Menu

Mode Gelap

SD Kelas 3 · 30 Agu 2026 20:23 WIB ·

Materi Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap


Materi Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap Perbesar

Belajar bahasa Inggris di kelas 3 SD semester 2 dengan Kurikulum Merdeka terasa semakin menyenangkan. Anak-anak diajak untuk mengenal kosakata baru, kalimat sederhana, serta ekspresi sehari-hari yang dekat dengan dunia mereka. Pendekatan tematik yang digunakan dalam kurikulum ini membuat proses belajar tidak terasa seperti pelajaran yang membosankan, melainkan seperti petualangan menemukan hal-hal baru setiap harinya.

Apa Saja yang Dipelajari di Semester 2?

Materi bahasa Inggris untuk kelas 3 semester 2 Kurikulum Merdeka di rancang dengan tema-tema yang akrab dengan keseharian siswa. Berbeda dengan semester sebelumnya yang lebih banyak memperkenalkan huruf dan angka, semester ini mulai mengarah pada komunikasi sederhana. Anak-anak akan belajar bagaimana menyapa, memperkenalkan diri, menyebutkan benda-benda di sekitar, hingga mengungkapkan perasaan mereka.

Beberapa tema besar yang menjadi fokus utama antara lain:

1. My Family and Friends

Tema tentang keluarga dan teman menjadi pembuka yang hangat di semester 2. Anak-anak diajak untuk menyebutkan anggota keluarga dalam bahasa Inggris seperti father, mother, brother, sister, grandfather, grandmother, dan seterusnya. Bukan hanya sekadar menghafal nama, mereka juga belajar membuat kalimat sederhana seperti:

  • This is my mother.

  • I have one brother.

  • My sister is seven years old.

Selain itu, siswa juga mulai di perkenalkan dengan kata ganti kepemilikan (my, your, his, her) secara bertahap. Misalnya, Her name is Siti atau His father is a teacher. Pengenalan ini di lakukan melalui permainan peran, lagu, dan cerita pendek yang menarik.

2. Things at Home

Rumah adalah lingkungan terdekat bagi anak-anak. Tema ini mengajak mereka untuk menyebutkan berbagai benda yang ada di dalam rumah seperti table, chair, door, window, bed, lamp, television, dan lain-lain. Tidak hanya menyebutkan nama benda, siswa juga mulai belajar mendeskripsikan letak benda dengan menggunakan kata depan (prepositions) seperti in, on, under, behind, next to.

Contoh kalimat yang di pelajari:

  • The book is on the table.

  • My bag is under the chair.

  • The cat is behind the door.

Kegiatan belajar yang sering di lakukan adalah show and tell, di mana anak-anak membawa benda dari rumah dan menceritakannya di depan kelas menggunakan bahasa Inggris sederhana. Metode ini terbukti ampuh untuk menumbuhkan rasa percaya diri dalam berbicara.

3. Daily Activities

Kegiatan sehari-hari dari bangun tidur hingga tidur lagi menjadi tema yang sangat dekat dengan keseharian siswa. Materi ini mencakup kosakata seperti wake up, brush my teeth, take a bath, have breakfast, go to school, study, play, have lunch, take a nap, do homework, watch TV, have dinner, go to bed.

Anak-anak diajarkan untuk membuat rangkaian kalimat tentang rutinitas mereka. Misalnya:

  • I wake up at six o’clock.

  • Then I brush my teeth.

  • After that, I have breakfast.

Pengenalan waktu (time) juga mulai disisipkan di sini, meskipun masih dalam tingkat yang sangat dasar seperti in the morning, in the afternoon, dan in the evening. Siswa juga belajar membedakan waktu dengan menyebutkan jam secara sederhana, misalnya at seven atau at twelve o’clock.

4. Food and Drink

Siapa yang tidak suka makanan? Tema ini selalu menjadi favorit di kalangan siswa kelas 3. Mereka belajar menyebutkan berbagai jenis makanan dan minuman seperti rice, bread, milk, water, juice, cake, biscuit, fruit, vegetable, dan sebagainya.

Kosakata tentang rasa juga diperkenalkan: sweet, salty, sour, bitter, dan delicious. Anak-anak diajak untuk mengekspresikan kesukaan mereka terhadap makanan tertentu dengan kalimat:

  • I like fried rice.

  • I don’t like spicy food.

  • My favorite food is pizza.

Selain itu, mereka juga belajar tata cara memesan makanan secara sederhana melalui dialog-dialog pendek seperti Can I have some juice, please? atau I want a piece of cake.

5. Weather and Seasons

Tema cuaca dan musim mungkin terasa sedikit asing bagi anak-anak di Indonesia yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau. Namun, Kurikulum Merdeka tetap memperkenalkan kosakata seperti sunny, rainy, cloudy, windy, hot, cold, serta nama-nama musim seperti spring, summer, autumn, winter.

Siswa belajar mendeskripsikan cuaca pada hari itu dengan kalimat sederhana:

  • Today is sunny.

  • It is raining outside.

  • The weather is very hot.

Pengenalan ini tidak hanya menambah kosakata, tetapi juga membuka wawasan anak-anak tentang kondisi alam di berbagai belahan dunia.

6. Animal Kingdom

Dunia hewan selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Materi ini mengenalkan nama-nama hewan yang umum dijumpai seperti cat, dog, bird, fish, rabbit, elephant, tiger, lion, monkey, dan masih banyak lagi. Anak-anak belajar membedakan hewan peliharaan (pet) dan hewan liar (wild animal).

Kalimat yang dipelajari antara lain:

  • A cat has four legs.

  • Elephants are big.

  • Birds can fly.

Mereka juga mulai diperkenalkan pada kata sifat (adjective) untuk mendeskripsikan hewan, seperti big, small, fast, slow, cute, dan scary. Aktivitas menggambar dan mewarnai hewan sambil menyebutkan nama dan ciri-cirinya dalam bahasa Inggris menjadi salah satu metode yang paling menyenangkan.

Kemampuan Bahasa yang Dikembangkan

Sepanjang semester 2, ada empat keterampilan bahasa yang terus diasah secara seimbang, meskipun dengan porsi yang disesuaikan dengan usia anak.

Mendengarkan (Listening)

Anak-anak dilatih untuk memahami instruksi lisan sederhana yang diberikan oleh guru. Misalnya, Stand up!Sit down!Open your book!Close your door!. Mereka juga mendengarkan cerita pendek atau lagu-lagu berbahasa Inggris dan diminta untuk menangkap kata-kata kunci dari apa yang mereka dengar.

Berbicara (Speaking)

Aspek berbicara menjadi fokus utama di semester ini. Guru mendorong siswa untuk berani mengucapkan kata dan kalimat meskipun masih terbata-bata. Kegiatan seperti bernyanyi, berdialog berpasangan, dan presentasi sederhana menjadi andalan untuk melatih keterampilan ini. Yang terpenting adalah membangun keberanian dan kebiasaan, bukan semata-mata mengejar pelafalan yang sempurna.

Membaca (Reading)

Membaca pada tahap ini masih sebatas mengenali kata-kata yang sudah sering didengar. Siswa mulai diperkenalkan dengan kalimat pendek yang terdiri dari 3-5 kata. Buku-buku cerita bergambar dengan teks minimal sangat membantu dalam proses ini. Anak-anak diajari untuk menghubungkan gambar dengan kata-kata yang mereka baca.

Menulis (Writing)

Menulis di kelas 3 semester 2 masih dalam tahap awal. Anak-anak mulai menjiplak atau menulis ulang kata-kata sederhana. Mereka juga mulai diajari untuk menulis kalimat pendek secara mandiri, seperti menulis nama sendiri, nama anggota keluarga, atau nama benda-benda favorit. Huruf kapital dan tanda titik mulai dikenalkan sebagai bagian dari penulisan kalimat yang benar.

Strategi Pembelajaran yang Menyenangkan

Kurikulum Merdeka memberi kebebasan bagi guru untuk memilih metode pengajaran yang paling sesuai dengan kondisi siswa. Beberapa pendekatan yang sering digunakan untuk materi bahasa Inggris kelas 3 semester 2 antara lain:

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

Siswa diberikan proyek kecil yang harus diselesaikan secara berkelompok. Misalnya, membuat pohon keluarga (family tree) dan mempresentasikannya dalam bahasa Inggris, atau membuat menu makanan sederhana untuk restoran imajiner.

Permainan Edukatif (Educational Games)

Permainan seperti word search, bingo, matching game, dan flashcard menjadi alat bantu yang sangat efektif. Anak-anak tidak merasa sedang belajar, padahal mereka sedang menghafal puluhan kosakata baru.

Lagu dan Gerakan (Songs and TPR – Total Physical Response)

Metode ini sangat cocok untuk anak usia SD. Lagu-lagu pendek dengan gerakan membantu anak-anak mengingat kosakata dengan lebih mudah. Misalnya, lagu tentang bagian tubuh sambil menunjuk-nunjuk bagian yang disebutkan, atau lagu tentang kegiatan sehari-hari sambil mempraktikkan gerakannya.

Bercerita (Storytelling)

Guru membacakan cerita pendek dengan ilustrasi yang menarik. Setelah itu, siswa diajak untuk menceritakan kembali secara sederhana atau menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait isi cerita. Metode ini sangat baik untuk mengembangkan kemampuan mendengarkan dan berbicara sekaligus.

Penilaian di Semester 2

Penilaian dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga proses belajar itu sendiri. Guru melakukan penilaian formatif secara terus-menerus melalui pengamatan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Beberapa bentuk penilaian yang umum digunakan:

  • Penilaian sikap: Melihat bagaimana partisipasi, rasa percaya diri, dan kerja sama siswa selama pelajaran.

  • Penilaian pengetahuan: Dilakukan melalui soal-soal sederhana, baik lisan maupun tertulis, yang disesuaikan dengan tema yang sedang dipelajari.

  • Penilaian keterampilan: Melihat kemampuan siswa dalam mempraktikkan bahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan, dalam konteks yang nyata.

Yang perlu digarisbawahi, penilaian di kelas 3 SD sifatnya lebih kepada memotivasi dan membangun kepercayaan diri, bukan untuk memberi label atau membuat siswa stres.

Tips untuk Orang Tua di Rumah

Peran orang tua sangat penting dalam mendukung keberhasilan belajar bahasa Inggris anak di sekolah. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah:

  1. Ajak anak berbicara dengan bahasa Inggris sederhana setiap hari, misalnya saat bangun tidur ucapkan Good morning, saat makan ucapkan Let’s have breakfast, dan seterusnya.

  2. Pasang stiker nama benda di sekitar rumah seperti door, window, table, chair agar anak terus terpapar kosakata.

  3. Sediakan buku cerita bergambar berbahasa Inggris dan bacakan untuk anak secara rutin.

  4. Tonton video edukatif atau lagu anak berbahasa Inggris bersama-sama.

  5. Bermain peran menggunakan bahasa Inggris, misalnya berpura-pura menjadi kasir dan pembeli di toko.

Yang terpenting adalah menciptakan suasana yang santai dan menyenangkan. Hindari memaksa anak jika mereka sedang tidak mood, karena belajar bahasa asing harusnya terasa seperti permainan, bukan beban.

Perbedaan dengan Kurikulum Sebelumnya

Kurikulum Merdeka membawa angin segar dibandingkan dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Materi bahasa Inggris di kelas 3 SD sekarang lebih fleksibel dan kontekstual. Guru tidak terpaku pada buku teks yang kaku, melainkan bisa menyesuaikan dengan minat dan kebutuhan siswa di kelasnya.

Fokus pembelajaran pun bergeser dari sekadar menghafal tata bahasa menjadi penggunaan bahasa secara fungsional dalam komunikasi sehari-hari. Anak-anak diajak untuk berani berkomunikasi meskipun masih banyak kesalahan, karena dalam proses belajar, kesalahan adalah bagian yang wajar dan justru menjadi bahan pembelajaran yang berharga.

Selain itu, pendekatan tematik membuat materi satu dengan yang lain saling terhubung. Ketika belajar tentang makanan, misalnya, anak-anak juga akan belajar tentang angka untuk menyebutkan harga, atau belajar tentang warna saat mendeskripsikan buah-buahan. Semua terintegrasi secara alami.

Keunggulan Belajar Bahasa Inggris Sejak Dini

Mempelajari bahasa Inggris di usia SD kelas 3 memiliki banyak keuntungan jangka panjang. Pada usia ini, anak-anak masih memiliki kemampuan menyerap bahasa baru secara alami (language acquisition) yang sangat baik. Mereka tidak canggung untuk meniru ucapan dan tidak terlalu khawatir membuat kesalahan.

Kemampuan berbahasa Inggris yang baik akan membuka banyak pintu di masa depan, mulai dari akses ke informasi global hingga kesempatan pendidikan dan karier yang lebih luas. Namun yang tak kalah penting, belajar bahasa asing juga melatih otak anak untuk berpikir lebih fleksibel dan meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

Panduan untuk Guru dalam Mengajar

Bagi para guru yang mengajar bahasa Inggris di kelas 3 semester 2, beberapa hal berikut bisa menjadi catatan penting:

Gunakan bahasa Inggris secara bertahap. Mulailah dengan instruksi sederhana yang diulang-ulang, lalu perlahan tambahkan kosakata baru. Konsistensi lebih penting daripada kecepatan.

Libatkan semua indera. Anak-anak belajar lebih baik ketika mereka mendengar, melihat, menyentuh, dan bergerak. Manfaatkan media visual, audio, dan aktivitas fisik dalam setiap pertemuan.

Buat suasana kelas yang suportif. Beri pujian untuk setiap usaha, sekecil apa pun. Anak-anak yang merasa aman akan lebih berani untuk mencoba.

Gunakan teknologi dengan bijak. Video pendek, aplikasi belajar interaktif, dan lagu-lagu dari internet bisa menjadi sumber belajar yang sangat menarik jika digunakan dengan proporsi yang tepat.

Jangan terpaku pada satu metode. Variasikan cara mengajar agar anak-anak tidak bosan. Kadang bernyanyi, kadang bercerita, kadang bermain, kadang menulis.

Materi Penunjang yang Direkomendasikan

Selain buku paket dari sekolah, ada beberapa sumber belajar tambahan yang bisa dimanfaatkan:

  • Buku cerita bergambar (picture books) dengan teks bahasa Inggris yang sederhana.

  • Kartu kata (flashcards) yang bisa dibuat sendiri atau dibeli di toko buku.

  • Video-video edukatif dari kanal YouTube yang khusus untuk anak-anak.

  • Lembar kerja (worksheet) yang bisa diunduh secara gratis dari berbagai situs pendidikan.

  • Aplikasi belajar bahasa Inggris untuk anak yang tersedia di ponsel atau tablet.

Semua sumber tersebut sebaiknya dipilih dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan usia dan tingkat kemampuan anak-anak.

Harapan ke Depan

Materi bahasa Inggris kelas 3 semester 2 dalam Kurikulum Merdeka dirancang bukan hanya untuk mengejar target akademis. Lebih dari itu, tujuannya adalah menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa asing dan membangun fondasi yang kuat untuk pembelajaran di jenjang berikutnya.

Ketika anak-anak menikmati proses belajar, mereka akan membawa pengalaman positif itu ke kelas-kelas selanjutnya. Mereka tidak akan menganggap bahasa Inggris sebagai momok menakutkan, melainkan sebagai alat yang menyenangkan untuk berkomunikasi dan menjelajahi dunia.

Pada akhirnya, keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris di kelas 3 SD tidak diukur dari seberapa banyak kosakata yang dihafal atau seberapa benar tata bahasa yang digunakan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika anak-anak berani berkata I can speak English dengan senyum di wajah mereka, tanpa rasa takut dan tanpa beban.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Materi Matematika Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Materi IPAS Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Materi IPAS Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 15:48 WIB

Materi Bahasa Indonesia Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 12:20 WIB

Trending di SD Kelas 3