Menu

Mode Gelap

SD Kelas 3 · 30 Agu 2026 23:36 WIB ·

Materi PJOK Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap


Materi PJOK Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap Perbesar

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan atau yang akrab disingkat PJOK menjadi salah satu mata pelajaran yang dinantikan oleh siswa kelas 3 sekolah dasar. Di semester genap ini, Kurikulum Merdeka membawa angin segar dengan pendekatan pembelajaran yang lebih fleksibel dan menyenangkan. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya yang cenderung kaku, Kurikulum Merdeka memberikan ruang gerak lebih luas bagi guru untuk berkreasi dan bagi siswa untuk mengeksplorasi kemampuan fisik mereka secara alami.

Mempelajari materi PJOK kelas 3 semester 2 bukan sekadar tentang bergerak dan berkeringat. Ada banyak nilai kehidupan yang tertanam di dalam setiap aktivitas fisik yang dilakukan. Mulai dari kerja sama tim, sportivitas, hingga pengenalan pola hidup sehat yang akan membentuk karakter anak sejak dini. Orang tua pun perlu memahami apa saja yang dipelajari anak mereka di sekolah agar bisa memberikan dukungan yang tepat di rumah.

Mari kita telusuri satu per satu pokok bahasan yang akan ditemui siswa kelas 3 pada semester genap ini. Dengan pemahaman yang utuh, proses belajar mengajar bisa berjalan lebih optimal dan menyenangkan bagi semua pihak.

Aktivitas Pola Gerak Dasar Lokomotor

Gerak lokomotor menjadi fondasi pertama yang dipelajari di semester 2. Anak-anak diajak untuk menguasai berbagai jenis perpindahan tempat yang melibatkan koordinasi seluruh anggota tubuh. Materi ini terbagi menjadi beberapa bagian penting.

Jalan dan Lari dengan Variasi

Pembelajaran jalan dan lari tidak lagi monoton. Di kelas 3 semester 2, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai variasi gerakan. Mereka belajar berjalan jinjit, berjalan dengan tumit, berjalan sambil mengangkat lutut setinggi mungkin, serta berjalan dengan langkah lebar dan sempit. Untuk lari, variasinya meliputi lari cepat jarak pendek, lari sambil mengubah arah, dan lari dengan rintangan sederhana.

Guru biasanya merancang permainan kecil seperti estafet atau kejar-kejaran untuk membuat aktivitas ini lebih seru. Dengan cara seperti itu, anak-anak tidak merasa sedang “belajar” tetapi justru bermain sambil mengasah kemampuan motorik kasar mereka.

Lompat dan Loncat

Kemampuan melompat dan meloncat juga mendapat porsi tersendiri. Perlu diketahui bahwa lompat dan loncat memiliki perbedaan teknis yang mulai dikenalkan pada usia ini. Lompat dilakukan dengan tolakan kedua kaki, sedangkan loncat menggunakan tolakan satu kaki.

Anak-anak akan diajak melompati rintangan rendah, melompat ke dalam kotak atau lingkaran yang digambar di tanah, serta meloncat dengan satu kaki secara bergantian. Aktivitas ini tidak hanya melatih kekuatan otot tungkai tetapi juga keseimbangan dan keberanian anak.

Aktivitas Pola Gerak Dasar Non-Lokomotor

Setelah menguasai gerak berpindah tempat, siswa diajak memahami gerakan yang dilakukan tanpa perpindahan posisi. Gerak non-lokomotor ini sama pentingnya karena menjadi dasar bagi banyak cabang olahraga.

Mengayun, Membungkuk, dan Memutar

Dalam sesi ini, anak-anak belajar mengayunkan lengan ke berbagai arah, membungkukkan badan ke depan dan ke samping, serta memutar tubuh dengan sumbu vertikal. Gerakan-gerakan ini sering dikemas dalam bentuk senam atau pemanasan sebelum aktivitas inti.

Guru biasanya mengajak siswa menirukan gerakan binatang atau benda di sekitar. Misalnya, menirukan pohon yang tertiup angin untuk gerakan mengayun, atau menirukan kucing yang melengkungkan punggung untuk gerakan membungkuk. Pendekatan imajinatif ini membuat anak lebih mudah menangkap instruksi.

Mendorong dan Menarik

Gerakan mendorong dan menarik juga menjadi bagian penting dari materi non-lokomotor. Anak-anak diajak mendorong tembok atau teman sebaya dengan berbagai posisi tubuh, serta menarik tali atau benda ringan. Aktivitas ini mengajarkan tentang penggunaan tenaga yang tepat dan posisi tubuh yang benar agar tidak cedera.

Aktivitas Gerak Manipulatif

Kemampuan mengelola objek di luar tubuh menjadi tahapan berikutnya. Di sinilah anak-anak mulai akrab dengan alat-alat olahraga sederhana.

Melempar dan Menangkap

Melempar dan menangkap bola menjadi aktivitas favorit banyak siswa. Di kelas 3 semester 2, mereka belajar melempar bola dengan berbagai cara: lemparan atas, lemparan bawah, dan lemparan samping. Untuk menangkap, mereka diajarkan teknik menangkap bola yang datang dari depan, samping, dan atas kepala.

Permainan bola tangan sederhana atau kasti mini sering digunakan untuk mempraktikkan keterampilan ini. Selain melatih koordinasi mata-tangan, aktivitas ini juga mengasah refleks dan ketepatan gerak.

Menendang dan Menggiring

Keterampilan menendang dan menggiring bola diperkenalkan melalui permainan sepak bola mini. Anak-anak belajar menendang bola dengan kaki bagian dalam, punggung kaki, dan ujung kaki. Untuk menggiring, mereka berlatih membawa bola sambil berjalan dan berlari.

Pembelajaran dilakukan secara bertahap. Awalnya anak-anak berlatih tanpa lawan, kemudian dengan rintangan statis, dan akhirnya dalam permainan kecil. Proses bertahap ini membantu anak merasa percaya diri sebelum berhadapan dengan situasi yang lebih kompleks.

Aktivitas Senam Lantai Sederhana

Senam lantai di kelas 3 dirancang sesederhana mungkin tanpa alat bantu yang berbahaya. Tujuannya lebih kepada pengenalan gerakan dasar dan pembentukan postur.

Gerakan Berguling ke Depan dan Belakang

Guling depan atau forward roll menjadi gerakan ikonik di semester ini. Anak-anak diajarkan teknik berguling yang benar dimulai dari posisi jongkok, kedua tangan diletakkan di matras, dagu ditempelkan ke dada, lalu berguling ke depan dengan tumpuan tengkuk dan punggung.

Begitu pula dengan guling belakang, meskipun biasanya baru diperkenalkan secara sederhana. Semua latihan dilakukan di atas matras empuk dengan pengawasan ketat dari guru untuk menghindari cedera.

Gerakan Keseimbangan

Berdiri dengan satu kaki, berjalan di atas garis lurus, atau duduk di atas bola keseimbangan menjadi bagian dari latihan keseimbangan. Aktivitas ini sangat baik untuk melatih sistem vestibular anak dan membantu mereka lebih sadar terhadap posisi tubuhnya di ruang.

Aktivitas Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani menjadi perhatian khusus di Kurikulum Merdeka. Anak-anak tidak hanya diajak bergerak, tetapi juga diajak memahami pentingnya tubuh yang bugar.

Latihan Kekuatan dan Kelenturan

Push-up sederhana dengan tumpuan lutut, sit-up yang dimodifikasi, serta gerakan peregangan statis dan dinamis menjadi menu rutin. Latihan ini dilakukan dalam durasi pendek namun teratur agar anak terbiasa.

Guru biasanya membuat tantangan kecil, misalnya “siapa yang bisa mempertahankan posisi plank selama 10 detik” atau “siapa yang paling lentur saat menyentuh ujung kaki”. Tantangan ringan ini memicu semangat kompetisi sehat di antara siswa.

Permainan untuk Meningkatkan Daya Tahan

Daya tahan kardiovaskular dilatih melalui permainan yang bersifat terus-menerus. Misalnya permainan bentengan, gobak sodor, atau lari estafet yang berlangsung dalam durasi tertentu. Melalui permainan, anak-anak tidak sadar bahwa mereka sedang melakukan latihan ketahanan.

Aktivitas Gerak Berirama

Gerak berirama menjadi jembatan antara pendidikan jasmani dan seni. Di semester genap, materi ini mendapat porsi yang cukup signifikan.

Gerakan Mengikuti Irama Musik

Anak-anak diajak bergerak mengikuti ketukan musik yang beragam, mulai dari lagu anak-anak hingga musik tradisional dengan tempo yang berbeda. Mereka belajar mengayun, melangkah, dan bertepuk tangan sesuai dengan irama.

Aktivitas ini tidak hanya melatih koordinasi tetapi juga kepekaan musikal dan ekspresi diri. Banyak anak yang sebelumnya pemalu menjadi lebih percaya diri saat bergerak mengikuti musik.

Rangkaian Gerak Berirama Sederhana

Setelah menguasai gerakan dasar, anak-anak diajak merangkai beberapa gerakan menjadi satu rangkaian. Misalnya, kombinasi antara langkah ke samping, ayunan lengan, dan tepuk tangan yang dilakukan dalam 8 hitungan. Rangkaian ini biasanya dipraktikkan secara individu maupun kelompok.

Pengenalan Budaya Hidup Sehat

Aspek kesehatan menjadi pilar penting dalam PJOK, tidak hanya di semester 2 tetapi sepanjang tahun pembelajaran.

Pola Makan Sehat dan Bergizi

Anak-anak dikenalkan pada konsep makanan sehat dan bergizi melalui media visual yang menarik. Mereka belajar membedakan makanan yang baik untuk tubuh dan makanan yang sebaiknya dibatasi. Piramida makanan atau piring makanku menjadi alat bantu yang sering digunakan.

Yang menarik, pembelajaran ini tidak berhenti di teori. Anak-anak sering diajak mempraktikkan langsung, misalnya membawa bekal sehat dari rumah atau membuat karya tentang menu makanan bergizi.

Kebersihan Diri dan Lingkungan

Menjaga kebersihan diri, terutama setelah berolahraga, menjadi kebiasaan yang ditanamkan. Anak-anak diajarkan cara mandi yang benar, mengeringkan tubuh dengan handuk, dan mengganti pakaian yang basah. Kebersihan lingkungan sekitar tempat berolahraga juga mendapat perhatian.

Pertolongan Pertama Sederhana

Meskipun masih sangat dasar, anak-anak mulai dikenalkan dengan konsep pertolongan pertama. Mereka belajar apa yang harus dilakukan jika teman jatuh atau mengalami luka ringan. Menghibur teman yang terluka, memanggil guru, dan membersihkan luka kecil dengan cairan antiseptik menjadi bagian dari pelajaran ini.

Permainan Tradisional dan Modern

Kurikulum Merdeka memberi ruang bagi pengenalan permainan tradisional sebagai bagian dari kearifan lokal. Di semester 2, guru dapat memilih permainan yang sesuai dengan kondisi dan budaya setempat.

Permainan Tradisional Nusantara

Anak-anak diperkenalkan pada permainan seperti engklek, lompat tali, bakiak, atau egrang. Permainan tradisional ini melatih keseimbangan, kekuatan, dan kerja sama dengan cara yang menyenangkan.

Yang menarik, banyak dari permainan ini ternyata tidak membutuhkan alat mahal dan bisa dibuat dari bahan-bahan sederhana di sekitar. Misalnya engklek cukup digambar di tanah, dan lompat tali bisa dibuat dari karet gelang yang dirangkai.

Modifikasi Permainan Modern

Permainan modern seperti sepak bola, bola basket, atau bulutangkis dimodifikasi agar sesuai dengan kemampuan anak kelas 3. Lapangan diperkecil, peraturan disederhanakan, dan alat yang digunakan disesuaikan.

Aktivitas Air

Bagi sekolah yang memiliki akses ke kolam renang atau sumber air yang aman, materi aktivitas air menjadi pelengkap yang berharga di semester 2.

Pengenalan Lingkungan Air

Anak-anak diajarkan tentang keamanan di air, cara masuk dan keluar kolam dengan selamat, serta gerakan dasar di air seperti berjalan, melompat, dan mengapung. Ini menjadi bekal awal sebelum mereka belajar teknik renang yang lebih serius.

Permainan di Air

Permainan seperti estafet air atau mencari benda di dasar kolam dangkal membuat aktivitas air menjadi menyenangkan. Selain itu, anak-anak juga belajar tentang pentingnya pengawasan orang dewasa saat berada di dekat air.

Evaluasi dan Penilaian

Proses evaluasi dalam Kurikulum Merdeka menekankan pada penilaian proses, bukan hanya hasil akhir. Guru mengamati perkembangan keterampilan siswa dari minggu ke minggu.

Penilaian Sikap dan Keterampilan

Aspek sikap seperti sportivitas, kerja sama, dan disiplin mendapat porsi penilaian yang setara dengan aspek keterampilan teknis. Guru mencatat kemajuan siswa melalui jurnal observasi atau catatan anekdot.

Portofolio dan Proyek

Siswa mungkin diminta membuat portofolio tentang aktivitas fisik yang mereka lakukan selama semester. Ini bisa berupa foto, catatan harian, atau bahkan video sederhana yang menunjukkan perkembangan mereka.

 

Materi PJOK kelas 3 semester 2 Kurikulum Merdeka memang menyuguhkan pengalaman belajar yang utuh. Bukan hanya tubuh yang bergerak, tetapi juga pikiran yang berkembang dan karakter yang terbentuk. Kolaborasi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah menjadi kunci keberhasilan proses pembelajaran ini. Dengan dukungan yang tepat, anak-anak dapat menikmati setiap aktivitas fisik dan membawa kebiasaan sehat hingga mereka dewasa nanti.

Orang tua dapat ikut berperan dengan menyediakan waktu dan ruang bagi anak untuk bergerak bebas di rumah, memastikan asupan gizi yang cukup, serta memberikan contoh pola hidup sehat dalam keseharian. Ingatlah bahwa kebiasaan kecil yang dibentuk sekarang akan memberikan dampak besar bagi kesehatan dan kebahagiaan anak di masa depan.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Materi PJOK Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 23:27 WIB

Materi Matematika Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 23:05 WIB

Materi Matematika Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Materi IPAS Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Materi IPAS Kelas 3 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 21:03 WIB

Materi Bahasa Inggris Kelas 3 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

30 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Trending di SD Kelas 3