Menu ✖

Mode Gelap

SD Kelas 5 · 1 Nov 2026 20:54 WIB ·

Materi Matematika SD Kelas 5: Bilangan Desimal dan Persen


Materi Matematika SD Kelas 5: Bilangan Desimal dan Persen Perbesar

Pernahkah kamu melihat harga barang di supermarket yang tertulis Rp12.500,00? Atau melihat diskon 50% di sebuah toko? Nah, dua hal itu adalah contoh nyata dari bilangan desimal dan persen yang akan kamu pelajari di kelas 5 SD. Keduanya sebenarnya masih bersaudara, lho. Kalau kamu sudah paham salah satunya, belajar yang lain jadi jauh lebih mudah.

Mengenal Bilangan Desimal

Bilangan desimal adalah bilangan yang ditulis dengan tanda koma (,) sebagai pemisah antara bilangan bulat dan bagian pecahannya. Contohnya 0,5; 2,75; atau 10,25. Angka di depan koma adalah bilangan bulat, sedangkan angka di belakang koma menunjukkan bagian dari satu kesatuan.

Kalau kamu perhatikan, bilangan desimal sebenarnya hanyalah cara lain menulis pecahan. Contohnya, 0,5 sama dengan 5/10 atau 1/2. Lalu 0,25 sama dengan 25/100 atau 1/4. Jadi kalau kamu sudah lancar pecahan, desimal bukan hal baru sama sekali.

Nilai Tempat di Belakang Koma

Sama seperti bilangan biasa yang punya satuan, puluhan, ratusan, bilangan desimal juga punya nilai tempat. Bedanya, nilai tempat ini berada di belakang koma. Urutannya begini:

  • Angka pertama di belakang koma adalah persepuluhan (1/10)

  • Angka kedua adalah perseratusan (1/100)

  • Angka ketiga adalah perseribuan (1/1.000)

Contoh pada bilangan 3,472:

  • Angka 3 menempati satuan

  • Angka 4 menempati persepuluhan, nilainya 4/10

  • Angka 7 menempati perseratusan, nilainya 7/100

  • Angka 2 menempati perseribuan, nilainya 2/1.000

Pemahaman nilai tempat ini penting banget karena akan kamu pakai saat membandingkan, menjumlahkan, atau mengurangkan bilangan desimal.

Operasi Hitung pada Bilangan Desimal

Menjumlahkan dan mengurangkan desimal caranya mirip dengan bilangan biasa. Kuncinya satu: luruskan tanda komanya. Misalnya 2,35 + 1,4. Kamu bisa menulisnya menjadi:

2,35
1,40
—- +
3,75

Perhatikan bahwa 1,4 kita ubah dulu menjadi 1,40 supaya jumlah angka di belakang koma sama. Ini bukan mengubah nilai, hanya menambahkan nol di belakang yang tidak berpengaruh apa-apa.

Untuk perkalian desimal, langkahnya adalah mengalikan dulu seperti bilangan bulat biasa, lalu menghitung total angka di belakang koma dari kedua bilangan yang dikalikan. Contoh 0,5 x 0,4. Kalikan 5 x 4 = 20. Karena ada satu angka di belakang koma pada 0,5 dan satu angka lagi pada 0,4, totalnya dua angka. Maka hasilnya 0,20 atau 0,2.

Sedangkan pembagian desimal bisa diselesaikan dengan mengubahnya menjadi perkalian atau dengan menggeser koma. Misalnya 1,2 : 0,3 sama dengan 12 : 3 = 4. Caranya, geser koma satu langkah pada kedua bilangan sampai pembaginya menjadi bilangan bulat.

Mengenal Persen

Persen artinya “per seratus”. Lambangnya %. Jadi 25% berarti 25 per 100, atau bisa ditulis 25/100, yang nilainya sama dengan 0,25. Inilah kenapa persen dan desimal sangat erat hubungannya.

Untuk mengubah persen menjadi desimal, cukup bagi dengan 100 atau geser koma dua langkah ke kiri. Contoh:

  • 50% = 0,5

  • 75% = 0,75

  • 8% = 0,08

Sebaliknya, mengubah desimal menjadi persen berarti mengalikan dengan 100 atau menggeser koma dua langkah ke kanan. Contoh:

  • 0,6 = 60%

  • 0,125 = 12,5%

  • 1,5 = 150%

Mudah, kan? Kuncinya cuma satu: dua langkah koma.

Persen dalam Kehidupan Sehari-hari

Persen bukan cuma materi di buku pelajaran. Hampir setiap hari kamu menemui persen tanpa sadar. Saat ada diskon “50% off” di mal, itu artinya harga barang dipotong setengahnya. Kalau baju seharga Rp200.000 didiskon 25%, kamu tinggal menghitung 25/100 x 200.000 = 50.000. Jadi harga yang harus dibayar Rp150.000.

Persen juga dipakai untuk menghitung bunga tabungan, jumlah penduduk, nilai ulangan, bahkan kandungan gizi pada kemasan makanan. Jadi belajar persen itu investasi buat kehidupan sehari-hari, bukan sekadar hafalan rumus.

Mengubah Pecahan ke Desimal dan Persen

Karena desimal, persen, dan pecahan adalah tiga wajah dari angka yang sama, kamu perlu bisa mengubah satu ke yang lain. Caranya:

Dari pecahan ke desimal: bagi pembilang dengan penyebut. Contoh 3/4 = 3 : 4 = 0,75.

Dari desimal ke persen: kalikan 100. Contoh 0,75 x 100 = 75%.

Dari persen ke pecahan: tulis sebagai per seratus lalu sederhanakan. Contoh 40% = 40/100 = 2/5.

Dengan menguasai tiga bentuk ini, kamu jadi lebih fleksibel dalam menyelesaikan soal. Soal yang tampaknya sulit bisa jadi mudah kalau kamu ubah dulu ke bentuk yang paling kamu kuasai.

Tips Belajar yang Efektif

Bilangan desimal dan persen paling cepat dikuasai lewat latihan rutin, bukan menghafal. Coba praktikkan saat belanja bersama orang tua, hitung diskon di toko, atau bandingkan harga per gram di kemasan makanan. Semakin sering kamu pakai dalam situasi nyata, semakin cepat paham.

Selain itu, jangan ragu mengulang dasar seperti nilai tempat dan konsep per seratus. Banyak siswa kesulitan di operasi hitung desimal bukan karena rumusnya sulit, tapi karena belum lancar memahami posisi koma. Kalau fondasinya kuat, materi kelas 6 seperti operasi campuran dan perbandingan akan terasa jauh lebih ringan.

Matematika memang butuh latihan, tapi bukan berarti harus membosankan. Dengan memahami bahwa desimal dan persen ada di sekitar kita setiap hari, belajar jadi terasa lebih bermakna. Selamat berlatih!

Komentar
Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Materi Matematika SD Kelas 5: Volume Kubus dan Balok

1 November 2026 - 22:13 WIB

Materi Matematika SD Kelas 5: Operasi Hitung Pecahan Berbeda Penyebut

1 November 2026 - 20:31 WIB

Jurusan Kuliah

Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 5: Menulis Teks Laporan Hasil Pengamatan

1 November 2026 - 20:08 WIB

Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 5: Membandingkan Informasi dari Dua Teks

1 November 2026 - 19:40 WIB

Materi Bahasa Indonesia SD Kelas 5: Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

1 November 2026 - 17:00 WIB

Latihan Soal Pendidikan Pancasila Kelas 5 Materi Penerapan Nilai Pancasila Beserta Kunci Jawaban

10 September 2026 - 15:39 WIB

Trending di SD Kelas 5