Menu

Mode Gelap

SD Kelas 5 · 7 Sep 2026 15:27 WIB ·

Rangkuman Materi IPAS Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka


Rangkuman Materi IPAS Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka Perbesar

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di jenjang kelas 5 semester genap hadir dengan berbagai tema menarik yang mengajak siswa mengenal lebih dekat lingkungan sekitar, fenomena alam, hingga interaksi sosial masyarakat. Kurikulum Merdeka memberikan ruang lebih luas bagi siswa untuk bereksplorasi, tidak hanya menghafal teori tetapi juga memahami konsep melalui pengamatan langsung dan proyek sederhana.

Menyusun rangkuman yang padat namun tetap mudah dicerna tentu sangat membantu proses belajar, terutama ketika ujian akhir semester atau penilaian sumatif semakin dekat. Nah, di bawah ini saya coba uraikan poin-poin penting dari seluruh materi IPAS kelas 5 SD/MI semester 2 secara runtut, dengan bahasa yang mengalir dan contoh-contoh sehari-hari agar lebih membekas di ingatan.

Tema 5: Indonesiaku Kaya Raya (Bagian 2 – Pemanfaatan Sumber Daya Alam)

Tema besar ini masih melanjutkan pembahasan tentang kekayaan alam Indonesia, tetapi kali ini fokusnya bergeser pada pemanfaatan dan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan.

A. Jenis-Jenis Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifatnya

  1. Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbarui

    • Tumbuhan, hewan, air, dan sinar matahari termasuk dalam kelompok ini.

    • Selama pemanfaatannya bijak dan tidak berlebihan, ketersediaannya bisa terjaga.

    • Contoh: menanam pohon sambil menebang kayu, budidaya ikan, dan pertanian berkelanjutan.

  2. Sumber Daya Alam yang Tidak Dapat Diperbarui

    • Minyak bumi, batu bara, gas alam, dan berbagai jenis logam.

    • Proses pembentukannya memakan waktu jutaan tahun, sehingga jika habis tak bisa diproduksi ulang dalam waktu singkat.

    • Penggunaannya harus hemat dan diiringi pencarian energi alternatif.

  3. Sumber Daya Alam yang Kekal

    • Angin, ombak, dan sinar matahari. Meskipun terus digunakan, jumlahnya tidak pernah habis.

    • Teknologi pembangkit listrik tenaga surya dan angin mulai banyak dikembangkan di Indonesia.

B. Kegiatan Ekonomi Berbasis Sumber Daya Alam

Setiap daerah di Indonesia memiliki keunggulan komparatif berdasarkan kondisi geografisnya.

  • Daerah pantai identik dengan nelayan, tambak garam, dan wisata bahari.

  • Daerah dataran rendah cocok untuk perkebunan kelapa sawit, tebu, dan industri pengolahan.

  • Daerah dataran tinggi menjadi sentra sayuran, buah-buahan, dan perkebunan teh.

Siswa diajak untuk mengenali bahwa kegiatan ekonomi tidak hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Misalnya, petani yang menggunakan pupuk organik akan menjaga kesuburan tanah lebih lama dibandingkan pemakaian pupuk kimia berlebihan.

C. Dampak Eksploitasi Sumber Daya Alam

  • Dampak positif: peningkatan kesejahteraan masyarakat, lapangan kerja, dan devisa negara.

  • Dampak negatif: kerusakan hutan, polusi udara dan air, hingga perubahan iklim mikro.

Pada bagian ini, biasanya guru meminta siswa untuk melakukan studi kasus sederhana, seperti mengamati kondisi sungai di sekitar rumah atau bagaimana cara petani setempat mengolah lahan. Tujuannya agar anak-anak sadar bahwa setiap tindakan manusia selalu meninggalkan jejak ekologis.

Tema 6: Panas dan Perpindahannya

Setelah membahas bumi dan isinya, sekarang saatnya menyelami konsep fisika yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari: kalor (panas).

A. Pengertian Suhu dan Kalor

  • Suhu adalah derajat panas atau dingin suatu benda. Alat ukurnya disebut termometer.

  • Kalor adalah energi yang berpindah dari benda bersuhu tinggi ke benda bersuhu rendah.

Perbedaan penting yang harus dipahami: suhu menunjukkan tingkat panas, sedangkan kalor adalah energi yang menyebabkan perubahan suhu atau wujud zat. Bayangkan ketika ibu memasak air. Api memberikan kalor pada panci, lalu air menerima kalor dan suhunya naik hingga mendidih.

B. Perpindahan Kalor

Kalor bisa berpindah melalui tiga cara, dan siswa wajib hafal perbedaan serta contohnya.

  1. Konduksi

    • Perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan zat perantaranya.

    • Terjadi pada benda padat, terutama logam.

    • Contoh: sendok besi yang ikut panas ketika dicelupkan ke dalam teh hangat.

  2. Konveksi

    • Perpindahan kalor yang disertai perpindahan zat perantaranya.

    • Biasanya terjadi pada zat cair dan gas.

    • Contoh: air mendidih yang bergerak naik turun di dalam panci, atau angin darat dan angin laut.

  3. Radiasi

    • Perpindahan kalor tanpa memerlukan zat perantara.

    • Contoh: panas matahari sampai ke bumi, api unggun yang menghangatkan tubuh, atau panas dari setrika yang terasa tanpa menyentuh permukaannya.

C. Pemuaian dan Penyusutan

Salah satu efek menarik dari kalor adalah perubahan dimensi benda. Sebagian besar zat akan memuai ketika dipanaskan dan menyusut ketika didinginkan. Pemuaian ini dimanfaatkan dalam berbagai teknologi, misalnya:

  • Pemasangan rel kereta api yang diberi celah agar tidak melengkung saat panas terik.

  • Kaca jendela yang dipasang agak longgar di bingkai kayu.

  • Termometer yang memanfaatkan pemuaian raksa atau alkohol untuk menunjukkan angka suhu.

Tema 7: Bumiku Sayang, Bumiku Malang

Tema ini menjadi salah satu favorit karena mengangkat isu-isu lingkungan yang sangat relevan dengan kondisi kekinian. Anak-anak diajak tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi.

A. Lapisan Bumi dan Dinamikanya

Bumi memiliki tiga lapisan utama:

  1. Kerak bumi (lapisan terluar) – tempat manusia dan makhluk hidup lainnya berpijak.

  2. Selubung/mantel – lapisan batuan cair bersuhu tinggi.

  3. Inti bumi – pusat bumi dengan suhu sangat ekstrem.

Pergerakan lempeng-lempeng kerak bumi dapat menyebabkan berbagai fenomena alam seperti gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Di Indonesia yang terletak pada pertemuan tiga lempeng besar (Lempeng Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik), risiko bencana geologis tergolong tinggi. Namun, di sisi lain, posisi ini juga memberikan berkah berupa tanah vulkanik yang subur dan keindahan alam pegunungan.

B. Bencana Alam dan Mitigasinya

Materi ini membedakan bencana alam menjadi dua kategori besar:

  • Bencana geologis: gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan tanah longsor.

  • Bencana hidrometeorologi: banjir, kekeringan, badai, dan puting beliung.

Yang paling ditekankan bukan hanya penyebab terjadinya, melainkan cara-cara mitigasi yang bisa dilakukan sejak dini. Contohnya:

  • Saat gempa terjadi, segera berlindung di bawah meja atau sudut ruangan yang kuat.

  • Untuk banjir, menjaga kelestarian hutan di hulu dan tidak membuang sampah di sungai adalah upaya preventif yang sangat efektif.

  • Mengenali tanda-tanda alam sebelum tsunami, seperti air laut yang surut mendadak.

C. Perubahan Iklim dan Pemanasan Global

Topik ini mengaitkan antara aktivitas manusia dengan kenaikan suhu rata-rata bumi. Siswa diajak berpikir kritis tentang:

  • Efek rumah kaca yang sebenarnya dibutuhkan untuk menjaga suhu bumi tetap hangat, tetapi menjadi masalah ketika konsentrasi gas rumah kaca berlebihan.

  • Dampak pemanasan global: mencairnya es di kutub, naiknya permukaan air laut, dan perubahan pola cuaca yang ekstrem.

  • Upaya yang bisa dilakukan dari level individu: menghemat energi, mengurangi pemakaian plastik, dan menanam pohon.

Sering kali guru memberikan proyek sederhana seperti menghitung jejak karbon keluarga atau membuat poster ajakan hemat energi. Ini cara yang efektif agar nilai-nilai kepedulian lingkungan tertanam sejak dini.


Tema 8: Daerahku dan Budayaku

Memasuki tema terakhir di semester genap, perhatian beralih pada aspek sosial dan budaya. Anak-anak diajak untuk bangga terhadap keberagaman yang ada di Indonesia sekaligus memahami tantangan dalam menjaga persatuan.

A. Keberagaman Suku, Agama, dan Bahasa

Indonesia terkenal dengan semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Dalam materi ini, siswa mempelajari:

  • Peta persebaran suku bangsa di Nusantara, mulai dari Aceh sampai Papua.

  • Keanekaragaman bahasa daerah yang diperkirakan berjumlah lebih dari 700.

  • Agama-agama yang diakui secara resmi di Indonesia dan nilai-nilai toleransi yang dijunjung tinggi.

Siswa tidak hanya membaca, tetapi juga biasanya diminta untuk mewawancarai tetangga atau teman yang berasal dari daerah berbeda. Dari situ mereka belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bekerja sama dan saling menghormati.

B. Tradisi dan Kearifan Lokal

Setiap daerah memiliki kearifan lokal yang unik, mulai dari sistem pertanian, upacara adat, seni pertunjukan, hingga kuliner khas. Beberapa contoh yang sering diangkat:

  • Subak di Bali, yang mengatur pembagian air irigasi secara adil dan harmonis.

  • Rumah panggung di daerah rawa untuk menghindari banjir dan binatang buas.

  • Upacara adat ruwatan atau sedekah laut sebagai bentuk rasa syukur dan pelestarian lingkungan.

Kearifan lokal ini sebenarnya mengandung nilai-nilai luhur yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Sayangnya, banyak yang mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Maka dari itu, melalui pelajaran IPAS, diharapkan muncul kesadaran untuk melestarikan warisan budaya tersebut.

C. Interaksi Antarwilayah dan Perubahan Sosial

Materi ini menjelaskan bagaimana hubungan antara satu daerah dengan daerah lain bisa terjadi karena kebutuhan yang saling melengkapi. Misalnya:

  • Daerah pesisir membutuhkan sayuran dari pegunungan.

  • Daerah industri membutuhkan bahan baku dari daerah pertanian atau pertambangan.

Interaksi tersebut tidak hanya berbentuk perdagangan, tetapi juga perpindahan penduduk, penyebaran informasi, dan percampuran budaya. Dalam perkembangannya, perubahan sosial terjadi seiring dengan kemajuan teknologi dan arus globalisasi. Siswa diajak untuk menyikapi perubahan dengan bijak, tetap memegang nilai-nilai budaya sendiri namun tidak menutup diri dari hal-hal baru yang positif.

Keterampilan Proses yang Dikembangkan Sepanjang Semester

Selain konten materi, Kurikulum Merdeka sangat menekankan pada keterampilan proses. Anak-anak tidak hanya menjadi penerima informasi pasif, melainkan juga aktif melakukan:

  1. Mengamati – Melihat fenomena alam dan sosial di sekitar dengan seksama.

  2. Menanya – Berani mempertanyakan hal-hal yang tidak dipahami, bahkan terhadap penjelasan guru sekalipun.

  3. Merencanakan penyelidikan – Termasuk membuat hipotesis sederhana dan menentukan alat/bahan yang diperlukan.

  4. Melakukan percobaan atau observasi – Baik di laboratorium maupun di lapangan.

  5. Mengolah dan menganalisis data – Mengubah hasil pengamatan menjadi catatan atau grafik sederhana.

  6. Mengomunikasikan hasil – Melalui presentasi lisan, poster, laporan tertulis, atau media digital.

Semua langkah ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih hidup, tetapi juga melatih pola pikir ilmiah yang kelak sangat berguna di jenjang pendidikan berikutnya. Anak-anak yang terbiasa dengan proses seperti ini akan lebih mudah beradaptasi dengan berbagai tantangan karena mereka terbiasa mencari solusi secara sistematis.

Kaitan Antar Materi dan Implementasi dalam Kehidupan

Salah satu keunggulan IPAS di Kurikulum Merdeka adalah keterpaduan antara ilmu alam dan ilmu sosial. Ketika siswa belajar tentang sumber daya alam, mereka tidak hanya menghafal jenis-jenisnya, tetapi juga menghitung dampak ekonomi dan sosial dari eksploitasi berlebihan. Ketika belajar tentang perpindahan kalor, mereka bisa mengaitkannya dengan fenomena angin laut yang memengaruhi aktivitas nelayan. Dan ketika membahas budaya, mereka juga melihat bagaimana kondisi geografis membentuk pola hidup masyarakat.

Contoh konkret yang sering digunakan guru:

  • Musim kemarau panjang – Siswa diingatkan tentang konsep perubahan iklim (IPA) sekaligus belajar tentang ketahanan pangan dan solidaritas sosial (IPS).

  • Banjir bandang – Tidak hanya dipelajari dari sisi siklus air dan topografi, tetapi juga dari sisi perilaku warga yang membuang sampah sembarangan dan kurangnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan.

  • Festival budaya lokal – Menjadi sarana untuk mempelajari nilai seni dan sejarah, sekaligus menganalisis potensi ekonomi kreatif di daerah tersebut.

Cara belajar seperti ini membuat anak-anak tidak merasa bahwa IPA dan IPS adalah dua dunia yang terpisah. Justru, mereka belajar bahwa untuk memahami suatu masalah secara utuh, kita perlu melihat dari berbagai sudut pandang.

Tips Mempelajari Materi IPAS Semester 2 agar Lebih Efektif

Supaya rangkuman di atas bisa diserap dengan maksimal, ada beberapa strategi belajar yang bisa dicoba oleh siswa maupun orang tua yang mendampingi:

  1. Buat peta konsep – Tuliskan tema-tema besar di tengah kertas, lalu cabangkan ke sub-sub materi. Ini membantu melihat hubungan antar topik.

  2. Gunakan media visual – Tonton video dokumenter tentang gunung meletus, siklus air, atau kebudayaan daerah. Otak lebih mudah mengingat gambar daripada teks.

  3. Belajar sambil praktik – Misalnya, coba amati pemuaian pada kabel listrik di siang hari, atau ukur suhu air yang sedang dipanaskan. Pengalaman langsung sangat memperkuat ingatan.

  4. Diskusikan dengan teman – Saling bertanya dan menjawab secara bergantian membuat materi terasa lebih ringan dan menyenangkan.

  5. Cari soal-soal latihan – Kerjakan berbagai tipe soal, mulai dari pilihan ganda, isian, hingga uraian. Perhatikan kata kunci di setiap pertanyaan.

  6. Hubungkan dengan peristiwa terkini – Misalnya, ketika ada berita tentang gempa atau kebakaran hutan, coba ingat kembali materi tentang bencana dan mitigasinya. Cara ini membuat belajar tidak terasa kering.

Tantangan dalam Pembelajaran IPAS dan Cara Mengatasinya

Beberapa siswa mungkin menganggap IPAS sebagai pelajaran yang berat karena mencakup banyak istilah ilmiah dan nama-nama daerah yang asing. Namun, sebenarnya kendala utama seringkali bukan pada kecerdasan, melainkan pada metode penyampaian dan minat baca.

  • Untuk siswa yang kesulitan dengan istilah sains, orang tua atau guru bisa membuat kartu kata bergambar atau permainan tebak-tebakan.

  • Untuk siswa yang kurang tertarik dengan aspek sosial budaya, libatkan mereka dalam kegiatan langsung seperti mengunjungi museum atau kampung adat terdekat.

  • Untuk siswa yang bosan dengan teks panjang, berikan ringkasan visual berupa infografis atau video animasi pendek.

Guru juga memiliki peran penting untuk menghadirkan narasumber dari berbagai profesi, misalnya petani, nelayan, atau petugas BMKG. Cerita dari mereka biasanya lebih membekas dan memberi gambaran nyata tentang aplikasi IPAS di dunia kerja.

Evaluasi dan Penilaian di Semester 2

Penilaian dalam Kurikulum Merdeka tidak hanya mengandalkan tes tertulis. Ada beberapa komponen yang biasanya dijadikan acuan:

  • Asesmen formatif – Dilakukan selama proses belajar, misalnya melalui pertanyaan lisan, kuis singkat, atau diskusi kelas.

  • Asesmen sumatif – Dilakukan di akhir semester berupa ujian tulis yang mencakup seluruh materi.

  • Proyek – Misalnya membuat diorama siklus air, model rumah tahan gempa, atau peta persebaran hasil bumi.

  • Portofolio – Kumpulan tugas, catatan hasil pengamatan, dan refleksi diri siswa selama satu semester.

Orang tua dapat membantu dengan memeriksa apakah anak sudah mengumpulkan semua tugas proyek dan memahami rubrik penilaian yang diberikan guru. Bimbingan yang tepat tanpa tekanan berlebihan akan membuat anak lebih percaya diri menghadapi ujian.

Penguatan Karakter melalui Materi IPAS

Salah satu misi tersembunyi dari pembelajaran IPAS adalah pembentukan karakter. Melalui tema-tema yang dipelajari, nilai-nilai berikut ditanamkan secara bertahap:

  • Religius – Menyadari bahwa alam semesta adalah ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan disyukuri.

  • Gotong royong – Bekerja sama dalam proyek lingkungan atau kegiatan sosial di sekolah.

  • Kemandirian – Berani melakukan percobaan sendiri dan mengambil keputusan berdasarkan data.

  • Integritas – Jujur dalam mencatat data pengamatan dan tidak memanipulasi hasil.

  • Cinta tanah air – Bangga dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia, serta ikut serta dalam pelestariannya.

Nilai-nilai ini tidak diajarkan secara terpisah, tetapi menyatu dalam setiap aktivitas belajar. Misalnya, ketika siswa melakukan proyek daur ulang sampah, mereka belajar tentang sains (penguraian limbah), sosial (perilaku konsumsi masyarakat), sekaligus karakter peduli lingkungan.

Ringkasan Akhir untuk Persiapan Ujian

Meskipun saya tidak menggunakan kata “kesimpulan” di akhir tulisan ini, saya ingin menekankan bahwa keseluruhan materi IPAS kelas 5 semester 2 sebenarnya memiliki benang merah: semua saling terhubung. Mulai dari sumber daya alam, panas dan perpindahannya, dinamika bumi, hingga keberagaman budaya, semuanya mengajarkan kita untuk menjadi manusia yang lebih bijak dan bertanggung jawab.

Beberapa poin yang paling sering muncul dalam ujian:

  1. Perbedaan konduksi, konveksi, dan radiasi dengan contoh masing-masing.

  2. Dampak eksploitasi sumber daya alam terhadap lingkungan dan sosial.

  3. Lapisan bumi dan penyebab terjadinya gempa serta gunung meletus.

  4. Nilai-nilai toleransi dan kearifan lokal sebagai perekat bangsa.

  5. Upaya mitigasi bencana yang bisa dilakukan sejak dini.

Menguasai poin-poin di atas, ditambah dengan kemampuan menjawab soal berbasis kasus, sudah cukup untuk menghadapi berbagai bentuk penilaian. Namun ingat, tujuan utama belajar IPAS bukan hanya nilai bagus di rapor, melainkan bagaimana ilmu tersebut diaplikasikan dalam keseharian.

Selamat belajar, semoga rangkuman ini membantu siswa kelas 5 meraih hasil terbaik di semester 2. Teruslah penasaran, bertanya, dan jangan pernah berhenti mengamati keajaiban alam serta keindahan budaya di sekeliling kita. Karena sesungguhnya, dunia adalah laboratorium terbesar yang siap dieksplorasi setiap saat.

Komentar
Artikel ini telah dibaca 0 kali

Baca Lainnya

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 5 Materi Teks Nonfiksi Beserta Kunci Jawaban

7 September 2026 - 16:22 WIB

Latihan Soal Bahasa Indonesia Kelas 5 Materi Pantun dan Puisi Beserta Kunci Jawaban

7 September 2026 - 15:57 WIB

Rangkuman Materi Pendidikan Pancasila Kelas 5 Semester 1 Kurikulum Merdeka

7 September 2026 - 15:35 WIB

Materi Pendidikan Pancasila Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

7 September 2026 - 15:20 WIB

Materi Pendidikan Pancasila Kelas 5 Semester 1 Kurikulum Merdeka Lengkap

7 September 2026 - 15:11 WIB

Materi Pendidikan Agama Islam Kelas 5 Semester 2 Kurikulum Merdeka Lengkap

7 September 2026 - 11:23 WIB

Trending di SD Kelas 5