah pidato selesai, mereka melempar piring-piring pecah ke pintu tetangga sebagai tanda persahabatan. Semakin banyak pecahan piring di depan rumah seseorang, semakin populer orang itu.

Yang paling ikonik, mereka melompat dari kursi tepat jam 12 malam. Lompatan ini secara harfiah berarti “melompat ke tahun baru”—meninggalkan masalah di belakang. Anehnya, tradisi ini tidak ada kaitannya dengan Viking atau mitologi Nordik. Penduduk Kopenhagen mengakuinya hanya karena “terlihat konyol, tapi bikin semangat.” Satu lagi: mereka menyanyikan lagu “We Shall Overcome”-nya Pete Seeger, padahal rata-rata warga Denmark tidak tahu liriknya. Mereka cuma hafal nada dan kata “seger” saja.

10. Austria: Krampus, Sinterklas Galak

Kita semua tahu Sinterklas yang baik hati. Tapi di Austria, ada versi jahatnya bernama Krampus. Pada malam 5-6 Desember, para pria muda berkostum monster berbulu hitam dengan tanduk, rantai, dan lonceng besar, berjalan-jalan di jalanan untuk “menghukum” anak-anak nakal. Mereka akan mengejar orang yang lewat, memukul ringan dengan sapu atau ranting, lalu memasukkan anak nakal ke dalam karung konon untuk dibawa ke neraka.

Orangtua Austria justru mendukung tradisi ini sebagai pengingat agar anak-anak berperilaku baik. Yang bikin aneh, parade Krampus sekarang telah menjadi tontonan turis. Banyak orang dewasa sengaja dipukul karena menganggapnya sebagai keberuntungan. Hotel-hotel di desa pegunungan bahkan menawarkan paket “Krampus Escape” di mana Anda bisa kabur dari kejaran monster bertanduk dengan membayar 300 euro. Hiburan yang aneh namun menguntungkan.

 

Setiap tradisi aneh di atas betapa pun absurdnya di mata kita lahir dari sejarah, kepercayaan, dan cara pandang masyarakat setempat terhadap kehidupan, kematian, kebahagiaan, bahkan kemarahan. Beberapa memang ekstrem, bahkan berbahaya. Namun di era globalisasi yang serba homogen, tradisi-tradisi ini menjadi pengingat bahwa dunia masih menyimpan warna-warni yang tidak bisa diukur hanya dari satu sudut pandang.

Mungkin yang kita anggap aneh bagi mereka adalah hal yang paling sakral. Atau sebaliknya. Tapi satu hal yang pasti: jika ada undangan nonton monyet bersoda di Thailand atau lari mengejar keju di bukit Skotlandia, kamu akan pertimbangkan, kan? Atau setidaknya jadi bahan obrolan seru saat ngopi bersama teman.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Fakta Unik tentang Mimpi yang Sering Kita Alami

10 Juni 2026 - 20:14 WIB

langkah untuk tertidur

Fakta Menarik tentang Serangga yang Tak Terduga

10 Juni 2026 - 19:37 WIB

Fakta Unik tentang Hewan Nokturnal di Malam Hari

10 Juni 2026 - 18:35 WIB

Fakta Unik tentang Planet di Tata Surya Kita

9 Juni 2026 - 07:28 WIB

Fakta Unik tentang Sejarah Indonesia yang Menarik

8 Juni 2026 - 22:16 WIB

Fakta Unik tentang Fenomena Alam Langka di Bumi

8 Juni 2026 - 22:01 WIB

Trending di Fun Facts