Menu

Mode Gelap

SD Kelas 4 · 2 Sep 2026 21:11 WIB ·

Materi Bahasa Inggris Kelas 4 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap


Materi Bahasa Inggris Kelas 4 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap Perbesar

Belajar bahasa Inggris di kelas 4 SD menjadi momen yang sangat menyenangkan. Di usia ini, anak-anak sudah mulai memiliki kemampuan berpikir yang lebih kompleks, sehingga materi yang diajarkan pun dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu mereka. Kurikulum Merdeka hadir dengan pendekatan yang lebih fleksibel, menekankan pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa melalui pembelajaran yang bermakna. Salah satu fokus utamanya adalah pengenalan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Materi bahasa Inggris untuk kelas 4 semester 1 dalam Kurikulum Merdeka dirancang dengan tema-tema yang dekat dengan dunia anak. Para guru tidak lagi terjebak pada hafalan kosa kata yang kaku, melainkan mengajak siswa untuk aktif menggunakan bahasa dalam konteks nyata. Pendekatan ini membuat proses belajar terasa lebih hidup dan tidak membosankan. Anak-anak diajak untuk mengenali lingkungan sekitar, keluarga, hobi, hingga benda-benda favorit mereka melalui percakapan sederhana.

Memasuki semester ganjil, ada beberapa topik utama yang akan menjadi fondasi penting bagi kemampuan berbahasa Inggris siswa. Topik-topik tersebut disusun secara bertahap, mulai dari perkenalan diri, anggota keluarga, hingga hal-hal yang mereka sukai. Setiap topik saling berkaitan dan bertujuan membangun kepercayaan diri siswa untuk berbicara dalam bahasa Inggris meskipun masih dalam tahap dasar.

Unit 1: Let’s Get to Know Each Other

Unit pembuka ini menjadi jembatan bagi siswa untuk berkenalan dengan teman-teman baru dan guru mereka menggunakan bahasa Inggris. Materi inti pada unit ini adalah sapaan dan perkenalan diri. Siswa akan belajar mengucapkan salam seperti “Good morning”, “Good afternoon”, dan “Good evening” sesuai dengan waktu yang tepat. Mereka juga diajarkan untuk menyebutkan nama mereka dengan kalimat sederhana “My name is …” atau “I am …”.

Tidak hanya berhenti pada perkenalan nama, siswa juga diperkenalkan dengan cara menanyakan kabar atau perasaan. Ungkapan seperti “How are you?” dengan variasi jawaban “I am fine”, “I am happy”, atau “I am sleepy” mulai diperkenalkan. Guru biasanya akan mengajak siswa bermain peran atau simulasi perkenalan agar mereka terbiasa melafalkan kalimat-kalimat tersebut dengan intonasi yang benar.

Kosa kata baru yang muncul dalam unit ini antara lain: hello, hi, good morning, good afternoon, good evening, good night, name, my, your, how, are, you, fine, thanks, and goodbye. Siswa juga mulai dikenalkan dengan kata ganti orang pertama tunggal I dan kata tanya what untuk menanyakan nama seseorang.

Kegiatan menarik yang sering dilakukan adalah membuat lingkaran perkenalan. Setiap siswa maju ke depan kelas untuk memperkenalkan diri dan menanyakan nama teman di sebelahnya. Metode ini efektif untuk melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus membangun suasana kelas yang akrab.

Unit 2: My Family

Setelah siswa mampu memperkenalkan diri, langkah selanjutnya adalah mengenal anggota keluarga dalam bahasa Inggris. Unit ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga mereka dengan antusias menceritakan tentang ayah, ibu, kakak, adik, dan anggota keluarga lainnya. Materi dimulai dengan pengenalan kosa kata dasar seperti father, mother, brother, sister, grandfather, grandmother, uncle, aunt, cousin, dan baby.

Siswa diajarkan untuk membuat kalimat sederhana tentang anggota keluarga mereka. Misalnya, “This is my father. His name is Mr. Budi” atau “I have one sister. Her name is Siti.” Penggunaan kata ganti kepemilikan my, your, his, dan her mulai diperkenalkan pada tahap ini. Guru biasanya akan meminta siswa membawa foto keluarga mereka ke sekolah untuk dijadikan media belajar yang personal dan menyenangkan.

Tidak hanya menyebutkan nama, siswa juga belajar mendeskripsikan anggota keluarga secara sederhana. Kata sifat seperti tall, short, old, young, kind, dan funny mulai diajarkan untuk memperkaya kalimat mereka. Contoh deskripsi sederhana: “My mother is kind. She is beautiful.” atau “My grandfather is old. He is 70 years old.”

Aktivitas lain yang sangat digemari adalah membuat pohon keluarga atau family tree. Siswa menggambar pohon keluarga mereka dan menuliskan nama serta peran setiap anggota keluarga dalam bahasa Inggris. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan menulis tetapi juga memperkuat ikatan emosional siswa dengan keluarganya.

Unit 3: My Favorite Things

Topik tentang hal-hal favorit selalu berhasil membuat mata siswa berbinar-binar. Pada unit ini, mereka diajak untuk mengekspresikan kesukaan mereka terhadap benda, makanan, minuman, warna, atau mainan. Kosa kata yang diajarkan sangat beragam, mulai dari book, pencil, bag, doll, ball, bicycle, apple, banana, cake, milk, juice, red, blue, yellow, green, dan masih banyak lagi.

Struktur kalimat yang menjadi fokus adalah “I like …” dan “I don’t like …” untuk menyatakan suka dan tidak suka. Siswa juga belajar bertanya “Do you like …?” dengan jawaban “Yes, I do” atau “No, I don’t.” Penggunaan kata tanya what untuk menanyakan kesukaan juga diperkenalkan, seperti “What is your favorite color?” atau “What do you like?”

Kegiatan yang seru untuk unit ini adalah sesi berbagi tentang benda favorit. Setiap siswa diminta membawa satu benda favorit mereka ke sekolah. Mereka lalu memperkenalkan benda tersebut dalam bahasa Inggris, menyebutkan warnanya, bentuknya, dan alasan mengapa mereka menyukainya. Metode ini mendorong siswa untuk berbicara lebih panjang dan mengungkapkan pendapat mereka.

Permainan tebak-tebakan juga sering digunakan untuk memperkuat pemahaman kosa kata. Guru akan mendeskripsikan sebuah benda tanpa menyebutkan namanya, dan siswa harus menebak benda apa yang dimaksud. Misalnya, “It is round. It is red. I eat it. What is it?” (jawabannya: apple). Permainan ini melatih keterampilan menyimak dan berpikir kritis siswa.

Unit 4: Let’s Go to School

Unit ini mengajak siswa untuk mengenali benda-benda yang ada di sekolah dan kegiatan yang mereka lakukan di lingkungan sekolah. Kosa kata yang diajarkan mencakup nama-nama ruangan seperti classroom, library, canteen, teacher’s office, toilet, dan school yard. Selain itu, benda-benda di dalam kelas seperti desk, chair, whiteboard, clock, bookcase, dan ruler juga menjadi bagian dari materi.

Siswa belajar menunjukkan lokasi suatu benda menggunakan kata depan tempat seperti in, on, under, next to, behind, dan in front of. Mereka akan membuat kalimat seperti “The book is on the desk” atau “The bag is under the chair.” Pemahaman tentang tata letak dan posisi sangat penting untuk membangun kemampuan siswa dalam mendeskripsikan lingkungan sekitar.

Selain itu, siswa juga diajarkan tentang kegiatan sehari-hari di sekolah. Ungkapan seperti “I go to school by …” untuk menyebutkan alat transportasi, dan “I study English on Monday” untuk menyatakan jadwal pelajaran mulai diperkenalkan. Kata kerja seperti read, write, draw, count, dan sing juga diajarkan untuk menggambarkan aktivitas yang mereka lakukan di sekolah.

Proyek kelompok yang menarik untuk unit ini adalah membuat denah kelas atau sekolah dalam bahasa Inggris. Siswa bekerja sama menggambar denah dan memberi label pada setiap ruangan serta benda di dalamnya. Mereka juga berlatih menjelaskan letak suatu ruangan kepada teman-temannya menggunakan kalimat sederhana.

Unit 5: My Daily Activities

Memasuki unit kelima, siswa mulai belajar menceritakan rutinitas sehari-hari mereka dari bangun tidur hingga tidur lagi. Topik ini sangat bermanfaat karena mengajarkan kedisiplinan sekaligus melatih siswa untuk mengatur waktu. Kosa kata yang diajarkan antara lain: wake up, get up, take a shower, brush my teeth, have breakfast, go to school, study, have lunch, play, have dinner, do homework, dan go to bed.

Siswa belajar menggunakan kata keterangan waktu seperti in the morning, in the afternoon, in the evening, dan at night. Mereka juga mulai dikenalkan dengan jam dan cara membaca waktu dalam bahasa Inggris, meskipun masih dalam tahap sangat dasar seperti “seven o’clock” atau “half past six”. Kemampuan membaca jam sangat penting untuk mendukung pemahaman mereka tentang rutinitas.

Kalimat yang dipelajari berfokus pada “I … at …” untuk menyatakan apa yang mereka lakukan pada jam tertentu. Contoh: “I wake up at five o’clock” atau “I have breakfast at six thirty.” Siswa juga belajar membedakan kegiatan yang dilakukan pada pagi, siang, dan malam hari melalui latihan menyusun urutan kegiatan.

Kegiatan yang paling efektif untuk unit ini adalah membuat jadwal harian bergambar. Siswa menggambar jam dan kegiatan yang mereka lakukan pada waktu-waktu tertentu. Mereka lalu mempresentasikan jadwal tersebut di depan kelas menggunakan kalimat-kalimat yang telah dipelajari. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbicara tetapi juga mengajarkan manajemen waktu sejak dini.

Unit 6: Food and Drink

Unit terakhir di semester ganjil ini membahas tentang makanan dan minuman yang akrab dengan kehidupan sehari-hari siswa. Kosa kata yang dipelajari sangat beragam, mulai dari nama-nama makanan pokok seperti rice, bread, noodle, egg, fish, chicken, meat, vegetable, dan fruit, hingga minuman seperti water, milk, juice, tea, dan coffee. Siswa juga dikenalkan dengan istilah breakfast, lunch, dan dinner.

Struktur kalimat yang menjadi fokus adalah “I have … for breakfast/lunch/dinner” serta ungkapan “I want to eat/drink …” atau “I would like …” Siswa belajar untuk memesan makanan secara sederhana, misalnya “I would like a glass of milk, please.” atau “Can I have some bread, please?” Penggunaan kata some dan a/an mulai diperkenalkan untuk membedakan benda yang dapat dihitung dan tidak dapat dihitung.

Siswa juga belajar menyebutkan rasa makanan seperti sweet, salty, sour, bitter, dan spicy. Mereka diajak untuk mendeskripsikan makanan favorit mereka, misalnya “My favorite food is fried rice. It is savory and delicious.” atau “I like ice cream. It is sweet and cold.” Deskripsi ini melatih siswa untuk menggunakan lebih banyak kata sifat dalam kalimat mereka.

Aktivitas yang sangat menyenangkan untuk unit ini adalah membuat menu makanan sederhana atau bermain peran di restoran. Beberapa siswa berperan sebagai pelayan, sementara yang lain menjadi pelanggan. Mereka berlatih memesan makanan, menanyakan harga, dan memberikan respon sopan seperti “Thank you” atau “You’re welcome”. Permainan peran ini sangat efektif untuk membangun keterampilan komunikasi yang percaya diri.

Strategi Pembelajaran yang Efektif

Mengajarkan bahasa Inggris kepada siswa kelas 4 membutuhkan kreativitas dan kesabaran. Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan bagi guru untuk memilih metode yang paling sesuai dengan karakteristik siswa di kelasnya. Beberapa strategi yang terbukti efektif adalah penggunaan media visual seperti gambar, video, dan benda nyata. Anak-anak usia ini sangat responsif terhadap hal-hal yang dapat mereka lihat dan raba.

Metode bernyanyi dan bermain juga menjadi andalan dalam mengajar bahasa Inggris. Lagu-lagu pendek dengan lirik sederhana membantu siswa menghafal kosa kata dan struktur kalimat tanpa terasa seperti belajar. Permainan seperti memory gamebingo, atau scavenger hunt membuat suasana kelas menjadi riuh namun tetap terarah pada pencapaian tujuan pembelajaran.

Pembelajaran berdiferensiasi juga sangat dianjurkan dalam Kurikulum Merdeka. Guru dapat memberikan tugas yang berbeda tingkat kesulitannya sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa. Bagi siswa yang sudah cepat memahami materi, mereka bisa diberi tantangan tambahan seperti membuat cerita pendek. Sementara siswa yang masih perlu bimbingan bisa mendapatkan pendampingan lebih intensif melalui permainan atau latihan tambahan.

Asesmen dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga proses belajar siswa. Portofolio karya siswa, catatan perkembangan harian, dan observasi perilaku belajar menjadi bagian penting dalam menilai kemajuan mereka. Guru juga didorong untuk memberikan umpan balik yang membangun dan memotivasi siswa untuk terus belajar.

Peran Orang Tua di Rumah

Keterlibatan orang tua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar bahasa Inggris anak. Orang tua dapat membantu dengan cara sederhana, seperti menemani anak mengulangi pelajaran di rumah, menonton video pendidikan bersama, atau sekadar mengajak anak berbicara dengan kalimat bahasa Inggris sederhana. Lingkungan yang mendukung membuat anak merasa bahwa bahasa Inggris bukanlah momok yang menakutkan.

Membacakan buku cerita bilingual atau mendengarkan lagu anak-anak berbahasa Inggris juga menjadi kegiatan yang menyenangkan dan mendidik. Orang tua tidak perlu menjadi ahli bahasa Inggris untuk mendampingi anak. Yang terpenting adalah menunjukkan ketertarikan dan antusiasme terhadap apa yang sedang dipelajari anak di sekolah.

Komunikasi dengan guru juga sangat penting untuk mengetahui perkembangan anak dan materi apa yang sedang diajarkan. Orang tua bisa bertanya kepada anak tentang kegiatan belajar di sekolah, meminta mereka mengajarkan hal-hal baru yang sudah dipelajari, atau memberikan pujian atas usaha mereka. Rasa percaya diri yang terbangun akan mendorong anak untuk terus mencoba dan tidak takut membuat kesalahan.

Di era digital ini, banyak sekali aplikasi dan kanal YouTube yang menyediakan konten belajar bahasa Inggris untuk anak. Orang tua bisa memilih tayangan yang edukatif dan mendampingi anak saat menggunakannya. Namun, tetaplah batasi waktu menonton dan utamakan interaksi langsung agar anak tetap mendapatkan pengalaman belajar yang autentik.

Pentingnya Konsistensi dan Pengulangan

Materi bahasa Inggris di kelas 4 semester 1 memang didesain sebagai fondasi, namun tanpa pengulangan yang cukup, semua kosa kata dan pola kalimat akan cepat hilang dari ingatan. Guru dan orang tua perlu bekerja sama untuk menciptakan kesempatan belajar yang berkelanjutan. Pengulangan tidak harus membosankan, bisa dikemas dalam bentuk permainan, lagu, atau cerita yang berbeda setiap kali.

Konsistensi juga berarti menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya pelajaran di sekolah. Misalnya, menyapa dengan “Good morning” setiap pagi, mengucapkan “Thank you” dan “Please” dalam percakapan sehari-hari, atau menyebutkan nama benda di sekitar rumah dalam bahasa Inggris. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini memberikan dampak besar dalam jangka panjang.

Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang lebih mudah belajar melalui pendengaran (auditori), ada yang melalui penglihatan (visual), dan ada pula yang melalui gerakan (kinestetik). Guru dan orang tua yang peka akan mengenali gaya belajar anak dan menyesuaikan pendekatan yang digunakan. Dengan cara ini, setiap anak dapat menyerap materi dengan cara yang paling nyaman bagi mereka.

Jangan pernah membandingkan kemampuan bahasa Inggris anak dengan teman-temannya. Setiap anak memiliki ritme belajar yang unik. Yang terpenting adalah kemajuan yang mereka capai dari waktu ke waktu dan sikap positif mereka terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Apresiasi terhadap usaha kecil sekalipun akan memberi energi positif bagi anak untuk terus berkembang.

Menutup semester ganjil, para siswa kelas 4 tentu telah membawa pulang banyak pengalaman berharga dalam belajar bahasa Inggris. Dari perkenalan diri hingga bercerita tentang makanan favorit, semua materi itu bukan sekadar hafalan, melainkan bekal untuk berkomunikasi dan menjelajahi dunia yang lebih luas. Semangat belajar yang terbangun selama semester ini akan menjadi modal berharga untuk semester berikutnya yang pasti lebih menantang dan menyenangkan.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Materi Bahasa Inggris Kelas 4 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

2 September 2026 - 22:46 WIB

Bahan Ajar Kelas 4 Materi Makna Sila-sila Pancasila Siap Digunakan Guru

23 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Download LKPD Kelas 4 Materi Pecahan Senilai Kurikulum Merdeka

23 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Kunci Jawaban Latihan Harian Kelas 4 Materi Penggunaan Tanda Baca

22 Agustus 2026 - 23:44 WIB

Pembahasan dan Kunci Jawaban Pendidikan Pancasila Kelas 4: Keberagaman Budaya

22 Agustus 2026 - 22:42 WIB

Catatan Singkat Bahasa Inggris Kelas 4 Materi Describing People

22 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Trending di SD Kelas 4