Menu ✖

Mode Gelap

Olahraga & Hobi · 20 Okt 2026 15:49 WIB ·

Padel untuk Pemula: Panduan Lengkap Peralatan, Teknik Dasar, dan Biaya Awal


Padel untuk Pemula: Panduan Lengkap Peralatan, Teknik Dasar, dan Biaya Awal Perbesar

Belakangan ini, lapangan dengan dinding kaca dan pagar kawat itu selalu penuh. Mungkin kamu pernah melihatnya lewat di pinggir jalan atau melihat temanmu memposting foto sedang mengayun raket kecil. Ya, itu padel. Olahraga yang menggabungkan elemen tenis, squash, dan sedikit sensasi bermain di kandang. Banyak yang mengira padel itu sulit karena terlihat cepat, padahal justru sebaliknya. Padel dirancang agar siapa saja bisa langsung main dan berkeringat tanpa harus jadi atlet profesional dulu.

Kalau kamu tertarik mencoba tapi masih bingung harus mulai dari mana, atau takut salah beli alat, tulisan ini akan mengupas tuntas hal-hal mendasar yang perlu kamu tahu. Mulai dari alat yang wajib ada, cara memegang raket yang benar, sampai estimasi uang yang perlu disiapkan di awal. Santai saja, tidak perlu langsung mahal.

Kenalan Dulu: Kenapa Padel Cocok untuk Pemula?

Sebelum bicara teknis, ada baiknya tahu kenapa olahraga ini begitu ramah untuk yang baru mulai. Lapangan padel lebih kecil dari tenis (10×20 meter), jadi kamu tidak perlu berlari terlalu jauh. Bola yang digunakan juga tidak sekeras bola tenis biasa, dan yang paling menyenangkan: ada dinding kaca di belakang dan samping. Kamu bisa memantulkan bola ke dinding saat terdesak. Ini seperti punya teman main yang bisa diandalkan.

Selain itu, padel hampir selalu dimainkan berpasangan (double). Jadi, kalau kamu benar-benar buta arah, masih ada tiga orang lain di lapangan yang bisa menutupi kekuranganmu. Tidak ada tekanan untuk langsung jago. Kuncinya cuma satu: mau belajar dan tidak takut bola lewat.

Peralatan Wajib: Jangan Salah Beli, Ini Daftarnya

Bicara soal peralatan, pemula sering kali tergoda membeli yang paling mahal karena merasa “yang mahal pasti bagus”. Padahal, untuk tahap awal, yang paling penting adalah alat yang sesuai dengan kebutuhan dan ukuran tubuh.

1. Raket Padel (Pala)

Ini benda paling krusial. Bentuknya mirip raket tenis tapi lebih pendek dan tanpa senar (permukaannya padat, biasanya dari bahan fiber atau karbon). Untuk pemula, pilihlah raket dengan bentuk round (bulat). Bentuk ini memiliki titik manis (sweet spot) di tengah yang lebar, sehingga lebih memaafkan saat bola tidak tepat mengenai tengah raket. Beratnya juga harus ringan, sekitar 350-365 gram. Jangan beli raket berbentuk diamond (berat di atas) yang biasa dipakai pemain ofensif; itu akan membuat tanganmu cepat pegal dan kontrol bola jadi kacau.

2. Bola Padel

Sekilas mirip bola tenis, tapi tekanannya lebih rendah. Bola padel standar biasanya berwarna kuning atau oranye dengan logo merek tertentu. Untuk pemula, beli satu tabung (biasanya isi 3) sudah cukup. Harga per tabung berkisar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 tergantung merek.

3. Sepatu

Ini sering diabaikan. Jangan pakai sepatu lari biasa karena solnya terlalu tebal dan tidak mendukung gerakan menyamping. Kamu butuh sepatu dengan sol herringbone (pola anyaman) yang biasa dipakai untuk tenis atau squash. Fungsinya untuk cengkeraman di lapangan yang permukaannya agresif (biasanya rumput sintetis dengan pasir silika). Kalau budget terbatas, sepatu tenis atau bola voli masih bisa jadi penyelamat.

4. Aksesori Pendukung

Padel dimainkan di luar ruangan atau indoor. Jadi, topi dan kacamata hitam (jika di luar) sangat membantu. Jangan lupa handuk kecil dan botol minum. Untuk pelindung tangan, overgrip (pita pembalut pegangan raket) wajib dipasang agar tidak licin saat berkeringat. Harganya murah, sekitar Rp 20.000 per gulung.

Teknik Dasar: Kuasai Ini Sebelum Gaya-Gayaan

Banyak pemula langsung ingin memukul bola sekuat tenaga seperti Rafael Nadal. Padahal di padel, kontrol jauh lebih penting daripada kekuatan. Ada tiga pukulan dasar yang wajib kamu kuasai di bulan pertama.

Pegangan (Grip)
Gunakan pegangan continental (seperti memegang palu). Cara mencarinya: pegang raket secara vertikal, lalu letakkan telapak tangan di permukaan raket. Geser ke bawah hingga ujung ibu jari dan telunjuk membentuk huruf V di sisi atas pegangan. Pegangan ini memungkinkan kamu memukul bola datar, slice, maupun smash tanpa harus mengganti posisi tangan.

Pukulan Dinding (Wall Play)
Ini pembeda padel dari tenis. Saat bola memantul di dinding kaca, jangan panik. Biarkan bola memantul dulu, lalu ambil posisi di samping bola. Pukullah dengan gerakan menyapu dari bawah ke atas (seperti mengayun). Kuncinya adalah menunggu bola turun, bukan memukul saat bola masih tinggi.

Servis
Servis di padel dilakukan dengan memantulkan bola ke lantai dulu (seperti tenis), lalu memukulnya ke area diagonal lawan. Namun, ada aturan unik: bola servis harus melewati garis servis dan tidak boleh menyentuh dinding samping lawan sebelum memantul di lantai. Untuk pemula, fokuslah pada akurasi, bukan kecepatan. Servis yang pelan tapi masuk ke area lawan jauh lebih berharga daripada servis kencang tapi keluar.

Posisi di Lapangan
Selalu kembalilah ke posisi tengah setelah memukul bola. Di padel, kamu dan pasanganmu harus bergerak seperti bayangan cermin. Jika bola di sisi kiri, kamu geser ke kiri, pasanganmu ke kanan. Jangan tinggal diam di belakang; majulah ke depan setelah melakukan pukulan untuk menutup ruang lawan.

Biaya Awal: Berapa Uang yang Harus Disiapkan?

Ini bagian yang paling sering ditanyakan. Kabar baiknya, padel tidak semahal yang dibayangkan. Berikut rincian kasar untuk memulai di kota besar di Indonesia (harga bisa bervariasi tergantung lokasi dan merek).

Peralatan Pribadi (Sekali Beli)

  • Raket padel pemula (merek lokal atau entry-level): Rp 400.000 – Rp 900.000

  • Sepatu (bisa pakai sepatu tenis yang sudah ada): Rp 0 – Rp 800.000

  • Bola (1 tabung): Rp 50.000 – Rp 100.000

  • Overgrip (2 buah): Rp 40.000

  • Tas raket kecil (opsional): Rp 150.000

Total peralatan awal: Rp 640.000 – Rp 1.990.000 (tergantung apakah kamu sudah punya sepatu yang layak).

Sewa Lapangan dan Biaya Main
Harga sewa lapangan padel di Jakarta, Surabaya, atau Bali berkisar Rp 150.000 hingga Rp 350.000 per jam per lapangan. Karena dimainkan 4 orang, biaya ini dibagi empat. Jadi, per orang sekitar Rp 37.500 – Rp 87.500 per jam. Jika main 2 jam seminggu sekali, pengeluaran bulanan untuk sewa lapangan sekitar Rp 300.000 – Rp 700.000.

Les atau Coaching (Opsional tapi Disarankan)
Untuk pemula, mengambil 2-3 sesi les privat atau grup bersama teman sangat membantu memperbaiki teknik dasar. Biayanya sekitar Rp 150.000 – Rp 300.000 per sesi per orang (grup). Ini investasi bagus agar tidak salah kebiasaan sejak awal.

Total Estimasi Awal (Bulan Pertama)
Jika kamu membeli raket dan bola baru, lalu main 4 kali sebulan (sewa lapangan) tanpa les: sekitar Rp 800.000 – Rp 2.000.000. Jika sudah punya sepatu dan hanya sewa lapangan, bisa jauh lebih murah, sekitar Rp 400.000 – Rp 800.000.

Tips Praktis biar Tidak Malu di Lapangan

Satu hal yang sering bikin pemula mundur adalah rasa takut terlihat kaku. Sebenarnya, pemain padel senior justru senang melihat pemula yang mau belajar. Beberapa hal kecil yang bisa menyelamatkan pengalaman pertamamu:

  • Datang lebih awal. Luangkan 15 menit untuk pemanasan dan mencoba memantulkan bola ke dinding. Ini mengurangi rasa gugup.

  • Jangan memukul bola terlalu keras. Di padel, bola yang pelan tapi terarah lebih menyulitkan lawan daripada bola kencang tapi melambung keluar.

  • Komunikasi dengan pasangan. Sederhana saja: siapa ambil bola kiri, siapa ambil bola kanan. Jika bola di tengah, biasanya diambil oleh pemain yang posisinya lebih depan (pemain forehand di sisi kanan). Sepakati ini sebelum main.

  • Beli raket second berkualitas. Jika budget ketat, raket bekas pemain pemula yang ingin upgrade bisa jadi pilihan. Cek kondisi permukaan raket (jangan yang sudah retak atau penyok) dan pastikan gripnya masih layak.

Pada akhirnya, padel adalah olahraga yang menyenangkan karena bisa dimainkan sambil mengobrol dan tertawa. Tidak perlu perfeksionis. Yang penting kamu datang, mencoba, dan menikmati prosesnya. Siapa tahu setelah tiga bulan, kamu jadi salah satu orang yang selalu booking lapangan setiap akhir pekan. Selamat mencoba dan selamat berkeringat!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Cara Memulai Padel untuk Pemula agar Cepat Paham dan Konsisten

20 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Trending di Olahraga & Hobi