Menu

Mode Gelap

SD Kelas 6 · 6 Agu 2026 12:32 WIB ·

Jawaban Soal Evaluasi Bahasa Indonesia Kelas 6 tentang Teks Eksplanasi Ilmiah


Jawaban Soal Evaluasi Bahasa Indonesia Kelas 6 tentang Teks Eksplanasi Ilmiah Perbesar

Bagi siswa kelas 6, memahami teks eksplanasi ilmiah menjadi salah satu kompetensi penting dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Jenis teks ini sering muncul dalam ujian sekolah maupun evaluasi harian. Kemampuan membaca pemahaman serta menganalisis struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi ilmiah sangat menentukan nilai akhir semester.

Berikut ini akan di uraikan secara mendalam berbagai contoh soal evaluasi teks eksplanasi ilmiah yang biasa di temui siswa kelas 6, lengkap dengan pembahasan dan strategi menjawabnya. Tujuannya agar siswa tidak sekadar menghafal, tetapi benar-benar memahami logika di balik setiap pertanyaan.

Apa Itu Teks Eksplanasi Ilmiah?

Sebelum menyelami soal-soal evaluasi, penting untuk menyamakan persepsi tentang teks eksplanasi ilmiah. Teks ini berisi penjelasan tentang proses terjadinya fenomena alam, sosial, atau budaya yang bersifat keilmuan. Ciri utamanya adalah penggunaan fakta, data, serta istilah-istilah ilmiah yang akurat.

Struktur teks eksplanasi ilmiah terdiri dari tiga bagian:

  1. Pernyataan umum – berisi gambaran awal tentang topik yang akan dijelaskan.

  2. Deretan penjelas – memuat rangkaian proses atau sebab-akibat secara kronologis.

  3. Interpretasi – berisi simpulan atau pandangan penulis terhadap fenomena yang dijelaskan.

Kaidah kebahasaan yang menonjol antara lain penggunaan konjungsi kausalitas (sebab, karena, sehingga, oleh karena itu), istilah teknis, kalimat pasif, serta kata benda abstrak.

Contoh Soal Evaluasi dan Jawaban

Soal 1: Menentukan Pernyataan Umum

Bacalah paragraf berikut!

“Tanah longsor merupakan peristiwa pergerakan massa batuan atau tanah menuruni lereng akibat terganggunya kestabilan tanah. Fenomena ini sering terjadi di wilayah pegunungan saat musim hujan tiba. Curah hujan tinggi, kemiringan lereng, serta kurangnya vegetasi menjadi pemicu utama terjadinya longsor.”

Pertanyaan:
Apa yang menjadi pernyataan umum dalam paragraf di atas?

Jawaban:
Pernyataan umum dalam paragraf tersebut adalah kalimat pertama, yaitu “Tanah longsor merupakan peristiwa pergerakan massa batuan atau tanah menuruni lereng akibat terganggunya kestabilan tanah.” Kalimat ini memberikan definisi dan gambaran awal tentang tanah longsor sebelum masuk ke penjelasan lebih detail.

Soal 2: Mengidentifikasi Deretan Penjelas

Lanjutan teks:

“Ketika hujan deras mengguyur, air meresap ke dalam tanah melalui pori-pori. Air tersebut mengisi rongga-rongga tanah sehingga massa tanah bertambah berat. Jika sudut kemiringan lereng cukup curam dan tidak ada akar pohon yang mengikat, maka lapisan tanah bagian atas akan meluncur ke bawah. Proses ini dipercepat oleh aliran air permukaan yang mengikis lapisan tanah.”

Pertanyaan:
Tunjukkan deretan penjelas pada teks tersebut!

Jawaban:
Deretan penjelasnya adalah seluruh kalimat sesudah pernyataan umum, mulai dari “Ketika hujan deras mengguyur…” hingga “…mengikis lapisan tanah.” Bagian ini memaparkan proses terjadinya tanah longsor secara bertahap, mulai dari air meresap, tanah bertambah berat, hingga lapisan tanah meluncur ke bawah.

Soal 3: Menemukan Konjungsi Kausalitas

Pertanyaan:
Temukan tiga kata penghubung yang menyatakan hubungan sebab-akibat dalam teks tentang tanah longsor tersebut!

Jawaban:
Konjungsi kausalitas yang muncul adalah:

  1. Karena – terdapat pada pernyataan umum: “…karena terganggunya kestabilan tanah.”

  2. Sehingga – terdapat pada deretan penjelas: “…massa tanah bertambah berat sehingga…”

  3. Oleh karena itu – meskipun tidak eksplisit dalam kutipan, dalam teks eksplanasi ilmiah sering ditemukan konjungsi ini di bagian interpretasi.

Soal 4: Menjawab Pertanyaan Berdasarkan Teks

Bacalah teks berikut!

“Pelangi adalah gejala optik yang terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh tetesan air di atmosfer. Proses dimulai ketika sinar matahari memasuki tetesan air hujan. Sinar tersebut dibelokkan atau dibiaskan pada permukaan tetesan air. Di dalam tetesan, cahaya mengalami pemantulan internal sebelum akhirnya keluar kembali. Karena sudut pembiasan berbeda untuk setiap panjang gelombang, maka terbentuklah spektrum warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.”

Pertanyaan:
Mengapa pelangi memiliki warna-warna yang berurutan?

Jawaban:
Pelangi memiliki warna yang berurutan karena setiap panjang gelombang cahaya memiliki sudut pembiasan yang berbeda ketika melewati tetesan air. Cahaya merah memiliki sudut pembiasan paling kecil, sedangkan ungu paling besar. Perbedaan sudut inilah yang menyebabkan warna-warna terurai dan tampak berurutan dari merah hingga ungu.

Soal 5: Menentukan Interpretasi

Bacalah kutipan berikut:

“Dengan demikian, dapat dipahami bahwa pelangi bukanlah benda fisik, melainkan fenomena optik yang bergantung pada posisi matahari dan pengamat. Semakin rendah posisi matahari di ufuk, semakin tinggi pelangi terlihat. Keindahan pelangi sesungguhnya adalah hasil dari hukum-hukum fisika yang bekerja secara teratur.”

Pertanyaan:
Tunjukkan bagian interpretasi dari teks pelangi tersebut!

Jawaban:
Bagian interpretasinya adalah seluruh kalimat dalam kutipan tersebut, terutama kalimat “Dengan demikian, dapat dipahami bahwa pelangi bukanlah benda fisik…” hingga akhir. Pada bagian ini, penulis memberikan simpulan tentang hakikat pelangi sebagai fenomena optik dan menambahkan pandangan tentang keindahannya yang berasal dari keteraturan hukum fisika.

Soal 6: Menggunakan Istilah Ilmiah

Pertanyaan:
Mengapa teks eksplanasi ilmiah wajib menggunakan istilah-istilah teknis? Berikan contoh dari teks tentang pelangi!

Jawaban:
Teks eksplanasi ilmiah menggunakan istilah teknis untuk menjamin ketepatan makna dan menghindari kesalahpahaman. Istilah ilmiah bersifat baku dan memiliki definisi yang jelas dalam disiplin ilmu tertentu. Dalam teks pelangi, contoh istilah teknisnya adalah “pembiasan,” “pemantulan internal,” “spektrum warna,” dan “panjang gelombang.” Tanpa istilah-istilah ini, penjelasan tentang pelangi hanya akan bersifat deskriptif biasa, bukan ilmiah.

Soal 7: Membedakan Fakta dan Opini

Pertanyaan:
Manakah pernyataan yang termasuk fakta dan mana yang opini dalam teks pelangi?

Jawaban:

Fakta:

  • “Pelangi adalah gejala optik yang terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh tetesan air di atmosfer.”

  • “Sinar tersebut dibelokkan atau dibiaskan pada permukaan tetesan air.”

  • “Di dalam tetesan, cahaya mengalami pemantulan internal sebelum akhirnya keluar kembali.”

Opini:

  • “Keindahan pelangi sesungguhnya adalah hasil dari hukum-hukum fisika yang bekerja secara teratur.” (ini opini karena menyangkut nilai estetika dan cara pandang penulis)

Soal 8: Menyusun Ulang Teks Eksplanasi

Pertanyaan:
Urutkan kalimat-kalimat acak berikut menjadi teks eksplanasi ilmiah yang padu!

  1. Akhirnya, gunung es pun terlepas dari daratan dan mengapung di laut.

  2. Proses ini berlangsung selama puluhan hingga ratusan tahun.

  3. Gunung es terbentuk dari akumulasi salju yang turun di daerah kutub.

  4. Ketika musim panas tiba, bagian depan gletser yang menjorok ke laut akan retak.

  5. Salju yang turun bertahun-tahun memadat menjadi es yang sangat tebal.

  6. Tekanan dari berat es sendiri mendorong gletser bergerak perlahan menuju pantai.

Jawaban:
Urutan yang benar adalah:

(3) – (5) – (6) – (2) – (4) – (1)

Penjelasan:

  • (3) sebagai pernyataan umum tentang gunung es.

  • (5) menjelaskan proses pemadatan salju.

  • (6) menjelaskan pergerakan gletser karena tekanan.

  • (2) menyebutkan durasi proses.

  • (4) menjelaskan pemicu retaknya gletser.

  • (1) adalah hasil akhir.

Soal 9: Menjawab Soal Pemahaman Lintas Teks

Bacalah teks berikut!

“Air laut terasa asin karena mengandung garam-garam mineral terlarut. Sumber utama garam berasal dari pelapukan batuan di daratan yang terbawa aliran sungai menuju laut. Selain itu, aktivitas gunung api bawah laut juga menyumbang mineral ke perairan. Selama jutaan tahun, air laut menguap tetapi garam tertinggal, sehingga konsentrasi garam terus meningkat.”

Pertanyaan:
Bandingkan proses terbentuknya rasa asin air laut dengan proses terjadinya pelangi! Apa perbedaan mendasar dari kedua fenomena tersebut?

Jawaban:
Perbedaan mendasar dari kedua fenomena tersebut terletak pada jenis prosesnya. Pelangi adalah fenomena fisika optik yang melibatkan pembiasan dan pemantulan cahaya dalam waktu sangat singkat. Sedangkan rasa asin air laut adalah fenomena kimia dan geologi yang melibatkan akumulasi mineral dari pelapukan batuan serta siklus hidrologi dalam rentang waktu jutaan tahun. Pelangi bersifat sementara dan bergantung pada kondisi atmosfer, sedangkan salinitas laut bersifat permanen dan berubah secara sangat lambat.

Soal 10: Mengaplikasikan Pengetahuan ke Fenomena Baru

Pertanyaan:
Buatlah sebuah paragraf penjelasan singkat tentang proses terjadinya hujan asam dengan menggunakan struktur teks eksplanasi ilmiah! Sertakan minimal satu konjungsi kausalitas dan satu istilah ilmiah!

Jawaban:
Hujan asam adalah fenomena turunnya air hujan dengan kadar keasaman (pH) di bawah 5,6 akibat pencemaran udara. Prosesnya dimulai ketika gas sulfur dioksida (SO₂) dan nitrogen oksida (NOₓ) dari asap kendaraan serta pabrik dilepaskan ke atmosfer. Gas-gas tersebut bereaksi dengan uap air dan oksigen membentuk asam sulfat dan asam nitrat. Karena senyawa asam ini terbawa awan, maka saat hujan turun, airnya bersifat asam. Dampaknya, hujan asam dapat merusak bangunan, mengasamkan tanah, dan mengganggu ekosistem perairan.

Strategi Jitu Menjawab Soal Teks Eksplanasi Ilmiah

Setelah melihat berbagai contoh soal, ada beberapa strategi yang bisa siswa terapkan agar tidak kesulitan saat evaluasi berlangsung.

Pertama, biasakan membaca teks secara utuh dua kali. Bacaan pertama untuk memahami topik besar, bacaan kedua untuk menandai struktur: mana pernyataan umum, mana deretan penjelas, dan mana interpretasi. Tandai juga kata-kata kunci seperti sebab, akibat, karena, sehingga, dan oleh karena itu.

Kedua, perhatikan istilah-istilah yang dicetak miring atau terasa asing. Itu adalah istilah ilmiah yang pasti akan ditanyakan dalam soal. Jika tidak tahu artinya, coba pahami dari konteks kalimat di sekitarnya.

Ketiga, ketika menjawab pertanyaan “mengapa”, jangan hanya mengulang kalimat dari teks. Usahakan memparafrase atau merangkai ulang dengan bahasa sendiri. Guru akan menilai pemahaman, bukan sekadar kemampuan menyalin.

Keempat, untuk soal menyusun ulang teks acak, carilah kalimat yang paling umum dan bersifat definisi. Itu pasti pernyataan umum dan diletakkan di awal. Kemudian cari kalimat yang menunjukkan urutan waktu atau tahapan. Yang terakhir biasanya berisi dampak atau kesimpulan.

Kelima, jangan lupa bahwa interpretasi sering ditandai dengan kata “dengan demikian,” “jadi,” atau “dapat disimpulkan.” Namun tidak semua teks eksplanasi memiliki interpretasi eksplisit. Terkadang interpretasi hanya berupa satu kalimat di akhir.

Latihan Mandiri untuk Siswa

Agar lebih mantap menghadapi evaluasi, siswa bisa berlatih dengan fenomena-fenomena sehari-hari. Misalnya menjelaskan proses terjadinya angin darat dan angin laut, siklus air, atau bahkan proses fotosintesis pada tumbuhan. Latihlah menulis teks eksplanasi ilmiah dengan struktur yang benar, lalu minta guru atau orang tua untuk mengeceknya.

Siswa juga bisa berlatih menjawab pertanyaan “apa perbedaan antara…” karena soal tipe ini sering muncul untuk menguji kemampuan berpikir kritis. Perbandingan antara dua fenomena akan mengasah nalar ilmiah sekaligus mengukur penguasaan kosakata.

Pentingnya Penguasaan Teks Eksplanasi untuk Jenjang Berikutnya

Kemampuan menganalisis teks eksplanasi ilmiah di kelas 6 bukan sekadar tuntutan kurikulum. Ini adalah fondasi untuk memahami mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, bahkan bahasa ilmiah di tingkat SMP dan SMA nanti. Siswa yang terbiasa dengan teks eksplanasi akan lebih mudah menangkap materi sains yang disampaikan secara tekstual.

Selain itu, keterampilan menulis teks eksplanasi juga berguna saat siswa diminta membuat laporan percobaan atau karya tulis ilmiah sederhana. Struktur yang sudah dipelajari mulai dari definisi, proses, hingga simpulan akan terus dipakai dalam berbagai konteks akademik.

Oleh sebab itu, jangan anggap remeh setiap latihan soal yang diberikan. Setiap pertanyaan tentang konjungsi kausalitas, istilah ilmiah, atau struktur teks adalah batu loncatan menuju pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana pengetahuan ilmiah dikomunikasikan secara tertulis.

Evaluasi teks eksplanasi ilmiah di kelas 6 sejatinya mengukur tiga hal sekaligus: kemampuan membaca pemahaman, pengetahuan tentang struktur teks, dan penguasaan kaidah kebahasaan. Ketiganya harus dilatih secara seimbang. Bukan hanya menghafal definisi teks eksplanasi, tetapi juga membiasakan diri mencari hubungan sebab-akibat dalam setiap fenomena yang ditemui.

Dengan rajin berlatih menggunakan contoh-contoh soal seperti di atas, siswa tidak hanya siap menghadapi ujian, tetapi juga memiliki bekal berharga untuk memahami dunia sekitar secara lebih ilmiah. Setiap fenomena alam menyimpan cerita yang bisa dijelaskan, dan teks eksplanasi ilmiah adalah jembatan untuk menceritakannya dengan tepat dan terstruktur. Selamat berlatih, dan jadikan setiap soal evaluasi sebagai kesempatan untuk semakin mencintai bahasa Indonesia sebagai bahasa ilmu pengetahuan.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Tujuan Pembelajaran IPAS Kelas 6 untuk Materi Negara-negara ASEAN

6 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Modul Pembelajaran Matematika Kelas 6: Bilangan Berpangkat Sederhana

6 Agustus 2026 - 06:39 WIB

Perangkat Bahan Ajar Guru Kelas 6: Norma Hukum

5 Agustus 2026 - 20:07 WIB

Rangkuman Lengkap Kelas 6 tentang Perkembangbiakan Makhluk Hidup

5 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Lembar Kerja Peserta Didik Pendidikan Agama Islam Kelas 6: Zakat dan Kepedulian Sosial

5 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Perangkat Pembelajaran Matematika Kelas 6 Materi Operasi Campuran Bilangan Bulat Kurikulum Merdeka

4 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Trending di SD Kelas 6