Langit malam yang bertabur bintang selalu menyimpan misteri. Setiap kali manusia menengadah, ada rasa penasaran yang tak pernah padam tentang apa yang sebenarnya terjadi di luar atmosfer Bumi. Banyak dari kita tahu bahwa Jupiter punya bintik merah raksasa, atau bahwa Bulan mengorbit planet kita. Tapi di balik pengetahuan dasar itu, tersembunyi fakta-fakta aneh yang bahkan para astronom pun terkadang menggaruk kepala.
Ada Awan yang Beraroma Rum dan Mengandung Alkohol
Di wilayah antariksa yang disebut Sagittarius B2, terdapat awan molekul raksasa yang menyimpan senyawa organik kompleks. Para peneliti menemukan bahwa awan ini mengandung etil format, senyawa yang memberikan rasa pada raspberry, dan metanol yang jelas berhubungan dengan alkohol. Bayangkan, jika manusia bisa menciptakan teknologi untuk mengendusnya, awan itu akan tercium seperti campuran rum dan buah-buahan. Tapi tentu saja, jangan berharap bisa meminumnya karena suhu di sana mencapai minus 250 derajat Celcius dan tekanan yang tak bersahabat.
Planet dengan Hujan Kaca yang Berhembus Samping
HD 189733b, sebuah planet ekstrasurya berwarna biru tua, memiliki cuaca yang sangat gila. Angin di planet ini berhembus dengan kecepatan 8.700 kilometer per jam, hampir tujuh kali lebih cepat dari kecepatan suara. Yang lebih mengejutkan, hujan yang turun bukanlah air, melainkan partikel-partikel kaca cair yang berhembus secara horizontal karena kekuatan angin yang brutal. Warna birunya bukan berasal dari lautan seperti di Bumi, melainkan dari silikat yang membentuk butiran-butiran kecil di atmosfernya.
Ruang Angkasa Berbau Seperti Steak Bakar dan Logam Panas
Para astronot sering menggambarkan aroma yang mereka cium saat kembali ke stasiun luar angkasa setelah melakukan spacewalk. Bukan bau steril seperti yang dibayangkan banyak orang, melainkan campuran daging panggang, logam panas, dan asap las. Fenomena ini terjadi karena partikel-partikel oksigen terionisasi di luar angkasa menempel pada pakaian antariksa, lalu saat kembali ke lingkungan bertekanan, reaksi kimia menghasilkan bau khas tersebut. Beberapa ilmuwan bahkan mencoba mereplikasi aroma ini untuk pelatihan astronot.
Bintang Tertua Berusia Hampir Sama dengan Alam Semesta
Methuselah, atau yang dikenal sebagai HD 140283, adalah bintang yang usianya diperkirakan mencapai 14,5 miliar tahun. Angka ini sangat menarik karena alam semesta sendiri diperkirakan berusia 13,8 miliar tahun. Tentu ini menciptakan teka-teki kosmik yang memusingkan. Bagaimana mungkin sebuah bintang lebih tua dari alam semesta tempatnya berada? Para ilmuwan kemudian melakukan perhitungan ulang dengan margin kesalahan yang lebih akurat, dan sekarang diperkirakan usianya sekitar 13,7 miliar tahun, masih membuatnya menjadi salah satu objek tertua yang pernah diamati manusia.
Satelit yang Mengorbit Terbalik dan Berwajah Seperti Walnut
Iapetus, salah satu bulan Saturnus, memiliki bentuk yang sangat aneh. Ia seperti kenari raksasa dengan tonjolan di bagian khatulistiwa setinggi 13 kilometer. Selain itu, satu sisi Iapetus sangat terang sementara sisi lainnya sangat gelap, menciptakan kontras yang ekstrem. Yang paling membingungkan, ia mengorbit Saturnus dengan kemiringan yang tidak biasa dan arah yang berlawanan dengan bulan-bulan lainnya. Ilmuwan menduga ini karena ia dulunya adalah objek liar yang tertangkap gravitasi Saturnus jutaan tahun lalu.
Ada Danau Metana Cair di Bulan Titan
Titan, bulan terbesar Saturnus, memiliki siklus cuaca yang mirip Bumi—tapi dengan perbedaan mendasar. Di sana, metana berperan seperti air di planet kita. Ada awan metana, hujan metana, dan bahkan danau-danau metana cair yang membentuk lanskap. Suhu permukaannya mencapai minus 179 derajat Celcius, jadi tentu saja tidak ada kehidupan seperti yang kita kenal. Yang menarik, para ilmuwan mendeteksi adanya “seas” atau laut metana yang luas di wilayah kutub utara Titan, beberapa di antaranya lebih besar dari Danau Superior di Bumi.
Di Venus, Satu Hari Lebih Panjang dari Satu Tahun
Venus adalah planet yang keras kepala. Ia berputar sangat lambat pada porosnya, membutuhkan 243 hari Bumi untuk menyelesaikan satu rotasi penuh. Namun waktu yang dibutuhkan Venus untuk mengelilingi Matahari hanya 225 hari Bumi. Ini berarti, secara teknis, satu hari di Venus lebih panjang daripada satu tahun di sana. Lebih aneh lagi, rotasi Venus terjadi dengan arah yang berlawanan dari planet-planet lain di tata surya. Jika berdiri di permukaan Venus, Matahari akan terbit di barat dan terbenam di timur.
Ada Batu Angkasa yang Terus Mengikuti Bumi
Selain Bulan, ternyata Bumi memiliki “mini-moon” atau asteroid kecil yang mengorbit kita dalam pola yang rumit. Objek bernama 2016 HO3 ini berukuran sekitar 40-100 meter dan bergerak mengelilingi Bumi dalam lintasan yang unik. Ia tidak sepenuhnya mengorbit Bumi seperti Bulan, melainkan mengelilingi Matahari sambil tetap berada di dekat Bumi. Para astronom menyebutnya sebagai “quasi-satellite” karena perilakunya yang setia menemani perjalanan Bumi mengelilingi Matahari.
Bintang Neutron Berputar 700 Kali Per Detik
Ketika bintang masif meledak menjadi supernova, intinya bisa runtuh menjadi bintang neutron yang kepadatannya luar biasa. Sepersendok teh materi bintang neutron memiliki berat sekitar satu miliar ton. Yang lebih mencengangkan, beberapa bintang neutron berputar dengan kecepatan hingga 700 kali per detik. Bayangkan, sebuah objek dengan diameter hanya sekitar 20 kilometer berputar lebih cepat dari blender dapur. Pulsar yang paling cepat dikenal, PSR J1748-2446ad, berputar 716 kali per detik, membuat permukaannya bergerak dengan kecepatan hampir seperempat kecepatan cahaya.
Ruang Antarbintang Tidak Sepenuhnya Kosong
Meski sering digambarkan sebagai kekosongan total, ruang antar bintang sebenarnya mengandung materi dalam jumlah kecil. Dalam setiap sentimeter kubik ruang antarbintang, rata-rata terdapat sekitar satu atom hidrogen. Jumlah ini sangat kecil dibandingkan dengan udara di Bumi yang mengandung sekitar 10 pangkat 19 molekul per sentimeter kubik. Tapi ketika dilihat dalam skala galaksi, materi ini bisa membentuk awan-awan raksasa yang menjadi tempat lahirnya bintang-bintang baru.
Ada Planet yang Mengorbit Tiga Matahari
Sistem HD 131399 hanya berjarak 340 tahun cahaya dari Bumi, namun di sana, ada planet dengan tiga matahari di langitnya. Planet ini, yang dijuluki HD 131399Ab, mengorbit bintang terbesar dalam sistem tersebut, sementara dua bintang lainnya mengorbit satu sama lain di kejauhan. Ketika musim tertentu, ketiga matahari terlihat bersamaan di langit, menciptakan pemandangan yang sulit dibayangkan keindahannya. Di waktu lain, konfigurasi mereka membuat siang dan malam terjadi dalam pola yang tak terduga.
Suara Sebenarnya Tidak Terdengar di Luar Angkasa
Ini mungkin terdengar klise, tapi masih banyak yang bertanya-tanya. Di ruang hampa, tidak ada medium untuk merambatkan gelombang suara. Astronot yang melakukan spacewalk hanya bisa berkomunikasi melalui radio, yang menggunakan gelombang elektromagnetik. Namun, jika berada di dalam pesawat ruang angkasa yang berisi udara, suara bisa terdengar normal. Ada juga fenomena aneh di mana instrumen ilmiah bisa “mendengar” gelombang elektromagnetik dari objek-objek langit, lalu mengubahnya menjadi sinyal yang bisa didengar manusia, tapi itu bukanlah suara sesungguhnya.
Orbit Pluto yang Eksentrik Membawanya Masuk ke Dalam Orbit Neptunus
Pluto memang sudah tidak lagi dianggap planet, tapi orbitnya tetap menjadi salah satu yang paling aneh di tata surya. Selama 20 tahun dalam setiap 248 tahun perjalanannya mengelilingi Matahari, Pluto sebenarnya berada lebih dekat ke Matahari daripada Neptunus. Karena resonansi orbital, keduanya tidak pernah bertabrakan, tapi fakta ini menunjukkan betapa kacaunya sistem tata surya bagian luar. Terakhir kali Pluto berada di dalam orbit Neptunus adalah antara tahun 1979 hingga 1999.
Galaksi Mengandung Lebih Banyak Bintang dari Butir Pasir di Bumi
Perkiraan terbaru menyebutkan bahwa Bimasakti mengandung sekitar 100 hingga 400 miliar bintang. Jumlah ini lebih besar dari jumlah butir pasir di semua pantai dan gurun di Bumi. Namun, ini baru satu galaksi. Dengan miliaran galaksi di alam semesta yang teramati, total jumlah bintang bisa mencapai angka yang sulit dibayangkan—sekitar 10 pangkat 24 bintang. Untuk memberikan perspektif, itu lebih banyak daripada jumlah detik yang telah berlalu sejak Big Bang.
Ada Awan Gas yang Lebih Besar dari Bimasakti
Di ruang antargalaksi, ada struktur awan gas yang sangat besar, dijuluki sebagai “Lyman-alpha blob”. Salah satu yang terbesar, yang ditemukan di konstelasi Aquarius, memiliki diameter sekitar 400.000 tahun cahaya, hampir empat kali lebih besar dari Bimasakti. Awan ini memancarkan cahaya akibat panas dari bintang-bintang dan lubang hitam di dalamnya, tapi skala dan mekanisme pembentukannya masih menjadi misteri besar bagi para astronom.
Setiap sudut antariksa menyimpan kejutan yang terus menggugah rasa ingin tahu manusia. Dari awan yang berbau alkohol hingga planet dengan tiga matahari, semuanya mengingatkan bahwa rumah kita di Bumi hanyalah satu titik kecil dalam luasnya jagat raya. Dan yang paling menarik, para ilmuwan yakin bahwa masih ada lebih banyak lagi fakta aneh yang belum terungkap, menunggu generasi berikutnya untuk menemukannya.










