Menu

Mode Gelap

SD Kelas 6 · 3 Agu 2026 16:49 WIB ·

Contoh Soal HOTS Kelas 6 Materi Keberagaman dan Toleransi Kurikulum Merdeka


Contoh Soal HOTS Kelas 6 Materi Keberagaman dan Toleransi Kurikulum Merdeka Perbesar

Belajar tentang keberagaman dan toleransi di kelas 6 Kurikulum Merdeka bukan hanya sekadar menghafal definisi dari buku teks. Lebih dari itu, anak-anak di ajak untuk berpikir kritis, menganalisis situasi nyata, dan merancang solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekitar. Pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam materi ini menjadi jembatan agar siswa tidak hanya tahu, tapi juga mampu merasakan dan bertindak dalam bingkai harmoni sosial.

Dalam Kurikulum Merdeka, muatan PPKn atau IPS sering kali menyatukan tema keberagaman sebagai bagian dari proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Nah, untuk mengukur sejauh mana pemahaman mendalam siswa, di perlukan contoh-contoh soal yang memantik daya nalar tingkat tinggi. Mari kita bedah beberapa model pertanyaan yang bisa menjadi referensi bagi guru, orang tua, atau bahkan teman-teman yang sedang menyusun bahan ajar.

Mengenal Karakter Soal HOTS untuk Anak Kelas 6

Soal HOTS berbeda jauh dengan pertanyaan hafalan. Jika pertanyaan biasa hanya menanyakan “Apa itu toleransi?”, maka soal HOTS akan meminta siswa untuk menceritakan pengalaman menghadapi perbedaan atau memberikan alasan mengapa sikap tertentu penting di lakukan di sekolah. Ciri khasnya adalah adanya unsur C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), hingga C6 (mencipta) dalam taksonomi Bloom yang sudah di sesuaikan.

Anak kelas 6 berada di fase transisi menuju remaja. Mereka mulai peka terhadap isu sosial, memiliki pendapat sendiri, dan mampu melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain. Inilah momen tepat untuk mengasah empati dan logika secara bersamaan. Soal-soal berikut di rancang dengan bahasa yang akrab dan situasi yang dekat dengan keseharian mereka, mulai dari lingkungan sekolah, tempat bermain, hingga kehidupan di masyarakat.

5 Contoh Soal HOTS Berbasis Kasus

Soal 1: Pemilihan Ketua Kelas yang Adil

Di kelas 6 B, terdapat dua calon ketua kelas yaitu Raya yang beragama Hindu dan Budi yang beragama Islam. Raya di kenal pintar dan rajin, sedangkan Budi lebih suka bergotong royong dan mudah bergaul. Saat kampanye, beberapa teman Raya justru menyebarkan isu bahwa jika Budi terpilih, kegiatan doa bersama sebelum belajar akan di hilangkan. Padahal Budi tidak pernah mengatakan hal itu.

Pertanyaan:
Menurutmu, apa yang seharusnya di lakukan oleh seluruh siswa kelas 6 B agar pemilihan ketua kelas berlangsung jujur dan adil? Berikan tiga tindakan nyata yang bisa mereka lakukan sebelum hari pemungutan suara!

Tujuan: Soal ini menguji kemampuan analisis siswa terhadap isu hoaks dan kampanye hitam di lingkungan kecil. Mereka di ajak untuk memikirkan solusi konkret, bukan sekadar menilai siapa yang benar atau salah.

Soal 2: Festival Makanan di Sekolah

Sekolah mengadakan festival makanan budaya dalam rangka memperingati Hari Bhinneka Tunggal Ika. Setiap kelompok di minta membawa satu makanan khas daerah. Kelompok Dita ingin membawa sate lilit khas Bali, tetapi teman satu kelompoknya, Fajar, tidak mau mencicipi karena mengandung daging babi yang tidak boleh di konsumsi dalam agamanya. Sementara itu, Dita merasa sedih karena Fajar menolak hidangan yang di buat dengan susah payah.

Pertanyaan:
Bagaimana cara terbaik untuk menyelesaikan masalah ini tanpa membuat Dita kecewa dan tanpa melanggar keyakinan Fajar? Tuliskan skenario percakapan antara Dita, Fajar, dan teman-teman lainnya sebagai bentuk penyelesaian!

Tujuan: Siswa di ajak berpikir kreatif mencari jalan tengah dalam perbedaan keyakinan. Mereka juga belajar bahwa toleransi tidak berarti memaksakan, melainkan saling memahami batasan masing-masing.

Soal 3: Kegiatan Kerja Bakti yang Berbeda Pendapat

Pada hari Sabtu, seluruh warga RT 05 mengadakan kerja bakti membersihkan selokan. Namun, beberapa warga yang baru pindah dari daerah lain merasa kebiasaan ini kurang efisien dan mengusulkan untuk menyewa petugas kebersihan saja. Mereka juga merasa enggan ikut turun ke selokan karena terbiasa dengan sistem iuran bulanan di kampung halaman. Terjadilah perdebatan antara warga lama dan warga pendatang.

Pertanyaan:
Jika kamu menjadi ketua RT, strategi apa yang akan kamu gunakan untuk mempersatukan dua kelompok warga yang memiliki pandangan berbeda ini? Jelaskan langkah-langkah persuasif yang bisa di lakukan!

Soal ini masuk ranah evaluasi karena siswa harus menimbang untung rugi dari kedua usulan, lalu menciptakan pendekatan yang mampu mengakomodasi kepentingan bersama. Mereka perlu melihat bahwa keberagaman bukan hanya soal suku atau agama, tetapi juga gaya hidup dan kebiasaan.

Soal 4: Teman Baru dari Papua

Hari pertama masuk sekolah setelah liburan, ada siswa pindahan bernama Elior dari Papua. Rambutnya dikepang panjang dan logat bicaranya sangat kental. Beberapa anak di kelas menirukan cara Elior berbicara dan menertawakannya. Elior terlihat diam dan tidak mau bergabung dalam permainan saat jam istirahat.

Pertanyaan:
Padahal Elior adalah anak yang baik dan pandai menggambar. Apa yang akan kamu lakukan jika melihat teman-temanmu menertawakan Elior? Selain itu, rancanglah sebuah kegiatan kelas yang bisa membuat Elior merasa di terima dan di perhatikan bakatnya!

Tujuan: Menggugah kepekaan sosial dan kemampuan merancang aksi inklusif. Siswa tidak hanya di minta menegur teman yang mengejek, tetapi juga memikirkan cara positif untuk mengapresiasi keunikan orang lain.

Soal 5: Tradisi Nyadran di Tengah Masyarakat Multikultural

Desa Makmur memiliki tradisi Nyadran yang di lakukan setiap bulan Suro. Tradisi ini berupa kenduri dan doa bersama di makam leluhur. Namun, seiring berjalannya waktu, banyak penduduk baru yang beragama berbeda dan tidak memahami ritual ini. Ada sebagian warga baru yang merasa terganggu dengan iring-iringan dan suara gamelan hingga larut malam. Konflik kecil mulai terlihat di grup WhatsApp warga.

Pertanyaan:
Bagaimana cara mempertahankan tradisi Nyadran sebagai warisan budaya, namun tetap menghormati kenyamanan warga baru yang berbeda keyakinan? Buatlah sebuah usulan kesepakatan bersama yang bisa di terima semua pihak!

Soal ini mengajak siswa berpikir sistemik, bahwa pelestarian budaya dan toleransi beragama bisa berjalan beriringan. Mereka di tantang mencari format kegiatan yang tetap meriah tetapi tidak mengganggu hak orang lain.

Mengaitkan Soal dengan Nilai Profil Pelajar Pancasila

Semua soal di atas sebenarnya bermuara pada dua dimensi utama profil pelajar Pancasila, yaitu Berkebhinekaan Global dan Gotong Royong. Anak-anak tidak hanya di uji pengetahuannya tentang semboyan bangsa, tetapi juga penerapannya dalam skala mikro. Guru bisa menambahkan rubrik penilaian yang tidak hanya melihat jawaban akhir, tetapi juga proses berpikir dan alasan logis yang di berikan siswa.

Ketika menjawab, anak boleh mengemukakan pendapat yang berbeda. Yang terpenting adalah bagaimana mereka mempertahankan argumen dengan dasar rasa hormat dan kepentingan bersama. Inilah esensi dari Kurikulum Merdeka yang memberikan ruang bagi siswa untuk menjadi subjek pembelajaran, bukan sekadar objek.

Tips Membuat Soal HOTS Sendiri tentang Keberagaman

Bagi pendidik yang ingin mengembangkan soal serupa, ada beberapa kiat praktis yang bisa diterapkan. Pertama, angkat peristiwa nyata dari lingkungan sekitar, seperti konflik kecil di kantin sekolah atau perbedaan jadwal ibadah antar teman. Kedua, libatkan tokoh atau nama yang familier agar siswa lebih mudah berempati. Ketiga, berikan pertanyaan terbuka yang tidak memiliki satu jawaban mutlak, sehingga memicu diskusi dan debat sehat.

Selain itu, jangan lupa menyeimbangkan tingkat kesulitan. Untuk soal yang sangat kompleks, bisa diberikan petunjuk atau gambar pendukung agar siswa tidak merasa frustrasi. Yang tak kalah penting, berikan apresiasi pada jawaban yang menunjukkan keberanian mengakui ketidaktahuan atau keinginan untuk bertanya lebih lanjut. Karena toleransi juga berarti keberanian untuk belajar dari perbedaan.

 

Setiap soal yang disusun dengan cermat akan menjadi cermin sejauh mana anak-anak kelas 6 mampu menangkap esensi dari Bhinneka Tunggal Ika. Mereka diajak untuk tidak hanya menjadi penonton yang pasif, tetapi aktor yang aktif menciptakan kedamaian. Ketika mereka terbiasa menghadapi pertanyaan-pertanyaan semacam ini, diharapkan sikap toleran tumbuh bukan karena paksaan, melainkan karena kesadaran bahwa perbedaan adalah warna yang membuat kehidupan semakin indah.

Proses belajar tentang keberagaman dan toleransi memang tidak pernah usai. Setiap hari adalah ruang kelas baru dengan tantangan yang berbeda. Melalui latihan soal HOTS yang kontekstual, anak-anak belajar bahwa menjadi pintar tidak cukup; mereka juga perlu menjadi baik, adil, dan peduli. Semoga contoh-contoh di atas bisa menginspirasi dan menjadi bahan percikan gagasan yang menyegarkan dalam proses belajar-mengajar di mana pun. Selamat berkreasi dan terus menumbuhkan jiwa toleransi dari bangku sekolah!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Soal HOTS IPAS Kelas 6 Materi Adaptasi Makhluk Hidup beserta Kunci Jawaban

3 Agustus 2026 - 14:54 WIB

Materi Esensial IPAS Kelas 6 tentang Tata Surya dalam Kurikulum Merdeka

2 Agustus 2026 - 23:13 WIB

Contoh Bahan Ajar IPAS Kelas 6 Semester 1 Materi Listrik dan Energi Alternatif

2 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Kunci Jawaban Latihan Harian Kelas 6 Materi Pelestarian Lingkungan

1 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Latihan Harian Bahasa Indonesia Kelas 6: Teks Laporan Hasil Pengamatan

1 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Download Modul Ajar Kelas 6 untuk Materi Peristiwa Kemerdekaan Indonesia

31 Juli 2026 - 19:40 WIB

Trending di SD Kelas 6